Minggu, 29 Agustus 2021

Fungsi Pemimpin (skripsi dan tesis)


Dalam upaya mewujudkan kepemimpinan yang efektif, maka kepemimpinan
tersebut harus dijalankan sesuai dengan fungsinya. Sehubungan dengan hal tersebut,
fungsi kepemimpinan berhubungan langsung dengan situasi sosial dalam kehidupan
kelompok masing-masing yang mengisyaratkan bahwa setiap pemimpin berada
didalam, bukan berada diluar situasi itu. Pemimpin harus berusaha agar menjadi
bagian didalam situasi sosial kelompok atau organisasinya.
Fungsi kepemimpinan menurut Hadari Nawawi memiliki dua dimensi yaitu :
a. Dimensi yang berhubungan dengan tingkat kemampuan mengarahkan
dalam tindakan atau aktivitas pemimpin, yang terlihat pada tanggapan
orang-orang yang dipimpinnya.
b. Dimensi yang berkenaan dengan tingkat dukungan atau keterlibatan
orang-orang yang dipimpin dalam melaksanakan tugas-tugas pokok atau
organisasi, yang dijabarkan dan dimanifestasikan melalui keputusankeputusan dan kebijakan pemimpin.
Sehubungan dengan dua dimensi tersebut, menurut nawawi, secara
operasional dapat dibedakan dengan lima fungsi pokok kepemimpinan yaitu :
a. Fungsi Instruktif
Pemimpin berfungsi sebagai komunikator yang menentukan apa (isi perintah),
bagaimana (cara mengerjakan perintah), bilamana (waktu memulai, melaksanakan
dan melaporkan hasilnya), dan dimana (tempat mengerjakan perintah) agar
keputusan dapat diwujudkan secara efektif. Sehingga fungsi orang yang dipimpin
hanyalah melaksanakan perintah. Dalam hal ini fungsi orang yang dipimpin
adalah sebagai pelaksana perintah. Inisiatif tentang segala sesuatu yang ada
kaitannya dengan perintah tersebut, sepenuhnya adalah merupakan fungsi
pemimpin. Fungsi ini juga berarti bahwa keputusan yang ditetapkan pemimpin
tanpa kemauan bawahannya tidak akan berarti. Jika perintah tidak dilaksanakan
juga tidak akan ada artinya. Intinya, kemampuan bawahanmenggerakkan
pegawainya agar melaksanakan perintah, bersumber dari keputusan yang
ditetapkan. Perintah yang jelas dari pemimpin juga sebagai perwujudan proses
bimbingan dan pengarahan yang dapat meningkatkan efektivitas dalam
pencapaian pelayanan pada masyarakat sesuai tujuan.
b. Fungsi Konsultatif
Pemimpin dapat menggunakan fungsi konsultatif sebagai komunikasi dua
arah. Hal tersebut digunakan sebagai usaha untuk menetapkan keputusan yang
memerlukan bahan pertimbangan dan mungkin perlu konsultasi dengan orangorang yang dipimpinnya. Konsultasi yang dimaksudkan untuk memperoleh
masukan berupa umpan balik (feed back), yang dapat dipergunakan untuk
memperbaiki dan menyempurnakan keputusan yang telah ditetapkan dan
dilaksanakan.
c. Fungsi Partisipasi
Dalam menjalankan fungsi partisipasi pemimpin berusaha mengaktifkan
orang-orang yang dipimpinnya, baik dalam pengambilan keputusan maupun
dalam melaksanakannya. Setiap anggota kelompok memperoleh kesempatan yang
sama untuk berpatisipasi dalam melaksanakan kesepakatan yang dijabarkan dari
tugas-tugas pokok, sesuai dengan fungsi masing-masing. Fungsi ini tidak sekedar
berlangsung dua arah, tetapi juga perwujudan pelaksanaan hubungan manusia
yang efektif antara pemimpin dan orang yang dipimpin baik dalam keikutsertaan
mengambil keputusan maupun dalam melaksanakan. Sekalipun memiliki
kesempatan yang sama bukan berarti setiap orang bertindak semuanya, tetapi
harus dilakukan dan dikerjakan secara terkendali dan terarah yang merupakan
kerjasama dengan tidak mencampuri atau mengambil tugas pokok orang lain.
Dengan demikian musyawarah menjadi hal yang sangat penting dalam
kesempatan berpatisipasi melaksanakan program organisasi. Pemimpin tidak
