Sabtu, 28 Agustus 2021

Audit (skripsi dan tesis)

Pengertian audit menurut para ahli
Menurut Sukrisno Agoes (2004: 4), Audit adalah pemeriksaan
yang dilakukan untuk secara kritis dan sistematis oleh pihak yang
independen, laporan keuangan yang disusun oleh manajemen dan
catatan akuntansi dan bukti pendukung, dalam rangka memberikan
pendapat atas kewajaran laporan keuangan.
Menurut Arens dan Loebbecke (2012: 7), Auditing merupakan
proses pengumpulan dan pengevaluasian bahan bukti tentang
informasi yang dapat diukur mengenai suatu entitas ekonomi yang
dilakukan seorang yang kompeten dan independen untuk dapat
menentukan dan melaporkan kesesuaian informasi dimaksud dengan
kriteria-kriteria yang telah ditetapkan. Auditing seharusnya dilakukan
oleh seorang yang independen dan kompeten. Menurut Mulyadi (2010: 9), Auditing adalah proses yang
sistematis untuk memperoleh dan mengevaluasi bukti secara objektif
atas tuduhan kegiatan ekonomi dan kegiatan dengan tujuan untuk
menetapkan tingkat kesesuaian antara laporan dengan kriteria yang
telah ditetapkan, serta penyampaian hasil kepada pengguna yang
bersangkutan.
Menurut Abdul Halim (2008: 1) definisi audit yang sangat
terkenal adalah definisi yang berasal dari ASOBAC (A Statement of
Basic Auditing Concepts) yang mendefinisikan auditing sebagai suatu
proses sistematik untuk menghimpun dan mengevaluasi bukti-bukti
secara obyektif mengenai asersi-asersi tentang berbagai tindakan dan
kejadian ekonomi untuk menentukan tingkat kesesuaian antara
asersiasersi tersebut dengan kriteria ysng telah ditentukan dan
menyampaikan hasilnya kepada para pemakai yang berkepentingan.
Tujuan audit secara umum dapat diklasifikasilkan sebagai berikut :
1) Kelengkapan (Completeness). Untuk meyakinkan bahwa seluruh
transaksi telah dicatat atau ada dalam jurnal secara aktual telah
dimasukkan.
2) Ketepatan (Accurancy). Untuk memastikan transaksi dan saldo
perkiraan yang ada telah dicatat berdasarkan jumlah yang benar,
perhitungan yang benar, diklasifikasikan, dan dicatat dengan tepat.
3) Eksistensi (Existence). Untuk memastikan bahwa semua harta dan
kewajiban yang tercatat memiliki eksistensi atau keterjadian pada
tanggal tertentu, jadi transaksi tercatat tersebut harus benar-benar
telah terjadi dan tidak fiktif.
4) Penilaian (Valuation). Untuk memastikan bahwa prinsip-prinsip
akuntansi yang berlaku umum telah diterapkan dengan benar.
5) Klasifikasi (Classification). Untuk memastikan bahwa transaksi
yang dicantumkan dalam jurnal diklasifikasikan dengan tepat. Jika
terkait dengan saldo maka angka-angka yang dimasukkan didaftar
klien telah diklasifikasikan dengan tepat.
6) Ketepatan (Accurancy). Untuk memastikan bahwa semua
transaksi dicatat pada tanggal yang benar, rincian dalam saldo akun
sesuai dengan angka-angka buku besar. Serta penjumlahan saldo
sudah dilakukan dengan tepat.
7) Pisah Batas (Cut-Off). Untuk memastikan bahwa
transaksi-transaksi yang dekat tanggal neraca dicatat dalam periode
yang tepat. Transaksi yang mungkin sekali salah saji adalah
transaksi yang dicatat mendekati akhir suatu peride akuntansi.
8) Pengungkapan (Disclosure). Untuk meyakinkan bahwa saldo
akun dan persyaratan pengungkapan yang berkaitan telah disajikan
dengan wajar dalam laporan keuangan dan dijelaskan dengan wajar
dalam isi dan catatan kaki laporan tersebut.

Tidak ada komentar: