Sabtu, 28 September 2024

Manfaat Word Of Mouth


Sebelum melakukan pembelian, pelanggan harus mencari tahu
tentang produk yang akan dibeli. Riset data dilakukan untuk mendapatkan
produk berbasis kebutuhan. Pernyataan tentang produk ini bisa berasal
dari berbagai sumber, salah satunya adalah pengalaman konsumen lain
saat menggunakan produk ini.
Menurut Rosen dalam Priansa (2017:340) ada tiga faktor yang
mempengaruhi word of mouth sangat penting, antara lain:
a. Kebisingan
Banyaknya informasi yang tersedia di berbagai media menarik
konsumen untuk mengambil keputusan setiap hari. Untuk mengatasi
masalah ini, konsumen perlu mengetahui keakuratan informasi yang
tersedia di media yang bersangkutan, serta hal-hal yang dapat
disebutkan oleh individu atau kelompok individu seperti teman dan
keluarga.
b. Keraguan
Mengecewakan konsumen dengan adanya produk membuat
konsumen skeptis terhadap kebenaran isu yang diberikan.
c. Keterhubungan
Sekarang fakta bahwa konsumen dari semua jenis, dari yang terkaya
hingga termiskin, terus berinteraksi dan berkomunikasi. Dalam hal ini,
konsumen cenderung tidak mengobrol untuk produk tertentu, seperti
pengalaman langsung saat menggunakan produk ini.

Jenis Word Of Mouth


Banyak perusahaan menjalankan bisnisnya dengan memanfaatkan
berita dari mulut ke mulut baik secara langsung maupun melalui media
elektronik.
Jenis Word of mouth, Hughes (2015: 31) mengemukakan bahwa jenis
komunikasi dari mulut ke mulut dapat menjadi dua jenis, yaitu:
a. Word Of Mouth positif
Ini adalah proses penyampaian informasi dari mulut ke mulut dari
satu orang ke orang lain berdasarkan pengalaman positif dengan
produk, layanan, atau perusahaan.
b. Word Of Mouth negatif
Ini adalah proses interaksi dari mulut ke mulut berdasarkan
pengalaman negatif yang diperoleh dari satu individu ke individu lain
sehubungan dengan produk, layanan, atau perusahaan

Dimensi Word Of Mouth


Kegiatan pemasaran yang dilakukan oleh suatu perusahaan agar
mereknya dibicarakan oleh konsumen merupakan salah satu elemen
penting dari mulut ke mulut. Menurut Sernovitz (2018:32) ada lima
dimensi atau elemen dasar word of mouth yang dikenal dengan 5T, yaitu:
a. Pembicara (Talkers)
Target audience yang membicarakan brand disebut juga influencer.
b. Topik (Topics)
Hal ini berkaitan dengan apa yang dibicarakan oleh pembicara. Topik
ini berkaitan dengan apa yang ditawarkan oleh sebuah merek.
c. Alat (Tools)
Ini adalah alat penyebaran untuk topik dan pembicara. Tema yang ada
juga memerlukan alat yang berguna untuk membuat tema atau pesan
berfungsi.
d. Partisipasi (Talking part)
Ini adalah percakapan yang hilang ketika ada orang yang
membicarakan suatu produk.
e. Pengawasan (Tracking)
Merupakan aksi korporasi untuk memantau dan memantau respon
konsumen. Hal ini dilakukan agar bisnis dapat belajar dari umpan
balik konsumen, positif atau negatif, sehingga bisnis dapat belajar
dari masukan tersebut untuk maju lebih baik.

Pengertian Word Of Mouth


Dalam masyarakat arus utama, word of mouth menggambarkan
sebuah konsep komunikasi yang muncul dari mulut ke mulut. Kegiatan
periklanan ini didasarkan pada persepsi konsumen terhadap suatu produk
bekas dan atas referensi produk tersebut kepada konsumen lain.
Dari mulut ke mulut ini merupakan salah satu saluran komunikasi
yang sering digunakan oleh perusahaan. Komunikasi ini dinilai sangat
efektif dan tidak perlu mengeluarkan biaya untuk mempercepat proses
pemasaran serta dapat mendatangkan keuntungan bagi perusahaan.
Pelanggan potensial lainnya tentang pengalaman mereka mengkonsumsi
produk atau layanan.
Menurut Barry (2016:7) menyatakan bahwa “Word Of Mouth adalah
hubungan antar konsumen dalam penyebaran informasi, menceritakan
hal-hal positif terhadap suatu produk atau jasa”.
Menurut Kotler dan Keller dalam Joesyiana (2018:73) menyatakan
bahwa “Word of mouth adalah kegiatan pemasaran dari masyarakat ke
masyarakat, baik lisan, tertulis maupun melalui media komunikasi
elektronik yang terhubung dengan internet, berdasarkan pengalaman
dengan produk atau jasa”.
Menurut Jalilvand dalam Putranti (2015:42) menyatakan bahwa
“Word of mouth memegang peranan penting dalam mempengaruhi sikap
dan perilaku konsumen. Disebutkan pula bahwa WOM (word of mouth)
memiliki pengaruh yang kuat terhadap pembelian dibandingkan dengan
media komunikasi klasik lainnya seperti iklan dan rekomendasi editorial
pembelian”

Indikator Digital Marketing


Menurut Eun Young Kim Prabowo (2018:103) indikator digital
marketing yaitu:
a. Interaktif (Interactive)
Interaktif merupakan hubungan antara pihak perusahaan dengan
konsumen yang dapat memberikan informasi dan dapat diterima
dengan baik dan jelas
b. Biaya (Cost)
Biaya yang mencerminkan kemampuan pemasaran digital atau digital
marketing perusahaan, dan mengurangi biaya keterampilan promosi
perusahaan dengan efisiensi yang sangat tinggi, sehingga menghemat
biaya dan waktu transaksi.
c. Program Insentif (Incentive Program)
Program insentif merupakan program-program menarik yang menjadi
keunggulan dalam setiap promosi yang dilakukan.
d. Desain Situs (Site Design)
Desain situs merupakan tampilan menarik dalam media digital
marketing yang dapat memberikan nilai positif bagi perusahaaan.

Keunggulan Digital Marketing


Kelebihan dari digital marketing adalah membuat iklan yang tidak
diumumkan secara langsung atau melalui media dengan perkembangan
dunia digital saat ini, tetapi memiliki dampak yang sangat berpengaruh.
Menurut Didin Hadi Saputra dkk (2020:46) keunggulan digital
marketing, yaitu:
a. Dapat menghubungkan produsen atau bisnis ke konsumen melalui
internet.
b. Tingkat penjualan akan lebih tinggi karena jangkauannya lebih besar.
c. Biaya yang dibutuhkan lebih hemat dibandingkan dengan biaya
pemasangan iklan di media lain seperti : percetakan brosur, televisi
atau radio.
d. Layanan yang diberikan kepada pelanggannya secara real time.
e. Menghubungkan penjual atau pengusaha dengan pelanggan dapat
terjadi di mana saja, kapan saja.
f. Menghasilkan keuntungan yang jauh melebihi biaya iklan atau
promosi yang dikeluarkan.
g. Konsumen dapat dengan mudah melihat posisi suatu merek untuk
membandingkannya dengan merek atau merek pesaing.
h. Dapat memberikan peluang yang lebih luas bagi pengusaha untuk
merek produk mereka dengan cara yang terkenal dan memiliki
tempat tersendiri di hati masyarakat. Sehingga orang tidak mudah
beralih ke produk lain

Strategi Digital Marketing


Dari sekian banyak cara untuk mengukur keberhasilan
pengembangan digital agency di Indonesia, cara ini merupakan langkah
yang perlu dilakukan. Untuk melihat perkembangan bisnis digital
marketing di sebuah agensi, perlu juga ditanyakan strategi digital mana
yang digunakan untuk meningkatkan kualitas strategi digital marketing,
selama penelitian menemukan bahwa taktik komunikasi melalui digital
marketing cocok untuk kedua pelaku bisnis tersebut. memberikan
pernyataan posisi setiap posting whatsapp dan instagram dan membangun
hubungan dengan pelanggan dalam balasan cepat di media sosial.
Strategi pemasaran digital harus selaras dengan strategi manajemen
organisasi. Dalam perkembangan teknologi digital yang laris di pasaran.
Seiring berkembangnya teknologi yang ada, organisasi bisnis sering
tergoda untuk menerapkan kecanggihan teknologi apa pun yang mereka
miliki tanpa mendengar istilah pasar.
Menurut Ridwan Sanjaya dan Josua Tarigan (2016:47) menyatakan
bahwa “Digital marketing adalah kegiatan pemasaran termasuk branding,
yang menggunakan berbagai media berbasis web seperti blog, website,
email, adwords atau jejaring sosial. Tentu saja, pemasaran digital bukan
hanya tentang pemasaran internet”.
Menurut Andi Prasetyo Wati (2020:13) komponen yang membentuk
strategi digital marketing sebagai berikut:
a. Ketahui bisnis yang ditekuni
Pelaku UKM atau UMKM dituntut untuk mengetahui kompetensi inti
bisnis perusahaannya.
b. Ketahui pesaingnya
UKM atau UMKM perlu mengetahui siapa saja pesaing utama dari
bisnis yang dijalankakan.
c. Kenali pelanggan
Kenali pelanggan perusahaan. Sebagai seorang pengusaha atau
UMKM, perlu mengetahui siapa saja pelanggan dari bisnis yang
jalankan.
d. Tahu apa yang ingin dicapai
Pelaku bisnis perlu mengetahui apa yang ingin dicapai perusahaannya.
Jika tidak mengetahui kemana arah bisnis, maka bisnis yang
dijalankan tidak akan berkembang.
e. Tahu bagaimana bisnis perusahaan
Keuntungan dari digital marketing adalah hasilnya lebih terukur.
Perusahaan dapat memahami kemajuan yang dicapai dan
membandingkan apakah tepat sasaran atau tidak, apakah sesuai
dengan indikator yang ditentukan (Key Performance Indicators) atau
tidak. Ketika tidak tepat, pelaku bisnis dapat mengukur, mengubah,
dan meningkatkan karena pemasaran digital adalah proses yang
berkelanjutan dan berulang

Jenis Digital Marketing


Berkembangnya teknologi saat ini membuat kebanyakan orang
mengalihkan bisnisnya ke arah digital. Hal ini membuat jenis strategi
digital marketing menjadi beragam mengikuti pertumbuhan internet yang
semakin meningkat. Menurut Kurniawan (2019:8) mengenai berbagai
jenis digital marketing, sebagai berikut:
a. Website
Salah satu jenis periklanan digital yang paling umum adalah
situs website. Para pebisnis dapat menggunakan website ini untuk
mempresentasikan produk atau jasa mereka dan juga memasarkannya
secara lebih luas kepada pengguna internet. Selain itu, konsumen juga
dapat mencari dan melihat review berbagai produk atau jasa yang
akan dibeli atau digunakan.
Website itu sendiri dapat memberikan berbagai manfaat, seperti:
1) Menjadi media periklanan yang dapat dipanggil kapan saja
2) Memberikan informasi yang valid kepada pelanggan yang ingin
menanyakan tentang suatu produk atau jasa
3) Lebih hemat biaya pemasaran dan lebih efiesien.
b. Pemasaran Media Sosial
Media sosial kini banyak digunakan oleh sebagian orang. Melalui
media sosial, orang membangun hubungan atau menjalin komunikasi.
Namun tidak hanya itu, ternyata berbagai jenis media sosial juga bisa
dioptimalkan untuk digital marketing. Promosi atau penilaian untuk
suatu layanan atau produk sudah dapat dioptimalkan melalui berbagai
platform media sosial.
c. Pemasaran Mesin Pencari
Pemasaran digital ini membantu situs website muncul di halaman
depan mesin pencari. Tentu saja, pemasaran digital tidak bekerja
secara efisien jika hanya terbatas pada satu situs website perusahaan.
Dan ada dua kategori berikut:
1) Pemasaran mesin pencari
2) Optimasasi mesin pencari
d. Email Pemasaran
Tujuan dasar pemasaran email adalah untuk mempertahankan
pelanggan.
e. Video Pemasaran
Pemasaran video memungkinkan menampilkan konsep menarik
melalui iklan audio dan visual. Secara umum, pemasaran video ini
membutuhkan bantuan platform youtube untuk menarik konsumen.
f. Iklan Online
Jenis pemasaran digital ini hampir sama dengan periklanan melalui
internet dan membutuhkan biaya atau biaya. Namun, untuk dapat
menggunakan media periklanan online ini, harus menyediakan materi
iklan terlebih dahulu. Perkembangan saat ini menawarkan banyak
keuntungan dalam dunia bisnis

Kelebihan dan Kelemahan Digital Marketing


a. Keuntungan Digital Marketing
Tentunya sebuah media periklanan yang digunakan oleh banyak
orang pasti memiliki beberapa keunggulan yang membedakannya
dengan jenis media periklanan lainnya. Karena keunggulan ini, setiap
orang kemudian dapat menilai materi iklan mana yang akan mereka
gunakan.
Menurut Andy Prasetyo (2020:19) keuntungan digital marketing
sebagai berikut:
1) Efisiensi Biaya dan Waktu
Dibandingkan dengan pemasaran media massa tradisional,
pemasaran yang perlu menyebarkan brosur dan lainnya,
pemasaran digital memiliki biaya yang relatif rendah dan
mencapai jangkauan pasar yang jauh lebih besar tanpa membuang
banyak waktu untuk iklan tatap muka (offline).
2) Interaktif
Pengguna online dapat memilih kapan memulai pemasaran,
dengan siapa, di mana, dan untuk berapa lama tidak dibatasi
waktu.
3) Peluang penetrasi dan jangkauan pasar yang lebih luas. Jadi ada
banyak peluang bagi UMKM.
4) Konten menarik
Pemasaran digital menawarkan banyak konten menarik, praktis
dan tidak terbatas.
5) Mudah diukur
Teknologi digital memungkinkan pengukuran. Ini
memungkinkan pemilik bisnis untuk mengetahui bagaimana
konten yang mereka buat dapat memengaruhi penjualan.
6) Pemirsa tak terbatas
Yakni, kunjungan tak terbatas ke platform online oleh pemilik
bisnis. Misalnya, kunjungan ke internet, media sosial dan akun
lainnya.
b. Kelemahan Digital Marketing
Menurut Gunawan Chakti (2019:15) dari semua kelebihan
pemasaran digital, ada beberapa kelemahan digital, yaitu :
1) Bergantungan pada teknologi
Sumber kehidupan periklanan dan pemasaran digital adalah
teknologi. Perusahaan yang ingin menerapkan digital advertising
dalam bisnisnya dan menyediakan sumber teknologi untuk dapat
menjalankan digital advertising.
2) Adanya masalah keamaan dan privasi
Periklanan virtual sepenuhnya didorong oleh teknologi, kami
tahu bahwa keamanan digital sangat lazim saat ini, ini dapat
mempengaruhi keamanan dan privasi bisnis kami.
3) E-commerce tidak mengizinkan untuk "mengambil" item sebelum
membelinya.
4) Faktor lainnya adalah pernbayaran
5) Kepercayaan pengguna karena banyaknya penipuan terkait
promosi virtual.
6) Sistem pembayaran tunai, yang tidak menjamin 100% pembelian.
7) Pemasaran internet belum dianut oleh semua orang
8) Penggunaan strategi media pemasaran media digital waktu untuk
memperoleh kesuksesan yang terukur.

Manfaat Digital Marketing


Manfaat pemasaran digital adalah media pemasaran menggunakan
fasilitas internet dan teknologi informasi yang ada dengan tujuan dapat
memperluas dan meningkatkan fungsi pemasaran. Menurut Dedi Rianto
Rahadi (2017:109) menyatakan bahwa peran dan manfaat digital
marketing bagi kemajuan suatu bisnis, yaitu:
a. Kecepatan penyebaran, pemasaran media digital dapat dilakukan
dengan sangat cepat, terlebih lagi pemasaran digital dapat diukur
secara akurat secara real-time.
b. Kemudahan evaluasi, hasil kegiatan pemasaran dapat langsung
diketahui bila menggunakan media online. Beberapa informasi
seperti berapa banyak produk yang dilihat, serta berapa persentase
konversi penjualan dari setiap iklan, dan sebagainya, juga dapat
diketahui.
c. Jangkauan yang luas, pemasaran digital memiliki jangkauan
geografis yang luas, memungkinkannya untuk menyebarkan produk
ke seluruh dunia melalui internet saja

Konsep Digital Marketing


Konsep digital marketing mempromosikan produk dan layanan
dengan cara yang inovatif, khususnya menggunakan saluran penjualan
berbasis basis data untuk menjangkau konsumen dan pelanggan secara
tepat waktu dan relevan, dan pemasaran digital adalah istilah umum
untuk pemasaran yang ditargetkan, terukur, dan interaktif dari setiap
barang atau jasa. Menggunakan teknologi alat digital untuk menjangkau,
mengubah, dan mempertahankan prospek. Tujuan utamanya adalah untuk
mempromosikan merek, membentuk suka, dan meningkatkan penjualan
melalui berbagai teknik pemasaran digital.
Menurut Ryan Kristo Muljono (2018:5) menyatakan bahwa
“Pemasaran digital menggunakan internet dan teknologi informasi
sebagai media pemasaran. Kebutuhan untuk menggunakan internet
sebagai media pemasaran untuk memperluas dan meningkatkan fungsi
pemasaran tradisional. Definisi ini berfokus pada semua pemasaran
tradisional”.
Sementara itu, menurut Heidrick dan Struggless (2016:1)
“Perkembangan pemasaran digital di seluruh web, ponsel, dan perangkat
game menawarkan pendekatan baru untuk periklanan yang digembar-
gemborkan dan sangat berpengaruh”. Jadi mengapa pemasar di seluruh
Asia tidak mengalihkan anggaran mereka dari pemasaran tradisional
seperti televisi, radio, dan media cetak ke media teknologi baru dan media
yang lebih interaktif

Pengertian Digital Marketing


Pemasaran adalah kegiatan perusahaan dalam menciptakan,
mengomunikasikan, menyediakan, dan mempertukarkan penawaran yang
bernilai kepada konsumen atau masyarakat. Sedangkan internet
merupakan media yang dibuat secara digital. Dalam kehidupan, di
internet sangat mudah untuk mencari informasi yang butuhkan, membeli
barang dan banyak hal lain yang dapat dilakukan melalui internet.
Sementara itu, internet telah menjadi media penting bagi perusahaan atau
pelaku bisnis untuk bertukar penawaran pemasaran digital, yang berarti
pemasaran melalui media digital untuk menawarkan merek milik
perusahaan.
Digital marketing merupakan kegiatan pemasaran yang
menggunakan platform di internet untuk menjangkau konsumen sasaran,
pemasaran digital juga didefinisikan sebagai pemasaran produk atau
layanan melalui internet atau disebut sebagai pemasaran, pemasaran
website, pemasaran online, e-marketing atau e-commerce.
Menurut Chaffey dan Chadwick (2016:11) menyatakan bahwa
“Pemasaran digital adalah penerapan internet dan teknologi digital terkait
dalam hubungannya dengan komunikasi tradisional untuk mencapai
tujuan pemasaran”. Ini pemasaran digital, yang berarti aplikasi berasal
dari website dan berkolaborasi menggunakan teknologi digital, di mana
mitra menggunakan komunikasi tradisional untuk mencapai tujuan
pemasaran. Hal ini dapat dicapai untuk meningkatkan pengetahuan
konsumen tentang profil, sikap, nilai dan tingkat loyalitas, dan kemudian
mengintegrasikan komunikasi yang ditargetkan dan layanan online sesuai
dengan kebutuhan masing-masing individu.
Menurut Eun Young Kim dalam Prabowo (2018:103) mennyatakan
bahwa “Digital marketing merupakan sistem pemasaran mendasar digital
yang mampu mencapai pasar lebih luas”.
Digital marketing juga bisa mengetahui reaksi konsumen terhadap
produk yang ditawarkan dengan melihat review atau komentar yang
diposting. Komunikasi yang baik dapat mempererat hubungan baik
dengan konsumen. Hal ini secara tidak langsung akan menjadi imbalan
tersendiri untuk mengkonsumsi karena mengkonsumsi terasa terpelihara.
Jika konsumsinya terpuaskan, maka makanan yang dikonsumsi akan
memiliki testimoni positif dan kemudian akan merekomendasikannya
kepada orang lain
Sementara itu, Kotler dan Armstrong (2018:34) menyatakan bahwa
“Digital Marketing dan media sosial melibatkan penggunaan alat
pemasaran digital seperti situs web, media sosial, iklan dan aplikasi
seluler, video online, email, blog, dan platform digital lainnya untuk
terlibat dengan konsumen di mana saja di dunia, kapan saja, di mana saja
melalui komputer, smartphone, tablet, televisi, dan perangkat digital
lainnya”.

Manajemen Pemasaran


Manajemen pemasaran berdasar dari dua arti ialah manajemen
sertapemasaran. Manajemen merupakan sistem perencanaan (planning),
petunjuk (directing), penggolongan (organizing), pendorong (actuating),serta
pengamatan (controling).
Hampir seluruh manusia membaca jika manajemen pemasaran ialah
mengejar pelanggan setinggi-tingginya guna produk bahwa sekarang ada di
industri yang bersangkutan. Kebanyakan diantaranya hanya berfokus pada
perancangan iklan dan aktifitas penjualan saja, sedangkan tanggung jawab
seorang pemasar hanya difokuskan sebagai wiraniaga (orang yang menjual
barang langsung ke konsumen). Tetapi pandangan ini terlalu sempit, sebab
konsumen mempunyai tingkatan permintaan yang diinginkan guna
produknya.
Manajemen pemasaran adalah bentuk tata usaha bahwa diperlukan akan
tujuan usaha. Tata usaha ini melekat pada produksi ataupun bantuan agar
bertambah dipahami pelanggan. Maka dari itu, institusi perlu memiliki
pemahaman yang baik tentang wacana manajemen pemasaran.
Para ahli memiliki pengertian tersendiri tentang manajemen pemasaran,
sebagaimana menurut Suparyanto dan Rosad (2015:1) menyatakan bahwa
“Manajemen pemasaran berarti cara pembuatan, menyiapkan, menyusun serta
mengusahakan rencana, meliputi konsepsi, definisi, penentuan biaya,
peningkatan, serta produksi cakram. Layanan serta akan membangun serta
mengusahakan perputaran bahwa bermanfaat melalui menggunakan pasar
tujuan untuk sampai arah bisnis”.
Sementara itu, Shultz mendefinisikan dalam Manap (2016:79)
menyatakan bahwa “Manajemen pemasaran yaitu persiapan, masukan serta
pengelolaan semua periklanan dan kepentingan pemasaran dan periklanan
suatu organisasi atau departemen dari suatu perusahaan, artinya manajemen
pemasaran merencanakan, mengarahkan dan mengawasi semua pemasaran
kegiatan”.
Pengertian yang dikemukakan oleh Kotler dan Armstrong, Priansa
(2017:4) mengatakan bahwa “Manajemen pemasaran yaitu upaya insan akan
datang hasil perubahan yang diharapkan serta mengembangkan hubungan
yang kencang melalui bentuk yang bermanfaat bagi institusi”. 

Pemasaran


Pemasaran ialah peristiwa hakiki dengan diturunkan dari taktik perseroan
pada industri dan merupakan bagian integral dari dunia bisnis. Definisi
pemasaran yang berbeda muncul di antara pemasar, masing-masing berbeda
satu sama lain, tetapi pada dasarnya melayani tujuan yang sama.
Menurut Kotler dan Keller (2016:27) menyatakan bahwa “Pemasaran
yaitu suatu pekerjaan, seperangkat badan serta sistem guna mewujudkan,
hubungan, mengantarkan. Serta memindahkan penunjukan adapun bagi
nasabah, pengguna, partner usaha, serta penduduk umumnya”.
Sementara itu, Fandy Tjiptono (2016:3) menyatakan maka “Pemasaran
adalah suatu kegiatan, suatu kegiatan di dalam organisasi pada proses
mewujudkan, hubungan, mengantarkan, serta memindahkan penunjukan
bahwa cocok untuk nasabah, partner usaha, dengan penduduk umum”.
Sedangkan menurut A. Shimp, Priansa (2017:31) menyatakan bahwa
“Pemasaran adalah kegiatan usaha serta institusi lain membuat perubahan
anggaran batas usaha, industri serta konsumen”.

Jenis Usaha

  1. Produksi atau industri yaitu kegiatan memproses atau mengolah
    barang dengan menggunakan sarana dan peralatan, misalnya mesin.
    Ada industri yang mengolah bahan baku atau mentah menjadi produk
    olahan. Ada industri yang hanya mengolah bahan mentah menjadi
    bahan setengah jadi, dan ada pula industri yang mengolah bahan
    setengah jadi menjadi bahan jadi.
    Ada industri besar dan kecil. Industri besar menggunakan
    peralatan, modal, dan tenaga kerja dalam jumlah besar. Industri kecil
    menggunakan peralatan, modal, dan tenaga kerja yang jumlah nya
    sedikit. Contoh industri kecil antara lain mebel, pembuatan tahu dan
    tempe, serta perajin keramik. Contoh industri besar yaitu industri baja,
    industri mobil, dan industri tekstil. Jadi kesimpulannya jenis usaha
    produksi atau industri ini yaitu proses mengolah bahan baku menjadi
    barang jadi dan mengolah bahan setengah jadi menjadi jadi. Ciri-ciri
    jenis usaha produksi antara lain yaitu memiliki modal besar, tenaga
    kerja handal, mengolah bahan baku menjadi barang jadi atau setengah
    jadi dan berusaha menghasilkan produk yang berkualitas, serta
    menyediakan layanan purnajual.
  2. Pedagang atau perdagangan yaitu hal yang berkaitan dengan kegiatan
    jual beli. Dalam perdagangan ada perpindahan hak milik. Pedagang
    membeli barang atau jasa dari suatu tempat pada waktu tertentu,
    kemudian menjualnya ke tempat lain dengan tujuan memperoleh
    keuntungan. Tanpa adanya perdangan, setiap orang harus memproduksi
    sendiri segala kebutuhan hidupnya.
    Dengan adanya perdagangan, produsen menjual hasil produksinya
    pada konsumen. Barang-barang yang diperdagangkan anatara lain
    bahan makanan, pakaian, hewan, barang elektronik, kendaraan
    bermotor, dan masih banyak lainnya. Jadi kesimpulannya jenis usaha
    pedagang adalah orang yang menjual barang- barang kebutuhan sehari
    hari atau kebutuhan lainnya. Pedagang mendapat profit dari selisih
    harga pembelian barang dengan harga jualnya. Pedagang adalah jenis
    usaha yang kegiatannya mengumpulkan barang produksi – produksi
    dari produsen, kemudian barang dijual kembali ke konsumen. Ciri-ciri
    jenis usaha perdagangan antara lain yaitu mempunyai tempat
    penyimpanan barang yang dibeli dari produsen sebelum dijual kembali
    ke konsumen, mengemas barang dagangan dengan baik dan menarik
    bagi konsumen, serta menyediakan kemudahan layanan bagi konsumen
    dalam memperoleh dan membayar barang dagangan.
  3. Jasa atau perusaha jasa merupakan salah satu sebuah perusahaan yang
    didirikan seseorang atau sekelompok orang yang kegiatan utamanya
    bergerak dalam bidang pelayanan jasa atau menjual jasa. Jasa juga
    dapat disebut sebagai program atau manfaat yang ditawarkan kepada
    orang lain (konsumen). Meskipun tidak menghasilkan barang mirip
    misalnya industri konveksi menghasilkan pakaian. Usaha jasa
    menunjukan pelayanan kepada konsumen.
    Ciri-ciri usaha jasa ini antara lain yaitu mengutamakan layanan
    yang baik kepada konsumen, membutuhkan keahlian khusussesuai jasa
    yang ditawarkan, dan menjaga loyalitas (kesetiaan) pelanggan. Usaha
    jasa terbagi dalam beberapa kelompok diantaranya yaitu jasa
    transportasi , jasa lainnya seperti pengiriman barang atau paket dan jasa
    bengkel

Faktor–Faktor Yang Mempengaruhi Pemasaran Digital


Tingkat penggunaan media social dalam pemasaran tiap pelaku
usaha mikro berbeda. Hal ini mengakibatkan adanya perkembangan dan
pemanfaatan media sosial oleh pelaku usaha mikro yang ada di
Ponorogo. Perkembangan dan pemanfaatan penggunaan media sosial
dipengaruhi oleh beberapa faktor.
Menurut Mohamad Trio (2018) menyatakan faktor yang mempengaruhi
pemanfaatan media pemasaran digital adalah usia.
a. Usia
Menurut Elizabeth umur yaitu usia individu yang terhitung mulai
saat dilahirkan sampai berulang tahun. Sedangkan menurut Huclok 1998,
semakin cukup umur tingkat kematangan dan kekuatan seseorang akan
lebih matang dalam berfikir dan bekerja. Umur atau usia adalah satuan
waktu yang digunakan untuk mengukur waktu keberadaan suatu benda
atau makhluk, baik yang hidup maupun yang mati. Jika umur seseorang
dapat dikatakan satu tahun diukur sejak dia dilahirkan hingga umur itu
dihitung. Jenis perhitungan usia dapat dilihat dari usia kronologis yaitu
usia dimulai dari saat dilahirkan seseorang sampai waktu perhitungan
usia. Umur seseorang dapat diketahui apabila tanggal, bukan, dan tahun
kelahiran diketahui. Perhitungan umur menggunakan pembulatan
kebawah. Umur dinyatakan dalam kalender masehi (BPS,2008).
Menurut Siswanto tito, karakteristik portal media social yang
dimiliki pengusaha dan penggunanya bervariasi, baik dari usia produktif
antara 15 – 60 tahun. Akan tetapi menurut Latifah Zahra dan P, Lubis
mengungkapkan bahwa data penemuan dari lapangan pada indikator
umur di dominasi oleh responden yang berusia kurang dari 29 tahun.
Umur mempengaruhi daya tangkap dan pola pikir seseorang. Semakin
bertambah umur akan semakin berkembang pula daya tangkap dan pola
pikirnya, sehingga pengetahuan yang diperoleh semakin banyak,
(Notoatmojo,2003).
b. Gender atau Jenis Kelamin
Istilah gender menurut (Oakley,1972) berarti perbedaan atau jenis
kelamin yang bukan biologis dan bukan kodrat tuhan. Sedangkan
menurut (Caplan,1987) menegaskan bahwa gender merupakan perbedaan
perilaku antara lai-laki dan perempuan selain dari struktur biologis,
sebagian besar terbentuk melalui proses social dan cultural. Gender
dalam ilmu sosial diartikan sebagai pola relasi lelaki dan perempuan yang
didasarkan pada ciri sosial masing-masing (Zainudin,2006). Hilary M.
lips mengartikan gender sebagai harapan-harapan budaya terhadap laki-
laki dan perempuan (cultural expetations for women and men).
Sedangkan Linda M menganggap bahwa semua ketetapan
masyarakat perihal penentuan sseorang sebagai laki-laki dan perempuan
merupakan termasuk bidang kajian gender. H.T Wilson mengartikan
gender sebagai suatu dasar untuk menentukan perbedaan sumbangan
laki-laki dan perempuan pada kebudayaan dan kehidupan kolektif yang
sebagai akibatnya mereka menjadi laki-laki dan dilihat dari konstruksi
sosial dan budaya. Sedangkan menurut Made Mahesa (2018) pendidikan
merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi pemanfaatan
media pemasaran digital.
c. Pendidikan
Pendidikan dalam penelitian Fadhilah Rahmawati,2014 adalah
waktu yang ditempuh dalam menyelesaikan pendidikan atau tahun sukses
pendidikan, baik pendidikan yang berlatar belakang kejuruan maupun
pendidikan yang berlatar belakang umum. Pendidikan adalah proses
belajar dan pembelajaran, yang dialami oleh seseorang. Proses mendidik
dan di didik adalah perbuatan yang bersifat mendasar atau fundamental
karena didalam nya terjadi proses dan perbuatan yang dapat mengubah
dan menentukan jalan hidup manusia. Berdasarkan penelitian terdahulu
yang dilakukan oleh Thomas Yuni Gunarto, tingkat pendidikan
berpengaruh signifikan terhadap jumlah pengunjung dan pengguna e-
commerce. Tingkat pendidikan yang tinggi cenderung memilih model
bisnis online seperti online forum olx.co.id, sedang kan tingkat
pendidikan yang rendah lebih memilih bisnis online dengan
indonetwork.co.id.
pendidikan diperlukan untuk mendapat informasi seperti dalam hal
yang dapat menunjang dan meningkatkan kualitas hidup. Menurut YB
Mantra dikutip (Notoatmojo,2003), pendidikan dapat mempengaruhi
seseorang juga perilaku seseorang akan pola hidup terutama dalam
memotivasi untuk sikap berperan serta dalam pembangunan. Pada
umumnya makin tinggi pendidikan seseorang, makin mudah menerima
informasi (Nursalam,2003). Pendidikan adalah suatu usaha dalam
mengembangkan suatu kepribadian dan kemampuan didalam dan diluar
sekolah serta berlangsung seumur hidup. Pendidikan dapat
mempengaruhi proses belajar, semakin tinggi pendidikan seseorang
semakin mudah orang tersebut menerima informasi baik dari orang lain
maupun dari media masa (Notoatmojo,2003). Berdasarkan penelitian
terdahulu yang dilakukan oleh (Satrio Adi,2010) dan menurut UU
Tingkatan pendidikan, Undang-Undang No.20 Tahun 2003 adalah:

  1. Pendidikan dasar ( SD, SMP/MTs )
  2. Pendidikan menengah dan tinggi (SMA/SMK, D3, Sarjana, Pasca
    sarjana )
    Selain faktor demografi yang dapat mempengaruhi pemanfaatan
    pemasaran digital, ada juga faktor jenis usaha yang dapat berpengaruh
    terhadap pemanfaatan media pemasaran digital. Di dalam penelitian ini
    faktor pemanfaatan pemasaran digital yang akan di teliti meliputi usia,
    gender, pendidikan dan jenis usaha.

Pemasaran Digital


Pemasaran membutuhkan kemampuan penggunaan teknologi digital
(Teece 2007) karena teknologi digital menentukan kemampuan organisasi
untuk meneliti pelanggan, pesaing dan lingkungan pasar yang lebih luas (Day
1994). Kemampuan pemasaran dapat diimplementasikan dengan
memanfaatkan berbagai proses, termasuk menjaga hubungan dengan
pelanggan dan pemasok, serta berpartisipasi dalam asosiasi profesional dan
menggunakan praktik yang terbaik. Proses-proses ini membutuhkan tingkat
penggunaan yang tinggi dari aset berwujud atau tidak berwujud perusahaan.
Asset berwujud dapat berupa bangunan, tanah, gedung, dan peralatan kantor.
Sedang kan asset tidak berwujud dapat berupa nama perusahaan, merek
dagang, dan hak cipta dari perusahaan.
Grant menyatakan bahwa "aset adalah pokok yang dimasukan ke dalam
proses produksi - aset adalah unit analisis dasar", di mana kemampuan
diidentifikasi sebagai kapasitas tim sumber daya untuk melakukan beberapa
tugas atau aktivitas dalam proses pemasaran digital ( Hafeez et.all, 2006 ).
Digital marketing adalah penggunaan teknologi untuk membantu
aktivitas pemasaraan yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan
konsumen dengan cara menyesuaikan dengan kebutuhan mereka
(Cheffy,2013). Sedangkan menurut Sawicky (2016) digital marketing atau
pemasaran digital adalah alat untuk eksploitasi terhadap teknologi digital
yang digunakan untuk menciptakan saluran untuk mencapai tujuan
perusahaan melalui pemenuhan kebutuhan konsumen yang lebih efektif.
Pemasaran digital merupakan pendekatan yang baru untuk pemasaran,
bukan hanya pemasaran tradisonal yang di dorong oleh elemen digital ini
memiliki karakteristik dan dinamika tersendiri yang harus dipahami untuk
dapat memilih strategi dan taktik pemasaran yang efektif. Saluran digital
dapat diklasifikasikan dalam berbagai cara. Salah satu cara untuk
mengklasifikasikan saluran adalah dengan menyajikannya berdasarkan sudut
pandang pihak yang mengendalikan komunikasi. Apakah komunikasi itu satu
arah atau dua arah (Rowley 2008).
Saluran komunikasi satu arah dapat berupa situs web dan email dilihat
sebagi contoh alat online satu arah dengan kendali perusahaan yang tinngi.
Perusahaan situs web dapat digambarkan sebagai merek di lingkungan media
online (Christodoulides 2009). E-mail dapat digunakan untuk berbagai tujuan
pemasaran termasuk berbagai informasi, promosi, membangun dan
memelihara hubungan dan mengarahkan pelanggan ke situs web (Simmons
2007). Walaupun e-mail merupakan saluran komunikasi dua arah, namun e-
mail lebih sering digunakan sebagai saluran komunikasi satu arah untuk
mengirim iklan.
Dua jenis dasar pemasaran digital ini sering digunakan di UKM.
(Eriksson et.all, 2008) menemukan bahwa 90% UKM Swedia yang diservei
menggunakan situs web dan email untuk memasarkan produk dan
layanannya. Tetapi dicatatkan bahwa penggunaan saluran digital yang lebih
maju tetap rendah.
Menurut Wardhana (2015) menemukan bahwa strategi digital
marketing berpengaruh hingga 78% terhadap keunggulan bersaing UMKM
dalam memasarkan produknya. Strategi tersebut terdiri dari ketersedianya
informasi dan panduan produk, tersediannya gambar atau foto produk,
tersedia nya video yang mampu memvisualisasikan produk atau
menampilkan presentasi pendukung, tersediannya komunikasi online
dengan pengusaha, tersediannya alat untuk bertransaksi dan media
pembayaran, tersediannya layanan bantuan konsumen, tersediannya
tertimoni dari pembeli serta catatan pengunjung.
Pemasaran digital yang memanfaatkan saluran media sosial memberi
UKM cara inovatif baru untuk berinteraksi dengan pelanggan, memberikan
proposisi alternatif, hemat biaya, dan menarik. Lingkungan persaingan
mencerminkan bagaimana bisnis bersaing dan berfungsi dalam suatu
lingkungan. Dimana ada permintaan akan produk tertentu, kemungkinan
besar akan ada lebih banyak penjual dengan produk serupa

Literasi Digital


Istilah literasi digital mulai di populerkan sekitar tahun 2005 dan sudah
digunakan sekitar tahun 1980 (Davis & Shaw,2011).
Literasi digital merupakan kemampuan untuk memahami informasi
dengan bentuk hypertextual melalui cara membaca. Bukan hanya memahami
dan kemampuan untuk menggunakan digital atau media tersebut, tetapi
kemampuan berfikir terhadap informasi yang di dapatkan dalam berbagai
sumber media digital secara efektif. Dengan konsep literasi digital sebagai
kemampuan dan memahami serta menggunakan informasi dari berbagai
sumber digital berperan sebagai kepentingan pengembangan diri dan
organisasi, Bahwen (2001).
Dengan demikian, Gilser (1997) mengelompokkan kedalam empat
kompetensi yang harus dimiliki oleh seseorang sehingga bisa dikatakan
mampu menggunakan dan memiliki kemampuan literasi digital antara lain
yaitu (Internet searching) aspek pencarian di internet,(hypertext navigation),
(content evaluation) aspek evaluasi konten, dan (knowledge assembly) aspek
penyusunan pengetahuan. Aspek tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut,
pertama Pencarian di internet (internet searching) Pencarian di internet ini
berarti bahwa kemampuan dalam melakukan aktivitas dalam penggunaan
internet yang mencakup beberapa kompetensi yaitu, kemampuan untuk
melakukan pencarian sebuah informasi di internet dengan menggunakan
search engine, dan melakukan aktivitas didalamnya. Kedua Hypertext
navigation. Hypertext navigation ini merupakan ketrampilan untuk membaca
serta memahami secra dinamis terhadap hypertext. Sehingga menuntut
seseorang untuk mengerti dan memahami pandu arah navigasi suatu hypertext
di dalam web browser, dimana hal ini sangat berbeda dengan teks yang
dijumpai dalam tuku teks. Ketiga Evaluasi konten informasi (content
evaluation). Menurut Paul Gilster (1997) kompentensi tersebut dijelaskan
sebagai kemampuan seseorang untuk berfikir kritis dan logis untuk
memberikan penilaian terhadap apa yang ditemukan secara online dengan
pemahaman dan kemampuan untuk mengidentifikasi kelengkapan informasi
yang direferensikan oleh link hypertext.
Dalam komponen ini mencakup bebrapa hal yaitu mengenai kemampuan
untuk membedakan antara tampilan dengan konten informasi yakni persepsi
pengguna dalam memahami tampilan halaman web yang dikunjungi,
kemampuan untuk menganalisa latar belakang informasi yang ada di internrt,
yakni kesadaran dan kepedulian untuk mengetahui sumber dan pembuat
informasi. Keempat Aspek penyusunan pengetahuan (knowledge assembly).
Kompetensi ini berguna untuk menyusun pengetahuan serta membangun
sebuah informasi yang diperoleh dari berbagai sumber secara online dengan
kemampuan untuk mengevaluasi dan mengumpulkan fakta serta opini dengan
baik tanpa prasangka dan pendugaan semata. Hal ini dilakukan untuk
mengetahui kemampuan menggunakan berbagai jenis media untuk
pembuktian kebenaran informasi, serta kemampuan untuk menyusun sumber
informasi yang diperoleh di internet dengan kehidupan nyata yang tidak
berhubungan langsung dengan jaringan internet.
Melalui literasi digital pelaku usaha tidak hanya mengerti digital secara
menyeluruh tetapi mereka juga dapat menyeimbangkan dengan kegiatan
sehari hari terutama untuk menunjang aktivitas usaha yang dimiliki. Aktivitas
yang dilakukan beragam, dapat berupa promosi ataupun pemasaran melalui
sosial media agar memberikan keuntunggan bagi usaha nya. Metode
pemasaran online seperti ini mempunyai pengaruh yang baik terhadap
pengembangan usaha yang dimiliki dengan memberikan keuntungan yang
lebih besar, Potter (2005).
Teknologi digital semakin diimplementasikan oleh perusahaan untuk
merespons secara positif kebutuhan pelanggan pada saat yang sama,
meningkatkan kepercayaan pelanggan. Dalam hal ini mendukung
kepentingan konsumen dan bisnis dan, pada saat yang sama, membantu
mendorong penjualan dan meningkatkan efisiensi dengan mengurangi biaya.
Kualitas informasi dapat ditransfer melalui teknologi digital serta dalam
organisasi sangat fokus pada penggunaan teknologi informasi dapat ditransfer
melalui teknologi digital (Watson, 2006). Organisasi sangat fokus pada
penggunaan teknologi digital untuk meningkatkan kualitas informasi yang
diberikan kepada pelanggan mereka ( Foroudi et.all, 2016).

Bauran Pemasaran

Bauran pemasaran adalah suatu strategi yang dilakukan dalam penjualan,
promosi dan strategi dalam penentuan sebuah harga yang dilakukan dengan
cara yang unik untuk menghasilkan transaksi sesuai dengan yang dikehendaki
suatu perusahaan. Menurut Kotler dan Keller (2012) yaitu: Bauran pemasaran
(marketing mix) adalah seperangkat alat pemasaran yang digunakan
perusahaan untuk terus menerus mencapai tujuan pemasarannya di pasar
sasaran.
Sedangkan menurut Chaffey (2016: 251) bauran pemasaran mencakup tujuh
hal yang dikendalikan oleh perusahaan yang meliputi produk (product), harga
(price), promosi (promotion), tempat (place), manusia (people), proses
(process), dan bukti fisik (physical evidence). Beberapa unsur dapat
dijelaskan.
Pertama yaitu Produk (Product) adalah segala sesuatu yang ditawarkan ke
pasar untuk memenuhi kebutuhan atau keinginan. Produk yang ditawarkan
meliputi barang fisik, jasa, aktivitas, pengalaman, orang, tempat, organisasi,
dan gagasan. Jadi produk dalam bentuk manfaat tangible (langsung) dan
intangible (tidak langsung) yang dapat memuaskan pelanggan. Produk juga
merupakan keseluruhan konsep objek atau proses yang memberikan sejumlah
nilai kepada konsumen. Yang perlu diperhatikan dalam produk tersebut adalah
konsumen tidak hanya membeli secara fisik produk tetapi juga membeli
manfaat dan nilai produk yang disebut dengan “the offer”. Apalagi pada
produk jasa yang kita tahu tidak menyebabkan terjadinya perpindahan
kepemilikan dari penyedia jasa kepada konsumen.
Kedua yaitu harga (Price) yang berfokus pada implikasi harga di pasar
digital; model dan strategi penetapan harga baru. Harga atau (price) Pricing
adalah titik kritis dalam bauran pemasaran, karena harga menentukan "opini"
suatu bisnis. Selain itu, harga merupakan satu-satunya elemen bauran
pemasaran yaitu pendapatan penjualan. Sedangkan unsur lainnya hanya unsur
biaya. Keputusan penetapan harga juga sangat penting dalam menentukan
nilai atau manfaat yang diberikan kepada pelanggan dan berperan penting
dalam gambaran kualitas produk. Strategi penetapan harga sangat signifikan
dalam memberikan nilai kepada konsumen dan mempengaruhi citra produk,
serta keputusan konsumen untuk membeli. Penetapan harga juga terkait
dengan pendapatan dan juga memengaruhi penawaran atau saluran pemasaran.
Namun, yang paling penting adalah bahwa keputusan dalam penetapan harga
harus konsisten dengan strategi pemasaran secara keseluruhan.
Ketiga yaitu Tempat (place), mempertimbangkan implikasi distribusi
untuk pemasaran digital. Tempat (place) untuk tempat produk industri
didefinisikan sebagai saluran distribusi (saluran nol, saluran dua tingkat, dan
saluran multi tingkat), sedangkan untuk produk industri jasa, tempat
didefinisikan sebagai tempat pelayanan. Lokasi layanan yang digunakan
dalam menyediakan layanan kepada pelanggan yang dituju adalah kunci dari
keputusan tersebut. Keputusan tentang lokasi layanan mana yang akan
digunakan melibatkan pertimbangan bagaimana layanan diberikan kepada
pelanggan dan di mana layanan itu akan berlangsung. Tempat juga penting
sebagai lingkungan tempat dan bagaimana layanan akan diberikan, sebagai
bagian dari nilai dan manfaat layanan. Place in services merupakan gabungan
antara penentuan lokasi dan saluran distribusi, dalam hal ini berkaitan dengan
bagaimana cara menyampaikan pelayanan kepada konsumen dan dimana
lokasi strategis.
Keempat yaitu Promosi (Promotion), Intinya promosi adalah aktivitas
yang mengkomunikasikan keunggulan produk dan membujuk pelanggan
sasaran untuk membelinya. Hal yang perlu diperhatikan dalam promosi adalah
pemilihan bauran promosi. Bauran promosi tidak lain adalah berbagai metode
atau kegiatan promosi yang dilakukan untuk mempengaruhi pasar sasaran.
Kelima yaitu Orang (People), berkaitan dengan bagaimana staf perusahaan
berinteraksi dengan konsumen dan pemangku kepentingan selama komunikasi
penjualan dan sebelum dan sesudah penjualan.
Keenam yaitu proses (Process) ,membahas metode dan prosedur yang
digunakan oleh perusahaan untuk memperoleh keseluruhan fungsi pemasaran

Pemasaran


Pemasaran adalah salah satu kegiatan yang sangat diperlukan untuk
dilakukan oleh perusahaan baik itu perusahaan barang atau jasa untuk
mempertahankan kelangsungan hidup usahanya. Hal tersebut dapat
disebabkan karena pemasaran merupakan salah satu kegiatan perusahaan,
dimana secara langsung berhubungan dengan konsumen.
Menurut Kotler (2008) pemasaran merupakan proses sosial yang melalui
proses tersebut kelompok maupun individu memperoleh apa yang mereka
inginkan dan merka butuhkan dengan menawarkan, menciptakan, dan secara
bebas saling menukarkan produk dan jasa yang senilai dengan pihak lainnya.
Pemasaran merupakan sebuah proses sosial dan manajerial yang
membuat sekelompok maupun secara individual mendapatkan apa yang
mereka inginkan dan butuhkan melalui pertukaran dan penciptaan produk dan
nilai dengan orang lain. Dalam proses pemasaran perlu diketahui apa saja
jenis pasar dan karakteristiknya yang akan masuki, dengan begitu seorang
pengusaha dapat mengetahui arah yang jelas tentang orientasi pasar dan
produk yang dihasilkan (Eko Ari Wibowo,2016).
Dari pernyataan diatas dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut.
“Pemasaran merupakan aktivitas menjual dan membeli serta termasuk dalam
menyalurkan barang dan jasa antara produsen dan konsumen, serta terdiri atas
aktivitas kegiatan penciptaan kegunaan waktu, tempat, dan kepemilikan”.
Menurut Kotler (1980), orientasi dalam manajemen pemasaran yaitu
konsep produksi, konsep produk, konsep penjualan, konsep pemasaran, dan
konsep pemasaran berwawasan sosial. Yang pertama yaitu Konsep produksi.
Kotler (1980) menyatakan bahwa konsumen akan menyukai sebuah produk
yang tersedia dimanapun dan mempunyai harga yang terjangkau. Melalui
konsep ini, maka manajemen dalam perusahaan harus berfokus kepada
peningkatan efisiensi produksi serta memperluas distribusi agar konsumen
lebih gampang untuk menemukan produk ketika mereka butuhkannya. Oleh
karena itu perusahaan harus mampu mengembangkan dan menerapkan
pendekatan produksi dalam skala yang besar untuk meraih skala ekonomi,
penurunan biaya produksi serta menjual produk dengan harga yang relatif
rendah.
Yang kedua yaitu Konsep produk, diisini Kotler (1980) memberikan
sebuah konsep dimana seorang konsumen lebih senang dan menyukai produk
yang menawarkan kualitas, fitur inovatif yang terbaik, unik, dan kinerjanya.
Sehingga dalam konsep ini strategi pemasaran difokuskan kepada perbaikan
produk yang berkelanjutan untuk menuju sukses dan mencapai tujuan
perusahaan.
Ketiga Konsep penjualan, dalam konsep ini banyak perusahaan yang
berfikir untuk mengikuti konsep penjualan (selling concept) yang menyatakan
bahwa konsumen tidak akan membeli sebuah produk jika tidak dijual dalam
jumlah yang besar dan promosi secara besar – besaran.
Keempat Konsep pemasaran, tujuan dan pencapaian sebuah organisasi
tergantung kepada pengetahuan akan kebutuhkan dan keinginan dengan cara
lebih baik dari pada pesaing. Konsep ini menyatakan bahwa nilai pelanggan
dan tetap focus pada produk akan menghasilkan keuntungan dan penjualan.
Dan yang kelima yaitu Konsep pemasaran kemasyarakatan. Dalam konsep ini
Kotler (1980) menyatakan bahwa strategi pemasaran harus dapat memberikan
nilai positif bagi konsumen dan pelanggan dengan cara mempertahankan dan
meningkatkan kesejahteraan konsumen dan masyarakat

Bauran Promosi


Sunyoto (2012:155) menyatakan dalam promosi terdapat komunikasi
yang harus dibangun pihak produsen kepada konsumennya, apalagi dengan para
pelangganya. Kotler dan Amstrong (2012:408) mengemukakan unsur bauran
promosi adalah:
a. Personal Selling (Penjualan Perorangan)
Kegiatan promosi dimana produk secara langsung ditawarkan
kepada calon pembeli yang dianggap potensial. Bentuk kegiatan promosi ini dapat
dilakukan langsung dengan tatap muka dimana penjual melakukan interaksi
secara aktif serta melakukan presentasi dan menjawab pertanyaan mengenai
produk yang ditawarkan. Bentuk promosi ini dapat membuat penjual dapat
mengetahui keinginan konsumen.
b. Advertising (Periklanan)
Kegiatan promosi yang berkaitan dengan sponsor dimana
mengeluarkan sejumlah uang untuk memperkenalkan produk kepada pasar yang
bisa dilakukan dengan cara konvensional dan modern. Seperti promosi pada
televisi, radio, serta pembagian brosur mengenai produk.
c. Sales Promotion (Promosi Penjualan)
Merupakan bentuk promosi yang menggunakan komunikasi secara
langsung. Dimana penjual melakukan interaksi dengan cara aktif mendatangi
konsumen, serta mempresentasikan dan menjawab pertanyaan mengenai produk
yang ditawarkan. Dengan bentuk promosi ini, penjual dapat mengetahui reaksi
pelanggan dan keinginan konsumen.
d. Public Relations (hubungan masyarakat/publisitas),
Kegiatan promosi yang memiliki ruang lingkup lebih luas daripada
kegitan promosi lainnya. target konsumen dapat berupa badan usaha milik negara
atau usaha-usaha tertentu, bentuk promosi ini dapat menjadi alternatif yang cukup
potensial untuk memberi image bagi konsumen.
e. Direct Marketing (pemasaran langsung).
Kegiatan mempromosikan produk dengan berkomunikasi langsung
tanpa pihak ketiga. Komunikasi ini dilakukan melalui e-mail, SMS, katalog, kartu
pos, dan sebagainya. Perbandingannya dengan personal selling adalah personal
selling dilakukan dengan cara menjual produk secara pribadi. Sementara direct
marketing tidak berbicara langsung namun mengirimkan pesan melalui berbagai
media. Dari teori tersebut disimpulkan pentingnya alat bauran promosi yang
digunakan untuk perusahaan dengan tepat agar promosi dapat berjalan dengan
baik

Media sosial


Media sosial adalah sebuah media online dimana para pengguna dapat
berinteraksi dengan satu sama lain tanpa terhalang jarak dan waktu. Menurut Carr
dan Hayes (2015), media sosial adalah media berbasis internet yang
memungkinkan pengguna berkesempatan untuk berinteraksi dan
mempresentasikan diri, baik secara seketika ataupun tertunda, dengan khalayak
luas maupun tidak. Seiring pertumbuhan media sosial, ini memberikan peluang
baru untuk mengiklankan film kepada audiens yang terlibat. Media sosial dapat
didefinisikan sebagai media yang dirancang untuk disebarluaskan melalui sosial
interaksi antara individu dan entitas seperti organisasi dan mengubah individu dari
sekadar konsumen konten menjadi produsen konten (Reyneke, Pitt, & Berthon,
2011).
Percakapan Platform berbagi video seperti YouTube, situs jejaring sosial
seperti Facebook, dan layanan micro-blogging seperti Twitter telah mempercepat
penyebaran informasi pada tingkat yang memusingkan (Chakravarty, 2010).
Media sosial dapat terbagi atas beberapa bagian seperti:
a. Jejaring Sosial
Jejaring sosial membantu pengguna untuk terhubung dengan satu
sama lain dan berkomunikasi serta bertukar informasi, gambar maupun video.
Contohnya seperti: Facebook, Instagram, Twitter, Tiktok, Telegram dan lain-lain.
b. Media Sharing Network
Merupakan jenis media sosial yang memberikan fasilitas
penggunanya untuk berbagi foto, video, dan musik. Seperti Tiktok, Youtube,
Instagram, Snapchat, dan lain-lain.
c. Forum Diskusi
Jenis media sosial satu ini memberikan wadah bagi pengguna untuk
berdiskusi, berbagi ide, dan berinteraksi dengan sekelompok orang. Seperti
Reddit, Quora, Kaskus dan lain-lain.
d. Blogging
Jenis media sosial ini memberi pengguna platform untuk menulis
apapun yang mereka inginkan. Blog ini berupa jurnal atau buku harian namun bisa
dibaca oleh orang lain secara online. Seperti Wordpress, Tumblr dan lain-lain.
e. Social Audio Network
Pada Social Audio Network, pengguna dapat berinteraksi dan
mendengarkan orang lain berbicara dan mengobrol mengenai berbagai topik
dengan suara. Seperti Clubhouse, Twitter Space, Discord dan lain-lain.

Digital Marketing


Digital Marketing adalah salah satu kegiatan promosi dan mencari pasar
dengan melalui media digital dan secara online. Pemasaran digital adalah sebuah
penggunaan teknologi elektronik terutama dalam bentuk teknologi informasi
untuk melakukan segala proses bisnis termasuk didalamnya kegiatan jual beli
produk, jasa dan informasi, meningkatkan permintaan, melayani pelanggan
dengan sentuhan digital (Lestari, 2020). Tujuan digital marketing adalah untuk
mempromosikan produk suatu usaha dan meningkatkan penjualan dengan
berbagai teknik digital marketing. Widiastuti & Surendra (2020) berpendapat
bahwa pesatnya perkembangan digital marketing di Indonesia disebabkan oleh
peningkatan populasi pengguna internet yang telah mencapai 265,4 juta orang
atau melebihi hampir seluruh penduduk Indonesia. Menurut Ikhsan (2022), ada
beberapa langkah dalam memulai strategi digital marketing yaitu:
a. Menentukan tujuan, budget dan target pasar yang pada hasil
akhirnya akan diukur tingkat keberhasilannya.
b. Memilih channel marketing yang sesuai.
c. Membagikan pesan promosi semenarik mungkin agar dapat
dimengerti oleh audiens.
d. Memanfaatkan peran digital ads yang membantu dalam
menjalankan campaign digital marketing yang cepat.
e. Melakukan evaluasi campaign untuk mengukur tingkat keberhasilan
dan membantu dalam membuat campaign selanjutnya.

Indikator Keputusan Pembelian


Menurut Hsu dan Chang (2008); (ال درس, 2019) ada empat indicator untuk
mengukur keputusan pembelian, yaitu:

  1. Keinginan untuk menggunakan produk
  2. Keinginan untuk membeli produk
  3. Memprioritaskan pembelian suatu produk
  4. Kesediaan untuk berkorban (waktu, biaya dan tenaga) untuk mendapatkan suatu
    produk

Pengertian Keputusan Pembelian


Pengambilan keputusan menjadi aspek paling penting dari kegiatan
manajemen. Pengambilan keputusan merupakan kegiatan yang sering dilakukan
dalam proses manajemen sehingga perlunya mengetahui apakah pengambilan
keputusan itu? Apa keputusan itu? Hingga apa saja tingkat klasifikasinya dan
berbagai jenisnya?
Pengertian keputusan pembelian menurut Schiffman dan Kanuk (2008);
(Gunawan & Susanti, n.d.), “Keputusan pembelian yaitu pemilihan dari dua atau
lebih alternatif pilihan keputusan pembelian, yang berarti bahwa seseorang bisa
membuat keputusan, tetapi harus tersedia beberapa alternatif pilihan untuk dipilih
salah satu diantaranya.”
Menurut Kottler dan Keller (2002:165); (Nasution et al., 2019),
“Keputusan pembelian konsumen merupakan tindakan individu secara langsung
ataupun tidak yang terlibat untuk memperoleh dan mempergunakan suatu produk
atau jasa yang di butuhkan. Keputusan pembelian tersebut dipengaruhi oleh harga,
produk, pelayanan dan lokasi.”
Sedangkan menurut Engel, Blackward dan Miniard; (Nasution et al.,
2019), “Faktor yang mempengaruhi konsumen dalam melakukan pembelian
adalah pengaruh lingkungan, perbedaan sumber daya, pengaruh individual dan
factor psikologis. Pengaruh lingkungan meliputi factor budaya, factor kelas sosial,
factor pribadi, factor keluarga dan factor situasi. Perbedaan sumber daya yaitu
sumber daya ekonomi, temporal dan kognitif. Proses psikologis meliputi motivasi,
persepsi, pengetahuan serta kepercayaan.”

Indikator Kepuasan Konsumen


Menurut Dutka dalam Cahyono Melinda (2008); (Bahar & Sjahruddin,
2015) terdapat tiga dimensi dalam mengukur kepuasan pelanggan secara universal
yaitu;

  1. Attributes related to product, yaitu kepuasan terkait dengan karakteristik
    produk seperti menentukan nilai yang dicapai dengan harga, kemampuan
    produk untuk menentukan kepuasan, dan keunggulan produk.
  2. Attributes related to service yaitu dimensi kepuasan yang terkait dengan
    karakteristik layanan, seperti jaminan yang dijanjikan, proses pemenuhan atau
    penyampaian layanan, atau proses pemecahan masalah yang diberikan.
  3. Attributes related to purchase yaitu suatu dimensi kepuasan yang berhubungan
    dengan atribut keputusan pembelian dari produsen. Seperti ketersediaan
    informasi, kesopanan karyawan, dan dampak reputasi perusahaan

Faktor yang Mempengaruhi Kepuasan Konsumen


Menurut Zeithalm & Bitner (2000); (NATSIR & MIMI, 2018), ketika
menentukan kepuasan konsumen ada lima faktor yang harus diperhatikan oleh
perusahaan, antara lain:

  1. Kualitas produk, yaitu pelanggan akan merasa puas bila hasil mereka
    menunjukkan bahwa produk yang mereka gunakan berkualitas.
  2. Kualitas pelayanan atau jasa, yaitu pelanggan akan merasa puas bila mereka
    mendapatkan pelayanan yang baik atau sesuai dengan yang diharapkan.
  3. Harga, yaitu produk yang mempunyai kualitas yang sama tetapi menetapkan
    harga yang relatif murah akan memberikan nilai yang lebih tinggi kepada
    pelanggan.
  4. Kondisi Konsumen, yaitu suatu keadaan atau situasi yang di alami oleh
    konsumen yang dipengaruhi oleh keadaan internal atau eksternal, bersifat tidak
    dapat di prediksi dan berubah-ubah.
  5. Karakter Konsumen, yaitu karakter yang dimiliki oleh konsumen yang
    dipengaruhi oleh sifat, selera hingga latar belakang konsumen.

Elemen Kepuasan Konsumen


Menurut Wilkie (1994); (Suryani & Rosalina, 2019) ada lima elemen yang
menyangkut kepuasan konsumen, yaitu :

  1. Harapan (expectations)
    Harapan konsumen terhadap suatu barang atau jasa terbentuk sebelum
    konsumen membeli barang atau jasa tersebut. Konsumen mengharapkan
    barang dan jasa yang mereka terima untuk memenuhi harapan, keinginan dan
    keyakinan mereka saat mereka menyelesaikan proses pembelian. Produk dan
    jasa yang memenuhi harapan konsumen memberikan rasa kepuasan kepada
    konsumen.
  2. Kinerja (performance)
    Konsumen mengalami kinerja kehidupan nyata saat menggunakan
    produk dan layanan, tidak terpengaruh oleh harapan. Konsumen puas ketika
    pengiriman barang dan jasa yang sebenarnya berhasil.
  3. Perbandingan (camparison)
    Hal ini dilakukan dengan membandingkan kinerja yang diharapkan dari
    barang atau jasa sebelum membeli dengan kinerja aktual barang atau jasa yang
    dirasakan. Konsumen senang bahwa harapan pra-pembelian mereka sesuai atau
    melebihi persepsi mereka tentang kinerja produk yang sebenarnya.
  4. Pengalaman (experience)
    Harapan konsumen dipengaruhi oleh pengalaman mereka terhadap
    penggunaan merek dari barang atau jasa yang berbeda dari orang lain.
  5. Konfirmasi (comfirmation) dan dikonfirmasi (disconfirmation)
    Konfirmasi atau terkonfirmasi terjadi jika harapan sesuai dengan kinerja
    aktual produk. Sebaliknya diskonfirmasi atau tidak terkonfirmasi terjadi ketika
    harapan lebih tinggi atau lebih rendah dari kinerja aktual produk. Konsumen
    akan merasa puas ketika terjadi confirmation /disconfirmation

Pengertian Kepuasan Konsumen


Kotler (2000); (Bahar & Sjahruddin, 2015) menyatakan bahwa kepuasan
adalah perasaan senang atau kecewa. Seseorang yang diperoleh sebagai hasil dari
membandingkan kesan dan harapan kinerja produk (hasil). Konsumen yang puas
membeli "produk" lain yang dijual perusahaan dan menjadi "pemasar" yang
efektif melalui ulasan positif. Ini membantu meningkatkan penjualan dan
kredibilitas suatu bisnis.
Menurut Tjiptono (2009); (Anggriana et al., 2017) kepuasan konsumen
merupakan suatu tingkatan kebutuhan (under-fulfillment / over-fulfillment) dan
berujung pada tercapainya keinginan pelanggan, sehingga pelanggan secara
langsung dan berulang kali akan datang dan menggunakan produk ataupun jasa
tesebut. Sehingga rasa puas didapatkan oleh konsumen dan akan menghasilkan
word of mouth.
Oliver (1993); (Bahar & Sjahruddin, 2015) Dijelaskan kepuasan ini
adalah tingkat emosi seseorang setelah membandingkan kinerja dan hasil dengan
harapan. Ada banyak tujuan bisnis untuk mencapai kepuasan konsumen kepada
konsumennya, salah satu bisnis yang bisa ditemui adalah toko online. Meskipun
konsumen tidak puas tidak akan begitu mempengaruhi jalannya bisnis online pada
saat ini tetapi mungkin akan mempengaruhi pembelian perilaku online di masa
depan.

Indikator Kualitas Pelayanan Online


Yang dan Jun (2002), Rowley (2006); (Li et al., 2009) mengusulkan dua
dimensi kualitas pelayanan electronic dari perspektif pelanggan, yaitu:

  1. Experience (Pengalaman)
    Pengalaman disini terkait dengan kesan penggunaan layanan eloktronik
    pelanggan sebelumnya (buyer review). Pengalaman online pelanggan
    mencakup elemen-elemen seperti mencari, menelusuri, menemukan, memilih,
    membandingkan dan mengevaluasi informasi serta berinteraksi dan
    bertransaksi dengan perusahaan online Constantinides (2004); (Li et al., 2009).
  2. Trust (Kepercayaan)
    Dalam era digital, kepercayaan terhadap perusahaan online menjadi factor
    terpenting dalam pertumbuhan penjualan online, kesuksesan online dan daya
    saing Gounaris et al. (2005); (Li et al., 2009). Kepercayaan pada layanan
    elektronik terkait dengan proses pembelian dan pembayaran, keandalan situs
    web, masalah privasi dan sekuritas, pemenuhan pesanan, pengiriman layanan,
    layanan purna jual dan reputasi perusahaan.
    Pengalaman online pelanggan dapat mempengaruhi niat pembelian pada
    kedepannya, sikap terhadap pelayanan elektronik dan kepuasan konsumen.
    Untuk kepercayaan pelanggan kepada perusahaan online sangat penting untuk
    kesuksesan perusahaan online.
    Sebagai sebuah platform aplikasi penjualan digital, Shopee memberikan
    berbagai fitur pendukung dalam peningkatan pelayanan yang akan diberikan
    konsumen. Melalui Shopee Live, Shopee Finance, Shopee Flashsale, Shopee
    Express dan yang terbaru Shopee Food, Shopee menunjukkan kesiapannya
    dalam melakukan pelayanan secara menyeluruh sehingga tercapai experience
    pelanggan, kepercayaan pelanggan dan kepuasan pelayanan yang akan diterima
    oleh konsumen.

Kualitas Layanan Elektronik


Internet telah secara signifikan merevolusi industri startup dalam decade
terakhir, pada tahap awal pasar internet perusahaan e-commerce telah bersaing
dengan pasar online maupun pasar tradisional dengan menyediakan kemudahan
informasi dan kemudahan transaksi produk. Oleh karena itu, perusahaan e-
commerce perlu menemukan sesuatu yang lain untuk menarik pelanggan ke
pelayanan online mereka.
Oliveria dkk, (2002); (Li et al., 2009) menyatakan bahwa layanan
elektronik (e-service) mungkin menjadi kunci keuntungan jangka panjang di era
digital, dan kualitas layanan elektronik menjadi semakin penting bagi perusahaan
untuk mempertahankan dan menarik pelanggan di era digital.
Menurut Tjiptono (2004); (Bisnis & Informatika, n.d.) telah
mendefinisikan bahwa kualitas layanan elektronik sebagai kualitas layanan yang
dievaluasi oleh konsumen secara keseluruhan di pasar virtual. Ada banyak
penelitian yang berfokus pada bagaimana kualitas layanan akan mempengaruhi
keputusan konsumen dalam beberapa dekade terakhir. Namun demikian, ada lebih
banyak penelitian saat ini karena e-commerce menjadi lebih dekat dengan
konsumen. Misalnya, banyak orang akan mengevaluasi kualitas situs web melalui
komunitas virtual.
Saluran perdagangan yang mereka gunakan akan menentukan keberhasilan
situs web, menurut (Liu & Arnett, 2000), WebQual dikembangkan oleh banyak
peneliti dalam studi sebelumnya untuk menilai Situs Web pada 12 dimensi. Ke-12
dimensi yang dinilai adalah kesesuaian informasi dengan kesiapan pelayanan,
interaksi, kepercayaan, waktu respons, intuitif desain, daya tarik visual, inovasi,
kemudahan, daya tarik emosional, komunikasi terintegrasi, proses bisnis, dan
substitusi. Kualitas e-service telah menjadi salah satu faktor kunc

Karakteristik Kualitas Pelayanan


Normann, (1991); (Trilestari, 2004) memberikan karakteristik pelayanan
sebagai berikut:

  1. Pelayanan adalah sesuatu yang tidak dapat di raba (non fisik), dan sesuatu hal
    yang berlawanan sifatnya dengan barang jadi (fisik).
  2. Pelayanan pada kenyataannya adalah sebuah tindakan nyata dan sifatnya
    berpengaruh pada tindak sosial.
  3. Produksi dan konsumsi dari pelayanan tidak dapat dipisahkan secara nyata,
    karena pada umumnya kegiatan tersebut terjadi pada saat yang bersamaan.
    Karakteristik tersebut dapat dijadikan dasar bagaimana pemberian pelayanan
    yang baik. Pengertian yang lebih luas disebutkan oleh Daviddow dan Uttal,
    (1989); (Sheth & Kellstadt, 1992) merupakan usaha yang mengedepankan
    tingkat kepuasan pelanggan (whatever enhances customer satisfaction)

Pengertian Kualitas Pelayanan


Kualitas pelayanan merupakan sebuah aktivitas dari perusahaan atau
penyedia jasa untuk mengukur sejauh mana perusahaan dapat memberikan
pelayanan guna memenuhi harapan yang diinginkan konsumen atau pelanggan.
Menurut Caruana (2002); (Sidi, 2018) mengatakan bahwa “kualitas pelayanan
merupakan hasil perbandingan yang dibuat oleh konsumen, antara ekspektasi
konsumen terhadap layanan dan persepsi konsumen terhadap layanan yang telah
diterima.”
Menurut Bouman dan Wiele (1992); (Bahar & Sjahruddin, 2015)
mengatakan bahwa, “Dimensi kualitas layanan meliputi layanan pada konsumen,
bersifat tangibles atau sesuatu yang tampak dalam kesiapan pemberian layanan
berdasarkan fasilitas (elemen fisik) maupun keyakinan akan jaminan atas layanan
yang akan diberikan dengan kualitas layanan sesuai standar.”
Sedangkan menurut Grönroos (1984); (Gong & Yi, 2018) berpendapat
bahwa “kualitas layanan terdiri dari dua dimensi yaitu kualitas teknis dan kualitas
fungsional. Kualitas teknis mengacu pada apa yang diterima pelanggan sebagai
hasil interaksi mereka dengan perusahaan jasa. Pada aspek ini dapat disebut
sebagai dimensi kualitas hasil. Di sisi lain, kualitas fungsional mewakili
bagaimana layanan disampaikan. Dengan kata lain, yaitu cara karyawan
melakukan layanan interaksi dengan konsumen dan ini merupakan penilaian yang
dapat konsumen lihat dari suatu pelayanan yang telah diterima. Pada aspek ini
dapat disebut sebagai dimensi kualitas interaksi.”

Dimensi Digital Marketing


Menurut Ryan & Jones (2009); (Susanti, 2020), Dimensi digital marketing
dari sisi promosi dalam bauran pemasaran antara lain :

  1. Website
    Pada tahun 1989 Tim Berners-Lee, seorang programmer komputer
    berkebangsaaan Inggris yang bekerja pada European Pysics Laboratory
    (CERN) di Genewa, Swiss, melakukan sesuatu yang berbeda dari apa yang
    telah dilakukan sebelumnya. Dia mengkombinasikan hypermedia dengan
    sumber-sumber informasi Internet yang sangat luas. Sebelum ada Web, kita
    dapat melakukan banyak hal di internet, tetapi tidak satupun dapat dilakukan
    dengan mudah.
    Jika melakukan pencarian pada laman mesin pencari, akan muncul banyak
    referensi mengenai hal yang akan kita cari dengan banyak kesamaan. Pada
    website memuat segala informasi mengenai perusahaan meliputi produk atau
    layanan suatu bisnis bahkan blog.
    Dalam dunia bisnis website menjadi penghubung strategi pemasaran
    digital terhadap dunia digital secara keseluruhan, karena website merupakan
    pusat kegiatan bisnis online yang telah dibangun. Tidak hanya menjadi suatu
    identitas online, tetapi juga untuk membangun citra dan reputasi bisnis yang
    terarah langsung ke calon konsumen.
  2. Search Engine Optimization (SEO)
    SEO adalah singkatan dari "optimasi mesin pencari". Teknik ini
    merupakan upaya untuk mengoptimalkan website kita untuk mencapai
    peringkat teratas di hasil pencarian Google. Dengan SEO, website bisa lebih
    mudah bagi orang untuk menemukan dan menyerap lebih banyak lintasan.
    SEO menjadi bagian terpenting dari website.
    Gambar 2.1 Grafik Google menguasai 90% pangsa pasar mesin pencari
    (Sumber:Statista)
    SEO Google cukup menentukan keberhasilan Web, dengan tingkat SEO
    yang tinggi, website akan menjaring lebih banyak potensi traffic. Pada grafik di
    atas diketahui sekitar 53% traffic website datang dari pencarian organic (SEO).
    Pencarian organic yaitu aktivitas pencarian informasi dengan memasukkan
    keyword tertentu pada mesin pencari. Dan bukan sekedar traffic, jangkauan
    audiens juga sesuai dengan tujuan situs (meningkatkan branding, kegiatan
    transaksi, sumber informasi, dll).
  3. Search Engine Marketing (SEM)
    Meski terdengar mirip, SEO adalah hal yang berbeda dengan SEM
    (Search Engine Marketing). Perbedaan SEM dan SEO yaitu pada fokusnya.
    SEO Google fokus untuk meningkatkan performa website,
    sedangkan SEM fokus menjaring hasil (traffic hingga konversi) secara instan.
    Meskipun SEM mampu mendatangkan hasil secara instan, bukan berarti
    SEO website tidak efektif. Terbukti pada 70-80% orang mengabaikan hasil
    pencarian berbayar dan lebih memilih konten yang naik secara organik. Sebab,
    banyak orang malas mengklik konten yang ada embel-embel iklannya.
    (https://www.niagahoster.co.id/blog/apa-itu-seo/)
  4. Social Media
    Sosial media dapat menjadi jembatan untuk membangun komunikasi
    dengan audiens/calon konsumen, cara yang praktis dan menyenangkan karena
    dapat menjalin komunikasi secara langsung dengan konsumen. Dan tidak
    menutup kemungkinan juga untuk mendapatkan konsumen baru ketika kita
    melakukan promosi pada produk yang kita jual. Segala kemudahan komunikasi
    ini dapat membuat konversi penjualan kita semakin menaik.
    Pemanfaatan platform social media untuk mempromosikan produk/jasa
    mengacu pada situs atau website, yaitu tempat berkumpulnya banyak orang
    tanpa pembatasan dan memiliki jalur yang meluas. Pemanfaatan jenis platform
    pada social media semakin beragam sehingga memunculkan beragam Teknik
    marketing yang dapat disesuaikan dengan platform yang akan digunakan.

Penerapan Digital Marketing


Sebelum melalukan penerapan strategi Digital Marketing, perlu adanya
beberapa catatan yang harus diketahui, yaitu meliputi:

  1. Produk atau Jasa yang ditawarkan harus memiliki keunggulan dari sisi harga,
    sehingga konsumen punya ketertarikan dalam melakukan pembelian secara
    online
  2. Produk atau jasa di viralkan (share, like dan comment) atau direkomendasikan
    banyak orang, Hal ini bertujuan agar produk yang ditawarkan dapat menarik
    perhatian calon konsumen.
  3. Bagaimana membuat situs bisnis popular di hasil pencarian dan bagaimana
    membuat konten kita semenarik mungkin agar bisa mempengaruhi keputusan
    pembelian konsumen
  4. Pastikan platform digital yang akan digunakan terpercaya, cepat, mudah,
    proaktif, terintegrasi dan mampu membangun engagement yang tinggi.
  5. Optimasi mesin pencarian pemasaran di Media Social (Facebook, Intagram,
    Twitter dan Tiktok). Pembuatan konten, pemasaran melalui E-mail serta
    pengelolaan aset pemasaran.
    Selanjutnya yang perlu diperhatikan adalah langkah dan taktik dalam
    pengimplementasian strategi digital marketing, ada beberapa hal yang harus
    diketahui yaitu meliputi:
  6. Tentukan Strategi Digital Marketing salah satunya dengan membuat
    Content Marketing, strategi ini dapat menghasilkan dan mendistribusikan
    konten yang mampu memikat target pasar dan mengonversi mereka menjadi
    pelanggan. Faktanya, pada strategi ini lebih hemat 62% daripada traditional
    marketing. Sedangkan leads yang datang bisa meningkat tiga kali lipat.
  7. Strategi Content Marketing dan pemilihan alat digital marketing yang tepat
    sehingga mudah mengjangkau berbagai audiens. Pasalnya, strategi ini cukup
    melimpah sehingga kita dapat menerapkannya ke berbagai bentuk, yaitu:
     Blog, yaitu jenis website yang berisi konten berupa artikel
     EBook, yaitu buku elektronik yang boleh audiens unduh melalui website
    atau platform lainnya
     Emal Marketing, yaitu upaya marketing yang focus pada komunikasi
    lewat Email
     Video Marketing, merupakan metode marketing yang memanfaatkan
    video pada platform online (Youtube, Tiktok, Reels IG)
     Social Media Marketing, yakni strategi marketing dengan memanfaatkan
    media sosial sebagai platform utamanya (Facebook, Instagram dan
    Twitter)
  8. Susun Marketing Plan yang sesuai, buatlah konten yang mampu
    memudahkan kita dalam mencapai tujuan bisnis secara efektif dan dalam
    jangka panjang, tetapi poin yang perlu diingat adalah pada setiap bentuk
    konten marketing membutuhkan pendekatan yang berbeda-beda.
  9. Terapkan Strategi Copywriting (Teknik membujuk pembaca untuk
    mengikuti perintah), pada strategi ini tindakan yang akan dilakukan audiens
    adalah sesuatu yang akan meningkatkan engagement dan memperbanyak
    leads sehingga dapat menaikkan tingkat penjualan produk. Jika sebuah
    konten dan strategi copywriting diterapkan secara bersamaan, strategi ini
    akan saling melengkapi dan membuat konten lebih powerful.
  10. Bangun dan optimasi chanel media sosial, hal ini untuk membangun citra
    dan kepercayaan audiens atau calon konsumen. Selain itu media sosial juga
    dapat sebagai alat untuk membangun komunikasi langsung dengan calon
    konsumen.
  11. Pahami Metrik Digital Marketing dan Evaluasi Strategi Digital Marketing,
    hal ini menjadi cukup penting mengingat selera pasar dan cara komunikasi
    masyarakat yang sering berubah. Ketika penguasaan ini kita miliki maka
    strategi marketing yang akan digunakan akan selalu tepat dan
    menguntungkan.

Digital Marketing


Strategi pemasaran adalah suatu alat untuk mencapai tujuan perusahaan
dengan mengembangan keunggulan bersaing yang berkesinambungan dalam
pasar yang telah di tentukan dan pemilihan program pemasaran yang digunakan
dalam melayani pasar sasaran tersebut.
Pemasaran menurut Kotler dan Amstrong (2012); (Lucyantoro &
Rachmansyah, 2018) adalah, “Pemasaran sebagai serangkaian proses di mana
perusahaan menciptakan nilai kepada pelanggan dan mengkomunikasikannya,
sehingga dapat menjalin hubungan pelanggan yang kuat dan menguntungkan bagi
setiap pemangku kepentingan.”
Sedangkan menurut William J. Stanton; (Widodo, 2018), “Pemasaran
adalah suatu sistem kegiatan bisnis interaktif yang dirancang untuk
merencanakan, menetapkan harga, mempromosikan, dan mendistribusikan produk
dan jasa yang dibutuhkan oleh pelanggan yang ada dan pelanggan potensial.”
Legacy Marketing atau Teknik marketing tradisional, dilakukan dengan
arah vertical atau satu arah. Dengan eksklusivitas dan teknik marketing yang
tinggi serta menggunakan budget yang tinggi dengan hasil yang terbatas (Gulati,
2007). Sedangkan New Wave Marketing (Marketing Ombak) adalah strategi
pemasaran dengan menyasar langsung pada pangsa pasar potensial yang
membutuhkan. Pada strategi ini menekankan efisiensi budget dan berfokus pada
segmen produk yang paling diminati pasar potensial. Kunci pada strategi ini
adalah produk yang kreatif dan respon pasar yang cepat, salah satunya melalui
digital marketing.
Pada new wave marketing strategi bukan hanya mengandalkan digital
marketing saja, tetapi bagaimana kreatifitas marketer untuk membuat strategi
yang efisien ketika online marketing sudah membuka jalan untuk pemasaran
produk tersebut. Sehingga menurut Hermawan, new wave marketing akan menjadi
strategi marketing masa depan, terlihat dalam efisiensi keluaran dan hasil yang
didapat.
Kunci keberhasilan dari marketing itu sendiri adalah bagaimana
perusahaan dapat menempatkan positioning produk pada konsumen. Bagaimana
menanamkan image sebuah produk dengan cerdik dan kreatif, sehingga ketika
konsumen membutuhkan suatu produk yang akan diingat adalah produk kita. Jadi
menurut Kasali (1998), Positioning adalah strategi komunikasi bukan hanya
strategi produk. Tetapi positioning tidak hanya perihal tagline, tetapi lebih dalam
dari itu karena berkaitan dengan value dan persepsi produk pada konsumen.
Menurut Kartajaya (2004), positioning merupakan “alasan untuk membeli” atau
bagaimana produk tersebut dapat menjadi “keputusan pembelian” pada
konsumen

Sales Promotion Tools


Terdapat 9 bentuk dari sales promotion tools, yakni
(Nathania, 2021):

  1. Samples
    Sampel adalah salah satu alat paling penting untuk promosi
    penjualan. Sampel didefinisikan sebagai penawaran kepada konsumen
    sejumlah kecil produk untuk uji coba. Sampel gratis diberikan kepada
    konsumen untuk membangkitkan minat mereka pada produk. Sampel
    membantu konsumen memverifikasi kualitas produk.
    Sampel dikirimkan kepada konsumen. Sampel ini juga dikirim
    melalui surat atau diberikan kepada pelanggan di toko eceran itu sendiri.
    Terkadang, sampel dilampirkan ke produk lain.
  2. Coupons
    Kupon adalah sertifikat yang memberi pembeli tabungan saat
    mereka membeli produk tertentu. Kupon biasanya dikeluarkan bersama
    dengan produknya. Mereka memberikan hak kepada pemegangnya
    untuk simpanan tertentu atas produk atau pengembalian uang tunai.
    Kupon digunakan untuk kenyamanan dari barang yang
    diperoleh konsumen. Mereka dapat didistribusikan dari pintu ke pintu,
    melalui surat atau mereka dapat dimasukkan ke dalam paket.
    Terkadang, kupon dapat menjadi bagian dari iklan majalah atau surat
    kabar.
  3. Demonstration
    Demonstrasi diperlukan jika produk bersifat kompleks dan
    bersifat teknis. Pelanggan dididik tentang cara menggunakan produk
    dengan benar. Demonstrasi produk mendorong pelanggan untuk
    membeli. Demonstrasi diberikan tanpa biaya.
  4. Contests
    Kontes adalah acara promosi yang memberikan kesempatan
    kepada konsumen untuk memenangkan sesuatu seperti uang tunai,
    perjalanan, atau barang. Kontes dilakukan untuk menarik pelanggan
    baru. Mereka memperkenalkan produk baru dengan meminta prospek
    menyebutkan alasan pembelian produk tersebut.
  5. Cash refund offer
    Penawaran pengembalian uang tunai adalah potongan harga
    yang diberikan dari harga produk. Ini adalah tawaran untuk
    mengembalikan sebagian dari harga pembelian suatu produk kepada
    konsumen yang mengirimkan bukti pembelian ke produsen. Selain itu,
    jika pembeli tidak puas dengan produk tersebut, seluruh harga atau
    sebagian akan dikembalikan. Penawaran pengembalian uang tunai
    tertera pada produk.
  6. Premium
    Premium mengacu pada barang yang ditawarkan secara gratis
    atau dengan biaya rendah sebagai insentif untuk membeli suatu produk.
    Premi mungkin ada di dalam paket, di luarnya, atau diterima melalui
    pos. Paket yang dapat digunakan kembali berfungsi sebagai premium.
    Premi likuiditas adalah jumlah tambahan yang ditawarkan
    dengan harga normal. Stempel perdagangan diberikan oleh penjual
    kepada konsumen. Ini dapat ditebus di pusat penebusan stamp.
  7. “Price off” offer
    Barang dijual dengan harga lebih murah selama periode
    penjualan cukup rendap. Dengan adanya penurunan harga maka dapat
    mendorong penjualan barang.
  8. Consumer sweepstakes
    Undian meminta konsumen untuk mengirimkan nama mereka
    untuk undian. Nama-nama konsumen termasuk dalam daftar pemenang
    hadiah kontes. Pengundian undian dan pemenang mendapatkan hadiah.
  9. Buy back allowances
    Tunjangan diberikan kepada pembeli atas dasar pembelian
    mereka sebelumnya. Dengan kata lain, tunjangan pembelian kembali
    diberikan untuk pembelian selanjutnya, berdasarkan jumlah barang
    yang dibeli sebelumnya.

Dimensi Sales Promotion


Terdapat tiga aspek yang merupakan dimensi dari sales promotion
yang memengaruhi keberhasilan sales promotion. Ketiga aspek tersebut, yakni
(Kotler & Keller, 2018, p. 622):

  1. Incentive Value
    Sebelum suatu perusahaan melakukan kegiatan promosi, perusahaan
    tersebut diharuskan menentukan besaran budget tambahan atau insentif
    yang akan diberikan kepada konsumennya. Perhitungan incentive value
    ditentukan dari beberapa hal seperti, margin perusahaan, reaksi
    konsumen dalam menilai promosi, dsb. Konsumen produk atau jasa
    akan semakin tertarik apabila nilai insentif yang ditawarkan dalam
    promosi semakin besar.
  2. Duration
    Perusahaan yang ingin menjalankan kegiatan sales promotion harus
    menentukan jangka waktu promosi yang akan dilaksanakan. Tidak ada
    patokan pasti untuk menentukan durasi promosi tersebut, akan tetapi
    promosi dengan durasi yang pendek akan menimbulkan respon impulsif
    yang lebih besar daripada promosi dengan durasi yang panjang. Di lain
    hal, promosi dengan durasi yang panjang memiliki kesempatan untuk
    diketahui oleh lebih banyak target market daripada promosi dengan
    durasi yang pendek
  3. Distribution Media
    Aspek ini memberikan penjelasan mengenai cara yang digunakan oleh
    perusahaan atau merek dalam memilih saluran yang dianggap paling
    tepat dalam menyebarkan aktivitas sales promotion. Lahirnya berbagai
    macam media baru untuk menyalurkan informasi dalam aktivitas sales
    promotion ini disebabkan oleh perkembangan zaman. Hal ini
    menyebabkan aktivitas sales promotion juga dapat disebarkan melalui
    media sosial, digital ads, hingga penggunaan influencer. Tidak lagi
    hanya sekedar melalui iklan tradisional.

Tipe Influencer Marketing berdasarkan Tujuan


Di era sekarang ini banyak perusahaan yang menggunakan strategi
influencer marketing dalam memasarkan produknya. Strategi pemasaran ini
dianggap paling relevan. Hal ini dikarenakan karakteristik yang dimiliki oleh
influencer media sosial sangat efektif untuk digunakan sebagai media perantara
dalam memperkenalkan sebuah merek dan membuat audiens dari influencer
tersebut melakukan aksi yang diharapkan oleh sebuah merek.
Namun dalam menjalankan strategi ini juga diperlukannya tahap
identifikasi tujuan pemasaran dengan tepat agar tidak terjadi kesalahan dalam
menjalankan kegiatan promosi sehingga dapat mencapai hasil yang diharapkan.
Menurut Dimas, terdapat beberapa tipe influencer marketing berdasarkan
tujuannya yang dapat dilakukan, yaitu (Gityandraputra, 2020):

  1. Bertujuan untuk meningkatkan Brand Awareness
    a. Channel Takeover
    Melalui tipe ini sebuah merek dapat bekerja sama dengan
    puluhan hingga ratusan influencer untuk menyebarkan pesan dari
    kampanye yang dijalankan oleh merek tersebut melalui sudut pandang
    influencer. Hal ini memberikan gambaran keadaan seolah-olah berbagai
    saluran media sosial itu diambil alih oleh sebuah merek.
    Tujuan strategi ini adalah untuk dapat meningkatkan jangkauan
    sasaran audiens yang lebih luas. Tipe ini juga dapat menimbulkan rasa
    penasaran pada masyarakat untuk mencari tahu lebih banyak lagi
    mengenai kampanye yang sedang berlangsung. Hal ini mengakibatkan
    semakin banyak orang yang lebih mengenal merek yang ditawarkan
    dalam kegiatan pemasaran tersebut.
    b. Creative Challenge
    Creative challenge merupakan suatu aktivitas unik menantang
    yang dibuat oleh suatu merek untuk diikuti oleh masyarakat luas melalui
    sebuah platform, biasanya melalui media sosial. Jika suatu merek
    melangsungkan aktivitas tersebut dan diikuti oleh ribuan hingga jutaan
    pengguna media sosial, maka merek tersebut akan mendapatkan
    keuntungan dari banyaknya orang yang jadi mengenal dan
    memperbincangkan kampanye dari merek tersebut.
    c. Emotional Storytelling
    Melalui emotional storytelling, sebuah merek dapat menangkap
    perhatian audiens dengan mengangkat berbagai kisah emosional.
    Keunggulan dari tipe strategi ini adalah cerita yang disampaikan oleh
    influencer atau merek dapat membuat calon konsumen melibatkan
    perasaan yang pada akhirnya konsumen merasa lebih percaya dengan
    pesan yang disampaikan.
  2. Bertujuan untuk membangun merek (Brand Building)
    a. Product Placement
    Bentuk dari tipe strategi ini adalah bekerja sama dengan
    berbagai influencer yang cocok dengan merek agar mereka dapat
    membagikan kisah unik dan mengemas pesan dari kampanye yang ingin
    disampaikan ke dalam cerita yang familiar bagi sasaran audiensnya.
    b. How-To’s
    Manfaat yang dapat diperoleh dari tipe strategi ini adalah
    memberikan merek kesempatan untuk dapat lebih mudah ditemukan
    calon konsumen. Pada dasarnya, terdapat banyak pengguna internet
    yang senang dan sering mencari video dari cara untuk melakukan
    sesuatu, atau how-to dari produk tertentu yang mereka inginkan.
  3. Bertujuan untuk Product Consideration
    a. Guides and Review
    Tipe strategi ini memiliki kemiripan dengan tipe how-to, yang
    menjadi perbedaannya adalah melalui guides and review sebuah pesan
    disampaikan dengan lebih mendalam. Cara ini dikatakan cukup efektif
    untuk mengkonversi calon konsumen, dikarenakan isi kontennya yang
    bermanfaat untuk audiens. Terlebih pesan pada konten ini disampaikan
    oleh influencer dengan cara komunikasi yang mudah dipahami banyak
    orang.
    b. Promos
    Pada dasarnya banyak orang yang tertarik dengan penawaran
    promo dikarenakan mereka dapat memperoleh atau membeli sesuatu
    yang mereka inginkan dengan harga yang relatif lebih murah atau
    terdapat keuntungan lebih. Hal ini juga yang yang membuat tipe strategi
    ini dikatakan tepat untuk menarik audiens agar segera membeli produk
    yang dipromosikan. Keunggulan lainnya dari tipe ini adalah ROI lebih
    mudah diukur lewat kode unik atau tautan yang diikutsertakan dalam
    kontennya9

Tipe Influencer Marketing berdasarkan Tujuan


Di era sekarang ini banyak perusahaan yang menggunakan strategi
influencer marketing dalam memasarkan produknya. Strategi pemasaran ini
dianggap paling relevan. Hal ini dikarenakan karakteristik yang dimiliki oleh
influencer media sosial sangat efektif untuk digunakan sebagai media perantara
dalam memperkenalkan sebuah merek dan membuat audiens dari influencer
tersebut melakukan aksi yang diharapkan oleh sebuah merek.
Namun dalam menjalankan strategi ini juga diperlukannya tahap
identifikasi tujuan pemasaran dengan tepat agar tidak terjadi kesalahan dalam
menjalankan kegiatan promosi sehingga dapat mencapai hasil yang diharapkan.
Menurut Dimas, terdapat beberapa tipe influencer marketing berdasarkan
tujuannya yang dapat dilakukan, yaitu (Gityandraputra, 2020):

  1. Bertujuan untuk meningkatkan Brand Awareness
    a. Channel Takeover
    Melalui tipe ini sebuah merek dapat bekerja sama dengan
    puluhan hingga ratusan influencer untuk menyebarkan pesan dari
    kampanye yang dijalankan oleh merek tersebut melalui sudut pandang
    influencer. Hal ini memberikan gambaran keadaan seolah-olah berbagai
    saluran media sosial itu diambil alih oleh sebuah merek.
    Tujuan strategi ini adalah untuk dapat meningkatkan jangkauan
    sasaran audiens yang lebih luas. Tipe ini juga dapat menimbulkan rasa
    penasaran pada masyarakat untuk mencari tahu lebih banyak lagi
    mengenai kampanye yang sedang berlangsung. Hal ini mengakibatkan
    semakin banyak orang yang lebih mengenal merek yang ditawarkan
    dalam kegiatan pemasaran tersebut.
    b. Creative Challenge
    Creative challenge merupakan suatu aktivitas unik menantang
    yang dibuat oleh suatu merek untuk diikuti oleh masyarakat luas melalui
    sebuah platform, biasanya melalui media sosial. Jika suatu merek
    melangsungkan aktivitas tersebut dan diikuti oleh ribuan hingga jutaan
    pengguna media sosial, maka merek tersebut akan mendapatkan
    keuntungan dari banyaknya orang yang jadi mengenal dan
    memperbincangkan kampanye dari merek tersebut.
    c. Emotional Storytelling
    Melalui emotional storytelling, sebuah merek dapat menangkap
    perhatian audiens dengan mengangkat berbagai kisah emosional.
    Keunggulan dari tipe strategi ini adalah cerita yang disampaikan oleh
    influencer atau merek dapat membuat calon konsumen melibatkan
    perasaan yang pada akhirnya konsumen merasa lebih percaya dengan
    pesan yang disampaikan.
  2. Bertujuan untuk membangun merek (Brand Building)
    a. Product Placement
    Bentuk dari tipe strategi ini adalah bekerja sama dengan
    berbagai influencer yang cocok dengan merek agar mereka dapat
    membagikan kisah unik dan mengemas pesan dari kampanye yang ingin
    disampaikan ke dalam cerita yang familiar bagi sasaran audiensnya.
    b. How-To’s
    Manfaat yang dapat diperoleh dari tipe strategi ini adalah
    memberikan merek kesempatan untuk dapat lebih mudah ditemukan
    calon konsumen. Pada dasarnya, terdapat banyak pengguna internet
    yang senang dan sering mencari video dari cara untuk melakukan
    sesuatu, atau how-to dari produk tertentu yang mereka inginkan.
  3. Bertujuan untuk Product Consideration
    a. Guides and Review
    Tipe strategi ini memiliki kemiripan dengan tipe how-to, yang
    menjadi perbedaannya adalah melalui guides and review sebuah pesan
    disampaikan dengan lebih mendalam. Cara ini dikatakan cukup efektif
    untuk mengkonversi calon konsumen, dikarenakan isi kontennya yang
    bermanfaat untuk audiens. Terlebih pesan pada konten ini disampaikan
    oleh influencer dengan cara komunikasi yang mudah dipahami banyak
    orang.
    b. Promos
    Pada dasarnya banyak orang yang tertarik dengan penawaran
    promo dikarenakan mereka dapat memperoleh atau membeli sesuatu
    yang mereka inginkan dengan harga yang relatif lebih murah atau
    terdapat keuntungan lebih. Hal ini juga yang yang membuat tipe strategi
    ini dikatakan tepat untuk menarik audiens agar segera membeli produk
    yang dipromosikan. Keunggulan lainnya dari tipe ini adalah ROI lebih
    mudah diukur lewat kode unik atau tautan yang diikutsertakan dalam
    kontennya

Kriteria Pemilihan Influencer


Menurut Backaler terdapat beberapa faktor yang menjadi kunci utama
yang perlu dianalisis oleh perusahaan dalam proses pemilihan influencer
terlepas dari jumlah pengikut atau audiens yang mereka pengaruhi, atau peran
yang mereka lakukan guna menciptakan awareness maupun engagement antara
pengikutnya dengan perusahaan. Konsep ini disebut dengan Influencer’s ABCC
yaitu (Backaler, 2018, p. 28):
a. Authenticity
Kunci utama dari seorang influencer agar dapat sukses adalah memiliki
hubungan yang asli atau otentik dan terpercaya antara influencer itu sendiri
dengan komunitas yang dimilikinya. Hal ini juga akan menjadi salah satu
faktor yang memengaruhi seorang influencer ketika bekerja sama dengan
sebuah merek. Yang menjadi perhatian utama seorang influencer adalah
bagaimana cara menjaga keotentikan dan kepercayaan dari para
pengikutnya.
b. Brand Fit
Bagi influencer konsistensi personal brandingnya juga sangat penting agar
dapat memperoleh “efek pengaruh” yang lebih banyak dari para
pengikutnya. Akan tetapi seorang influencer dan perusahaan memerlukan
keseimbangan antara personal branding dari influencer itu sendiri dengan
citra yang dimiliki oleh perusahaan atau merek sebelum memutuskan untuk
berkolaborasi. Apabila terdapat ketidaksesuaian, hal ini hanya akan
mengakibatkan usaha yang sia-sia bagi kedua pihak.
c. Community (Reach, Resonance, Relevance)
Seorang influencer identik dengan komunitas yang dimilikinya. Komunitas
yang dimaksud dalam hal ini merupakan kumpulan pengikut di media
sosial. Yang menjadi salah satu bentuk analisis untuk mengukur tingkat
kesuksesan dari kolaborasi atau kerja sama dengan influencer adalah
analisis mengenai komunitas yang sudah ditargetkan, dilibatkan, dan
berkembang beriringan dengan influencer tersebut.
Terdapat 3 tahap dalam mengukur kesesuaian komunitas influencer
dengan target audience perusahaan, yakni (Solis, 2012, p. 258):

  1. Reach
    Hal ini merujuk pada jumlah pengikut (followers) dari seorang digital
    influencer. Akan tetapi besarnya jumlah pengikut dari seorang
    influencer tidak selalu menjamin kesuksesan. Mengetahui pengikut dari
    influencer mana yang cocok dengan target audience dari sebuah merek
    merupakan hal yang lebih penting. Aspek inilah yang membedakan satu
    influencer dengan influencer lainnya berdasarkan kategori jumlah
    followers mereka.
  2. Resonance
    Resonance merupakan jumlah engagement yang diberikan oleh follower
    dari seorang influencer terhadap konten yang dibagikan oleh influencer
    tersebut. Faktor inilah yang dapat menentukan apakah sebuah
    komunitas akan aktif untuk meneruskan konten dari influencer tersebut
    serta membagikannya lagi.
  3. Relevance
    Relevance ini menggambarkan tingkat kesesuaian dan kesetaraan antara
    nilai-nilai yang dimiliki oleh influencer dengan brand image sebuah
    merek atau produk. Relevance dapat dilihat dari konten yang dibagikan
    dan dibuat oleh influencer dan apakah influencer tersebut memiliki
    nilai, kultur dan demografis yang serupa dengan target audience dari
    sebuah merek.
    Ketiga aspek di atas akan sangat berpengaruh dalam mengukur
    kesuksesan seorang influencer sebelum perusahaan menentukan akan
    berkolaborasi dengan influencer tersebut.
    d. Content
    Konten merupakan cara yang dilakukan seorang influencer untuk dapat
    meningkatkan nilai dan membangun relasi dengan komunitas yang mereka
    miliki melalui konten-konten yang mereka buat di akun media sosialnya.
    Backaler berpendapat bahwa seorang influencer harus dapat
    mempertimbangkan dan memikirkan bagaimana cara agar dapat membuat
    konten yang konsisten mengenai topik tertentu dan mengemasnya dengan
    sekreatif mungkin sehingga dapat menarik komunitas untuk mengikuti akun
    tersebut (Backaler, 2018, p. 31).
    Hal ini akan memengaruhi tingkat engagement antara influencer dan
    komunitasnya. Terdapat 4C dalam penggunaan media sosial. Peneliti melihat
    bahwa konsep 4C ini cocok digunakan untuk menilai konten yang dibuat oleh
    influencer (Solis, 2012, p. 263). 4C tersebut meliputi:
  4. Context
    Context merupakan bagaimana seseorang mengambil gambaran suatu
    cerita yang ingin disampaikan dan dibagikan di media sosial melalui
    pemilihan bahasa, bentuk visual, serta isi pesan.
  5. Communication
    Communication merupakan cara bagaimana seseorang membagikan dan
    menyampaikan konten yang membuat orang lain tertarik untuk
    melihatnya, mendengarnya, meresponnya, dan yang paling penting
    adalah untuk dapat membagikan pesan tersebut tanpa paksaan kepada
    orang lain.
  6. Collaboration
    Collaboration merupakan bentuk kerja sama antara seseorang yang
    membuat pesan dan menerima pesan. Seperti antara akun dari influencer
    dengan followersnya sehingga pesan dapat disampaikan secara efektif
    dan efisien.
  7. Connection
    Connection merupakan cara yang dilakukan untuk dapat menjalin
    hubungan yang terus berlanjut antara seorang influencer dengan para
    pengikutnya.
    Apabila tidak ada kombinasi dari keempat faktor di atas, dapat
    dikatakan mustahil bagi influencer untuk dapat benar-benar memiliki pengaruh.
    Jika seorang influencer melakukan promosi terhadap bermacam merek yang
    berbeda-beda setiap harinya, maka influencer tersebut berpotensi untuk
    kehilangan pengikutnya (followers) (Backaler, 2018, p. 33). Di samping itu,
    apabila seorang influencer dapat membagikan konten yang menarik namun
    tidak mempunyai komunitas dalam yang dibuatnya, maka terdapat kesalahan
    fatal yang dilakukan oleh seorang influencer tersebut. Kombinasi dari
    keempat faktor ini merupakan hal-hal yang dapat membuat seorang influencer
    memiliki nilai dan berpengaruh bagi komunitas dan pengikutnya melalui
    media digital.