sekedar mampu membuat keputusan dan memerintah pelaksanaan, akan tetapi
pemimpin harus tetap dalam posisi sebagai pemimpin yang melaksanakan fungsi
kepemimpinan bukan sebagai pelaksana.
d. Fungsi Delegasi
Dalam melaksanakan fungsi delegasi, pemimpin memberikan pelimpahan
wewenang, membuat, atau menetapkan keputusan. Fungsi delegasi sebenarnya
adalah kepercayaan seorang pemimpin kepada orang yang diberi kepercayaan
untuk pelimpahan wewenang dengan melaksanakan secara bertanggungjawab.
Fungsi pendelegasian ini, harus diwujudkan karena kemajuan dan perkembangan
kelompok tidak mungkin diwujudkan oleh pemimpin seorang diri. Jika pemimpin
bekerja seorang diri, ia pasti tidak dapat berbuat banyak dan mungkin dapat
menjadi tidak berarti sama sekali. Oleh karena itu sebagian wewenang perlu
didelegasikan kepada para bawahannya agar dapat dilaksanakan secara efektif dan
efisien.
e. Fungsi pengendalian
Fungsi pengendalian berasumsi bahwa kepemimpinan yang efektif harus
mampu mengatur efektivitas anggotanya secara terarah dan dalam koordinasi
yang efektif, sehingga memungkinkan tercapainya tujuan bersama secara
maksimal. Dalam melaksanakan fungsi pengendalian, pemimpin dapat
mewujuudkannya melalui kegiatan bimbingan, pengarahan, koordinasi, dan
pengawasan. Dalam melakukan kegiatan tersebut berarti pemimpin berusaha
mencegah terjadinya kekeliruan perseorangan dalam melaksanakan beban kerja
atau perintah dari pimpinannya.
Seluruh fungsi kepemimpinan tersebut diatas, diselenggarakan dalam aktivitas
kepemimpinan secara integral. Aktivitas atau kegiatan kepemimpinan yang
bersifat integral tersebut dalam hal pelaksanaannya akan berlangsung sebagai
berikut :
a. Pemimpin berkewajiban menjabarkan program kerja yang menjadi
keputusan yang kongkrit untuk dilaksanakan sesuai dengan prioritasnya
masing-masing keputusan-keputusan itu harus jelas hubungannya dengan
tujuan organisasi.
b. Pemimpin harus mampu menterjemahkan keputusan-keputusan menjadi
intruksi yang jelas, sesuai dengan kemampuan anggota yang
melaksanakannya. Setiap anggota harus mengetahui dari siapa intruksi
diterima dan pada siapa dipertanggungjawabkan.
c. Pimpinan harus berusaha untuk mengembangkan dan menyalurkan
kebebasan berfikir dan mengeluarkan pendapat baik secara perorangan
maupun kelompok kecil. Pimpinan harus mampu menghargai gagasan,
pendapat, saran, kritik anggotanya sebagai wujud dari partisipasinya.
Usaha mengembangkan partisipasi anggota tidak sekedar ikut aktif dalam
melaksanakan perintah, tetapi juga dalam memberikan informasi dan
masukan untuk dijadikan bahan pertimbangan dalam membuat dan
memperbaiki keputusan-keputusan.
d. Mengembangkan kerjasama yang harmonis, sehingga setiap anggota
mengerjakan apa yang harus dikerjakan, dan bekerjasama dalam
mengerjakan sesuatu yang memerlukan kebersamaan. Pemimpin harus
mampu memberikan pengakuan dan penghargaan terhadap kemampuan,
prestasi atau kelebihan yang dimiliki setiap anggota kelompoknya atau
organisasi.
e. Pemimpin harus membantu dalam mengembangkan kemampuan
memecahkan masalah dan mengambil keputusan sesuai dengan batas
tanggungjawab masing-masing.setiap anggota harus didorong agar
tumbuh menjadi orang yangg mampu menyelesaikan maslah-masalah,
dengan menghindari ketergantungan yang berlebihan dari pemimpin atau
orang lain. Setiap anggotanya harus dibina agar tidak menjadi orang selalu
menunggu perintah. Namun diharapkan setiap anggota adalah orang yang
inisiatif artinya mampu bekerja dengan sendirinya karena kesadaran
bahwa ia memiliki tanggungjawab

Tidak ada komentar: