Sabtu, 27 Maret 2021

Perilaku Generasi Y (skripsi dan tesis)


Dalam Penggunaan Internet Mengenai subyek penelitian, penelitian ini memilih 1 generasi dari banyak generasi yang ada. Menurut website prezi.com (2014), terdapat 6 generasi, yaitu sebagai berikut: 1. Lost Generation Generasi ini juga dikenali dengan “Generation of 1914″ di Eropa. Mereka ialah orang yang berjuang di dalam Perang Dunia Pertama. Lahir di antara tahun 1883-1900. 2. Greatest Generation Generasi ini juga dikenali dengan “G.I. Generation” ialah mereka yang berjuang di dalam Perang Dunia Kedua (PD II). Tahun kelahiran ialah sekitar 1901 hingga 1924. 3. Silent Generation Generasi ini lahir di antara tahun 1925 hingga 1945. Dikenal juga dengan Lucky Few, karena mereka masih terlalu muda untuk berpartisipasi dalam PD II. 4. Baby Boomer Generasi ini lahir selepas PD II dari tahun 1946 hingga 1964. Pada tahun ini, banyak pasangan yg sudah memiliki keberanian untuk mempunyai banyak keturunan, tidak heran jika yang lahir di tahun ini memiliki banyak saudara. 5. Generasi X 8 Generasi yang lahir di antara tahun 1960-1980. Di tahun inilah awal penggunaan PC (Personal Computer), video games, tv kabel, dan internet. Penyimpanan data menggunakan floopy disk atau disket. 6. Generasi Y Dikenal dengan generasi millenia. Generasi ini, menurut teori William Strauss dan Neil Howe, adalah mereka yang lahir pada tahun 1982 hingga tahun pergantian millenium atau tahun 2000. Generasi Y banyak menggunakan teknologi komunikasi instan seperti email, sms, instant messaging dan media pertemanan seperti facebook dan twitter, dan suka dengan game online. 7. Generasi Z Generasi ini lahir di awal tahun 2000. Mereka yg lahir di generasi Z hampir memiliki kesamaan dengan generasi Y. Tetapi mereka mampu mengaplikasi semua kegiatan dalam satu waktu seperti nge-tweet dengan smartphone, browsing dengan PC dan mendengarkan MP3 (menggunakan headset). Apapun yg dilakukan semuanya berhubungan dengan dunia maya. Generasi Y mengalami pesatnya perkembangan teknologi informasi, mulai dari maraknya penggunaan komputer hingga ketergantungan terhadap akses internet. Pesatnya perkembangan teknologi informasi yang dialami oleh generasi Y membentuk ciri khas yang digambarkan dari kumpulan sikap dan perilaku mereka. Kemunculan beragam jejaring sosial, buku harian digital (blog), dan media-media lain di era cyber memungkinkan generasi Y menyalurkan ekspresinya secara leluasa (berandainovasi.com, 2014). 9 Pada penelitian sebelumnya, ditunjukkan bahwa generasi Y memiliki ukuran 3 kali ukuran generasi X, dan itu adalah pasar konsumen terbesar di Amerika sejak Baby Boomers (Valentine dan Power, 2013). Generasi Y merajuk pada generasi yang lahir antara 1980-an sampai 1990-an. Istilah generasi Y digunakan di seluruh dunia meskipun definisi dari tahun lahir tersebut masih diperdebatkan. The Australian Bureau of Statistics mengklasifikasikan generasi Y sebagai anak yang lahir antara tahun 1983 dan 2000, sementara itu di UK dan US, merajuk pada anak yang lahir antara tahun 1980 dan 1990-an. Kadang-kadang, hal ini dilabeli sebagai N-gen setelah the Net and the information revolution dimana sudah menjadi seperti dampak mayor dari pengembangan mereka (Schewe dan Meredith, 2004 dalam Aruna dan Santhi, 2015). Menurut Merari dan Suyasa (slideshare.net, 2015), generasi Y adalah generasi yang lahir pada tahun 1977-1998, yaitu yang sekarang berumur 39-18 tahun. Mereka menempati usia produktif, rentang usia produktif yaitu 15- 64 tahun. Generasi Y juga diproyeksikan di tahun 2025 akan memiliki jumlah sebesar 81.056,90 dengan persentase 41,89% dibanding generasi lainnya di Indonesia. Oleh karena penelitian dan artikel yang sudah ada, penelitian ini mengambil generasi Y sebagai subyek penelitian karena generasi Y memiliki jumlah terbanyak pada zaman ini, usia produktif, serta sangat menguasai penggunaan internet

Jumat, 26 Maret 2021

Iklan (skripsi dan tesis)


Iklan adalah bentuk komunikasi yang dibayar oleh sponsor dan bersifat membujuk dan mempengaruhi, memerlukan media masa sebagai penyampai pesan, bersifat non personal dan ditujukan kepada konsumen (Sutisna, 2003:275). Iklan merupakan komunikasi non-individu, dengan sejumlah biaya, melalui berbagai media yang dilakukan oleh perusahaan, lembaga non-laba, serta individu-individu (Swastha dan Sukotjo,2007:222). Iklan yang dipasang pada media-media tersebut dapatmemberikan umpan balik kepada sponsornya (tanggapan) meskipun dalam tenggang waktu tertentu atau tidak secepat personal selling. Ada lima keputusan yang harus diambil berdasarkan 5 M yang dianut dalam dunia periklanan ( Kotler dan Keller, 2007:60) : 1) Mission (Misi) a. Memberi informasi b. Mengajak c. Mengingatkan d. Mendorong terjadinya keputusan untuk membeli suatu produk 2) Message (Pesan) Pesan yang dibawa iklan harus dapat mengkomunikasikan nilai lebih yang dimiliki suatu produk dengan menggunakan kata-kata maupun gambar. Iklan juga merupakan suatu media pencerita yang menceritakan kepada pembeli seperti apa produk tersebut. 3) Media Media yang dipilih berdasarkan kemampuannya menggapai target pasar yang efektif tanpa mengabaikan segi biayanya. Media merupakan sarana terbaik menyalurkan iklan. 4) Money (Pendanaan) Biasanya anggaran iklan ditentukan oleh keputusan atas harga di tiap-tiap fungsi, jangkauan pemasaran, frekuensi dan dampak yang diinginkan. Anggaran ini harus juga memperhitungkan tagihan yang harus dibayar oleh perusahaan atas ongkos pembuatan iklan tersebut dan biaya-biaya lain. Namun iklan terbaik bukanlah iklan dengan biaya besar, tetapi iklan yang dapat mewakili perusahaan untuk memperkenalkan produk kepada calon pembeli. 5) Measurement (Tolak ukur) Ukuran yang dimaksud disini adalah tolak ukur yang didapat setelah iklan tersebut dikampanyekan. Berhasilkah iklan tersebut atau malah memperburuk brand image produk tersebut. Hal tersebut nantinya akan dilihat dari kesuksesan penjualan produk dan tanggapan masyarakat mengenai produk berkaitan dengan iklan yang telah ditayangkan

Hubungan Celebrity Endorser Terhadap Keputusan Pembelian (skripsi dan tesis)


Menurut Shimp (2003:459-460) endorser adalah pendukung iklan atau yang
dikenal juga sebagai bintang iklan untuk mendukung suatu produk. Sedangkan
celebrity adalah tokoh (aktor, penghibur atau atlet) yang dikenal karena
prestasinya di dalam bidang-bidang yang berbeda dari produk yang Ä‘idukungnya
Selebriti dipandang sebagai individu yang disenangi oleh masyarakat dan
memiliki keunggulan atraktif yang membedakannya dari individu lain. Celebrity
endorser adalah menggunakan artis sebagai bintang iklan di media-media, mulai
dari media cetak, media sosial, maupun media telivisi.
Celebrity endorser menjadi daya tarik tersendiri bagi sebuah produk AMDK,
seorang endorser membuat ketertarikan terhadap masyarakat yang tujuannya
mempromosikan produk dan menyenangkan dilihat oleh masyarakat karena
penggunaan endorser yang menggunakan seorang tokoh masyarakat atau seorang
artis yang telah banyak dikenal oleh masyarakat. Agar masyarakat yang melihat
promosi dari seorang celebrity endorser menjadi tertarik dan merasa tokoh
tersebut mengkonsumsi produk tersebut, sehingga masyarakat tertarik dan ikut
mengkonsumsi produk tersebut juga

Hubungan Design Product Terhadap Keputusan Pembelian (skripsi dan tesis)


Menurut Mahmud Machfoeds (2005:126) design product adalah cara lain
utnuk mempertajam perbedaan dengan produk perusahaan pesaing dapat
ditempuh melalui desain produk. Design product merupakan suatu konsep yang lebih besar dari pada model.
Agar dapat sukses dalam memasarkan produk dan dapat dikenal dengan
mudah oleh konsumen, perusahaan memang harus menetapkan desain produknya.
Seperti apapun desain produk itu asalkan desain tersebut menjadi ciri-ciri dank has yang unik dan beda dari produk lain atau produk serupa sehingga konsumen dapat dengan mudah membedakan dan mengambil keputusan untuk melakukan pembelian.
Desain produk memang menjadi instrument yang vital bagi sebuah produk
konsumsi, karena desain ini merupakan karakter dan ciri khusus dari produk itu. Konsumen akan melihat awal sebuah produk yang belum diketahui sebelumnya  sudah pasti dari bentuk dan desain produk tersebut. Ketika bentuk dan desain dari produk tersebut membuat puas pandangan seorang konsumen maka kemungkinan konsumen melakukan pembelian semakin tinggi, rasa suka konsumen pada awal pertumuan dengan produk baru melalui desain produk

Hubungan Store Atmostphere Terhadap Keputusan Pembelian (skripsi dan tesis)


Menurut Philip Kotler, dalam buku John. C Mowen dan Michael Minor
(2002) perikalu ponsumen. Store atmosphere adalah sebagai usaha merancang
lingkungan untuk menghasilkan pengaruh emosional khusus kepada pembeli yang
kemungkinan meningkatkan pembeliannya.
Dari penjelasan diatas sudah dapat diartikan bahwa store atmostphere usaha
yang dapat membangun citra dan menarik minat pelanggan dan mempengaruhi
emosi pelanggan untuk melakukan pembelian, dalam obyek penelitian ini yang
merupakan kantin pada sekolah menengah atas negeri di kecamatan Lumajang,
pelanggan yang dimaksud disini ialah siswa-siswi pada sekolah tersebut. Siswasiswi SMA yang masuk dalam golongan kaum muda tentu akan sangat
memperhatikan suasana yang ada di sebuah kantin sekolah sebelum mereka
memutuskan untuk melakukan perencanaan secara mendadak mempengaruhi
emosi mereka melakukan pembelian.
Sedangkan yang telah dijelaskan oleh Michael Levy dan Barton A Weitz.
(2012) Store atmosphere ialah mengacu pada desain lingkungan seperti
komunikasi visual, pencahayaan, warna, musik, dan aroma untuk mensimulasikan
respon persepsi dan emosi pelanggan dan pada akhirnya mempengaruhi perilaku pembelian mereka. Dalam hal ini store atmostphere akan mempengaruhi respon persepsi dan emosi dari siswa-siswi SMA, yang pada akhirnya akan mempengaruhi perilaku mereka untuk membuat keputusan pembelian di kantin sekolah.
Sangat jelas diatas bahwa hubungan store atmostphere terhadap keputusan
pembelian memiliki hubungan yang dapat mempengaruhi respon dari siswa-siswi SMA, sehingga store atmostphere membuat ketertarikan terhadap siswa-siswi untuk melakukan pembelian pada kantin sekolah. Siswa-siswi yang merupakan kaum muda memang sangat selektif terhadap suasana yang membuat mereka senang dan mempengaruhi emosinya

Proses Keputusan Pembelian (skripsi dan tesis)


Menurut Philip Kotler (1987:282-292) tahap yang dilalui konsumen
dalam pengambilan keputusan pembelian dapat dirumuskan, model dibawah
ini menganggap bahwa konsumen melalui kelima tahap semuanya untuk
setiap pembelian yang mereka buat. Dalam pembelian yang rutin, konsumen
melompati atau membalik sebagian dari tahapan ini:
1) Pengenalan Masalah
Proses pembelian dimulai dari pembeli mengenali suatu masalah
kebutuhan. Pembeli memberikan pandangan yang berbeda antara keadaanya
yang sesungguhnya dan keadaan yang diinginkannya.
2) Pencarian Informasi
Seorang konsumen yang telah dirangsang kebutuhannya itu dapat atau
tidak dapat mencari informasi lebih lanjut. Jika dorongan konsumen itu kuat
dan obyek pemuas kebutuhan yang telah ditentukan dengan baik berada
didekatnya, sangatlah mungkin konsumen akan lalu membelinya.
3) Evaluasi Alternatif
Pemasar perlu mengetahui bagaimana konsumen memroses informasi
untuk sampai pada pilihan merek, tidak ada proses evaluasi tunggal dan
sederhana yang digunakan oleh semua konsumen, atau bahkan oleh satu
orang konsumen dalam situasi pembelian. Konsumen menyusun peringkat
merek-merek dalam himpunan pilihan serta membentuk niat pembelian.
4) Keputusan Pembelian
Jika keputusan yang diambil adalah membeli, maka pembeli akan
menjumpai serangkaian keputusan yang menyangkut jenis pembelian,
waktu pembelian, dan cara pembelian. Pada tahap ini konsumen benar-benar
membeli produk.
5) Perilaku Pasca Pembelian
Setelah membeli suatu produk konsumen akan mengalami beberapa
tingkatan kepuasan atau ketidakpuasan yang dirasakan. Sangat
memungkinkan pembeli untuk tidak puas setelah membeli karena
kesesuaian yang tidak tercapai.
Dalam penelitian ini yang dipakai sebagai indikator keputusan pembelian
menggunakan dimensi menurut Philip Kotler (1987:282-292) yaitu :
1. Pengenalan Masalah
2. Pencarian Informasi
3. Evaluasi Alternatif
4. Keputusan Pembelian
5. Perilaku Pasca Pembelian

Pengertian Keputusan Pembelian (skripsi dan tesis)


Menurut Philip Kotler dan A.B. Susanto. (1999:256) keputusan
pembelian adalah konsumen membentuk preferensi diantara merek-merek
dalam kelompok pilihan, konsumen mungkin juga membentuk suatu
maksud pembelian untuk membeli merek yang paling dsukainya.
Menurut Kotler dan Keller, (2009) keputusan pembelian adalah
konsumen membentuk preferensi diantara merek dalam kumpulan pilihan.
Konsumen mungkin juga membentuk maksud untuk membeli merek yang
paling disukai. Dalam melaksanakan maksud pembelian, konsumen dapat
membentuk lima sub keputusan, merek, kuantitas, waktu dan metode
pembayaran.
Dari pendapat beberapa ahli diatas, dapat disimpulkan bahwa keputusan
pembelian adalah preferensi diantara banyaknya merek yang
memungkinkan konsumen untuk memilih atau membeli salah satu yang
paling disukai

 Pengertian Celebrity Endorser (skripsi dan tesis)


Menurut Shimp, (2003:459-460) Endorser adalah pendukung iklan atau
yang dikenal juga sebagai bintang iklan untuk mendukung suatu produk.
Sedangkan celebrity adalah tokoh (aktor, penghibur atau atlet) yang dikenal
karena prestasinya di dalam bidang-bidang yang berbeda dari produk yang
Ä‘idukungnya Selebriti dipandang sebagai individu yang disenangi oleh
masyarakat dan memiliki keunggulan atraktif yang membedakannya dari
individu lain. Celebrity endorser adalah menggunakan artis sebagai bintang
iklan di media-media, mulai dari media cetak, media sosial, maupun media
telivisi.
Menurut M. Suyanto.(2007: 158) Celebrity endorser adalah pribadi
yang dikenal masyarakat (aktor, aktris, atlet untuk mendukung suatu
produk)
Dari pendapat beberapa ahli diatas, dapat disimpulkan bahwa Celebrity
endorser adalah kegiatan periklanan dan promosi sebuah produk yang
menggunakan (aktor, aktris, atlet, atau penghibur) karena mereka memiliki
keunggulan atraktif yang membedakannya dari individu lain.
2.1.4.2.Indikator Celebrity Endorser
Menurut Shimp (2003:470) mengatakan lima atribut khusus endorser
dijelaskan dengan TEARS, dimana TEARS terserbut terdiri dari:
1. Truthworthiness (dapat dipercaya) Mengacu pada kejujuran, integritas
dan kepercayaan diri dari seorang sumber pesan.
2. Expertise (keahlian) Mengacu pada pengetahuan, pengalaman atau
keahlian yang dimiliki oleh seorang endorser yang dihubungkan dengan
merek yang didukung seorang endorser yang diterima sebagai seorang
yang ahli pada merek yang didukungnya akan lebih persuasif dalam
menarik audience daripada seorang endorser yang tidak diterima sebagai
seorang yang ahli.
3. Attractiveness (daya tarik fisik) Mengacu pada diri yang dianggap sebagai
hal yang menarik untuk dilihat dalam kaitannya dengan konsep
kelompok tertentu dengan daya tarik fisik.
4. Respect (kualitas dihargai) Kualitas yang dihargai atau digemari sebagai
akibat dari kualitas pencapaian personal.
5. Similarity (kesamaan dengan audience yang dituju) Mengacu pada
kesamaan antara endorser dan audience dalam hal umur, jenis kelamin,
etnis, status sosial, dan sebagainya.
Dalam penelitian ini yang dipakai sebagai indikator celebrity endorser
menggunakan dimensi menurut Shimp (2003) yaitu :
1. Truthworthiness (dapat dipercaya)
2. Expertise (keahlian)
3. Attractiveness (daya tarik fisik)
4. Respect (kualitas dihargai)
5. Similarity (kesamaan dengan audience yang dituju)

Indikator design product (skripsi dan tesis)


Perusahaan memiliki 3 (tiga) alternative desian produk yang menjadi
standardisasi produk, antara lain: produk standar, customized product
(produk disesuaikan dengan kebutuhan dan keinginan pelanggan spesifik),
dan produk standar dengan modifikasi.
1. Desain produk standar
Tujuan desain produk standar adalah meningkatkan skala ekonomis
perusahaan melalui produksi massal. Keunggulannya antara lain:
keunggulan biaya lewat biaya produksi yang lebih murah dibandingkan
customized product dan faktor experience effect (biaya per unit
menurun seiring dengan peningkatan volume produksi dalam batasbatas tertentu), dan produk yang dapat dipasarkan secara nasional
secara lebih efisien.
2. Desain customized product (produk disesuaikan dengan kebutuhan dan
keinginan pelanggan spesifik)
Customized product cocok dipilih apabila perusahaan bermaksud
memanfaatkan fleksibilitas desain produk sebagai strategi bersaing
menghadapi para produsen massal produk-produk standar. Produk
semacam ini dipasarkan berdasarkan kualitas produk akhir yang
disesuaikan dengan spesifikasi yang dikehendaki pelanggan.
perusahaan biasanya berinteraksi dengan pelanggan dalam memantau
proses operasi/produksi hingga produk selesai dibuat. Secara umum
customized product lebih cocok diterapkan perusahaan kecil, namun, itu
tidak berarti bahwa perusahaan besar tidak akan sukses menerapkannya.
Sukses tidaknya Customized product tergantung pada karakteristik
produk.
3. Produk standar dengan modifikasi
Desain produk standar dengan modifikasi berusaha mengkombinasikan
manfaat dari dua tipe desain sebelumnya (desain produk standart dan
customized product).
Dalam penelitian ini yang dipakai sebagai indikator design product
menggunakan dimensi menurut Fandy Tjiptono (2015:252-253) yaitu :
1. Produk standar
2. Customized product (produk disesuaikan dengan kebutuhan dan
keinginan pelanggan spesifik)
3. Produk standar dengan modifikasi

Faktor-faktor yang mempengaruhi Design Product (skripsi dan tesis)


Menurut Rustam Efendy (1982:18-23) mengatakan terdapat 8 faktor
yang mempengaruhi design product yang meliputi hal-hal berikut:
1. Penampilan bentuk luar
Penampilan bentuk luar ditentukan oleh ukuran, kematangan, model,
warna campuran, dimensi, sifat-sifat yang lain yang akan menunjukkan
kepada konsumen mengenai rasa, keindahan, kegunaan, kelainankelainan lainnya.
2. Konstruksi
Ikatan dari bagian-bagian dan material yang memberikan kesenangan
lebih besar kepada pemakainya, pemeliharaan yang lebih mudah, operasi
yang lebih ekonomis, keawetan yang lebih besar, kehidupan yang lebih
panjang, lebih dapat dipercaya, lebih cepat bergerak, lebih indah dan
memuaskan serta harga yang lebih murah.
3. Kemampuan produk
Kemampuan dari peralatan dan personalia untuk membuat desain yang
ekonomis ataupun kemampuan yang menghasilkan. Produk baru
biasanya selalu diperbaiki. Perbaikan dilihat dari segi ekonomis, teknis
maupun lama pemakaian.
4. Tersedianya modal
Modal harus cukup membiayai untuk kemungkinan-kemungkinan
seorang produsen membeli fasilitas-fasilitas, alat-alat yang berguna,
material-material yang membuat barang-barang baru atau barang-barang
yang diperbaiki. Setiap penyempurnaan atau pengembangan produk para
tujuan yang bisa diterima oleh konsumen secara kontinyu memberikan
pembiayaan-pembiayaan yang tidak sedikit.
5. Penggunaannya
Untuk produk harus dipertimbangkan pendekatan dalam mendesain
sebaik mungkin sebagaimana konstruksi dalam, agar supaya melengkapi
kegunaan yang lebih besar dan kegunaan pada pemakai. Konsumen
sekarang selalu menginginkan kemudahan, kepraktisan, tahan lama dan
harga lebih murah.
6. Hubungan dengan produk yang sejalur
Desain suatu produk harus dipertimbangkan dalam hubungan dengan
produk satu jalur. Jika persamaan diinginkan desain harus disesuaikan
dengan barang lain. Untuk menserasikan suatu produk maka dibuatlah
produk yang harus memperhitungkan bentuk, rupa lain dari hubungan
dengan produk yang lain, produk yang pemakaiannya saling melengkapi.
7. Syarat-syarat service
Service yang mekanis, pemeliharaannya yang mudah dikehendaki oleh
produk baru, atau produk yang telah diperbaiki harus dipertimbangkan
dalam konstruksi dan penampilannya. Dengan kemajuan yang semakin
tinggi khususnya dalam bidang elektronik, maka produk-produk yang
bermunculan melengkapi dirinya dengan kenyamanan, kemudahan, serta
keindahan-keindahan yang makin tinggi.
8. Desain yang bersaing
Desain produk yang bersaing dapat mempengaruhi rupa dan konsumsi
produk. Sebagai bahan perlu mengetahui desain bahan pesaing. Perlu
diselidiki kualitas, rupa, ketahanan, kemampuan, umur barang yang
bersangkutan dll

Pengertian Design Product (skripsi dan tesis)


Menurut Mahmud Machfoeds (2005:126) Design Product adalah cara
lain utnuk mempertajam perbedaan dengan produk perusahaan pesaing
dapat ditempuh melalui desain produk. Design product merupakan suatu
konsep yang lebih besar dari pada model.
Menurut Wawan Dewanto dkk (2015) Design Product Merupakan cara
lain untuk mendapatkan nilai tambah produk dimata penggunanya. Desain
adalah cara atau konsep yang mampu mewakili dan menggambarkan sebuah
produk.
Menurut Rian Pramono. (2012) Design product adalah nilai yang
terkandung dalam suatu produk dan berupa penampilan produk yang khas
dan menarik serta menjadi pembeda dengan produk pesaing, dimana desain
produk dapat menghasilkan daya pikat tersendiri yang menarik menurut
Menurut Kotler dan Keller. (2009:10) Design product adalah Menurut
Totalitas fitur yang mempengaruhi penampilan, rasa dan fungsi produk
berdasarkan kebutuhan pelanggan.
Dari pendapat beberapa ahli diatas, dapat disimpulkan bahwa Design
product adalah nilai dan ciri khusus penampilan produk yang khas, menarik,
serta fitur yang mempengaruhi penampilan, rasa dan fungsi produk

Hierarki Produk (skripsi dan tesis)

 
Menurut Kotler dalam hierarki produk ini membentang mulai dari
kebutuhan-kebutuhan dasar hingga barang-barang khusus yang memuaskan
kebutuhan tersebut. Kita dapat mengidentifikasikan 6 tingkat hierarki
produk sebagai berikut:
a). Keluarga kebutuhan (need family), adalah kebutuhan inti yang mendasari
keberadaan suatu kelompok produk.
b). Keluarga produk (product family), adalah semua kelas produk yang
dapat memnuhi kebutuhan inti dengan lumayan efektif.
c). Kelas produk (product class), adalah sekelompok produk dalam keluarga
produk yang diakui mempunyai ikatan fungsional tertentu.
d). Lini produk (product line), adalah sekelompok produk dalam kelas
produk yang saling terkait karena produk tersebut melakukan fungsi yang
sama, dijual kepada kelompok pelanggan yang sama, dan dipasarkan
melalui saluran yang sama, atau masuk kedalam rentang harga tertentu.
Sebuah lini produk bisa terdiri merek-merek berbeda atau kelompok
merek tunggal atau merek individual yang merupakan lini yang
diperluas.
e). Jenis produk (product tipe), adalah sekelompok barang dalam lini produk
yang sama-sama memiliki salah satu dari beberapa kemungkinan bentuk
produk tersebut.
f). Barang (item) yang juga disebut unit pencatatan, persediaan atau varian
produk. Unit tersendiri dalam suatu merek atau lini produk yang dapat
dibedakan berdasarkan ukuran, harga, penampilan atau suatu ciri lain.

Tingkatan Produk (skripsi dan tesis)


Menurut Kotler dalam merencanakan penawaran atau produk, pemasar
perlu memahami lima tingkatan produk.
a). Manfaat ini (core benefit)
Produk atau jasa atau manfaat inti sesungguhnya yang dibeli dan
diperoleh konsumen, perhotelan produk inti dibeli oleh tamu adalah
istirahat atau tidur, mobil produk inti dibeli oleh konsumen adalah
kecepatan.
b). Manfaat dasar (basic/generic product)
Produk dasar yang mampu memenuhi fungsi produk yang paling dasar,
seperti hotel dengan ruangan yang dapat disewakan, mobil dengan
kapasitas yang dapat diangkut.
c). Harapan dari produk (expected product)
Produk normal yang ditawarkan yang memiliki atribut produk dengan
kondisi normal atau layak dan disepakati untuk dibeli, sabun dan handuk,
lemari pakaian, telepon, dan ketenangan.
d). Tambahan produk
Kelebihan yang dimiliki produk, salah satu manfaat dan pelayanan yang
dapat dibedakan produk tersebut dari pesaing. Seperti hotel yang
menambah fasilitas tv, bunga-bunga segar, chek in, chek out yang cepat
dan lain-lain.
e). Produk potensial
Potensi masa depan produk, bagaimana harapan masa depan produk
tersebut apabila terjadi perbuahan dan perkembangan tekhnologi serta
selera konsumen. Misalnya hotel menambah layanan internet, sepiring
buah-buahan dan sebagainya

Klasifikasi Produk (skripsi dan tesis)


Menurut Kotler dan Keller (2007:06) produk dapat diklasifikasikan
menjadi beberapa kelompok, yaitu :
a) Berdasarkan daya tahan dan wujud
1. Barang tidak tahan lama adalah barang-barang berwujud yang
biasanya dikonsumsi dalam satu atau beberapa kali penggunaan
seperti bird an sabun. Karena barang-barang ini dikonsumsi dengan
cepat dan sering dibeli, strategi yang tepat adalah menyediakannya
diberbagai lokasi, hanya menggunakan marijin yang kecil, dan
memasang iklan besar-besaran guna memancing orang mencobanya
dan membangun referensi.
2. Barang tahan lama adalah barang berwujud yang biasanya tetap
bertahan walaupun sudah digunakan berkali-kali seperti lemari es,
peralatan dan pelayanan yang lebih pribadi, mempunyai margin yang
lebih tinggi, dan memerlukan lebih banyak garansi dari penjual.
3. Jasa atau service, adalah produk-produk yang tidak berwujud, tidak
terpisahkan, dan mudah habis. Akibatnya, produk ini biasanya
memerlukan pengendalian mutu, kredibilitas pemasok, dan
kepampuan penyesuaian yang lebih tinggi.
b) Berdasarkan barang konsumen
1. Barang sehari-hari atau barang mudah, adalah barang-barang yang
biasanya sering dibeli pelanggan dengan cepat dan dengan upayan
yang sangat sediki. Contohnya, meliputi produk-produk tembakau,
asbun dan Koran. Barang mudah dapat dibagi menjadi kebutuhan
pokok, adalah barang-barang yang dibeli dari konsumen secara
teratur, seperti pasta gigi, dan barang darurat, dibeli pada saat suatu
kebutuhan mendesak seperti paying pada saat musim hujan.
2. Barang toko adalah barang-barang yang biasanya dibandingkan
berdasarkan kesesuaian, kualitas harga, dan gaya dalam proses
pemilihan dan pembeliannya, seperti perabota, mobil bekas dan lainlain. Barang toko dapat dibagi menjadi barang toko homogeny,
memiliki kemiripan mutu. Tetapi cukup berbeda dari harga sehingga
dapat menjadi alasan perbandingan dalam berbelanja dan barang
hedrogen berbeda dari segi ciri-ciri produk dan layanan yang
mungkin dianggap lebih penting dari pada harganya.
3. Barang khusus, mempunyai ciri-ciri atau identifikasi merek yang unik
dan karena itulah cukup banyak pembeli bersedia melakukan upaya
pembelian yang khusus. Contohnya meliputi mobil, komponenkomponen stereod dan lain-lain. Penyalur tidak memerlukan yang
tidak mudah dijangkau namun mereka harus memberitahukan,
kepada calon pembeli mengenai lokasi mereka.
4. Barang yang tidak dicari adalah barang-barang yang tidak diketahui
konsumen atau biasanya mereka tidak berfikir untuk membelinya,
seperti detector asap. Barang-barang yang tidak dicari ini
memerlukan iklan dan dukungan penjualan pribadi.
c) Berdasarkan barang industri
1. Bahan baku dan suku cadang, adalah barang-barang yang seluruhnya
masuk ke produsen tersebut. Barang-barang ini dibagi menjadi dua
kelompok yaitu bahan mentah serta bahan baku dan suku cadang yang
diproduksi.
2. Barang modal adalah barang tahan lama yang memudahan
pengembangan atau pengolahan produk jadi. Barang modal meliputi
dua kelompok, yaitu instalansi (terdiri atas bangunan) dan peralatan
(generator, bor, komputer).
3. Perlengkapan dan layanan bisnis, adalah barang dan jasa berumur
pendek memudahkan pengembangan dan pengolahan produk jadi.
Perlengkapan adalah suatu yang akuivalen dengan barang mudah,
barang ini biasanya dibeli dengan upaya yang sangat sedikit dengan
melakukan pembelian ulang langsung. Layanan bisnis meliputi
layanan pemeliharaan dan perbaikan (pembersihan jendela, perbaikan
mesin foto kopi, layanan konsulasi bisnis, konsultasi manajemen,
iklan)

Pengertian Produk (skripsi dan tesis)


Menurut Fandy Tjiptono dalam Strategi Pemasaran edisi 4, (2015:231)
Produk adalah pemahaman subyektif produsen atas sesuatu yang bisa
ditawarkan sebagai usaha untuk mencapai tujuan organisasi melalui
pemenuhan kebutuhan dan keinginan konsumen, sesuai dengan kompetensi
dan kapasitas organisasi serta daya beli pasar.
Menurut Philip Kotler dan A.B. Susanto, (2000:12) Produk adalah
sesuatu yang dapat ditawarkan untuk memenuhi kebutuhan atau keinginan.
Menurut Kotler dan Amstrong (2001:346) produk adalah segala sesuatu
yang dapat ditawarkan kepasar untuk mendapatkan perhatian, dibeli,
digunakan, atau dikonsumsi yang dapat memuaskan keinginan atau
kebutuhan.
Dari pendapat beberapa ahli diatas, dapat disimpulkan bahwa produk
adalah sesuatu yang ditawarkan dan memiliki nilai untuk memnuhi
kebutuhan dan keinginan konsumen sesuai dengan kompetensi yang
dimiliki organisasi atau perusahaan

Indikator Store Atmostphere (skripsi dan tesis)


Elemen-elemen atmosphere dapat dioperasionalkan pada toko/kantin
disekolah menengah atas negeri sebagai obyek dalam penelitian ini. John. C
Mowen dan Michael Minor (2002:140) menyebutkan dimensi atmosphere
terdiri dari:
  1) Layout
Layout (tata letak) merupakan pengaturan secara fisik dan
penempatan barang dagangan, perlengkapan tetap. Bertujuan untuk
memberikan gerak pada konsumen, memperlihatkan barang dagangan
atau jasa, yang mampu menarik dan memaksimalkan penjualan.
Sebuah layout dapat bekerja dan mencapai tujuan yang dimaksud
apabila pesan-pesan yang akan disampaikan dapat dipahami oleh
pengunjung.
2) Suara
Suara merupakan keseluruhan musik yang dihadirkan, kehadiran
musik bagi usaha sangat penting karena dapat memberikan
peningkatan kualitas pelayanan dalam menyajikan pengalaman
belanja atau menikmati produk yang menyenangkan bagi para
pengunjung sehingga mampu mempengaruhi emosi pengunjung untuk
melakukan pembelian.
3) Bau
Banyak keputusan pembelian yang didasarkan pada emosi, dan bau
memiliki dampak besar pada emosi konsumen. Bau lebih dari indera
lainnya sebagai penentu perasaan gembira, kelaparan, enggan untuk
mengkonsumsi, dan nostalgia.
4) Tekstur
Tekstur adalah unsur rupa yang menunjukkan rasa permukaan
bahan, yang sengaja dibuat dan dihadirkan dalam susunan untuk
mencapai bentuk rupa, sebagai usaha untuk memberikan rasa tertentu
pada permukaan bidang, pada perwajahan bentuk, pada karya seni
rupa secara nyata atau semu. Dengan pengolahan tekstur atau bahan
yang baik, maka tata ruang luarnya akan menghasilkan kesan dan
kualitas ruang yang lebih menarik dan mampu mempengaruhi
pengunjung berkunjung dan melakukan pembelian.
5) Desain Bangunan
Desain selalu dikaitkan dengan seni atau keindahan, dimana
eksterior adalah cermin awal dari pengunjung ataupun penyewa dalam
beraktivitas di sebuah pusat perbelanjaan. Desain memiliki peran yang
sangat penting untuk menimbulkan kesan nyaman, baik untuk
penyewa atau pengunjung dalam beraktivitas.
Dalam penelitian ini yang dipakai sebagai indikator Store
Atmoshphere menggunakan dimensi menurut John. C Mowen dan
Michael Minor (2002:140) yaitu :
1. Layout
2. Suara
3. Bau
4. Tekstur
5. Desain bangunan

Pengertian Store Atmostphere (skripsi dan tesis)


Menurut Philip Kotler, dalam buku John. C Mowen dan Michael Minor
(2002) Perikalu Konsumen. Store atmosphere adalah sebagai usaha
merancang lingkungan untuk menghasilkan pengaruh emosional khusus
kepada pembeli yang kemungkinan meningkatkan pembeliannya.
Menurut Berman dan Evans. (2010) Store atmosphere adalah dapat
diartikan bahwa bagi sebuah toko, penting untuk menonjolkan tampilan
fisik, suasana toko berguna untuk membangun citra dan menarik minat
pelanggan.
Menurut Michael Levy dan Barton A Weitz. (2012) Store atmosphere
adalah mengacu pada desain lingkungan seperti komunikasi visual,
pencahayaan, warna, musik, dan aroma untuk mensimulasikan respon
persepsi dan emosi pelanggan dan pada akhirnya mempengaruhi perilaku
pembelian mereka.
Dari pendapat beberapa ahli diatas, dapat disimpulkan bahwa Store
atmosphere adalah tampilan, suasana, dan pencahayaan serta aroma toko
yang mensimulasikan respon, persepsi, dan emosi yang akan mempengaruhi
perilaku konsumen

  Strategi Pemasaran (skripsi dan tesis)


Menurut Cannon, Perreault dan McCharty (2008:40-41) menyatakan
bahwa Strategi pemasaran (Marketing Strategy) menentukan pasar target
dan bauran pemasaran. strategi ini merupakan gambaran besar mengenai
apa yang akan dilakukan oleh suatu perusahaan disuatu pasar,
membutuhkan dua bagian yang saling berkesinambungan, antara lain:
a. Pasar target yaitu sekelompok pelanggan yang homogen yang ingin
ditarik oleh perusahaan tersebut.
b. Bauran pemasaran yaitu sekelompok variabel-variabel yang akan
diawasi yang disusun oleh perusahaan tersebut untuk memuaskan
kelompok yang ditarget.

Fungsi Manajemen Pemasaran (skripsi dan tesis)


Menurut Kotler dan Keller (2008:29-31) menuliskan bahwa :
a). mengembangkan strategi dan rencana pemasaran.
b). menangkap pemahaman atau gagasan pemasaran.
c). berhubungan dengan pelanggan.
d). membangun merek yang kuat.
e). membentuk penawaran pemasaran.
f). menghantarkan nilai.
g). menkomunikasikan nilai.
h). menciptakan pertumbuhan jangka panjang.
Pentingnya manajemen pemaran dalam suatu organisasi atau
perusahaan karena manajemen pemasaran memang memiliki fungsi yang
sangat banyak dan menguntungkan pihan organisasi atau perusahaan,
untuk membuat perusahaan semakin besar dan naik ke level pasar yang
lebih tinggi.

Konsep Pemasaran (skripsi dan tesis)


 
Menurut Kotler dan Keller. (2007:18-20) Konsep-konsep pemasaran
yang telah digunakan organisasi pada kegiatan pemasaran mencakup
beberapa hal :
1. Konsep produksi, yaitu suatu konsep dimana konsumen lebih menyukai
produk yang dapat ditemukan dimana-mana dengan harga yang murah.
Jadi orientasi konsep ini lebih mengarah pada upaya pencapaian
efisiensi produk yang tinggi dan distribusi yang sangat luas. Tugas
manajemen disini adalah memperbanyak produksi barang karena
konsumen dianggap akan menerima hasil produksinya yang terjangkau
dimana-mana.
2. Konsep produk, menyatakan bahwa akan lebih menyukai produk yang
menawarkan mutu, kualitas, performansi dan karakter terbaik. Dimana
tugas manajemen disini ialah membuat produk yang berkualitas tinggi
dan penampilan yang terbaik dan menarik.
3. Konsep penjualan, menyatakan bahwa konsumen dengan dibiarkan
begitu saja atau apa adanya, organisasi harus berusaha dengan
melakukan promosi yang menarik para konsumen.
4. Konsep pemasaran, menyatakan bahwa kunci dalam mencapai tujuan
sebuah organisasi bisnis meliputi penentuan kebutuhan dan keinginan
pasar sebagai sasaran serta memberi kepuasan yang sesuai secara efektif
dan efesien dibandingkan dengan para pesaing.
5. Konsep pemasaran sosial, dalam konsep ini tugas sebuah organisasi
yaitu menentukan kebutuhan, kepentingan, keinginan pasar dan tetap
melestarikan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat atau
konsumen.
6. Konsep pemasaran global, dalam konsep ini manajer eksekutif harus
memahami segala faktor lingkungan yang dapat mempengaruhi
pemasaran lewat manajemen yang strategis. Dimana tujuan akhirnya
ialah berusaha untuk memenuhi segala kebutuhan masyarakat dan
memberikan yang terbaik serta bermanfaat kepada seluruh pihak yang
terlibat didalam suatu perusahaan

Hubungan Celebrity Endorser dan Brand Image Terhadap Keputusan Pembelian yang di Mediasi Melalui Minat Beli (skripsi dan tesis)


Bauran pemasaran kini banyak dipilih perusahaan sebagai
strategi pemasaran inti utamanya dalam meningkatkan penjualan. Salah
satu unsur bauran pemasaran, yang sering digunakan oleh pemasar yaitu
promosi. Iklan merupakan bentuk komunikasi pemasaran yang dianggap
paling efektif dibandingkan media lainnya. Penayangannya yang
serempak sehingga dapat menginformasikan, membujuk serta
mengingatkan konsumen pada pembelian suatu produk secara serentak.
Disisi lain, penggunaannya terbilang membutuhkan dana yang cukup
besar. Sedangkan tolak ukur kesuksesan komunikasi promosi, itu bukan
didasarkan pada besarnya anggaran yang dikeluarkan, melainkan
seberapa efektif iklan dalam mempengaruhi perilaku konsumen. Upaya
yang dilakukan oleh pemasar agar iklannya efektif mempengaruhi
konsumen yaitu dengan menciptakan daya pikat melalui celebrity
endorser dan brand image.
Penggunaan selebriti terkenal dalam mendukung suatu produk
bisa menghasilkan target pasar yang luas. Apalagi jika diterapkan pada
produk lama dan tidak memerlukan keterlibatan tinggi. Selebriti
endorser dan brand image, merupakan dua faktor yang mendorong
minat individu untuk melakukan pembelian. Pemilihan bintang iklan
yang tepat serta citra merek yang positif dapat menarik perhatian dan
menggerakkan hasrat pembelian. Seperti yang telah dijelaskan pada
proses keputusan pembelian model AIDA, bahwa melalui promosi yang
menarik pemasar dapat membangkitkan keinginan pembelian
konsumen. Sehingga dapat dijelaskan bahwa celebrity endorser dan
brand image bisa mempengaruhi minat beli ataupun keputusan
pembelian atau dengan adanya minat beli celebrity endorser dan brand
image dapat mempengaruhi keputusan pembelian konsumen

Pengertian Perilaku Konsumen (skripsi dan tesis)


Perilaku konsumen hakikatnya sebuah ilmu bagi pemasar
untuk mengetahui apa yang konsumen lakukan dan mengapa
konsumen melakukannya. Menurut Kotler dan Keller (2008),
perilaku konsumen adalah sebuah bidang studi yang mempelajari
bagaimana seorang individu, organisasi maupun kelompok dalam
memilih, membeli dan menggunakan produk dalam rangka
memenuhi kebutuhan dan keinginan mereka. Sedangkan
Schiffman dan Kanuk (2008) beranggapan bahwa perilaku
konsumen mempelajari bagaimana individu atau kelompok
membuat keputusan dalam menggunakan waktu, uang,usaha dan
energy yang dimiliki. Karakteristik konsumen memang beragam
dan sangat menarik untuk dipelajari. Hal itu dikarenakan latar
belakang mereka yang berbeda – beda, dari budaya, social,
ekonomi maupun psikologi.
Berdasarkan definisi dari para ahli diatas dapat dijelaskan
bahwa, perilaku konsumen ialah segala tindakan, perangai,
tingkah laku individu atau kelompok sebelum membeli, ketika
membeli, menggunakan dan sesudah menggunakan produk

Pengertian Minat Beli Konsumen (skripsi dan tesis)


Minat membeli itu dapat muncul melalui serangkaian
proses yaitu pengenalan kebutuhan, pencarian informasi,
evaluasi alternative hingga akhirnya timbul minat beli pada
konsumen. Tingginya minat mencerminkan tingkat kepuasan
konsumen ketika memutuskan untuk mengadopsi suatu produk.
Keputusan mengadopsi suatu produk terjadi setelah konsumen
mencoba kemudian timbul rasa suka atau tidak terhadap produk.
Rasa suka dapat diambil apabila konsumen memiliki persepsi
bahwa produk yang mereka pilih berkualitas baik, sehingga bisa
memenuhi bahkan melebihi ekspektasi mereka. Tinnginya nilai
suatu produk di mata konsumen membawa dampak positif bagi
keberhasilan barang atau jasa di pasar.
Minat beli identik dengan suatu dorongan kuat (drives),
dari dalam diri individu dan berhubungan dengan sikap, biasanya
individu yang berminat cenderung melakukan serangkaian
tingkah laku untuk mendekati atau mendapatkan obyek tersebut
Simamora (dalam Murtadana, 2014). Sedangkan menurut Kotler,
Bowen, dan Makens (dalam Wibisaputra,2011) minat beli dapat
muncul setelah adanya proses evaluasi alternatif, dimana pada
tahap tersebut individu akan membuat serangkaian pilihan
mengenai produk yang hendak dibeli berdasar merek maupun
minat. Kemudian Schiffman dan Kanuk (2004), menjelaskan
bahwa minat beli akan timbul ketika terdapat pengaruh eksternal,
salah satunya usaha pemasaran dan factor social budaya.
Berdasarkan pengertian di atas dapat kita jabarkan, jika
minat beli yaitu suatu dorongan dari dalam diri individu sebagai
akibat adanya stimulus eksternal, kesadaran kebutuhan,
pengenalan produk serta evaluasi alternatif untuk membeli
produk

Indikator Brand Image / Citra Merek (skripsi dan tesis)


Adapun indikator brand image menurut (Aaker, 2011), yaitu,
terdiri dari :
1) Persepsi konsumen terhadap perusahaan yang membuat
barang atau jasa.
2) Persepsi konsumen terhadap pemakai atau pengguna barang
atau jasa tersebut termasuk pemakai itu sendiri, gaya hidup
dan status social.
3) Persepsi konsumen terhadap produk meliputi atribut, manfaat,
penggunaanya serta jaminan yang diberikan produk.
4) Persepsi konsumen terhadap selebriti pendukung iklan produk
tersebut

Brand Image / Citra Merek (skripsi dan tesis)


Citra merek atau brand image ialah serangkaian deskripsi tentang
asosiasi konsumen terhadap suatu merek. Kesan individu tentang sebuah
produk muncul sebagai hasil dari pengetahuan dan pengalaman
pembelian sebelumnya. Menurut Shimp (2013), brand image
dihubungkan atas asosiasi yang muncul dibenak konsumen, pada saat
mengingat produk tertentu. Sedangkan Freddy Rangkuti (2009)
mendefinisikan citra merek sebagai persepsi yang dihubungkan dengan
asosiasi pada benak konsumen baik itu negative ataupun positif.
Berdasarkan beberapa pendapat ahli diatas maka dapat dijelaskan,
bahwa citra merek ialah sekumpulan asosiasi yang terbentuk pada setiap
individu setiap mengingat suatu produk sebagai akibat dari pengalaman
pembelian dan informasi yang didapat.
Citra merek atau brand image secara positif dapat dibangun atas
benak konsumen melalui program pemasaran yang kuat, unik dan
berkelanjutan. Menurut Kotler dalam Shimp (2000) faktor pendukung
citra merek kaitannya dengan asosiasi merek terdiri dari jenis - jenis
asosiasi merek, dukungan, kekuatan dan keunikan. Adapun penjelasannya
sebagai berikut :
1) Asosiasi merek
Seperangkat entitas merek yang berkaitan dengan ingatan
konsumen dan mempunyai tingkat kekuatan. Berbagai pengalaman
dan asosiasi yang diingat oleh konsumen, bisa dirangkai
membentuk sebuah citra merek. Sedangkan menurut Durianto
(2004), asosiasi merek terdiri atas nilai yang dirasakan, kepribadian
merek dan asosiasi organisasi.
2) Dukungan asosiasi merek
Dukungan asosiasi merek adalah jawaban konsumen atas atribut,
manfaat dan keyakinan mereka terhadap suatu produk. Respon yang
diberikan pun bermacam – macam tergantung penilaian serta
persepsi konsumen.
3) Kekuatan asosiasi merek
Ketika konsumen telah merasakan manfaat yang dihasilkan suatu
produk, maka saat itulah ingatan mereka semakin besar dibanding
sebelum mengonsumsi. Bentuk kekuatan asosiasi merek berupa
reputasi tinggi di mata konsumen, sebagai dampak dari manfaat
produk yang telah diberikan.
4) Keunikan asosiasi merek
Konsumen akan memiliki ingatan lebih kuat terhadap suatu produk
apabila mereka menemukan keunikan berupa manfaat yang berbeda
dengan produk lain

Manfaat Brand / Merek (skripsi dan tesis)


Merek merupakan atribut penting bagi suatu produk. Tak
heran, cukup banyak perusahaan mencurahkan waktu dan dananya
hanya untuk membangun karakteristik tersebut di benak konsumen.
Akan tetapi pengorbanan itu tidak berarti apa – apa, dibandingkan
manfaat yang akan diperoleh perusahaan beserta stakeholdernya.
Karena pada dasarnya, merek bisa membantu pemasar membentuk
loyalitas dan dengan mudah menjual produknya sekalipun harganya
 tinggi. Menurut Rangkuti dalam Sangadji, M. dan Sopiah (2013),
manfaat merek sebagai berikut:
a. Bagi Perusahaan
1. Mempermudah dalam pengelolaan pesanan dan
memperkecil masalah terkait produk.
2. Secara tidak langsung memberikan perlindungan hukum
bagi produsen dari berbagai kejahatan etika bisnis.
3. Menciptakan peluang bagi penjual berupa kesetiaan
konsumen.
4. Citra merek berimbas pada citra perusahaan itu sendiri.
b. Bagi Distributor
1. Penanganan produk menjadi tidak sulit.
2. Produk dapat segera teridentifikasi, sehingga
pendistribusiannya menjadi mudah.
3. Secara tidak langsung menggolongkan produk
berdasarkan standart mutu.
c. Bagi Konsumen
1. Memudahkan pengenalan mutu.
2. Memberikan kemudahan bagi konsumen dalam membeli.
3. Meningkatkan status/prestice bagi konsumen

Pengertian Brand / Merek (skripsi dan tesis)


Barang atau jasa yang kini beredar dipasaran, sangatlah
beragam. Mereka hadir dan meramaikan persaingan dengan tujuan
dan target masing – masing. Diperlukan identitas atau ciri khas,
yang bisa dijadikan pembeda. Sebab sekarang ini, banyak sekali
tiruan dihampir setiap kategori produk.
Menurut Ali Hasan (2013) merek disebut sebagai nama,
tanda, simbol, desain atau kombinasi dari hal – hal tersebut yang
berfungsi untuk mengidentifikasi produk dari sekelompok penjual,
sebagai pembeda dengan produk pesaing, menciptakan pengaruh
serta menghasilkan nilai bagi perusahaan. Sedikit berbeda dengan
Keller (2008) yang menyatakan bahwa merek lebih dari sekedar
diferensiasi suatu produk, karena lewat diferensiasi yang rasional
dan nyata sesuai performa barang atau jasa bisa membangun simbol
dan hubungan emosional tak kasat mata. Sedangkan menurut
Kotler (2012), merek ialah simbol rumit yang dapat menyampaikan
atribut, manfaat, nilai, budaya, kepribadian beserta pemakai produk
tersebut.
Berdasarkan definisi diatas maka dapat dijelaskan, bahwa
brand atau merek merupakan suatu simbol atau lambang yang bisa
mendeskripsikan dan mendiferensiasi suatu produk, sehingga
mudah dibedakan dengan produk pesaing serta memberikan nilai
tambah bagi pemakainya.

Indikator Celebrity Endorser (skripsi dan tesis)


Adapun beberapa pertimbangan oleh pengiklan atau biro iklan
dalam memilih selebriti pendukung, sebagai berikut :
1. Kredibilitas
Seorang selebriti dipilih menjadi juru bicara iklan
karena dianggap dapat dipercaya, jujur dan memiliki keahlian
dibidangnya. Shimp (2013), menambahkan bahwa kredibilitas
juru bicara dibentuk oleh dua sifat :
a. Keahlian (expertise)
Keahlian berkaitan dengan pengetahuan, ketrampilan dan
pengalaman sumber pesan.
b. Kepercayaan (trustworthiness)
Kepercayaan berhubungan dengan integritas, kejujuran
yang dimiliki seorang bintang iklan.
2. Kesesuaian Selebriti dengan Khalayak
Kecocokan atau kesesuaian selebriti dengan khalayak,
sangatlah penting, apalagi jika pemirsa yang dituju bersifat
heterogen. Maka dari itu, diperlukan juru bicara yang
memiliki kesamaan dengan konsumen, agar memberikan efek
sangat besar atas sikap konsumen (Shimp, 2013).
3. Kesesuaian Selebriti dengan Produk
Menurut Shimp (2013), kecocokan selebriti pendukung
dengan produk yang diiklankan harus sesuai, agar iklan
tersebut efektif. Karena penggunaan juru bicara yang menarik
tidak akan bermanfaat apabila tidak memiliki kesesuaian
dengan produk yang didukung. Sedangkan para pengiklan
menggunakan selebriti dengan harapan bahwa citra, nilai dan
perilaku bintang iklan sesuai dengan kesan merek yang
didukungnya.
4. Daya Tarik Selebriti
Daya tarik tidak hanya diperoleh dari ketampanan dan
kecantikan, akan tetapi bisa melalui intelektual, kepribadian,
gaya hidup, dan karakter. Menurut Shimp (2013), proses
identifikasi dapat terjadi apabila konsumen menemukan hal
yang menarik atau unik dari pendukung iklan. Kondisi
tersebut, dapat membuat penerima tertarik dan cenderung
menerima sikap, perilaku, perhatian, dan preferensi dari sang
pendukung iklan

Fungsi dan Manfaat Penggunaan Celebrity Endorser (skripsi dan tesis)


Kelompok artis biasa digunakan sebagai bintang iklan, salah
satunya karena mereka memiliki popularitas. Fungsi selebriti dalam
mempromosikan sebuah produk diantaranya sebagai berikut :
1. Untuk memberikan testimony
2. Untuk memberikan dorongan dan penguatan
3. Bertindak sebagai actor dan aktris dalam iklan
4. Sebagai juru bicara perusahaan
Selain fungsi diatas. masih banyak manfaat yang akan
diperoleh perusahaan karena selebriti mempunyai bakat, kharisma
serta kredibilitas

Kelebihan dan Kekurangan Media Televisi (skripsi dan tesis)


Hingga saat ini, televisi paling sering dijadikan sebagai
media iklan. Namun selayaknya sarana iklan lain, televisi tidak
luput dari kelebihan dan kekurangan. Menurut Shimp (2013)
kelebihan dan kekurangan penggunaan iklan televise sebagai
berikut :
1. Media presentasi publik.
2. Kemampuan muncul secara tiba-tiba.
3. Memberikan hiburan dan menghasilkan kesenangan.
4. Kemampuannya untuk mencapai dampak yang diinginkan
luas.
Adapun kekurangan televisi sebagai media iklan,
diantaranya :
1. Dibutuhkan biaya relatif mahal.
2. Banyaknya saluran televisi kemungkinan mengganti saluran
saat jeda iklan (zapping), membuat terpecahnya penonton.
3. Komunikasinya bersifat searah.
4. Ketidakberaturan (clutter), penonton dibombardir oleh
beragam pesan sehingga efektivitas iklan menjadi terganggu
dan mengurangi kemampuan untuk mengingat isi pesan.

Media Iklan (skripsi dan tesis)


Media iklan terdiri atas beberapa macam. Berikut jenis –
jenisnya :
1. Media cetak yaitu berupa koran, surat kabar, majalah, brosur,
pamflet dan sebagainya.
2. Media elektronik diantaranya berwujud internet, televisi,
radio, direct email dan lain – lain.
3. Media luar ruangan antara lain berbentuk baliho, spanduk,
billboard, neon box dan lain sebagainya.
Sedangkan faktor - faktor yang perlu dipertimbangkan
dalam pemilihan media, sebagai berikut :
1. Dampak, jangkauan serta frekuensi yang diharapkan dari
suatu tayangan iklan.
2. Tipe medium, pemilihan media didasarkan pada pola sasaran
pasar, biaya, produk dan medium itu sendiri.
3. Wahana media spesifik, jenis media bermacam – macam,
kemampuannya pun beragam oleh sebab itu pemasar harus
bisa memilih mana yang lebih menguntungkan.
4. Media timing, masalah makro seperti siklus bisnis sering
digunakan oleh pemasar dalam menentukan jadwal
penayangan iklan. Contohnya iklan bernuansa atau edisi
ramadhan tidak efektif apabila ditayangkan pada hari – hari
biasa.
5. Alokasi dana iklan secara geografis, iklan untuk tempat
berskala regional akan berbeda anggarannya dengan iklan
yang ditujukan pada skala nasional ataupun internasional.

Tujuan Iklan (skripsi dan tesis)


Sulit bagi perusahaan untuk mengevaluasi hasil yang telah
dicapai apabila tanpa adanya pedoman yang jelas. Penetapan tujuan
iklan berguna bagi penyusunan pesan dan keputusan media yang
digunakan. Menurut (Shimp, 2013), tujuan iklan antara lain sebagai
berikut :
1. Membuat pasar sasaran menyadari atau mengetahui akan
keberadaan suatu produk
2. Memfasilitasi pemahaman pembeli terkait atribut dan
manfaat produk dibandingkan merek pesaing.
3. Meningkatkan sikap dan mempengaruhi niat beli.
4. Menarik konsumen agar mencoba produk yang diiklankan.
5. Mendorong pembelian ulang terhadap suatu produk.
6. Memberikan nilai tambah pada merek dengan
mempengaruhi persepsi konsumen.
7. Membantu perwakilan penjualan.
Sedangkan Kotler & Keller (2007), menerangkan tujuan
iklan pada diagram yang menjelaskan dampak iklan terhadap
psikologi konsumen. Meskipun berbagai respon audiens berbeda dan melahirkan bermacam – macam model hierarki tanggapan, namun berdasarkan diagram diatas dapat dijelaskan bahwa iklan mampu menggerakan individu dari yang awalnya tidak sadar akan suatu produk hingga
mengambil keputusan pembelian.

Pengertian Iklan (skripsi dan tesis)


Banyak anggapan yang mengatakan bahwa iklan merupakan
saran komunikasi promosi efektif. Pendapat tersebut tercipta atas
dasar kelebihan yang dimiliki media periklanan. Kotler dan Keller
(2007), menyebutkan bahwa iklan merupakan semua bentuk
penyajian promosi nonpersonal terkait ide, barang atau jasa yang
dibayar oleh suatu sponsor tertentu. Sedangkan Henry (2000),
mendefinisikan iklan sebagai komunikasi nonpribadi melalui media
yang dibayar oleh sebuah organisasi bisnis atau lainnya dengan
tujuan menginformasikan dan membujuk sasaran melalui pesan
yang disampaikan.
Sesuai pendapat para ahli diatas dapat diketahui, bahwa
iklan merupakan bentuk pengkomunikasian barang atau jasa oleh
pemasar secara berbayar dengan tujuan menginformasikan, dan
membujuk pasar sasaran untuk mengambil tindakan pembelian

Bauran Promosi / Promotion Mix (skripsi dan tesis)


Bauran promosi ialah pencampuran atau kombinasi
komunikasi pemasaran. Tugas utamanya memperkenalkan dan
memenuhi barang atau jasa, sesuai kebutuhan dan selera pasar.
Terdapat lima bentuk komunikasi promosi menurut (Hermawan,
2012), yaitu :
1. Iklan adalah semua bentuk penyajian berbayar non personal
terkait ide, barang atau jasa oleh suatu sponsor tertentu.
Perannya diantaranya sebagai media membangun kesadaran
atas keberadaan produk, menambah pengetahuan, membujuk
calon konsumen untuk membeli atau menggunakan jasa
tersebut serta membedakan diri perusahaan dengan
perusahaan lain.
2. Promosi penjualan, merupakan berbagai insentif jangka
pendek, guna mendorong keinginan membeli atau
meningkatkan arus barang atau jasa dari produsen sampai
pada penjualan akhir. Contohnya diskon, bonus, kupon,
doorprize, iklan kerjasama, rewards dan lain sebagainya
3. Hubungan masyarakat dan publisitas (Public Relation), yakni
program untuk mempromosikan atau melindungi citra
perusahaan dan merek secara individual. Contohnya CSR
kegiatan sosial seperti bakti sosial, pengobatan gratis, senam
atau jalan santai, pameran, sponsor dan lain sebagainnya.
4. Penjualan pribadi ialah interaksi langsung antara satu atau
lebih calon pembeli dengan penjual dalam rangka
melaksanakan presentasi, menjawab pertanyaan dan
menerima pesan.
5. Pemasaran langsung adalah pemasaran yang menggunakan
berbagai media untuk berinteraksi langsung dengan
konsumen. Contohnya telepon, facsimile, direct e-mail,
telemarketing melalui katalog dan saluran online lainnya

Bauran Pemasaran / Marketing Mix (skripsi dan tesis)


Untuk dapat memenuhi dan memuaskan kebutuhan maupun
keinginan pasar sasaran, maka perusahaan menerapkan bauran
pemasaran. Fungsi utamanya yaitu, terkait apa saja yang dapat
dilakukan untuk mempengaruhi permintaan konsumen. Djaslim,
Saladin (2007), mendefinisikan bauran pemasaran sebagai serangkaian
variabel pemasaran yang dapat dikuasai dan digunakan oleh
perusahaan untuk mencapai tujuannya. Sedangkan menurut Kotler dan
Amstrong (2012), bauran pemasaran ialah perangkat strategi
pemasaran terkait penentuan produk, harga, distribusi dan promosi
yang kemudian dikombinasikan untuk menghasilkan respon yang
diinginkan pasar sasaran.
Berdasarkan pengertian dari beberapa ahli diatas dapat
diuraikan, bahwa bauran pemasaran merupakan alat perusahaan untuk
mengejar tingkat penjualan yang diharapkan dan menciptakan
permintaan pasar sebagai tujuan pemasaran itu sendiri.
Unsur – unsur bauran pemasaran menurut (Kotler & Keller,
2010) terdiri atas produk (product), harga (price), distribusi (place)
dan promosi (promotion) atau lebih dikenal dengan sebutan 4P.
Adapun untuk jasa terdapat beberapa tambahan yaitu people, proses,
dan physical evidence atau disebut 7P. Akan tetapi, konsep ini nantinya
tetap disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan perusahaan pelaksana.
1. Produk / Product
Produk adalah segala sesuatu yang dapat ditawarkan
kepada pembeli, guna memenuhi kebutuhan dan keinginan.
Sedangkan entitas produk yang dapat dipasarkan yaitu berupa
barang, jasa, acara, pengalaman, informasi, orang, tempat, properti
dan organisasi (Kotler & Keller, 2008). Sehingga dari definisi
tersebut dapat kita pahami bahwa, produk merupakan segala
sesuatu yang bermanfaat dalam memenuhi kebutuhan atau
keinginan konsumen serta mencakup baik itu benda berwujud
maupun tak berwujud.
Salah satu cara perusahaan dalam memenangkan persaingan
usaha adalah melalui atribut produk. Dijelaskan sebelumnya bahwa
atribut produk terdiri dari dua jenis yaitu tangible yang meliputi
harga, kemasan, kualitas, desain produk, label dan warna.
Sedangkan satunya intangible, merupakan atribut produk tak
berwujud seperti nama baik dan popularitas perusahaan penghasil
produk. Menurut Kotler dan Amstrong (2012), atribut produk
meliputi beberapa hal, yaitu sebagai berikut :
1. Merek
Merek adalah nama, simbol, tanda, istilah, logo, rancangan
atau kombinasi dari semuanya, agar suatu barang atau jasa
dapat teridentifikasi serta berbeda dengan merek pesaing.
2. Kemasan
Kemasan (packaging) yaitu aktivitas merancang wadah atau
pembungkus suatu produk. Menyimpan dan melindungi
produk merupakan fungsi utamanya. Tak hanya itu, kemasan
inovatif bisa memberikan manfaat kepada perusahaan melebihi
pesaing dan mendorong penjualan.
3. Kualitas Produk
Kualitas produk adalah salah satu sarana positioning utama
untuk pemasar. Dampaknya yang langsung pada kinerja
produk, tentu berhubungan erat dengan nilai dan kepuasan
pelanggan.
4. Fitur Produk
Sebuah produk dapat ditawarkan dalam beragam fitur dan
model selain bentuk dasar. Fitur adalah sarana kompetitif
dalam mendiferensiasikan produk dari pesaing. Suatu
kesuksesan bagi perusahaan, apabila menjadi produsen
pertama yang memperkenalkan fitur baru yang bernilai.
5. Gaya dan Desain Produk
Rancangan produk sangat membantu dalam perbaikan kinerja,
mengurangi biaya dan menambah keunggulan bersaing. Fungsi
desain produk bukan sekedar persoalan penampilan, karena
konsepnya lebih luas dari sekedar gaya.
6. Label
Label adalah penanda sederhana hingga rangkaian yang rumit
dan menjadi bagian kemasan. Kemudian adanya label juga
memberikan informasi terkait siapa pembuatnya, dimana
membuatnya, kandungannya apa, cara pemakaiannya
bagaimana serta kapan produk itu dibuat.
7. Pelayanan Pendukung Produk
Elemen strategi lainnya yang tak kalah penting, yaitu
pelayanan pelanggan. Penawaran yang diberikan perusahaan
kepada konsumen biasannya meliputi pelayanan pendukung
yang bisa menjadi bagian kecil atau bagian terbesar dari
seluruh penawaran
Kemudian produk dapat dikategorikan menjadi tiga macam,
berikut pemaparannya :
1) Berdasarkan ketahanan terdiri atas barang tidak tahan lama
(nondurable goods), barang tahan lama (durable goods), dan
jasa (services).
2) Berdasarkan klasifikasi barang konsumen terdiri atas barang
sehari-hari (convenience goods), barang belanja (shopping
goods), barang khusus (specialty goods), dan barang tak
dicari (unsought goods).
3) Berdasarkan klasifikasi barang industri terdiri atas barang
dan suku cadang (materials and parts), barang modal
(capital items), layanan bisnis dan pasokan (supplies and
business services).
2. Harga / Price
Salah satu unsur yang sering dijadikan strategi perusahaan
dalam pemasaran produk yaitu harga. Menurut Kotler (2008),
harga merupakan sejumlah nilai yang harus dibayarkan oleh
konsumen atas kepemilikan, penggunaan dan pemakaian produk.
Sedangkan menurut Tjiptono (2005) harga adalah satuan moneter
atau ukuran lainnya yang ditukarkan demi memperoleh hak guna
atau kepemilikan atas suatu produk.
Berdasarkan definisi diatas dapat dijelaskan, bahwa, harga
ialah nilai yang ditetapkan oleh produsen atas suatu produk.
Penentuan harga yang sesuai, berdampak pada keberlangsungan
produk itu sendiri maupun perusahaan serta citra kualitas produk
dimata konsumen.
3. Tempat / Place
Faktor penting dalam pengembangan sebuah usaha adalah
letak atau lokasi. Tempat yang dimaksud dalam bauran pemasaran
disini adalah terkait dengan pola distribusi. Kotler (2008)
menyebutkan bahwa lokasi yang dimaksud dalam bauran
pemasaran ialah segala kegiatan yang dilakukan perusahaan agar
produknya mudah diperoleh oleh pasar sasaran.
Penentuan lokasi dan pemilihan saluran distribusi tidaklah
mudah. Dibutuhkan pertimbangan matang perihal kondisi geografi,
ekonomi, politik, budaya dan social. Tak jarang produsen memilih
menggunakan jasa perusahaan yang bergerak khusus dibidang
distribusi. Tujuannya agar tidak terjadi keterlambatan ataupun
buruknya lagi tidak tersedianya produk.
4. Promosi / Promotion
Promosi merupakan alat bantu perusahaan dalam
mempengaruhi keputusan pembelian. Menurut Tjiptono (2001),
promosi adalah suatu aktifitas pemasaran yang bermaksud
menginformasikan, mempengaruhi, membujuk dan mengingatkan
pasar sasaran untuk menerima, membeli serta loyal terhadap
produk yang ditawarkan perusahaan bersangkutan. Sedangkan
menurut Kotler (2008), promosi ialah berbagai macam cara yang
ditempuh perusahaan atau pengkomunikasian yang dilakukan
dalam rangka menjual produk ke konsumen.
Berdasarkan pendapat ahli diatas, bisa dijelaskan bahwa
promosi merupakan kegiatan mengkomunikasikan informasi dari
penjual ataupun melalui pihak lain kepada pembeli guna
mempengaruhi sikap dan perilaku hingga terwujudnya pembelian.
Tujuan promosi menurut Simamora (2001), diantaranya
menyajikan informasi, merangsang permintaan, membedakan
produk perusahaan dengan produk pesaing, mengingatkan para
pelanggan, menghadang persaingan promosi, menjawab berita
negative serta memuluskan fluktuasi permintaan

Manajemen Pemasaran (skripsi dan tesis)


Selain keuangan, MSDM dan operasional, pemasaran
merupakan salah satu bidang manajemen perusahaan. Berangkat dari
pertimbangan, bahwa akan diperlukan sasaran dan sarana untuk
mengetahui apa yang diinginkan pihak lain dalam suatu pertukaran
maka dibentuklah manajemen pemasaran. Menurut Kotler dan Keller
(2008), manajemen pemasaran adalah alat penganalisis, pelaksanaan
dan pengawasan program yang ditujukan untuk mengadakan
pertukaran dengan pasar sasaran guna mencapai tujuan organisasi.
Sedangkan menurut Buchari Alma (2012), manajemen pemasaran ialah
kegiatan merencanakan, mengarahkan dan mengawasi segala kegiatan
pemasaran perusahaan.
Definisi diatas telah membentuk pemahaman peneliti, bahwa
manajemen pemasaran merupakan proses analisis, merencanakan.
mengorganisasikan dan pengendalian program pemasaran dalam
meraih pasar sasaran yang diinginkan serta mempertahankan atau
mengkomunikasikan nilai keunggulan pelanggan dalam rangka
memperoleh keuntungan

Hubungan attraction (daya tarik) terhadap keputusan pembelian (skripsi dan tesis)


Attraction (daya tarik) adalah elemen-elemen yang terdapat
pada diri selebriti yang meliputi sejumlah karakteristik individual
selebriti tersebut. Daya tarik merupakan sikap yang dimiliki oleh
seseorang yang dapat menimbulkan rasa ketertarikan terhadap dirinya,
yang nantinya diharapkan dapat mempengaruhi konsumen. Hubungan
antara daya tarik dengan keputuasan pembelian yaitu semakin tinggi
daya tarik bintang iklan yang dalam suatu produk, maka akan semakin
tinggi pula bagi konsumen memberikan keputusan pembelian
(Indrayani, 2015: 4). Berdasarkan hasil penelitian Sabri (2015: 19),
Hasil pengujian menunjukkan bahwa daya tarik endorser mempunyai
pengaruh signifikan dan bersifat positif terhadap keputusan pembelian

Hubungan Credibility (kredibilitas) terhadap keputusan pembelian (skripsi dan tesis)


Credibility adalah presepsi audien mengenai keahlian selebriti
atau seberapa banyak selebriti tersebut mengenai produk. (Schiffman,
2007:301). Hubungan kredibiltas dengan keputusan pembelian yaitu
bahwa dengan semakin bagus kredibilitas yang dimiliki bintang iklan,maka akan semakin tinggi pula bagi konsumen dalam memberikan
keputusan pembelian (Indrayani 2015: 6). Hasil penelitian Sabri
(2015: 19) menunjukkan bahwa daya tarik endorser mempunyai
pengaruh signifikan dan bersifat positif terhadap keputusan pembelian

Hubungan celebrity endorser terhadap keputusan pembelian (skripsi dan tesis)


Celebrity endorser yaitu pemanfaatan menggunakan artis
sebagai bintang iklan di media-media, mulai dari media cetak, media
sosial, maupun media telivisi. Selain itu selebriti digunakan karena
atribut kesohorannya termasuk ketampanan, keberanian, talenta,
keanggunan, kekuatan, dan daya tarik fisiknya yang sering mewakili
daya tarik yang diinginkan oleh merek yang mereka iklankan (Nuraini,
2015: 172). Hubungan antara Celebrity endorser juga dengan
keputusan pembelian yaitu suatu iklan yang menggunakan selebritis
sebagai penyampaian pesan mengenai produk terutama merek untuk
lebih mengkomunikasikan produk tersebut ke pada konsumen
(Kurniawan, 2014: 2).
Berdasarkan studi Bramantya (2016: 1766) diketahui bahwa
celebrity endorser terhadap keputusan pembelian berpengaruh
signifikan positif. Hal ini mengandung arti bahwa celebrity endorser
memiliki keterkaitan dengan keputusan seseorang untuk malakukan
pembelian.

Keputusan pembelian (skripsi dan tesis)


Keputusan pembelian adalah dimana setiap saat konsumen
dihadapkan pada masalah untuk mengambil berbagai keputusan membeli,
tahapan untuk mencapai keputusan membeli dilakukan melalui beberapa
tahapan. (Yuniarti, 2015: 174 ). Kotler (2009: 188), Keputusan pembelian
dalam tahap evaluasi. Konsumen membentuk preferensi antar merek
dalam kumpulan pilihan konsumen mungkin juga membentuk maksud
untuk membeli merek yang paling disukai. Scheffman (2007:226)
mendefinisikan bahwa pengambilan keputusan dalam suatu pembelian
dikarenakan pembelian yang dilakukan seseorang merupakan suatu respon
terhadap permasalahan yang ia hadapi untuk memenuhi kebutuhannya.
Proses pengambilan keputusan, para konsumen mengambil keputusan
membeli barang atau jasa melalui beberapa tahap berikut :
1) Pengenalan kebutuhan (Needs Recognition)
Proses pengambilan keputusan konsumen untuk membeli
produk tertentu, buatan perusahaan tertentu, atau dengan merek dagang
tertentu dimulai sejak konsumen meraskan kebutuhan tertentu. Rasa
membutuhkan tersebut dapat terangsang menjadi dorongan membeli
produk apabila mendapat pengaruh dari dalam atau dari luar
konsumen. 2) Pencarian alternatif informasi (Alternative Search for Information)
Intensitas konsumen untuk mencari informasi tentang produk
yang mereka butuhkan ditentukan oleh berbagai macam sebab, antara
lain mendesaknya kebutuhan dan nilai produk yang dibutuhkan, yaitu :
a. Informasi internal terdiri dari keluarga, teman, tetangga, sahabat,
teman sekolah, atau teman sejawat.
b. Informasi komersial atau pemasaran (commercial or marketing
info) diperoleh dari iklan, penjelasan sales executif, sales
promotion perusahaan, pedagang eceran, dan pameran atau
ekshibisi produk.
c. Informasi publik (publik information) yaitu berupa brosur yang
diterbitkan produsen dan berisi penjelasan teknik produk, standar
mutu, manfaat, dan kegunaan.
d. Informasi dari pengalaman (exsperiental info) informasi yang
dikumpulkan sendiri dari pedagang eceran atau karena telah
mencoba beberapa jenis produk yang berlainan.
3) Penilaian berbagai macam informasi yang terkumpul (alternatif
evaluation)
Konsumen menggunakan produk yang mereka kumpulkan
sebagai bahan pertimbangan memilih. Konsumen menilai keunggulan
atribut suatu produk yang datanya telah mereka kumpulkan, dari eberapa merek produk yang masih di minati, konsumen menentukan
atributnya paling cocok dengan keinginan mereka.
4) Keputusan membeli (purchase decision)
Apabila tidak ada faktor lain yang mempengaruhi konsumen
membeli produk maka pembeli akan menjumpai serangkaian
keputusan yang menyangkut jenis pembelian, waktu pembelian, dan
cara pembelian. Pada tahap ini konsumen benar-benar membeli produk
yang sesuai dengan kebutuhan dan keinginan (Kotler, 2009: 186 ).
5) Pasca pembelian
Pengalaman konsumen mengkonsumsi produk (positif atau
negatif) berpengaruh dalam pengambilan keputusan membeli lagi
produk yang sama saat mereka membutuhkan lagi. Kesediaan
konsumen membeli kembali produk merupakan salah satu sarana yang
di perlukan perusahaan untuk mempertahankan kegiatan bisnisnya
(Yuniari, 2015: 217- 219).

Attraction (Daya Tarik) (skripsi dan tesis)


Attraction merupakan sifat yang dimiliki oleh seseorang yang
dapat menimbulkan rasa ketertarikan terhadap dirinya (Sabri, 2015: 5).
Suatu attraction mempengaruhi keputusan pembelian karena
pengetahuan, kemampuan ,dan kepercayaan selebriti mempengaruhi
keputusan pembelian. (Scheffman, 2007: 209-300). Berdasarkan hasil
studi Kurniawan (2014: 5) dkk, terdapat dua karakteristik yang dimiliki
oleh attraction yakni kepesonaan (likability) dan kesamaan (similiarity).
1) Kepesonaan (likability)
Karakter ini akan melihat dari sisi penampilan fisik,
kepribadian dan karakter lainnya. Melalui daya 10ias10 endorser
diharapkan 10ias memberikan pengaruh yang positif kepada merek
yang dibawakannya.
2) Kesamaan (similiarity)
Kesamaan gambaran emosional dalam iklan dapat sangat
membantu dalam mengefektifkan tujuan dalam beriklan. Alasan
mengapa kesamaan menjadi salah satu penentu keefektifan komunikasi
adalah :
a. Kesamaan dapat membantu membangun premis yang sama.
b. Kesamaan dapat membuat khalayak tertarik kepada komunikator.
c. Kesamaan dapat menumbuhkan rasa hormat dan percaya kepada
komunikator.

Credibility (Kredibilitas) (skripsi dan tesis)

 
Credibility ( Kredibilitas ) adalah presepsi audien mengenai
keahlian selebriti atau seberapa banyak selebriti tersebut mengetahui
mengenai produk. (Scheffman, 2007:301). Kredibilitas celebrity endorser
dapat diartikan sebagai sumber yang mempengaruhi perumusan pesan.
Kredibilitas merupakan sumber penting dalam daya persuasif pesan sering
didasarkan pada maksud yang diharapkan (Yuniarti, 2015: 174).
Berdasarkan hasil studi Kurniawan (2014: 5) dkk, Kredibilitas adalah
seperangkat persepsi tentang kelebihan-kelebihan yang dimiliki sumber
sehingga diterima atau diikuti oleh khalayak. Kredibilitas yang dimiliki
seorang endorser sangat berperan besar. Karakter diri yang dimilikinya
dapat menentukan tinggi rendahnya kredibilitas yang dimiliki. Dua faktor
yang berperan dalam menentukan kredibilitas endorser antara lain :
1) Keahlian (expertise)
Karakter keahlian dapat menunjukan seberapa luas
pengetahuan yang dimiliki endorser. Seorang yang memiliki nilai yang
tinggi cerdas, mampu, ahli, tahu banyak, berpengalaman atau terlatih.
Keahlian adalah kesan yang dibentuk komunikan tentang kemampuan
komunikator dalam hubungannya dengan topik yang dibicarakan.
2) Kepercayaan (trustworthiness)
Karakter ini memperhatikan bagaimana endorser dipandang
dengan pertimbangan seberapa jujur dalam membawakan sebuah iklan.

Endorser (skripsi dan tesis)


Selebritis merupakan seseorang yang cukup dikenal masyarakat
dan mempengaruhi pembelian suatu produk atau jasa. Selebriti dapat
berasal dari kalangan artis, politikus, atau ahli dalam bidangnya. Selebriti
berfungsi memberikan kesaksian memberikan dorongan, penguatan,
bertindak sebagai aktor dalam iklan, dan bertindak sebagai juru bicara
perusahaan (Kotler, 2009: 210). Celebrity endorser yaitu pemanfaatan
menggunakan artis sebagai bintang iklan di media-media, mulai dari
media cetak, media sosial, maupun media telivisi. Selain itu selebriti
digunakan karena atribut kesohorannya termasuk ketampanan, keberanian,
talenta, keanggunan, kekuatan, dan daya tarik fisiknya yang sering
mewakili daya tarik yang diinginkan oleh merek yang mereka iklankan
(Nuraini, 2015: 172 ). Menurut Kurniawan, (2014:2) faktor yang ada
dalam celebrity endorser sehingga mereka dapat dipercaya oleh sebuah
perusahaan yaitu;
1) Selebriti terkenal.
2) Selebriti yang dikenal luas.
3) Selebriti yang sering muncul di layar kaca dan media lainnya.
4) Selebriti yang memiliki banyak prestasi atau penghargaan

Faktor-faktor pendukung terbentuknya Brand image (skripsi dan tesis)

 
 Faktor-faktor pendukung terbentuknya brand image dalam keterkaitannya
dengan asosiasi merek (Kotler, 2008:167) yaitu :
1. Favorability of brand association / keunggulan asosiasi merek.
Salah satu faktor pembentuk brand image adalah keunggulan produk, dimana
produk tersebut unggul dalam persaingan. Karena keunggulan kualitas (model
dan kenyamanan) dan ciri khas itulah yang menyebabkan suatu produk
mempunyai daya tarik tersendiri bagi konsumen.
2. Strength of brand association/familiarity of brand association/kekuatan asosiasi
merek.
Contoh membangun kepopuleran merek dengan strategi komunikasi melalui
periklanan. Setiap merek yang berharga mempunyai jiwa, suatu kepribadian
khusus adalah kewajiban mendasar bagi pemilik merek untuk dapat
mengungkapkan, mensosialisasikan jiwa/kepribadian tersebut dalam satu bentuk
iklan, ataupun bentuk kegiatan promosi dan pemasaran lainnya. Hal itulah yang
akan terus menerus menjadi penghubung antara produk/merek dengan
konsumen. Dengan demikian merek tersebut akan cepat dikenal dan akan tetap
terjaga ditengah-tengah maraknya persaingan. Membangun popularitas sebuah
merek yang terkenal tidaklah mudah. Namun demikian popularitas adalah salah
satu kunci yang dapat membentuk brand image.
3. Uniquesness of brand association / keunikan asosiasi merek.
Merupakan keunikan-keunikan yang dimiliki oleh produk tersebut. Beberapa
keuntungan dengan terciptanya brand image yang kuat adalah:
a. Peluang bagi produk/merek untuk terus mengembangkan diri dan memiliki
prospek bisnis yang bagus.
b. Memimpin produk untuk semakin memiliki sistem keuangan yang bagus.
c. Menciptakan loyalitas konsumen.
d. Membantu dalam efisiensi marketing, karena merek telah berhasil dikenal
dan diingat oleh konsumen
e. Membantu dalam menciptakan perbedaan dengan pesaing. Semakin merek
dikenal oleh masyarakat, maka perbedaan/keunikan baru yang diciptakan
perusahaan akan mudah dikenali konsumen.
f. Mempermudah dalam perekrutan tenaga kerja bagi perusahaan.
g. Meminimumkan kehancuran/kepailitan perusahaan.
h. Mempermudah mendapatkan investor baru guna mengembangkan produk.

Komponen Brand Image (skripsi dan tesis)

 
Menurut Simamora (2004:157) Komponen pembentuk brand image ada 3,
yaitu:
1. Citra Perusahaan (Corporate Image)
Citra perusahaan merupakan sekumpulan asosiasi yang dipersepsikan
konsumen terhadap perusahaan yang membuat suatu produk dan jasa.
2. Citra Pengguna (User Image)
Citra pemakai adalah swekumpulan asosiasi yang dipersepsikan konsumen
terhadap pemakai yang menggunakan barang atau jasa, meliputi pemakai itu
sendiri, gaya hidup atau kepribadian dan status sosial.
3. Citra Produk (Product Image)
Sekumpulan asosiasi yang dipersepsikan konsumen terhadap suatu produk,
yang meliputi atribut produk tersebut, manfaat bagi konsumen,
penggunaannya, serta jaminan

Pengertian Brand Image (skripsi dan tesis)

 
Citra merek pada dasarnya merupakan suatu hasil pandang atau
persepsi konsumen terhadap suatu merek tertentu, yang didasarkan atas
pertimbangan dan perbandingan dengan beberapa merek-merek lainnya,
pada jenis produk yang sama. Menurut (Ismail Solihin, 2004:19)Citra
merek merupakan segala sesuatu tentang merek suatu produk yang
dipikirkan, dirasakan dan divisualisasi oleh konsumen. Sedangkan
menurut Menurut (Fandy Tjiptono, 2005: 49) pengertianbrand image
(citra merek) adalah deskripsi tentang asosiasi dan keyakinan konsumen
terhadap merek tertentu 
Dari pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa brand image
merupakan pemahaman konsumen mengenai merek secara keseluruhan,
yang mudah dimengerti tetapi sulit untuk dijelaskan secara sistematis
karena bersifat abstrak. Citra merek berarti kepercayaan konsumen
terhadap suatu merek tertentu, dan bagaimana cara konsumen
memandang merek tersebut. Selanjutnya apabila konsumen beranggapan
bahwa merek tertentu secara fisik berbeda dari merek pesaing, citra
merek tersebut akan melekat secara terus-menerus sehingga dapat
membentuk kesetiaan terhadap merek tertentu yang disebut dengan
loyalitas merek.
Penempatan citra merek dibenak konsumen harus dilakukan secara
terus-menerus agar citra merek yang tercipta tetap kuat dan dapat
diterima secara positif. Ketika sebuah merek memiliki citra yang kuat
dan positif di benak konsumen maka merek tersebut akan selalu diingat
dan kemungkinan konsumen untuk membeli merek yang bersangkutan
sangat besar.
Citra dari sebuah perusahaan berawal dari perasaan pelanggan dan
para pelaku bisnis tentang organisasi yang bersangkutan sebagai
produsen produk tersebut sekaligus sebagai hasil evaluasi individual
tentang hal tersebut (Surachman, 2008:275).
Citra pemakai mengacu pada apakah kepribadian merek sesuai
dengan konsumen. Sedangkan citra produk adalah suatu pandangan
masyarakat terhadap suatu produk atau kategori suatu produk
(Surachman 2008:275).
Pada penelitian ini, konsep asosiasi merek dari Kotler digunakan
oleh peneliti sebagai indikator-indikator pengukuran brand image.
Menurut Philip Kotler “Manajemen Pemasaran” (2005:226), Merek
mengandung janji perusahaan untuk secara konsisten memberikan ciri,
manfaat, dan jasa tertentu kepada pembeli. Merek lebih dari sekedar
jaminan kualitas karena didalamnya tercakup empat pengertian berikut :
1. Atribut (Attributes)
Yaitu merek mengingatkan pada atribut-atribut tertentu.
Contoh : logo, warna, dan seragam Holika Holika yang
berwarna ungu.  
2. Manfaat (Benefits)
Yaitu suatu merek lebih dari serangkaian atribut. Pelanggan
tidak membeli atribut, mereka membeli manfaat. Atribut
diperlukan untuk diterjemahkan menjadi manfaat fungsional
dan emosional. Contoh : merek Holika Holika melekat di
benak konsumen dan mereka merasakan manfaat dari produk
Merek Holika Holika.
3. Nilai (values)
Yaitu merek juga menyatakan sesuatu tentang nilai produsen.
Contoh : merek produk Holika Holika berkualitas
4. Budaya (Culture)
Yaitu merek juga mewakili budaya tertentu. Contoh : merek
produk Holika Holika aman untuk digunakan

Atribut Celebrity Endorser (skripsi dan tesis)

Lima atribut khusus endorser dijelaskan dengan akronim
TEARS. Dimana TEARS tersebut terdiri dari trustworthiness
danexpertise yang merupakan dua dimensi dari credibility, phsycal
attractiveness, respectand similarity merupakan komponen dari konsep
umum attractiveness.
1. Trustworthiness (dapat dipercaya)
Istilah trustworthiness(dapat dipercaya) menurut
Shimp (2007:304) adalah :
Trustworthiness refers to the honesty, integrity and
believability of a source. Endorser trustworthiness simply
reflects the fact that perspective endorser of a brand vary in
the degree to which audience members have faith in what they
have to say.
Jadi, trustworthiness mengacu pada sejauh mana
sumber dipandang memiliki kejujuran, ketulusan dan dapat
dipercaya. Sumber dapat dipercaya (trustworthiness) secara
sederhana berarti endorser sebuah merek secara bertingkat
membuat audiens memiliki kepercayaan pada apa yang mereka
katakan. Jika sumber atau endorser tersebut adalah selebriti
maka trustworthiness lebih mengarah pada kemampuan
selebriti untuk memberi kepercayaan atau percaya diri pada
konsumen suatu produk.
Trustworthiness,
adalah tingkatan kepercayaan
konsumen terhadap selebriti dan pesan yang dibawa sehingga
secara psikologis mereka merasa aman untuk mempercayai
pesan komunikasi yang disampaikan oleh komunikator
sehingga dapat menciptakan perubahan perilaku yang efektif.
Jadi dimensi trustworthiness
mencakup kepercayaan
konsumen terhadap selebriti sebagai endorser dan kepercayaan
konsumen pada pesan yang disampaikan 
2. Expertise (keahlian)
Expertise(keahlian) menurut Shimp (2007:304) adalah:
“Expertise refers to the knowledge, experience, or skill
prossessed by an endorser as they relate to the endorsers
brand”.
Expertise (keahlian) mengacu pada pengetahuan,
pengalaman atau keahlian yang dimiliki seorang endorser yang
dihubungkan dengan merek yang didukung. Seorang endorser
yang diterima sebagai seorang yang ahli pada merek yang
didukungnya akan lebih persuasif dalam menarik audiens dari
pada seorang endorser yang tidak diterima sebagai seorang
yang ahli.
Sedangkan menurut Erdogan dalam (Seno dan Lukas,
2005) Expertise, merupakan salah satu dimensi kredibilitas
selebriti sebagai tingkat sejauh mana komunikator dapat
dianggap menjadi sumber pada periklanan melalui
pernyataannya yang valid.
3. Attractiveness (daya tarik fisik)
Istilah attractiveness (daya tarik) menurut Shimp
(2007:304) adalah :
Phsycal attractiveness refers to the trait of being
regarded as pleasant to look at in terms of particular group’s
concept of attractiveness”.
Attractiveness (daya tarik fisik) mengacu pada diri
yang dianggap sebagai yang menarik untuk dilihat dalam
kaitannya dengan konsep kelompok tertentu dengan daya tarik
fisik 
4. Respect (kualitas dihargai)
Istilah Respect (kualitas dihargai) menurut Shimp
(2007:306) adalah:
“Respect represents the quality of being admired or even
esteemed due to one’s personal qualities and
accomplishments”.
Respect (kualitas dihargai) berarti kualitas yang
dihargai atau digemari sebagai akibat dari kualitas pencapaian
personal. Selebritis dihargai karena kemampuan akting
mereka, keterampilan berolahraga atau kepribadian dan
kualitas prestasi.
5. Similarity (kesamaan dengan audiens yang dituju)
Istilah Similarity (kesamaan dengan audiens yang dituju)
menurut Shimp (2007:306) adalah :
“Similarity represents the degree to which an endorser matches an
audience in terms of characteristics pertinent to the endorsement
relationship-age, gender, ethnictly and so on”.
Similarity (kesamaan dengan audiens yang dituju) mengacu
pada kesamaan antara endorser dan audience dalam hal umur, gender,
etnis, status sosial dan sebagainya

Pengertian Celebrity Endorser (skripsi dan tesis)

Pengiklan dapat menyampaikan pesan melalui periklanan dengan
berbagai cara, yaitu dengan menggunakan kreatifitas dalam periklanan
atau menggunakan endorser untuk mengefektifkan penyampaian pesan
tersebut. “Endorsement is advertising messages which reflect the beliefs,
findings, or experiences of someoneother than the sponsor”. Dukungan
(endorsement) merupakan pesan iklan yang mencerinkan keyakinan,
temuan, atau pengalaman dari orang lain selain sponsor (Kertz dan
Ohanian dalam Lamitasari, 2010). Salah satu bentuk dukungan yang
cukup sering digunakan oleh pengiklan adalah penggunaan celebrity
endorser.
Celebrity endorser merupakan setiap orang yang dikenal luas oleh
publik dan menggunakan kepopulerannya tersebut dengan muncul pada
periklanan kebutuhan konsumen. Sedangkan Shimp (2004) menyatakan
bahwa selebriti adalah tokoh yang dikenal masyarakat karena prestasinya
di dalam bidang yang berbeda-beda dari golongan produk yang
didukung.
Selebriti memiliki daya tarik yang dapat dijadikan strategi yang
efektif bila digunakan oleh pengiklan dalam mempromosikan produk
maupun jasa. Schiffman dan Kanuk (2008:243) membagi daya tarik
penggunaan selebriti oleh pemasar menjadi empat tipe, yaitu :
1. Pernyataan
Didasarkan pada pemakaian pribadi, seorang selebriti
membuktikan kualitas produk atau jasa.
2. Dukungan
Selebriti meminjamkan namanya dan muncul atas nama suatu
produk atau jasa dimana selebriti dapat berperan sebagai ahli
ataupun bukan.
3. Aktor
Selebriti menyajikan suatu produk atau jasa sebagai bagian
dari dukungan karakter.
4. Juru Bicara
Selebriti mewakili merek atau perusahaan selama jangka
waktu tertentu. Perusahaan dapat memilih selebriti berdasarkan 
daya tarik ini untuk mempromosikan produk dan jasanya
melalui dukungan dari orang terkenal seperti selebriti.
Berbagai manfaat penggunaan endorser membuat sejumlah
perusahaan cenderung menggunakan selebriti sebagai endorser karena
berpotensi besar dalam mempengaruhi konsumen dan meyakinkan
konsumen mengenai produk yang di endorse karena selebriti mampu
menyampaikan pesan secara efektif. Selebriti pun mampu meningkatkan
product recall bagi konsumen bila asosiasi antara selebriti dengan merek
terjalin dengan baik. Seorang selebriti dalam perannya sebagai seorang
endorser dapat memberikan dampak yang beragam bagi tiap konsumen
tergantung pada persepsi konsumen yang melihat asosiasi selebriti
dengan merek tersebut (Shimp, 2004:116).
Royan (2004:258) menjelaskan bahwa terdapat beberapa
pertimbangan dalam pemilihan selebriti, diantaranya :
1. Kepopuleran Selebriti
Selebriti memiliki karakter yang berbeda-beda, oleh karena itu
pemasar atau pengiklan harus memilih selebriti yang sesuai
dengan produk tersebut. Pemilihan selebriti dilakukan
berdasarkan brand personality produk yang dikaitkan dengan
segmen dan target pasar yang dituju.
2. Kondisi Finansial Perusahaan
Pemilihan selebriti sebagai endorser tidaklah murah pada
umumnya, bahkan memakan biaya yang cukup besar. Oleh
karena itu sebaiknya seorang pemasar lebih berhati-hati dalam
memilih selebriti, hal ini berkaitan dengan risiko yang akan
ditanggung oleh perusahaan bila iklan yang telah ditayangkan
atau ditampilkan gagal mencapai tujuan periklanan 

Pengertian Komunikasi Pemasaran (skripsi dan tesis)

 
Komunikasi pemasaran adalah cara yang digunakan perusahaan
untuk menginformasikan, mempersuasi, dan mengingatkan konsumen
baik secara langsung maupun tidak langsung mengenai merek atau
produk yang mereka jual. Komunikasi pemasaran mewakili suara merek
adalah cara yang di gunakan untuk membangun dialog dan hubungan
dengan konsumen. Komunikasi pemasaran berhubungan dengan ekuitas
merek yaitu membangun merek dalam ingatan dan menciptakan citra
merek yang mencakup 6 komponen yaitu periklanan, promosi penjualan,
eventpublic relations dan publisitas, pemasaran langsung dan penjualan
personal (Kotler dan Keller, 2006:496).
Komunikasi pemasaran adalah kegiatan komunikasi yang ditujukan
untuk menyampaikan pesan kepada konsumen dan pelanggan dengan
menggunakan sejumlah media dan berbagai saluran yang dapat
dipergunakan dengan harapan terjadinya tiga tahap perubahan yaitu :
perubahan pengetahuan, perubahan sikap, dan perubahan tindakan yang
dikehendaki (Soemanegara, 2006:4).
John E Kennedy (2009:4) mendefenisikan bahwa “komunikasi
pemasaran adalah aplikasi komunikasi yang bertujuan untuk membantu
kegiatan pemasaran sebuah perusahaan”. Pemasaran merupakan bagian 
penting dari perusahaan. Dengan adanya pemasaran yang baik,
perusahaan dapat mencapai tujuan yang diinginkan dengan baik. Bagi
segelintir orang, pemasaran hanya diartikan sebagai proses memasarkan
produk dan jasa yang dilakukan oleh perusahaan.
Pemasaran juga dapat diartikan “sekumpulan rancangan kegiatan
yang saling terkait untuk mengenali kebutuhan konsumen dan
mengambangkan, mendistribusikan, mempromosikan, serta menetapkan
harga yang tepat dari sebuah produk dan layanan untuk mencapai
kepuasan dari konsumen yang bertujuan untuk menghasilkan
keuntungan”. (Kennedy, 2009:13).
Sedangkan menurut Morissan (2007:8) komunikasi pemasaran
“merupakan upaya untuk menjadikan seluruh kegiatan pemasaran dan
promosi perusahaan dapat menghasilkan citra atau image yang bersifat
satu dan konsisten bagi perusahaan”.
Dari pengertian-pengertian di atas penulis memahami bahwa
komunikasi pemasaran adalah seluruh kegiatan pemasaran yang
dilakukan melalui bauran pemasaran merek dalam upaya untuk
menginformasikan, membujuk, dan mengingatkan konsumen mengenai
produk barang atau jasa dan merek yang mereka jual sehingga akan
menghasilkan citra atau image yang positif bagi perusahaan.
Dalam hal ini komunikasi pemasaran sangatlah diperlukan dalam
membentuk suatu citra merek yang positif bagi sebuah perusahaan.
Melalui seluruh kegiatan pemasaran dan promosi dari perusahaan yang
dikomunikasikan secara efektif akan menghasilkan citra merek yang
positif dalam benak konsumen terhadap perusahaan sehingga pada
akhirnya tujuan perusahaan akan tercapai.
Dalam prakteknya, proses pemasaran ini perlu dikelola atau diatur
oleh perusahaan agar menjadi mata rantai yang tidak pernah putus. Oleh
karena itu proses pemasaran ini perlu perencanaan, pelaksanaan dan juga
pengawasan agar berjalan sesuai keinginan perusahaan

Rabu, 17 Maret 2021

Pengertian Pemasaran (skripsi dan tesis)

 

Definisikan secara luas, pemasaran adalah proses sosial dan manajerial dimana peribadi atau organisasi memperoleh apa yang mereka butuhkan dan inginkan melalui penciptaan dan pertukaran nilai dengan yang lain. Dalam konteks bisnis yang lebih sempit, pemasaran mencakup menciptakan hubungan pertukaran muatan dengan pelanggan yang menguntungkan (Kotler dan Amstrong, 2008:6). Pemasaran adalah satu fungsi organisasi dan seperangkat proses untuk menciptakan, mengkomunikasikan, dan menyerahkan nilai kepada pelanggan dan mengelolah hubungan pelanggan dengan cara yang menguntungkan organisasi dan para pemilik sahamnya (Kotler dan Keller, 2009:5). Menurut (Lamb, Hair, Mc.Daniel, 2009:4). Pemasaran adalah proses yang memfokuskan pada penyampaian nilai dan keuntungan kepada konsumen, tidak hanya menjual produk, jasa atau ide, tetapi digunakan untuk komunikasi, distribusi, dan strategi penetapan harga dengan menguntungkan konsumen dan strakeholdernya. 

 Kegiatan pemasaran merupakan awal dari kegiatan suatu perusahaan dalam mempertahankan kelangsungan hidup perusahaan untuk berkembang dan mendapatkan laba. Terdapat dua factor yang mempengaruhi cara keberhasilan perusahaan pemasarannya, yaitu : a. Lingkungan eksternal sistem pemasaran Lingkungan ini tidak dapat dikendalikan perusahaan, misalnya kebebasan masyarakat dalam menerima atau menolak produk perusahaan, politik, dan peraturan pemerintah, keadaan perekonomian, kependududkan, serta munculnya pesaing, b. Variabel internal sistem pemasaran Variabel ini dapat dikendalikan oleh perusahaan terdiri dari dua kelompok yaitu sumber bukan pemasaran (kemampuan produksi, keuangan, dan personal) dan komponen-komponek bauran pemasaran yang meliputi produk, harga, promosi, dan distribusi

Pengaruh Sikap Terhadap Minat Beli Konsumen (skripsi dan tesis)


Pemasaran melalui iklan menggunakan selebriti sebagai endorser dapat membantu perusahaan untuk mempermudah dalam mencapai tujuan pemasaran dengan menciptakan efek positif pada sikap konsumen dan minat beli terhadap merek   produk. Hoekman (2013;245). Endorser iklan biasanya adalah selebriti terkenal atau yang memiliki keahlian, kesadaran, daya tarik, dan yang dapat mengirimkan pesan produk untuk menarik perhatian konsumen dalam waktu singkat dan meningkatkan minat pembelian konsumen Chi,dkk (2007; 304). Semua perusahaan pastinya mengharapkan dengan adanya bintang iklan tersebut dapat membuat konsumen terpikat dan percaya pada produk yang di iklankan, sehingga dapat mendorong masyarakat untuk membelinya

Pengaruh Daya Tarik Terhadap Minat Beli Konsumen (skripsi dan tesis)


Konsumen cenderung membentuk kesan positif, dan lebih percaya terhadap selebriti sebagai bintang iklan karena daya tarik yang dimiliki oleh selebriti tersebut, sehingga dapat mempengaruhi minat beli konsumen. Menurut Shimp (2003;465) dalam Heruwati (2010;51) Selebriti memiliki daya tarik dalam berbagi cara, yang menarik berbagai khalayak sasaran untuk melakukan keputusan pembelian dan menentukan minat beli konsumen. Daya tarik bukan hanya berarti daya tarik fisik, meskipun daya tarik bisa menjadi atribut yang sangat penting tetapi meliputi sejumlah karakteristik yang dapat dilihat khalayak dalam diri pendukung, kecerdasan, sifat-sifat kepribadian, gaya hidup, dan keatletisan postur tubuh

(skripsi dan tesis)


Kepercayaan merupakan konstruk yang merefleksikan kredibilitas, Ganesan dalam Aydin dan Ozer (2005;137) dalam Paramitha (2010;22) dimana kemampuan untuk mempengaruhi orientasi jangka pelanggan dengan mengurangi persepsi atas resiko yang berhubungan dengan tingkah oportunistik bagi perusahaan, menurut Khan ( 2008;95 ) kepercayaan yang di miliki endorser juga mempunyai peran penting dalam mempengaruhi minat beli konsumen

Pengaruh Keahlian Terhadap Minat Beli Konsumen (skripsi dan tesis)


Keahlian Endorser memberikan dorongan khusus bagi konsumen untuk menjalin ikatan relasi saling menguntungkan, ikatan emosional seperti ini memungkinkan endorser untuk memahami dengan seksama harapan dan kebutuhan spesifik konsumen. Sedangkan menurut Ermec (2014;175) dalam Utami (2011; 21). juga menemukan bahwa hanya keahlian yang memiliki pengaruh positif pada minat pembelian Menurut Schiffman dan Kanuk dialihbahasakan oleh Zulkifli Kasip (2006:340), dari semua karakteristik positif yang dimiliki oleh seorang selebriti bagi kampanye program iklan suatu perusahaan; ketenaran, talenta, karisma; kredibilitas bagi konsumen adalah yang paling penting. Dengan kredibilitas yang dimaksudkan adalah keahlian (expertise), sejauh mana selebriti mengetahui produk atau jasa yang diiklankannya. Kelayakan untuk dipercaya (trustworthiness), seberapa jujur yang dikatakan oleh selebriti tersebut mengenai produk yang diiklankannya.Setelah celebrity endorser menyampaikan pesan iklan tersebut, maka yang menentukan untuk mendapatkan tanggapan atau respon yang maksimal dari khalayak sasaran dalam keinginan untuk membeli suatu produk

Pengaruh Daya Tarik Terhadap Sikap Konsumen (skripsi dan tesis)


 Untuk menampilkan pesan iklan yang mampu membujuk, mampu membangkitkan dan mempertahankan ingatan konsunmen akan produk yang ditawarkan, diperlukan daya tarik bagi pemirsa sasarannya. Menurut Belch dan Belch (2004:168) dalam Kiswati (2010;32) daya tarik iklan mengacu pada pendekatan yang digunakan endorser untuk mendapatkan perhatian konsumen dan mempengaruhi sikap mereka terhadap produk atau jasa yang mereka tawarkan. Sedangkan bagaimana daya tarik tersebut diubah menjadi pesan iklan untuk dipresentasikan kepada pemirsa maupun konsumen sasaran disebut the  creative execution style. Daya tarik iklan sangat penting karena akan meningkatkan keberhasilan komunikasi dengan konsumen ,Yusuf dan Afiff (2007; 59)