Minggu, 29 Agustus 2021

Tipe-Tipe Kepemimpinan (skripsi dan tesis)


Ada 8 tipe kepemimpinan menurut Kartono (2009:80-87) yaitu :
a. Tipe Kharismatis
Tipe pemimpin karismatis memiliki kekuatan energi, daya-tarik dan
wibawa yang luar biasa dalam mempengaruhi orang lain, sehingga
memiliki pengikut yang jumlahnya sangat besar. Pemimpinkharismatis
banyak memiliki inspirasi, keberanian, keyakinan teguh pada pendirian
sendiri sehingga totalitas kepribadian pemimpin tersebut memancarkan
pengaruh dan daya tarik yang teramat besar.
b. Tipe Paternalistis
Tipe pemimpin paternalistis yaitu tipe kepemimpinan yang kebapakan,
dengan sifat-sifat antara lain sebagai berikut:
1) Menganggap bawahan sebagai manusia yang tidak/belum
dewasa, atau anak sendiri yang perlu dikembangkan;
2) Bersikap terlalu melindungi;
3)Jarang memberikan kesempatan kepada bawahan untuk
mengambil keputusan sendiri;
4) Hampir tidak pernah memberikan kesempatan kepada bawahan
untuk berinisiatif;
5) Hampir tidak pernah memberikan kesempatan pada pengikut dan
bawahan untuk mengembangkan imajinasi dan upaya kreativitas
mereka sendiri
6) Selalu bersikap maha tahu dan maha benar.
c. Tipe Militeristis
Tipe kepemimpinan militeristis mirip dengan tipe kepemimpinan
otoriter. Adapun sifat-sifat pemimpin yang militeristis antara lain:
1. Lebih banyak menggunakan sistemp perintah/komando
terhadap bawahannya keras sangat otoriter, kaku dan sering
kali kurang bijaksana;
2. Menghendaki kepatuhan mutlak dari bawahan;
3. Sangat menyenangi formalitas, upacara-upacara ritual dan
tanda- tanda kebesaran yang berlebih-lebihan;
4. Menuntut adanya disiplin keras dan kaku dari bawahannya;
48
5. tidak menghendaki saran, usul, sugestib dan kritikan-kritikan
dari bawahannya;
6. komunikasi hanya berlangsung searah saja.
d. Tipe Otokratis
Kepemimpinan otokrasi itu mendasarkan diri pada kekuasaan
dan paksaan yang mutlak harus dipatuhi. Pemimpinnya selalu mau
berperan sebagai pemain tunggal pada a one-man show.Pemimpin
selalu berdiri jauh dari anggota kelompoknya jadi ada sikap
menyisihkan diri dan eksklusivisme. Sikap dan prinsip-prinsipnya
sangat kuno dan ketat-kaku.
e. Tipe Laissez Faire
Pada tipe kepemimpinan laissezfaire ini pemimpin praktis
tidak memimpin, dia membiarkan kelompoknya dan setiap orang
berbuats emau sendiri. Pemimpin tidak berpartisipasi dalam kegiatan
kelompoknya. Semua pekerjaan dan tanggung jawab harus dilakukan
oleh bawahan sendiri. Pemimpin tidak mempunyai kewibawaan
dan tidak bisa mengontrol anak buahnya. Pemimpin hanyasebagai
simbol karena kedudukannya biasanya diperoleh melalui penyogokan,
suapan atau berkat sistem nepotisme.
f. Tipe Populistis
Menurut Worsley (dalamKartono, 2009:85) bahwake
pemimpinan populitis sebagai kepemimpinan yang dapat
membangunkan solidaritas rakyat. Kepemimpinan populistis
berpegang teguh pada nilai-nilai masyarakat yang tradisional. Juga
kurang mempercayai dukungan kekuatan serta bantuan hutanghutang luar negeri (asing). Kepemimpinan jenis ini mengutamakan
penghidupan (kembali) nasionalisme.
g. Tipe Administratif
Kepemimpinan tipe administratif ialah kepemimpinan yang
mampu menyelenggarakan tugas-tugas administrasi secara efektif.
Para pemimpinnya terdiri dari teknokrat dan administraturadministratur yang mampu menggerakkan dinamika modernisasi dan
pembangunan. Dengan demikian dapat dibangun sistem administrasi
dan birokrasi yang efisien untuk memerintah yaitu untuk menetapkan
integritas bangsa pada khususnya, dan usaha pembangunan pada
umumnya.
h. Tipe Demokratis
Kepemimpinan demokratis berorientasi pada manusia dan
memberikan bimbingan yang efisien kepada para pengikutnya.
Terdapat koordinasi pada semua bawahan, dengan penekanan pada
rasa tanggung jawab internal (pada diri sendiri) dan kerja sama
yang baik. Kekuatan
kepemimpinan demokrasi ini bukan terletak pada individu
pemimpin, akan tetapi kekuatan justru terletak pada partisipasiaktif
dari setiap warga kelompok. Kepemimpinan demokratis menghargai
potensi setiap individu, mau mendengarkan nasihat dan sugesti
bawahan. Juga bersedia mengakui keahlian para spesialis dengan
bidangnya masing-masing mampu memanfaatkan kapasitas setiap
anggota seefektif mungkin pada saat-saat dan kondisi yang tepat.

Tidak ada komentar: