Berbagai hasil sudi menunjukkan bahwa gaya kepemimpinan yang terdapat
dalam setiap organisasi memiliki hubungan dengan produktivitas dan efektivitas
organisasi. Pemimpin dalam intitusi atau organisasi memiliki tanggungjawab yang
besar untuk menumbuhkan dan membangun komitmen serta menjadikan semua
aktivitas kerja sebagai sebuah kesadaran bersama sehingga tujuan atau visi dari
sebuah intitusi atau lembaga dapat terwujud dengan baik.
Kepemimpinan Tranformasional merupakan jenis kepemimpinan yang
menekan bahwa pentingnya sistem nilai untuk meningkatkan kesadaran anggota
unntuk melakukan perbaikan dan perubahan demi kemajuan bersama. oleh karena
itun pimpinan Tranformasional harus memiliki wawasan yang luas, mental yang baik,
kepribadian yang kuat sehingga bisa mempengaruhi anggotnya untuk mewujudkan
tujuan natau visi intitusi. Pemimpin Tranformasional harus mampu membangun
kedekatan emosional dengan bawahannya agar mudah mempengaruhi sehingga etos
kerja anggotanya lebih tinggi.
Menurut Bass dan Avolio (dalam yulk, 1998) ada empat ciri-ciri pemimpin
Tranformasional yaitu sebagai berikut
a) Kharismatik (Idealized Influence)
Pemimpin Tranformasional memiliki integritas prilaku (behavioral integrity)
atau persepsi terhadap kesesuaian antara perkataan dan tindakan. Pemimpin
Tranformasional memberikan contoh dan bertindak sebagai role model positif
dalam prilaku, sikap, prestasi maupun komitmen terhadap anggota atau
pengikutnya.
b) Inpirational (Inpiration Motivation)
Pemimpin yang inpirasional menurut Bass dan Avalio diartikan sebagai
sejauh mana seorang pemimpin mampu mengkomunikasikan suatu visi yang
menarik, mampu mengunakan simbol-simbol untuk memfokuskan usaha
pengikut dan memodelkan prilaku yang sesuai.
Pemimpin Tranformasional mampu memberikan visi-visi tentang apa yang
mungkin dan bagaimana memperolehkannya dan Menjadi pemimpin yang
mampu meningkatkan makna dan mempromosikan harpan-harapan positif
tentang kebutuhan-kebutuhan yang harus dikerjakan.
c) Stimulasi Intelektual (Intellectual Stimulation)
Stimulasi intelektual dipahami dalam upaya seorang pimpinan dalam
meningkatkan kesadaran anggota terhadap persoalan-persoalan anggota dan
mempengaruhi anggota untuk melihat persoalan tersebut melalui perspektif
baru. Dalam hal ini, anggota juga didorong untuk melakukan inovasi dalam
menyelesaikan persoalan dan berkreasi untuk mengembangkan kemampuan
diri serta didorong untuk menetapkan tujuan atau sasaran yang menantang.
Konsekuensi logis dari praktik simulasi intelektual ini, seorang pemimpin
harus selalu siap dan selalu mengembangkan kapasitasnya untuk
memecahkan masalahnya dengan caranya sendiri, secara kreatif dan inovatif.
d) Perhatian Secara Individual
Pemimpin tranformasional memberikan perhatian khusus pada kebutuhan
setiap individu untuk berprestasi dan berkembang dengan cara bertindak
selaku pelatih atau penasehat.
Perhatian yang diberikan berorientasi pada individu dengan ditunjuk oleh
pemimpin melalui pemberian dukungan dalam memperlakukan anggota
sesuai dengan kebutuhan mereka masing-masing. Mentoring merupakan salah
satu cara sebagai tindakan konsultasi, nasihat dan tuntunan yang diberikan
pimpinan pada anggotanya.
Minggu, 29 Agustus 2021
Ciri-Ciri Kepemimpinan Tranformasional (skripsi dan tesis)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar