Remunerasi memiliki makna yang luas, tidak hanya berupa gaji tapi juga dapat
berupa barang atau saham dan properti. Remunerasi dibagi menjadi tiga
komponen yaitu, pembayaran langsung, pembayaran tidak langsung, dan ganjaran
non finansial. Pembayaran langsung berupa gaji, insentif dan bonus. Pembayaran
tidak langsung berupa tunjangan dan asuransi sedangkan ganjaran non finansial
berupa tugas-tugas yang menarik (Milkovich dan Newman, (1999) dalam Armas
2016)
Menurut Samsudin (2006) berpendapat bahwa tujuan pemberian
remunerasi antara lain sebagai berikut:
1. Pemenuhan Kebutuhan Ekonomi Pegawai menerima kompensasi berupa
gaji, upah, atau bentuk lain adalah untuk memenuhi kebutuhan ekonomi.
2. Menunjukkan Keseimbangan dan Keadilan Ini berarti pemberian
remunerasi berhubungan dengan persyaratan yang harus dipenuhi oleh
pegawai pada jabatan yang ia duduki, sehingga tercipta keseimbangan
antara input dan output.
3. Memajukan Lembaga atau Perusahaan Semakin berani suatu lembaga
memberikan remunerasi yang tinggi dapat dijadikan tolok ukur bahwa
semakin berhasil lembaga tersebut membangun prestasi kerja pegawainya,
karena pemberian remunerasi yang tinggi hanya mungkin dilakukan
apabila lembaga tersebut memiliki pendapatan yang cukup tinggi dan mau memberikan remunerasi yang tinggi pula dengan harapan akan semakin
maju lembaga tersebut.
4. Meningkatkan Produktivitas Kerja Pemberian Kompensasi yang makin
baik akan dapat mendorong pegawai bekerja lebih produktif.
Milkovich dan Newman (1999) menyebutkan bahwa remunerasi mengacu pada
segala bentuk keuntungan baik bersifat finansial (transaksional) maupun
nonfinansial (relasional). Pada dasarnya, remunerasi merupakan alat untuk
mewujudkan visi dan misi organisasi karena remunerasi itu sendiri bertujuan
untuk menarik karyawan yang cakap dan berpengalaman, mempertahankan
karyawan yang berkualitas, memotivasi karyawan untuk bekerja dengan efektif,
memotivasi terbentuknya perilaku yang positif, dan menjadi alat untuk
mengendalikan pengeluaran, di mana hal tersebut merupakan faktor-faktor yang
dapat membantu pencapaian visi misi organisasi.
Sabtu, 30 Januari 2021
Remunerasi Direksi (skripsi dan tesis)
Diposting oleh
Konsultasi Disertasi, Tesis, Skripsi, TA, KTI, Olah Data Online
di
23.14
Tidak ada komentar:
Label:
akutansi,
judul akutansi,
Judul Manajemen,
Konsultasi Skripsi,
Konsultasi Skripsi Jogja,
konsultasi skripsi yogyakarta,
Konsultasi Tesis,
konsultasi tesis jogja,
konsultasi tesis yogyakarta,
Manajemen
Gender Diversity Dalam Dewan Direksi (skripsi dan tesis)
Gender adalah perbedaan jenis kelamin berdasarkan budaya, di mana laki-laki dan
perempuan dibedakan sesuai dengan perannya masing-masing yang
dikonstruksikan oleh kultur setempat yang berkaitan dengan peran, sifat,
kedudukan, dan posisi dalam masyarakat tersebut. Diversitas gender atau
keragaman gender dalam penilitian ini diproksikan dengan keberadaan wanita
dalam jajaran dewan komisaris dan dewan direksi. Diversifikasi struktur
sumberdaya manusia yang berkaitan dengan ras dan campuran gender seringkali
21
dipandang sebagai hal penting untuk memaksimalkan sumberdaya penting
perusahaan (Siciliano, 1996).
Menurut Kusumatuti dkk. (2007), wanita memiliki sikap kehati-hatian
yang sangat tinggi, cenderung menghindari risiko, dan lebih teliti dibandingkan
pria. Sisi inilah yang membuat wanita tidak terburu-buru dalam mengambil
keputusan. Untuk itu dengan adanya wanita dalam jajaran direksi dikatakan dapat
membantu mengambil keputusan yang lebih tepat dan berisiko lebih rendah.
Dalam penelitian Teg dan Utami (2013) menjelaskan sehubungan hal-hal
positif yang diperoleh dari keberadaan perempuan dalam organisasi, beberapa
beberapa isu dapat ditemukan dalam literatur-literatur maupun hasil-hasil
penelitian sebelumnya sebagai berikut:
a. Gender diversity dipercaya memberikan hal positif terhadap organisasi karena
alasannya bahwa perempuan dianggap memiliki “perasaan” kogninif (Krishnan
dan Park, 2005). Perasaan kognitif ini memberikan pengaruh terhadap nilai dan
keharmonisan organisansi yang dapat mendorong sharing informasi dan
sumber daya, memfasilitasi konflik dan memberikan kepemimpinan
demokratik yang lebih baik.
b. Kehadiran perempuan dalam tim manajemen puncak dianggap melalui
persaingan relatif ketat dengan laki-laki, oleh karenanya perempuan telah
melalui tantangan terhadap hirarki yang sebelumnya didominasi oleh laki-laki.
Pencapaian ini memberikan keunggulan-keunggulan secara psikologis,
meningkatkan interaksi antar rekan, dan posisi yang dihormati dalam
lingkungan perusahaan. Peningkatan kreatifitas dan inovasi sepertinya terjadi
22
ketika gender diversity ada atau lebih tinggi di tim manajemen puncak (Cox.
Jr., 1991)
Diposting oleh
Konsultasi Disertasi, Tesis, Skripsi, TA, KTI, Olah Data Online
di
23.00
Tidak ada komentar:
Label:
akutansi,
judul akutansi,
Judul Manajemen,
Konsultasi Skripsi,
Konsultasi Skripsi Jogja,
konsultasi skripsi yogyakarta,
Konsultasi Tesis,
konsultasi tesis jogja,
konsultasi tesis yogyakarta,
Manajemen
Kinerja Perusahaan (skripsi dan tesis)
Kinerja perusahaan merupakan sesuatu yang dihasilkan oleh suatu perushaan
dalam periode tertentu dengan mengacu pada standart yang ditetapkan. Kinerja
perusahaan hendaknya merupakan hasil yang dapat diukur dan menggambarkan
kondisi sutu perusahaan dari berbagai ukuran yang disepakatin. Kinerja
perusahaan merupakan cerminan dari kemampuan perusahaan dalam
mengalokasikan sumber daya.
Penilaian kinerja adalah penentuan secara periodik efektivitas operasional
suatu organisasi, bagi organisasi dan karyawan berdasarkan sasaran, standar dan
kinerja yang telah ditetapkan sebelumnya. Sedangkan kinerja perusahaan sendiri adalah kemampuan perusahaan dalam menjelaskan operasionalnya. Penilaian
kinerja perusahaan dapat dilihat dari segi analisis laporan keuangan dan dari segi
perubahan harga saham.Tujuan dari penilaian kinerja adalah untuk memotivasi
para pelaku manajemen dalam mencapai sasaran organisasi dan dalam memenuhi
standar perilaku yang telah ditetapkan.
Terdapat banyak ukuran yang dapat digunakan untuk mengukur kinerja
keuangan perusahaa. Menurut Pudjiastuti dan Mardiyah (2007) dalam Hanani &
Aryani (2011) kinerja perusahaan dapat diukur dengan Return on Capital (ROC),
Return on Equity (ROE) dan Economic Value Added (EVA). Sedangkan
Darmawati et al (2004) menguji pengaruh corporate governance terhadap kinerja
perusahaan yang diukur dengan menggunakan Rasio Tobin’s Q sebagai
pengukuran pasar dan ROE sebagai pengukuran operasional dan hasilnya
menunjukan bahwa corporate governance berpengaruh terhadap ROE, tetapi tidak
berpengaruh terhadap Tobin’s Q.
Diposting oleh
Konsultasi Disertasi, Tesis, Skripsi, TA, KTI, Olah Data Online
di
22.57
Tidak ada komentar:
Label:
akutansi,
judul akutansi,
Judul Manajemen,
Konsultasi Skripsi,
Konsultasi Skripsi Jogja,
konsultasi skripsi yogyakarta,
Konsultasi Tesis,
konsultasi tesis jogja,
konsultasi tesis yogyakarta,
Manajemen
Good Corporate Governance (GCG) (skripsi dan tesis)
Tata kelola perusahaan (corporate governance) menjelaskan rerangka bagaimana
perusahaan diarahkan dan diawasi misalnya penetapan tujuan perusahaan dan
monitoring terhadap kinerja sehubungan dengan tujuan-tujuan yang telah
ditetapkan. Tujuan dari corporate governance diantaranya agar para pemegang
saham dapat memperoleh haknya dan agar perusahaan melaksanakan
kewajibannya untuk melakukan pengungkapan (disclosure) secara akurat, tepat
waktu, dan transparan terhadap semua informasi kinerja perusahaan, kepemilikan,
dan stakeholder (Effendi, 2009). Rerangka ini menggabungkan komponen
structural dan perilaku. Komponen structural melibatkan pemisahan peran anatara
komisaris dan direktur, dan seberapa banyak jumlah komisaris independen dalam
dewan. Sedangkan komponen perilaku meliputi tingkat kehadiran komisaris dan
kebijakan remunerasi.
Corporate governance menjelaskan seperangkat hubungan anatar
manajemen perusahaan, dewan komisarisnya, pemegang sahama, dan pemangku
kepentinganya. Corporate governance merupakan proses dimana komisaris dan auditor me-manage tanggung jawab mereka terhadap pemegang saham dan
pemangku kepentingannya. Sedangkan bagi pemegang saham corporate
goverance dapat meningkatkan keyakinan mereka pada return yang adil dari
investasi mereka (Meier, 2005 dalam Sudiartana, 2011). Sedangkan bagi
stakeholder perusahaan adanya corporate governance memberikan jaminan
bahwa perusahaan akan mengelola dampaknya terhadap lingkungan dan
masyarakat dalam cara-cara yang bertanggungjawab.
Menurut kusumastuti dkk. (2006), corporate governance merupakan
system tata kelola yang diselenggarakan dengan mempertimbangkan semua factor
yang mempengaruhi proses institusional termasuk semua factor yang berkaitan
dengan regulator. Coporate governance perusahaan dikatakan baik jika
perusahaan memenuhi prinsip fairness, transparency, accountability, dan
responsibility.
Diposting oleh
Konsultasi Disertasi, Tesis, Skripsi, TA, KTI, Olah Data Online
di
22.55
Tidak ada komentar:
Label:
akutansi,
judul akutansi,
Judul Manajemen,
Konsultasi Skripsi,
Konsultasi Skripsi Jogja,
konsultasi skripsi yogyakarta,
Konsultasi Tesis,
konsultasi tesis jogja,
konsultasi tesis yogyakarta,
Manajemen
Agency theory (skripsi dan tesis)
Teori keagenan(agency theory) menjelaskan bahwa hubungan keagenan adalah
sebuah kontrak atau perjanjian antara manajemen perusahaan sebagai agent dan
pemegang saham (insvestor) sebagai principal yang terkadang menimbulkan
adanya asimetris informasi dari manager kepada investor sehingga menimbulkan
adanya biaya keagenan,(Jensen dan Meckling (1976) dalam Hanani & Aryani
(2011)). Dalam hubungan keagenan (agency relationship) terdapat suatu kontrak
dimana satu orang atau lebih (principal) memerintah agent untuk melakukan suatu
jasa atas nama principal dan memberi wewenang kepada agent untuk membuat
keputusan yang terbaik bagi principal. Pihak principal juga dapat membatasi
perbedaan kepentingannya dengan memberikan tingkat insentif yang layak kepada
agen dan bersedia mengeluarkan biaya pengawasan (monitoring cost) untuk
mencegah risiko yang terjadi dari agen. untuk mencegah hazard dari agen.
Namun, sebaliknya teori keagenan juga dapat mengimplikasikan adanya asimetri
informasi. Konflik antar kelompok atau agency problem merupakan konflik yang
16
timbul antara pemilik dan manajer perusahaan ada kecenderungan manajer lebih
mementingkan tujuan individu daripada tujuan perusahaan.
Adanya good corporate governance diharapkan dapat mengurangi
timbulnya konflik antara manajemen perusahaan dengan para investor, sehingga
dapat mengurangi timbulnya biaya keagenan (agency cost) sebagai akibat dari
adanya konflik. Implementasi dari good corporate governance dalam manajemen
perusahaan dapat dilihat dari kemampuan perusahaan dalam
mengimplementasikan konsep ini (Effendi, 2009):
1. Fairness
Menjamin perlindungan hak-hak para pemegang saham, termasuk hak-hak
pemegang saham minoritas dan para pemegang saham asing, serta menjamin
terlaksananya komitmen dengan para investor. Penetapan tanggung jawab
dewan komisaris, direksi, kehadiran komisaris independen dan komite audit
serta penyajian informasi (terutama laporan keuangan) dengan pengungkapan
penuh merupakan perwujudan dari prinsip keadilan/kewajaran ini.
2. Transparency
Mewajibkan adanya suatu informasi yang terbuka, tepat waktu, serta jelas, dan
dapat diperbandingkan yang menyangkut keadaan keuangan, pengelolaan
perusahaan, dan kepemilikan perusahaan.
3. Accountability Menjelaskan peran dan tanggung jawab, serta mendukung usaha untuk
menjamin penyeimbangan kepentingan manajemen dan pemegang saham,
sebagaimana yang diawasi oleh Dewan Komisaris.
4. Responsibility
Memastikan dipatuhinya peraturan serta ketentuan yang berlaku sebagai
cerminandipatuhinya nilai-nilai sosial. Prinsip tanggung jawab ini juga
berhubungan dengan kewajiban perusahaan untuk mematuhi semua peraturan
dan hukum yang berlaku, termasuk juga prinsip-prinsip yang mengatur tentang
penyusunan dan penyampaian laporan keuangan perusahaan.
Teori keagenan berfokus pada peran dewan dalam mengendalikan dan
mengawasi perilaku eksekutif sehingga dengan adanya diversitas pada dewan
perusahaan maka masing-masing anggota dewan akan memberikan kumpulan dari
pengalaman, attachment, dan pandangan yang berbeda-beda bagi dewan dalam
mengelola perusahaan dan mengungkapkan informasi. Keberadaan wanita dalam
jajaran dewan komisaris dan direksi menandakan bahwa perusahaan memberikan
kesempatan yang sama bagi setiap orang tanpa ada diskriminasi. Wanita dinilai
memiliki sikap kehati-hatian yang sangat tinggi, cenderung menghindari resiko,
dan lebih teliti dibandingkan dengan pria sehingga akan mengungkapkan
informasi lebih banyak kepada pemegang saham. Dibandingkan dengan pria yang
mana memiliki kewajiban yang lebih besar dalam hal pencapaian ke arah materi
lebih cenderung adanya tindakan oportunistik yang jauh lebih tinggi dibandingkan
dengan wanita. Sedangkan dengan adanya pemberian Remunerasi dapat memotivasi
kinerja direksi sehingga akan berdampak pada kinerja perusahaan pula. Dalam
penelitian Teg dan Utami (2013) menyatakan bahwa pemilik modal menstimulus
para manager sehingga dapat mengurangi biaya keagenan (agency cost).
Rangsangan yang diberikan dapat berupa motivasi yang antara lain berupa
imbalan-imbalan (remunerasi). Dengan bekurangnya agency cost dalam arti yang
luas maka akan mendorong kinerja perusahaan menjadi lebih baik.
Diposting oleh
Konsultasi Disertasi, Tesis, Skripsi, TA, KTI, Olah Data Online
di
22.52
Tidak ada komentar:
Label:
akutansi,
judul akutansi,
Judul Manajemen,
Konsultasi Skripsi,
Konsultasi Skripsi Jogja,
konsultasi skripsi yogyakarta,
Konsultasi Tesis,
konsultasi tesis jogja,
konsultasi tesis yogyakarta,
Manajemen
Manajemen Keuangan (skripsi dan tesis)
Didalam teori manajemen kita bisa mendapati beberapa klasifikasi dari ilmu manajemen. Manajemen
keuangan sendiri pada dasarnya adalah ilmu manajemen yang mempelajari tentang pengelolaan keuangan
perusahaan yang bertujuan untuk mengetahui darimana dana yang didapatkan dari suatu perusahaan, sampai pada
pengelolaan dana bagi perusahaan secara efisien, untuk mendapatkan keuntungan perusahaan secara umum.
Beberapa masukan bagi ilmu manajemen keuangan seperti Horne dan Wachowicz, (2005: 5) mengatakan segala
aktivitas yang berhubungan dengan perolehan, pendanaan serta pengelolaan aktiva dengan tujuan menyeluruh.
Dari sinilah kita bisa mengambil kesimpulan bahwa pada dasarnya manajemen keuangan berbicara tentang
bagaimana pengelolaan keuangan perusahaan.
Diposting oleh
Konsultasi Disertasi, Tesis, Skripsi, TA, KTI, Olah Data Online
di
22.48
Tidak ada komentar:
Label:
akutansi,
judul akutansi,
Judul Manajemen,
Konsultasi Skripsi,
Konsultasi Skripsi Jogja,
konsultasi skripsi yogyakarta,
Konsultasi Tesis,
konsultasi tesis jogja,
konsultasi tesis yogyakarta,
Manajemen
Pengaruh Masa Jabatan Dewan Direksi terhadap Nilai Perusahaan (skripsi dan tesis)
Tidak ada aturan mengenai masa jabatan dewan, mereka hanya tidak boleh
terlalu lama dan terlalu cepat. Anggota dewan yang memiliki masa jabatan
yang pendek tidak disarankan untuk perusahaan. Karena direktur dengan masa
jabatan pendek sama halnya dengan masa orientasi direktur terhadap
perusahaan. Sebaliknya, direktur dengan masa jabatan yang lama jarang menjadi perhatian. Beberapa peneliti menyebutkan bahwa perusahaan sering
kali mendapat manfaat dari direksi dengan masa jabatan yang lama. Hal ini
dikarenakan direktur dengan masa jabatan yang lama lebih terfokus pada visi
perusahaan dan kemampuan untuk terus membangun perusahaan tersebut
(Mishra & Shital, 2013). Vafeas (2003) dalam Amin dan Sunarjanto (2016)
juga menyatakan bahwa masa jabatan anggota dewan yang lama akan lebih
banyak pengalaman, komitmen, dan kompetensi sehingga anggota dewan lebih
banyak pengetahuan tentang perusahaan. Tindakan direksi dalam pengambilan
keputusan yang tepat akan menyebabkan kinerja perusahaan lebih baik
sehingga reputasi perusahaan juga akan lebih baik lagi (Hidayati, 2017).
Penelitian Kidwell, et al., (1987) membuktikan bahwa manajer dengan
pengalaman kerja yang lebih lama memiliki hubungan positif dengan
pengambilan keputusan sehingga mereka mempengaruhi kinerja dan nilai
perusahaan. Hal ini sesuai dengan penelitian Hidayati (2017) yang
menunjukkan bahwa masa jabatan direktur utama berpengaruh positif terhadap
nilai perusahaan
Diposting oleh
Konsultasi Disertasi, Tesis, Skripsi, TA, KTI, Olah Data Online
di
22.30
Tidak ada komentar:
Label:
akutansi,
judul akutansi,
Judul Manajemen,
Konsultasi Skripsi,
Konsultasi Skripsi Jogja,
konsultasi skripsi yogyakarta,
Konsultasi Tesis,
konsultasi tesis jogja,
konsultasi tesis yogyakarta,
Manajemen
Pengaruh Latar Belakang Pendidikan Dewan Direksi terhadap Nilai Perusahaan (skripsi dan tesis)
Latar belakang pedidikan dari seorang dewan direksi akan berpengaruh
pada level pengetahuan yang dimilikinya (Kalistarini, 2010). Meskipun bukan suatu keharusan bagi seseorang yang ingin memasuki dunia bisnis untuk
berpendidikan bisnis, namun lebih baik bagi anggota dewan direksi untuk
memiliki latar belakang bisnis dan ekonomi. Hal ini menjadi penting karena
latar belakang dewan direksi yang sesuai dengan bidang perusahaan akan
mampu mengelola bisnis dan mengambil keputusan lebih matang lagi daripada
seseorang yang tidak mempunyai latar belakang pendidikan bisnis dan
ekonomi sama sekali (Nurhayati, 2010). Untuk itu, latar belakang pendidikan
dewan yang sesuai akan membantu perusahaan untuk mendapatkan keputusan
yang terbaik dibandingkan dengan latar belakang pendidikan yang tidak sesuai.
Keputusan yang diberikan akan mempengaruhi keefektifan perusahaan dan
mempermudah dalam penyelesaian masalah karena terdapat orang yang benarbenar berkompeten terhadap bisnis yang dijalaninya, sehingga latar belakang
pendidikan dewan perusahaan akan berpengaruh terhadap nilai perusahaan
(Kristina dan I Dewa, 2018). Hal ini sesuai dengan hasil penelitian Dewi dan
Ayu (2016), Amin dan Sunarjanto (2016) yang menunjukkan bahwa latar
belakang pendidikan dewan direksi berpengaruh positif terhadap nilai
perusahaan, dimana nilai perusahaan diukur menggunakan Tobin’s Q
Diposting oleh
Konsultasi Disertasi, Tesis, Skripsi, TA, KTI, Olah Data Online
di
22.27
Tidak ada komentar:
Label:
akutansi,
judul akutansi,
Judul Manajemen,
Konsultasi Skripsi,
Konsultasi Skripsi Jogja,
konsultasi skripsi yogyakarta,
Konsultasi Tesis,
konsultasi tesis jogja,
konsultasi tesis yogyakarta,
Manajemen
Pengaruh Usia Dewan Direksi terhadap Nilai Perusahaan (skripsi dan tesis)
Usia dewan merupakan salah satu jenis pengukuran diversitas dewan yang
mempunyai pengaruh terhadap nilai perusahaan (Kristina dan I Dewa, 2018).
Usia dewan dianggap sebagai tingkat pengalaman dan tingkat pengambilan
risiko dewan. Dewan yang memiliki berbagai kelompok usia akan memiliki
perspektif dan keterampilan yang berbeda, sehingga terjadilah keseimbangan di
dalam jajaran dewan. Selain itu, dengan adanya perbedaan dewan dalam
direksi akan menciptakan hubungan baik antara dewan dengan pemangku
kepentingan kelompok umur yang berbeda. Anggota senior lebih cenderung
berurusan dengan otoritas atau peraturan pemerintah. Sedangkan anggota
junior akan dapat menyelaraskan diri dengan aspirasi pelanggan generasi
berikutnya (Mishra dan Shital, 2015). Sehingga usia akan berpengaruh
terhadap kinerja seseorang yang kemudian berdampak pada nilai perusahaan.
Hal ini sesuai dengan penelitian Hassan dan Marimuthu (2016), Nomleni
(2016), dan Darmadi (2011) yang menunjukkan bahwa usia dewan direksi
berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan
Diposting oleh
Konsultasi Disertasi, Tesis, Skripsi, TA, KTI, Olah Data Online
di
22.23
Tidak ada komentar:
Label:
akutansi,
judul akutansi,
Judul Manajemen,
Konsultasi Skripsi,
Konsultasi Skripsi Jogja,
konsultasi skripsi yogyakarta,
Konsultasi Tesis,
konsultasi tesis jogja,
konsultasi tesis yogyakarta,
Manajemen
Masa Jabatan Dewan Direksi (skripsi dan tesis)
Masa jabatan adalah lamanya waktu menjadi anggota dewan. Anggota
dewan yang telah berada di dewan selama beberapa waktu dapat memberikan
wawasan yang berharga berdasarkan pengetahuan yang dimilikinya tentang perusahaan dan lingkungan bisnis tersebut, sehingga dapat meningkatkan
proses pengambilan keputusan. Jangka waktu dewan yang diperpanjang
biasanya menunjukkan kompetensi dan komitmen anggota dewan. Tidak ada
aturan mengenai masa jabatan dewan, mereka hanya tidak boleh terlalu lama
dan terlalu cepat. Anggota dewan yang memiliki masa jabatan yang pendek
tidak disarankan untuk perusahaan. Karena direktur dengan masa jabatan
pendek sama halnya dengan masa orientasi direktur terhadap perusahaan.
Sebaliknya, direktur dengan masa jabatan yang lama jarang menjadi perhatian.
Beberapa peneliti menyebutkan bahwa perusahaan sering kali mendapat
manfaat dari direksi dengan masa jabatan yang lama. Hal ini dikarenakan
direktur dengan masa jabatan yang lama lebih terfokus pada visi perusahaan
dan kemampuan untuk terus membangun perusahaan tersebut (Mishra &
Shital, 2013). Vafeas (2003) dalam Amin dan Sunarjanto (2016) juga
menyatakan bahwa masa jabatan anggota dewan yang lama akan lebih banyak
pengalaman, komitmen, dan kompetensi sehingga anggota dewan lebih banyak
pengetahuan tentang perusahaan.
Di Indonesia kebijakan mengenai batas maksimal masa jabatan dewan
direksi belum ada jumlah batasan tahunnya. Undang-Undang No. 40 Tahun
2007 tentang Perseroan Terbatas tidak menetapkan jangka waktu jabatan
direksi seperti pada Pasal 94 angka 3 yang menyebutkan bahwa anggota direksi
diangkat untuk jangka waktu tertentu dan dapat diangkat kembali. Hal ini
berbeda dengan BUMN, pengaturan masa jabatan diatur dalam UndangUndang Republik Indonesia No. 19 Tahun 2003 tentang Badan Usaha Milik
34
Negara Pasal 16 ayat 4 yang menyebutkan bahwa masa jabatan anggota direksi
ditetapkan 5 (lima) tahun dan dapat diangkat kembali untuk 1 (satu) kali masa
jabatan
Diposting oleh
Konsultasi Disertasi, Tesis, Skripsi, TA, KTI, Olah Data Online
di
22.18
Tidak ada komentar:
Label:
akutansi,
judul akutansi,
Judul Manajemen,
Konsultasi Skripsi,
Konsultasi Skripsi Jogja,
konsultasi skripsi yogyakarta,
Konsultasi Tesis,
konsultasi tesis jogja,
konsultasi tesis yogyakarta,
Manajemen
Latar Belakang Pendidikan Direksi (skripsi dan tesis)
Bentuk lain dari keberagaman yang kini ditemukan di tempat kerja yaitu
berkenaan dengan latar belakang pendidikan. Latar belakang pendidikan
berkaitan dengan kemampuan intelektual yang dimiliki oleh seseorang,
sehingga semakin tinggi pendidikan yang ditempuh maka akan semakin mapan
pula kemampuan intelektual orang tersebut. Seseorang yang akan bekerja
disuatu perusahaan tentu tidak akan luput dengan pendidikan yang dijalaninya.
Bahkan perusahaan akan lebih spesifik memilih karyawan berdasarkan atas
jurusan dan tingkat pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan.
Begitu pula dengan dewan direksi, latar belakang pendidikan yang sesuai
dengan kebutuhan perusahaan merupakan hal penting bagi komposisi dewan secara keseluruhan. Hal ini disebabkan oleh latar belakang pedidikan dari
seorang dewan direksi akan berpengaruh pada level pengetahuan yang
dimilikinya (Kalistarini, 2010).
Secara umum, orang yang memiliki latar belakang pendidikan rendah akan
berbeda dengan orang yang memiliki latar belakang pendidikan yang tinggi.
Meskipun bukan suatu keharusan dan tuntutan bagi seseorang yang ingin
memasuki dunia bisnis untuk berpendidikan bisnis, namun lebih baik bagi
anggota dewan direksi untuk memiliki latar belakang bisnis dan ekonomi. Hal
ini menjadi penting karena latar belakang dewan direksi yang sesuai dengan
bidang perusahaan akan mampu mengelola bisnis dan mengambil keputusan
lebih matang lagi daripada seseorang yang tidak mempunyai latar belakang
pendidikan bisnis dan ekonomi sama sekali (Nurhayati, 2010). Untuk itu, latar
belakang pendidikan dewan yang sesuai akan membantu perusahaan untuk
mendapatkan keputusan yang terbaik dibandingkan dengan latar belakang
pendidikan yang tidak sesuai. Keputusan yang diberikan akan mempengaruhi
keefektifan perusahaan dan mempermudah dalam penyelesaian masalah karena
terdapat orang yang benar-benar berkompeten terhadap bisnis yang dijalaninya,
sehingga latar belakang pendidikan dewan perusahaan akan berpengaruh
terhadap nilai perusahaan (Kristina dan I Dewa, 2018)
Diposting oleh
Konsultasi Disertasi, Tesis, Skripsi, TA, KTI, Olah Data Online
di
22.14
Tidak ada komentar:
Label:
akutansi,
judul akutansi,
Judul Manajemen,
Konsultasi Skripsi,
Konsultasi Skripsi Jogja,
konsultasi skripsi yogyakarta,
Konsultasi Tesis,
konsultasi tesis jogja,
konsultasi tesis yogyakarta,
Manajemen
Usia Dewan Direksi (skripsi dan tesis)
Keberagaman usia menunjukkan adanya kumpulan anggota dengan usia
yang berbeda. Usia dewan merupakan salah satu jenis pengukuran diversitas
dewan yang mempunyai pengaruh terhadap nilai perusahaan (Kristina dan I
Dewa, 2018). Usia dewan dianggap sebagai tingkat pengalaman dan tingkat
pengambilan risiko dewan. Dewan yang memiliki berbagai kelompok usia akan
memiliki perspektif dan keterampilan yang berbeda, sehingga terjadilah
keseimbangan di dalam dewan. Selain itu, dengan adanya perbedaan dewan
dalam direksi akan menciptakan hubungan baik antara dewan dengan
pemangku kepentingan kelompok umur yang berbeda. Anggota senior lebih
cenderung berurusan dengan otoritas atau peraturan pemerintah. Sedangkan
anggota junior akan dapat menyelaraskan diri dengan aspirasi pelanggan
generasi berikutnya (Mishra dan Shital, 2015).
Dewan direksi senior membawa pengalaman dan kebijaksanaan dalam
anggota dewan lainnya. Selain itu, anggota dewan senior juga memiliki
jaringan dan pengaruh yang kuat terhadap perusahaan. Sedangkan direksi
junior dianggap lebih berani dalam mengambil risiko dan selalu memiliki
gagasan terbaru, sehingga perusahaan dapat mengalami pertumbuhan yang
lebih tinggi dibandingkan dengan anggota dewan senior. Hal ini dikarenakan
anggota dewan senior lebih mementingkan keamanan finansial dan karir perusahaan. Sementara dewan junior cenderung memiliki kemampuan yang
lebih tinggi untuk memproses gagasan baru dimana kurangnya ketertarikan
pada stabilitas karir (Mishra dan Shital, 2015).
Darmadi (2011) dalam Kristina dan I Dewa (2018) menyatakan bahwa
dalam jajaran anggota dewan perusahaan, dewan yang memiliki usia lebih
muda (≤ 50 tahun) cenderung berani dalam mengambil risiko dan selalu
memiliki gagasan baru, sehingga perusahaan dapat mengalami pertumbuhan
yang lebih tinggi dibandingkan dengan anggota dewan yang memiliki usia
lebih tua (≥ 50 tahun). Dapat disimpulkan bahwa dengan adanya anggota
dewan berusia muda perusahaan akan memiliki gagasan-gagasan baru yang
dapat membantu perusahaan untuk berkembang, sehingga menarik minat
investor untuk menanamkan modalnya di perusahaan
Diposting oleh
Konsultasi Disertasi, Tesis, Skripsi, TA, KTI, Olah Data Online
di
22.10
Tidak ada komentar:
Label:
akutansi,
judul akutansi,
Judul Manajemen,
Konsultasi Skripsi,
Konsultasi Skripsi Jogja,
konsultasi skripsi yogyakarta,
Konsultasi Tesis,
konsultasi tesis jogja,
konsultasi tesis yogyakarta,
Manajemen
Keberadaan Wanita dalam Dewan Direksi (skripsi dan tesis)
Keragaman gender mengacu pada proporsi wanita terhadap pria.
Diversitas ini berfokus pada keberadaan anggota dewan direksi wanita di
dalam perusahaan. Pada dasarnya keberagaman gender dipengaruhi oleh sifat
alami yang diyakini melekat pada pria dan wanita sebagai individu yang
memberikan pengaruh terhadap lingkungannya. Sehingga diversitas gender
tersebut berpengaruh terhadap risiko yang diambil dewan direksi dalam
membuat keputusan (Ilhamdi dan Neng, 2017). Keberadaan wanita dalam
jajaran kepemimpinan memang sering dianggap hal yang tidak biasa.
Kebanyakan orang masih beranggapan bahwa wanita tidak bisa diberi
tanggung jawab yang sama besarnya dengan pria. Hal ini terbukti karena
meskipun secara global wanita lebih unggul tetapi dalam praktiknya wanita
29
masih kalah produktifnya dalam dunia kerja dibanding pria. Kesuksesan pria
dalam dunia kerja dianggap karena kemampuannya yang tinggi dalam hal
talenta dan kecerdasan, sedangkan kesuksesan wanita dianggap hanya karena
faktor keberuntungan (Deaux dan Ernswiller dalam Crawford, 2016). Namun
pekerjaan tidak bisa dilihat dari faktor keberuntungan saja, kesuksesan wanita
lebih disebabkan oleh adanya kerja keras. Berikut merupakan keuntungan
terkait adanya wanita dalam anggota dewan berdasarkan penelitian
sebelumnya:
a. Adanya wanita dalam jajaran dewan perusahaan memberikan kesempatan
yang sama bagi setiap orang yang memiliki pemahaman luas mengenai
pasar dan konsumen, sehingga dapat meningkatkan reputasi perusahaan
(Luckerath-Rovers, 2009).
b. Adanya wanita dalam jajaran dewan perusahaan dapat meningkatkan kinerja
tim, karena semakin tersebar anggota tim akan memberikan perspektif yang
lebih beragam sehingga menghasilkan keputusan yang lebih baik (Dewi dan
Ayu, 2016).
c. Adanya wanita dalam jajaran dewan perusahaan dapat membantu dalam
pengambilan keputusan yang lebih tepat dan beresiko lebih rendah. Hal ini
dikarenakan wanita memiliki sikap lebih berhati-hati dan cenderung
menghindari risiko, dan jauh lebih teliti dibanding pria. Sisi inilah yang
membuat wanita tidak terburu-buru dalam mengambil suatu keputusan
(Kalistarini, 2010).
30
d. Perusahaan dengan dua atau lebih anggota dewan wanita memiliki nilai
perusahaan lebih tinggi dari pada perusahaan dengan anggota dewan yang
memiliki wanita dalam dewan kurang dari dua (Charter, et al., 2003).
Diposting oleh
Konsultasi Disertasi, Tesis, Skripsi, TA, KTI, Olah Data Online
di
22.07
Tidak ada komentar:
Label:
akutansi,
judul akutansi,
Judul Manajemen,
Konsultasi Skripsi,
Konsultasi Skripsi Jogja,
konsultasi skripsi yogyakarta,
Konsultasi Tesis,
konsultasi tesis jogja,
konsultasi tesis yogyakarta,
Manajemen
Dewan Direksi (skripsi dan tesis)
Menurut UU No. 40 tahun 2007 tentang Perseron Terbatas menjelaskan
bahwa dewan direksi adalah badan perusahaan yang melaksanakan tugasnya
dengan bertindak atas nama kepentingan dan tujuan perusahaan dan mewakili
perusahaan di dalam dan di luar pengadilan sebagai mandat pemegang saham
yang ditunjuk dalam RUPS sesuai dengan ketentuan anggaran dasar. Dewan
direksi dianggap sebagai alat yang penting dalam membuat, mengelola, dan
mengembangkan intellectual capital melalui penataan dan pembentukan
strategi serta kebijakan yang relevan (Al-Musalli dan Ismail, 2012; Ilhamdi
dan Neng, 2017). Dewan direksi juga memiliki hubungan dan peran langsung
terhadap nilai perusahaan yang terwakili dalam nilai pemegang saham
(Kalistarini, 2010). Adanya komposisi dewan direksi di perusahaan dianggap
menjadi bukti minimal perusahaan telah melakukan tata kelola perusahaan
dengan baik. Komposisi dewan direksi yang beragam juga dapat
meningkatkan efektivitas, kemandirian dewan, pengambilan keputusan, dan
meningkatkan kinerja sosial (Hanefah, 2016). Dewan direksi yang dapat menyelesaikan tugasnya secara efektif akan berpengaruh terhadap nilai
perusahaan. Dimana nilai perusahaan akan cenderung meningkat dan
kekayaan pemegang saham juga ikut meningkat (Ilhamdi dan Neng, 2017).
Berikut adalah tugas dan wewenang dewan direksi dalam perusahaan
menurut UUPT No. 40 tahun 2007:
a. Eksternal
1. Direksi menjadi wakil perusahaan baik di dalam maupun di luar
pengadilan
b. Internal
1. Direksi melaksanakan tugasnya dengan bertindak atas nama
kepentingan dan tujuan perusahaan;
2. Direksi berwenang melaksanakan tugasnya dengan kebijakan yang
tepat pada batas yang telah ditentukan dalam UUPT dan/atau sesuai
dengan anggaran dasar;
3. Direksi berkewajiban membuat daftar pemegang saham, daftar
khusus, risalah RUPS, dan risalah rapat direksi;
4. Direksi diwajibkan untuk membuat laporan tahunan dan dokumen
keuangan perseroan sesuai dengan UU tentang Dokumen Perusahaan;
5. Direksi mempunyai kewajiban untuk memelihara seluruh daftar,
risalah, dan dokumen keuangan perseroan.
Selain itu, dewan direksi juga bertugas sebagai pemimpin perusahaan
yaitu menerbitkan kebijakan-kebijakan perusahaan dengan memilih,
menetapkan, dan mengawasi tugas karyawan dan kepala bagian (manajer);
28
menyetujui anggaran tahunan perusahaan; serta menyampaikan laporan
kepada pemegang saham atas kinerja perusahaan. Sehingga dewan direksi
memiliki pengaruh dan peran secara langsung terhadap nilai perusahaan yang
terwakili dalam nilai pemegang saham (Kalistarini, 2010).
Peneliti akan memfokuskan penelitian pada dewan direksi karena
dewan direksi dianggap sebagai alat yang penting dalam membuat,
mengelola, dan mengembangkan intellectual capital melalui penataan dan
pembentukan strategi serta kebijakan yang relevan (Al-Musalli dan Ismail,
2012; Ilhamdi dan Neng, 2017). Dewan direksi juga memiliki hubungan dan
peran langsung terhadap nilai perusahaan yang terwakili dalam nilai
pemegang saham (Kalistarini, 2010)
Diposting oleh
Konsultasi Disertasi, Tesis, Skripsi, TA, KTI, Olah Data Online
di
22.04
Tidak ada komentar:
Label:
akutansi,
judul akutansi,
Judul Manajemen,
Konsultasi Skripsi,
Konsultasi Skripsi Jogja,
konsultasi skripsi yogyakarta,
Konsultasi Tesis,
konsultasi tesis jogja,
konsultasi tesis yogyakarta,
Manajemen
Board Diversity (skripsi dan tesis)
Suatu corporate governance menjadi suatu hal yang sangat
dipertimbangkan oleh seorang investor. Investor menganggap bahwa
perusahaan yang telah menerapkan good corporate governance akan mampu
melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya sebagaimana mestinya.
Corporate governance sekurang-kurangnya terdiri atas dewan komisaris,
25
dewan direksi, dan komite audit. Dari ketiga dewan tersebut bisa saja terdiri
dari individu yang beragam. Keberagaman itulah yang biasa disebut dengan
board diversity atau diversitas dewan.
Board diversity dapat diartikan sebagai keragaman pada struktur atau
kompisisi suatu dewan (Kalistarini, 2010). Komposisi yang dimaksudkan
yaitu berkaitan dengan adanya perbedaan individu di dalamnya seperti,
perbedaan gender, ras, umur, dan latar belakang pendidikan. Menurut Charke,
et al., (2012) dalam Nomleni (2016) diversity dibedakan menjadi dua kategori
yaitu, demographic attributes dan cognitive (underlying). Demographic
attribute meliputi gender, ras, umur, kewarganegaraan dan etnis. Sedangkan
cognitif (underlying) meliputi setiap nilai individu. Sedangkan menurut
Amar, et al., (2009) dalam Kalistarini (2010) board diversity dapat berasal
dari dua bentuk, yakni pertama keragaman demografis meliputi keragaman
gender, jabatan direktur, dan negara, sedangkan kedua yaitu keragaman status
meliputi status kepemimpinan, kepemilikan, dan independensi. Menurut
Mishra dan Shital (2015) keberagaman dewan dapat diukur dengan
menggunakan gender, usia, pendidikan, regional, dan masa jabatan dewan.
Keberagaman dewan dalam corporate governance memiliki hubungan
yang kuat dalam konteks manajemen tingkat atas. Hal ini dikarenakan dewan
perusahaan merupakan pemimpin perusahaan yang bertanggung jawab dalam
pengambilan suatu keputusan. Dewan perusahaan dianggap berimbang
apabila terdapat latar belakang yang beragam sehingga berdampak pada
keefisienan perusahaan yang semakin meningkat. Keberagaman dewan yang tinggi akan menimbulkan adanya gaya cognitif yang semakin beragam,
sehingga akan semakin memperkaya pengetahuan, kebijaksanaan dalam
berfikir, dan pendekatan yang tersedia dapat menghasilkan kualitas yang
kompleks dalam pengambilan suatu keputusan (William dan O’Reilly, 1998
dalam Kristina dan I Dewa, 2018). Pada penelitian ini, peneliti akan
menggunakan ukuran gender, usia, pendidikan, regional, dan masa jabatan
dewan untuk mengukur keberagaman dewan
Diposting oleh
Konsultasi Disertasi, Tesis, Skripsi, TA, KTI, Olah Data Online
di
22.01
Tidak ada komentar:
Label:
akutansi,
judul akutansi,
Judul Manajemen,
Konsultasi Skripsi,
Konsultasi Skripsi Jogja,
konsultasi skripsi yogyakarta,
Konsultasi Tesis,
konsultasi tesis jogja,
konsultasi tesis yogyakarta,
Manajemen
Pengukuran Intellectual Capital (skripsi dan tesis)
Menurut Tan, et al. (2007), terdapat dua metode dalam pengukuran
intellectual capital yaitu, kategori non moneter dan kategori moneter. Berikut
merupakan pengukuran dengan kategori non moneter:
a. The Balance Scorecard
24
b. Brooking’s Technology Broker Method
c. The Skandia IC Report Method
d. The IC-Index
e. Intangible Asset Monitor Approach
f. The Heuristic Frame
g. Vital Sign Scorecard
h. The Erns & Young Model
Sedangkan kategori moneter adalah sebagai berikut:
a. The EVA and MVA model
b. The Market-to-Book Value model
c. Tobin’s Q Method
d. Pulic’s VAICTM
e. Calculated Intangible Value
f. The Knowladge Capital Earnings model
Kategori yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kategori moneter
yang diproksikan dengan Pulic’s VAICTM
Diposting oleh
Konsultasi Disertasi, Tesis, Skripsi, TA, KTI, Olah Data Online
di
21.58
Tidak ada komentar:
Label:
akutansi,
judul akutansi,
Judul Manajemen,
Konsultasi Skripsi,
Konsultasi Skripsi Jogja,
konsultasi skripsi yogyakarta,
Konsultasi Tesis,
konsultasi tesis jogja,
konsultasi tesis yogyakarta,
Manajemen
Komponen Intellectual Capital (skripsi dan tesis)
Pulic (1997) menyatakan komponen modal intelektual terdiri dari tiga
kategori pengetahuan yaitu, pengetahuan yang berkaitan dengan karyawan
(human capital), pengetahuan yang berkaitan hanya dengan perusahaan
(structural capital), dan pengetahuan yang berkaitan dengan pelanggan atau
pihak eksternal (customer capital). Berikut adalah penjelasan masing-masing
komponen:
a. Human Capital (HC)
Human capital mencakup semua karyawan dengan pengetahuan,
kemampuan, sikap, kapasitas, perilaku, pengalaman, dan emosi individu
dan kolektif mereka. Ketika karyawan dapat menerapkan pengetahuan
dan kemampuan mereka di tempat kerja, dengan demikian karyawan
tersebut telah berkontribusi pada penciptaan nilai perusahaan. Dalam hal
ini orang yang paling cerdas sekalipun tidak bisa menjadi modal
perusahaan jika mereka tidak tahu bagaimana cara melakukannya (Pulic,
et al., 2009).
b. Structural Capital (SC)
Structural capital adalah infrastruktur pendukung modal manusia yang
merupakan hasil dari aktifitas modal manusia di masa lalu. Modal
struktural mengacu pada semua faktor tidak berwujud perusahaan yang
memungkinkan kesuksesan bisnis dan daya saing. Aktivitas modal
manusia dapat meningkatkan atau menghancurkan structural capital.
Karyawan dapat meninggalkan perusahaan kapan saja. Sebaliknya,
23
pengetahuan yang diberikan kepada pelanggan diterapkan dan
dimasukkan ke dalam proses bisnis, program, produk dan layanan, yang
bisa berada tetap di perusahaan dan menjadi modal struktural yang
dimiliki oleh perusahaan. Sehingga terdapat dua komponen modal
struktural yaitu modal organisasi dan modal pelanggan (Pulic, et al.,
2009).
c. Customer Capital (CC)
Customer capital diperlakukan sebagai posisi independen dalam
beberapa model intellectual capital, sementara yang lain dipandang
sebagai modal hubungan. Modal pelanggan terdiri dari hubungan dengan
pelanggan (pembeli, klien, dan tamu) dan basis data dengan informasi
yang relevan tentang pelanggan. Customer capital juga mengacu pada
nilai yang berasal dari dan diciptakan melalui hubungan yang
berkelanjutan dengan pelanggan. Fokus pelanggan yang serius dan
sistematis memungkinkan perusahaan untuk bereaksi terhadap tren baru,
untuk mengembangkan produk-produk inovatif, untuk mendidik dan
melatih staf mereka dengan cara yang benar (penjualan, penerimaan) dan
untuk membangun citra perusahaan (Pulic, et al., 2009)
Diposting oleh
Konsultasi Disertasi, Tesis, Skripsi, TA, KTI, Olah Data Online
di
21.56
Tidak ada komentar:
Label:
akutansi,
judul akutansi,
Judul Manajemen,
Konsultasi Skripsi,
Konsultasi Skripsi Jogja,
konsultasi skripsi yogyakarta,
Konsultasi Tesis,
konsultasi tesis jogja,
konsultasi tesis yogyakarta,
Manajemen
Definisi Intellectual Capital (skripsi dan tesis)
Orientasi perusahaan terdahulu hanya pada aset berwujud fisik saja
(tangible assets). Perkembangan ekonomi baru yang diiringi oleh
perkembangan teknologi dan informasi saat ini membuat perusahaan untuk
tidak mengesampingkan aset yang tidak memiliki wujud fisik (intangible
assets). Salah satu pendekatan yang digunakan untuk menilai dan mengukur
aset tidak berwujud yaitu intellectual capital. Intellectual capital pertama kali
dikenalkan oleh seorang ekonom bernama John Kenneth Galbraith pada tahun
1969, yang mengacu pada perbedaan nilai pasar organisasi dan nilai buku
(Hsu dan Wenchang, 2009). Istilah intellectual capital digunakan untuk
merujuk pada intangibel assets atau faktor bisnis tidak berwujud dari
perusahaan, yang memiliki dampak signifikan terhadap kinerja dan
keberhasilan bisnis secara keseluruhan (Pulic, et al., 2009). Kianto, et al.,
(2012) mengartikan intellectual capital sebagai jumlah dari semua sumber
daya tidak berwujud dan pengetahuan yang terkait pada organisasi dan
digunakan dalam proses produktif dalam upaya untuk menciptakan value
added. Sedangkan menurut Alipour (2012) intellectual capital merupakan
kelompok aset pengetahuan yang dimiliki atau dikendalikan oleh suatu
organisasi dalam upaya penciptaan nilai yang paling signifikan untuk para
pemangku kepentingan utama perusahaan sesuai dengan target yang telah
ditetapkan
Diposting oleh
Konsultasi Disertasi, Tesis, Skripsi, TA, KTI, Olah Data Online
di
21.53
Tidak ada komentar:
Label:
akutansi,
judul akutansi,
Judul Manajemen,
Konsultasi Skripsi,
Konsultasi Skripsi Jogja,
konsultasi skripsi yogyakarta,
Konsultasi Tesis,
konsultasi tesis jogja,
konsultasi tesis yogyakarta,
Manajemen
Resource Dependence Theory (skripsi dan tesis)
Resource dependence theory (teori ketergantungan terhadap sumber daya)
menyatakan bahwa dewan perusahaan merupakan penghubung antara
perusahaan dengan lingkungan dan sumber daya eksternal dimana perusahaan
bergantung. Kebutuhan akan sumber daya, termasuk sumber daya finansial dan
fisik serta informasi diperoleh dari lingkungan yang membuat organisasi
tersebut bergantung pada sumber daya eksternal. Keberagaman dewan dengan
diversitas yang tinggi akan mengurangi ketergantungan perusahaan pada
lingkungan eksternal perusahaan. Hal ini disebabkan karena keahlian,
pengalaman, dan hubungan yang dimiliki oleh anggota dewan akan
memfasilitasi akses terhadap sumber daya yang diperlukan oleh perusahaan
(Dewi dan Ayu, 2016).
Preffer dan Salancik (1978) dalam Yogiswari dan I Dewa (2018) juga
menjelaskan dalam teori ini mengenai peran jajaran dewan. Terdapat dua
perspektif dalam teori ini, perspektif pertama yaitu environmental linkage
perspective yang menjelaskan bahwa anggota dewan yang memiliki latar
belakang yang berbeda secara individu akan menyumbang berbagai sumber
daya untuk perusahaan. Perspektif kedua menjelaskan bahwa internal control
dan tindakan administrasi yang dilakukan oleh dewan dapat mempengaruhi
efisiensi dari perusahaan. Teori tersebut menyatakan dengan adanya struktur
anggota dewan yang baik akan mempengaruhi nilai perusahaan (Sisiliano,
1996).
Diposting oleh
Konsultasi Disertasi, Tesis, Skripsi, TA, KTI, Olah Data Online
di
21.49
Tidak ada komentar:
Label:
akutansi,
judul akutansi,
Judul Manajemen,
Konsultasi Skripsi,
Konsultasi Skripsi Jogja,
konsultasi skripsi yogyakarta,
Konsultasi Tesis,
konsultasi tesis jogja,
konsultasi tesis yogyakarta,
Manajemen
Resource Based View of the Firm Theory (skripsi dan tesis)
Resource Based View of the Firm Theory (RBV) atau biasa dikenal dengan
teori berbasis sumber daya merupakan teori yang telah mengemuka lebih dari
20 tahun. Teori ini bertujuan untuk menjelaskan sumber-sumber internal
perusahaan yang berkelanjutan dan mempunyai keunggulan kompetitif
(Kraaijenbrink, et al., 2009). Pada tahun 1984 Wernerfelt dalam artikelnya
yang berjudul “A Resource-Based View of the Firm” menjelaskan bahwa
menurut pandangannya keunggulan dalam bersaing dan kinerja perusahaan
yang baik adalah bagaimana cara perusahaan memiliki, menguasai, dan
memanfaatkan aset-aset yang bersifat strategis baik aset berwujud maupun
tidak berwujud.
Teori ini dikembangkan untuk menganalisis keunggulan kompetitif di
suatu perusahaan dalam bidang pengetahuan yang mengandalkan aset-aset
tidak berwujud (intangible asset) (Aida dan Evi, 2015). Keunggulan kompetitif
merupakan suatu hal yang melekat pada perusahaan dan sulit untuk ditiru oleh
pesaingnya. Sumber daya yang sulit ditiru oleh pesaing diantaranya adalah merek perusahaan, reputasi perusahaan, dan keahlian yang dimiliki
karyawannya. Dengan kata lain keberhasilan perusahaan sangat ditentukan
oleh sumber daya yang dimilikinya dan kapabilitas perusahaan yang mampu
merubah sumber dayanya menjadi sebuah value bagi perusahaannya.
Menurut Belkaoui resource based theory ialah sumber daya yang dimiliki
perusahaan sebagai pengendali utama di balik kinerja dan daya saing
perusahaan. Sumber daya yang dimaksud yaitu tangible dan intangible assets,
ini secara efektif dan efisien digunakan untuk menerapkan strategi khusus
perusahaan yang kompetitif dan menguntungkan. Teori ini menunjukkan
bahwa pengukuran tradisional yang termasuk dalam laporan keuangan tidak
sepenuhnya dapat mencerminkan intangible resources perusahaan (Pohan, et
al., 2018).
Berdasarkan Resource Based View of the Firm Theory, kultur organisasi
dan modal intelektual memenuhi kriteria-kriteria sebagai sumber daya
perusahaan yang sulit ditiru dan mampu meningkatkan keunggulan kompetitif
pada perusahaan sehingga menambah value bagi perusahaan. Dari penjelasan
tersebut, kultur organisasi dan modal intelektual merupakan sumber daya yang
dimiliki perusahaan dan mampu memberikan keunggulan kompetitif serta
dapat dijadikan sebagai tolak ukur perusahaan yang mampu memberikan nilai
tambah bagi perusahaan menjadi semakin baik kedepannya (Pohan, et al.,
2018). Berdasarkan pendekatan tersebut disimpulkan bahwa sumber daya yang
dimiliki perusahaan memiliki pengaruh terhadap kinerja perusahaan yang pada
akhirnya akan meningkatkan nilai perusahaan (Sirojudin dan Ietje, 2012).
Diposting oleh
Konsultasi Disertasi, Tesis, Skripsi, TA, KTI, Olah Data Online
di
21.47
Tidak ada komentar:
Label:
akutansi,
judul akutansi,
Judul Manajemen,
Konsultasi Skripsi,
Konsultasi Skripsi Jogja,
konsultasi skripsi yogyakarta,
Konsultasi Tesis,
konsultasi tesis jogja,
konsultasi tesis yogyakarta,
Manajemen
Pengaruh Keragaman Kewarganegaraan terhadap Dewan Direksi (skripsi dan tesis)
Ramirez (2003) mengungkapkan dalam penelitiannya
bahwa dewan direksi dengan keragaman kewarganegaraan
dipercaya memiliki kinerja yang lebih baik karena homogenesis
dalam dewan direksi mengarah pada kebudayaan yang cenderung
menghindari konflik (avoids conflicts). menghindari
ketidaksopanan (avoids impoliteness) dan sebagai hasilnya, cenderung tidak mempertanyakan secara mendalam isu-isu yang
muncul dalam perusahaan.
Penelitian yang dilakukan Oxelheim dan Randoy (2001)
menunjukkan bahwa dengan adanya dewan direksi
berkewarganegaraan asing, perusahaan telah membuat proses
globalisasi dan pertukaran informasi dalam jaringan bisnis secara
internasional. Informasi merupakan salah satu bentuk aset tidak
berwujud yang akan menambah nilai modal perusahaan
Diposting oleh
Konsultasi Disertasi, Tesis, Skripsi, TA, KTI, Olah Data Online
di
21.43
Tidak ada komentar:
Label:
akutansi,
judul akutansi,
Judul Manajemen,
Konsultasi Skripsi,
Konsultasi Skripsi Jogja,
konsultasi skripsi yogyakarta,
Konsultasi Tesis,
konsultasi tesis jogja,
konsultasi tesis yogyakarta,
Manajemen
Pengaruh keberagaman usia anggota Dewan Direksi terhadap kinerja keuangan (skripsi dan tesis)
Menurut Hurlock (1999) dalam Darmadi (2011), masa
dewasa seseorang dapat dibagi menjadi tiga tahap, yaitu masa
dewasa dini yang dimulai dari usia 18-40 tahun, dewasa madya
yang dimulai pada usia 40-60 tahun, dan dewasa lanjut yang
dimulai pada usia 60 hingga saat kematian. Pada usia 40 tahun,
seseorang akan mencapai masa karirnya. Masa dewasa madya
adalah suatu masa menurunnya keterampilan fisik dan semakin
besarnya tanggung jawab, selain itu masa ini merupakan masa
ketika orang mencapai dan mempertahankan kepuasan dalam
karirnya.
Dari penjelasan di atas, usia anggota Dewan Direksi
berkaitan dengan kebijaksanaan yang dimiliki. Semakin bertambah
usia, semakin bijaksana seseorang. Jika dilihat dari tahapan dewasa
31
seseorang yang dikaitkan dengan kinerja, maka seorang yang
berada dalam kelompok usia dewasa madya merupakan masa
ketika seseorang mencapai dan mempertahankan kepuasan dalam
karirnya, mereka cenderung fokus terhadap pekerjaan daripada
berpindah-pindah dari satu perusahaan ke perusahaan lain. Hal ini
memperlihatkan bahwa usia dapat mempengaruhi kinerja
seseorang dalam perusahan yang kemudian dapat mempengaruhi
kinerja perusahaan itu sendiri (Kusumastutiet. al., 2007).
Darmadi (2011) menemukan hubungan positif antara usia
dewan terhadap kinerja 16 perusahaan yang terdaftar di BEI.
Anggota dewan yang lebih muda akan lebih termotivasi untuk
menghadapi tantangan baru dan perubahan stategi yang mengarah
pada kinerja yang lebih baik.
Diposting oleh
Konsultasi Disertasi, Tesis, Skripsi, TA, KTI, Olah Data Online
di
21.33
Tidak ada komentar:
Label:
akutansi,
judul akutansi,
Judul Manajemen,
Konsultasi Skripsi,
Konsultasi Skripsi Jogja,
konsultasi skripsi yogyakarta,
Konsultasi Tesis,
konsultasi tesis jogja,
konsultasi tesis yogyakarta,
Manajemen
Pengaruh Keberagaman Gender Dewan Direksi terhadap Kinerja Keuangan (skripsi dan tesis)
Darmadi (2011) yang meneliti hubungan keragaman gender,
kebangsaan, dan usia anggota dewan dengan kinerja keuangan perusahaan
di Indonesia. Proporsi wanita, orang asing dan anggota dewan berusia < 50
tahun sebagai variabel-variabel penjelas. Juga digunakan variabel dummy
untuk mengindikasikan kehadiran tiga kelompok dimaksud, sebagaimana
Blau index untuk menilai tigkat keragaman. Ukuran perusahaan, jumlah
dewan, dan proporsi komisaris independen juga dimasukkan sebagai
variabel kontrol. Analisis regresi dilakukan dengan sampel 169 perusahaan
yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 31 Desember 2007.
Hasilnya, proporsi pemuda berpengaruh positif pada kinerja pasar
walaupun Blau index keragamanusia tidak berpengaruh pada Tobin’s Q.
Sedangkan keragaman kebangsaan tidak berpengaruh baik
terhadap kinerja pasar maupun kinerja keuangan. Menggunakan Return on
Asset (ROA) sebagai pengukuran kinerja, tidak ada satu pun yang
berpengaruh pada kinerja perusahaan kecuali proporsi pemuda di dewan
direksi. Akan tetapi, proporsi wanita ditemukan berpengaruh negatif pada
kinerja perusahaan dengan menggunakan ROA dan Tobin’s Q.
Gender merupakan salah satu atribut keragaman yang paling
banyak diteliti. Atribut yang dapat diobservasi lainnya adalah usia (Kilduff
et al, 2000) dan kebangsaan (Oxelheim dan Randoy, 2003). Terdapat
argumen berbeda mengenai hubungan antara keragaman gender dan
keuntungan kompetitif organisasi. Beberapa argumen mendukung
anggapan bahwa keragaman yang lebih besar akan membawa keuntungan
30
bagi organisasi disebabkan beberapa alasan yang pantas. Wanita dianggap
memiliki perasaan kognitif yang berfokus pada harmoni (Hurst et al,
1989), kemampuan memfasilitasi penyebaran informasi (Earley dan
Mosakowski, 2000), serta dianggap tangguh karena harus menghadapi
berbagai tantangan sebelum menduduki suatu posisi jabatan
Diposting oleh
Konsultasi Disertasi, Tesis, Skripsi, TA, KTI, Olah Data Online
di
21.31
Tidak ada komentar:
Label:
akutansi,
judul akutansi,
Judul Manajemen,
Konsultasi Skripsi,
Konsultasi Skripsi Jogja,
konsultasi skripsi yogyakarta,
Konsultasi Tesis,
konsultasi tesis jogja,
konsultasi tesis yogyakarta,
Manajemen
Kinerja Keuangan Bank Syariah (skripsi dan tesis)
Kinerja keuangan merupakan salah satu faktor yang dapat
mengukur efektivitas dan efisiensi suatu organisasi untuk mencapai
tujuannya. Kinerja keuangan juga menggambarkan kondisi keuangan suatu
perusahaan pada periode tertentu yang dapat diukur dengan berbagai
macam indikator. Salah satu indikator yang sering digunakan pada
pengukuran kinerja keuangan adalah profitabilitas. Bodie, Kane dan
Marcus (1996) berpendapat bahwa profitabilitas merupakan salah satu
indikator untuk mengukur kesehatan keuangan perusahaan secara
keseluruhan. Profitabilitas juga dapat menggambarkan sebagai
penggunaan total aktiva dan aktiva bersih secara efektif (Zhafarina 2014). Kesehatan atau kondisi keuangan dan non keuangan bank
merupakan kepentingan semua pihak terkait, baik pemilik, pengelola
(manajemen) bank, masyarakat pengguna jasa bank, Bank Indonesia
selaku otoritas pengawasan bank maupun pihak lainnya. Kondisi bank
tersebut digunakan untuk mengevaluasi kinerja bank dalam menerapkan
prinsip kehati-hatian, kepatuhan terhadap prinsip syariah, kepatuhan
terhadap ketentuan yang berlaku dan manajemen risiko.Seperti pada Bank
Umum Konvensional, Bank Syariah juga memiliki Rasio Keuangan untuk
mengukur kinerja dan Tingkat Kesehatan Bank. Hal ini telah diatur pula
dalam Peraturan Bank Indonesia Nomor 9/1/PBI/2007 tentang sistem
penilaian tingkat kesehatan Bank Umum berdasarkan Prinsip Syariah
Diposting oleh
Konsultasi Disertasi, Tesis, Skripsi, TA, KTI, Olah Data Online
di
21.28
Tidak ada komentar:
Label:
akutansi,
judul akutansi,
Judul Manajemen,
Konsultasi Skripsi,
Konsultasi Skripsi Jogja,
konsultasi skripsi yogyakarta,
Konsultasi Tesis,
konsultasi tesis jogja,
konsultasi tesis yogyakarta,
Manajemen
Keberagaman Kewarganegaraan Dalam Dewan Direksi (skripsi dan tesis)
Penelitian terkait keragaman budaya, termasuk didalamnya
keragaman gender dan keragaman kewarganegaraan (nationality),
menunjukkan bahwa kelompok dengan tingkat keragaman yang tinggi
cenderung memiliki pengetahuan dan pengalaman yang lebih beragam,
sehingga mampu mempertimbangkan dan mendiskusikan beragam proyek
yang lebih besar, memproduksi hasil yang lebih berkualitas dan
menciptakan lebih banyak solusi inovatif (Nagawa, 2014). Penelitian
Ramirez (2003) terhadap 500 perusahaan terbaik di Amerika
menyimpulkan bahwa keragaman yang dikelola dengan baik dapat
meningkatkan fungsi dan kualitas pengambilan keputusan dewan direksi.
Noorkhaista (2017) mengungkapkan dalam penelitiannya bahwa
dewan direksi dengan keragaman kewarganegaraan dipercaya memiliki kinerja yang lebih baik karena homogenesis dalam dewan direksi
mengarah pada kebudayaan yang cenderung menghindari konflik (avoids
conflicts), menghindari ketidak sopanan (avoids impoliteness) dan sebagai
hasilnya, cenderung tidak mempertanyakan secara mendalam isu-isu yang
muncul dalam perusahaan.
Keuntungan dari keberagaman direksi asing, diantaranya : tersedia
kandidat anggota dewan yang berkualifikasi secara lebih luas dengan
pengalaman industri yang lebih luas, dengan latar belakang yang berbeda,
dewan direksi asing bisa menambah pengalaman yang lebih beragam dan
berharga, yang tidak dimiliki oleh dewan direksi domestik dan anggota
dewan direksi asing bisa membantu meyakinkan investor asing bahwa
perusahaan dikelola secara profesional (Krisna dan Dewi 2017
Diposting oleh
Konsultasi Disertasi, Tesis, Skripsi, TA, KTI, Olah Data Online
di
21.26
Tidak ada komentar:
Label:
akutansi,
judul akutansi,
Judul Manajemen,
Konsultasi Skripsi,
Konsultasi Skripsi Jogja,
konsultasi skripsi yogyakarta,
Konsultasi Tesis,
konsultasi tesis jogja,
konsultasi tesis yogyakarta,
Manajemen
Keberagaman Usia Dalam Dewan Direksi (skripsi dan tesis)
Usia dapat dianggap sebagai proksi untuk tingkat pengalaman dan
cara pengambilan resiko (Herman dan Datta, 2005), Hambrick dan Mason
(1984) mengemukakan bahwa manajer yang muda itu lebih cenderung
melakukan strategi berusiko, dan perusahaan dengan manajer muda akan
mengalami pertumbuhan yang lebih tinggi dari pada rekan mereka dengan
manajer yang lebih tua. Ini bisa dipahami sejak itu manajer yang lebih tua
cenderung lebih enggan mengambil risiko (Barker dan Mueller, 2002) dan
“mungkin berada pada a titik dalam kehidupan mereka di mana keamanan
finansial dan keamanan karier adalah penting ”(Hambrick dan Mason,
1984, hal. 198), sementara manajer yang lebih muda cenderung memiliki
kemampuan yang lebih tinggi untuk memproses ide yang baru, kemauan
lebih rendah untuk menerima status quo, dan kurang minat dalam stabilitas
karir (Cheng et al., 2010). Dalam literature teori manajemen dan organisasi Herman dan Datta (2005) menunjukan bahwa eksekutif yang
lebih muda mengarah pada tingkat diversifikasi internasional yang lebih
tinggi, menurunkan usia rata-rata tim manajemen puncak juga
berhubungan positif dengan perubahan strategi (Wiersema dan Bantel,
1992).
Umur adalah rentang kehidupan yang diukur dengan tahun, masa
awal dewasa adalah usia 18 tahun sampai 40 tahun, dewasa Madya adalah
41 sampai 60 tahun, dewasa lanjut >60 tahun, umur adalah lamanya hidup
dalam tahun yang dihitung sejak dilahirkan (Hurlock, 2004). Masa dewasa
madya adalah menurunnya keterampilan fisik dan semakin besarnya
tanggung jawab, selain itu masa ini merupakan masa ketika orang
mencapai dan mempertahankan kepuasan dalam karirnya (Kusumastuti et.
al., 2007).
Menurut Robbins (2007) hubungan antara usia dan kinerja
pekerjaan kemungkinan akan menjadi masalah yang lebih penting selama
dekade mendatang. Para pekerja yang lebih tua memiliki kualitas positif
pada pekerjaan mereka, khususnya pengalaman, penilaian, etika kerja yang
kuat, dan komitmen terhadap kualitas (Kusumastusti et.al., 2007).
Keberagaman atau diversitas menurut Campbell dan MinguezVera, (2008) merujuk pada heterogenitas, penyebaran, perbedaan,
campuran sifat yang baik, dll. Sedangakan usia Organisasi Kesehatan
Dunia (WHO) menggolongkan lanjut usia menjadi 4 yaitu usia
pertengahan (middle age) 45-59 tahun, lanjut usia (elderly) 60-74 tahun, lanjut usia tua (old) 75-90 tahun dan usia sangat tua (very old) diatas 90
tahun (Rompis 2018).
Perusahaan yang mempekerjakan pekerja dalam rentang usia yang
lebar memiliki keuntungan menciptakan suasana dinamis, tenaga kerja
multi-generasi-dengan beragam keahlian-yang bermanfaat bagi perusahaan
(Ararat et al 2010) dalam (Fathonah 2018). Sebuah studi oleh Zajac dan
Westphal dalam Van Ness et al mengemukakan bahwa usia seseorang
mungkinberkaitan denganketerbukaan untuk ide-ide baru. Age Diversity
menggambarkan persebaran pada usia anggota dewandi dalam struktur
dewan perusahaan (Anggraeni 2014)
Diposting oleh
Konsultasi Disertasi, Tesis, Skripsi, TA, KTI, Olah Data Online
di
21.23
Tidak ada komentar:
Label:
akutansi,
judul akutansi,
Judul Manajemen,
Konsultasi Skripsi,
Konsultasi Skripsi Jogja,
konsultasi skripsi yogyakarta,
Konsultasi Tesis,
konsultasi tesis jogja,
konsultasi tesis yogyakarta,
Manajemen
Keberagaman Gender Dalam Dewan Direksi (skripsi dan tesis)
Variabel jenis kelamin merupakan salah satu bagian dari board
diversity yang penting untuk diteliti. Beberapa ahli tata kelola menyatakan
bahwa keberagaman demografi yang lebih besar diantara anggota dewan
perusahaan akan menyebabkan perbaikan dalam kinerja keuangan perusahaan (Daily, Certo, & Dalton, 1999). Salah satu bagian dari
keberagaman demografi adalah jenis kelamin anggota dewan direksi yang
direpresentasikan dengan adanya keterwakilan perempuan dalam jajaran
direksi. Kehadiran seorang perempuan dalam dewan direksi perusahaan
akan membawa perbedaan persepsi sosiologi dan pemahaman dalam
pengambilan keputusan yang dilakukan di meja dewan (Swartz, 2006).
Gianti (2016 )Isu perempuan menduduki peran penting dalam
dunia bisnis merupakan fenomena yang menarik untuk dikaji. Tidak
dijelaskan dengan pasti alasan mengapa dikatakan abadnya kaum
perempuan, tetapi hanya diungkapkan bahwa perempuan-perempuan di
Amerika dan beberapa negara di Asia serta Eropa telah banyak
memenangkan kompetisi dengan lawan jenisnya (pria) dalam mengisi
posisi-posisi manajemen puncak di beberapa perusahaan terkemuka.
Kecenderungan yang sama sebenarnya juga terjadi di Indonesia. Sepuluh
tahun terakhir beberapa majalah di Indonesia memuat topik perempuan
manajer (eksekutif) sebagai laporan utamanya (Teg dan Utami, 2013).
Perbedaan gaya kepemimpinan laki-laki dan perempuan merupakan faktor
yang dapat kita lihat sebagai ukuran pengaruh kinerja suatu perusahaan.
Isu diversitas gender mencuat ke permukaan dikarenakan keberadaan
perempuan yang sering mendapat perhatian dalam dunia kerja. Namun
sebaliknya kebergaman gender atau keberadaan perempuan dalam
manajamen puncak bukan sebagai ancaman melainkan dapat mendorong
kinerja dan meningkatkan inovasi perusahaan. Perusahaan yang memiliki tingkat diversitas gender yang tinggi cenderung dapat memiliki pandangan
yang luas dalam mengambil keputusan (Kartikaningrum 2016).
Gender merupakan status yang dibangun melalui sosial, budaya,
psikologis berarti berdasarkan ciri-ciri pribadi. Persepsi secara umum
terdapat perbedaan antara pria dan wanita walaupun sudah mulai
berkurang (Rohail Hassan dan Maran Marimutu, 2015 dalam Fathonah
2018). Pedoman yang mempengaruhi bagaimana mereka berfikir dan
berperilaku. Berbicara mengenai propors direksi wanita memiliki sikap
kehati-hatian yang sangat tinggi, cenderung menghindari resiko dan lebih
teliti tidak terburu-buru dalam mengambil suatu keputusan. Dengan
adanya direksi wanita dalam jajaran dewan direksi maka dalam proses
pengambilan keputusan cenderung akan lebih berhati hati sehingga dapat
meningkatkan nilai perusahaan (Puji et,. Al 2017 dalam Fatonah 2018).
Perempuan dianggap memiliki rasa terhadap gaya kognitif yang
berfokus pada harmoni dan kemampuan untuk memfasilitasi penyebaran
informasi (Darmadi, 2012). Berbagai argumen yang berbeda tentang
hadirnya perempuan di dalam dewan direksi berhubungan dengan
kompetitif perusahaan (Darmadi, 2012). Beberapa argumen mendukung
keterwakilan perempuan di dewan direksi akan membawa keuntungan
bagi perusahaan karena perempuan memiliki kepekaan sosial yang baik
dan menunjukkan perilaku etis yang lebih baik daripada laki-laki
(Hanefah, 2016). Namun, perempuan juga dianggap sulit karena harus menghadapi berbagai tantangan sebelum mendapatkan kursi di dewan
(Darmadi, 2012).
(Low et,. Al 2015) membuktikan kinerja perusahaan meningkat
lebih tinggi ketika dipimpin oleh CEO perempuan dan risikonya lebih
kecil dibandingkan dengan yang dipimpin oleh laki-laki. Peningkatan
jumlah dewan direksi wanita berhubungan positif dengan kinerja
perusahaan. Negaranegara yang bersikap sportif dan moderat terhadap
wanita dalam pekerjaannya dapat meningkatkan diversitas gender dalam
dewan direksi dan juga meningkatkan kinerja perusahaan
Diposting oleh
Konsultasi Disertasi, Tesis, Skripsi, TA, KTI, Olah Data Online
di
21.20
Tidak ada komentar:
Label:
akutansi,
judul akutansi,
Judul Manajemen,
Konsultasi Skripsi,
Konsultasi Skripsi Jogja,
konsultasi skripsi yogyakarta,
Konsultasi Tesis,
konsultasi tesis jogja,
konsultasi tesis yogyakarta,
Manajemen
Dewan Direksi (skripsi dan tesis)
Menurut UU No. 40 Tahun 2007 Tentang Perseroan Terbatas Pasal
1 Direksi adalah organ perseroan yang berwenang dan bertanggung jawab
penuh atas pengurusan Perseroan untuk kepentingan Perseroan, sesuai
dengan maksud dan tujuan Perseroan serta mewakili Perseroan, baik di
dalam maupun di luar pengadilan sesuai dengan ketentuan anggaran dasar.
Agar pelaksanaan tugas direksi dapat berjalan secara efektif, salah satu
prinsip yang perlu dipenuhi adalah komposisi direksi harus sedemikian
rupa sehingga memungkinkan pengambilan keputusan secara efektif,
tepat, dan cepat, serta dapat bertindak independen (Komite Nasional
Kebijakan Governance, 2006).
Menurut Peraturan Bank Indonesia nomor 11/33/PBI/2009, Dewan
Direksi adalah organ perseroan yang berwenang dan bertanggung jawab
penuh atas pengurusan perseroan untuk kepentingan perseroan sesuai
dengan maksud dan tujuan perseroan serta mewakili perseroan, baik di
dalam dan di luar pengadilan sesuai dengan ketentuan anggaran dasar
sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang No. 40 Tahun 2007
tentang Perseroan Terbatas. Ketentuan mengenai jumlah anggota dan
kriteria untuk menjadi seorang direksi tunduk pada peraturan Bank Indonesia. Pengangkatan dan penggantian direksi dalam RUPS haruslah
memperhatikan rekomendasi dari komite remunerasi dan nominasi.
Anggota direksi dilarang memberikan kuasa umum kepada pihak
lain yang mengakibatkan pengalihan tugas dan fungsi direksi. Selain itu
direksi dilarang untuk mendapat keuntungan pribadi maupun
memanfaatkan bank untuk kepentingan pribadi, keluarga atau pihak lain
yang dapat mengurangi asset bank selain dari fasilitas yang bisa ia
dapatkan sesuai yang ditetapkan dalam RUPS (PBI No. 33/11/PBI/2009).
Menurut Peraturan Otoritas Jasa Kauangan (POJK) Nomor 33/
POJK.04/2014 direksi emiten atau perusahaan publik paling kurang terdiri
dari dua orang anggota direksi, satu diantara anggota direksi diangkat
menjadi direktur utama atau presiden direktur. Pengangkatan anggota
direksi berdasarkan pada RUPS dan telah memenuhi persyaratan, yaitu
mempunyai akhlak, moral dan integritas yang baik, serta cakap melakukan
perbuatan hukum. Dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya,
direksi wajib mengadakan rapat direksi secara berkala minimal satu kali
setiap bulannya. Rapat direksi dapat berlangsung apabila telah dihadiri
oleh mayoritas anggota direksi
Diposting oleh
Konsultasi Disertasi, Tesis, Skripsi, TA, KTI, Olah Data Online
di
21.16
Tidak ada komentar:
Label:
Judul Manajemen,
Judul Psikologi,
Konsultasi Skripsi,
Konsultasi Skripsi Jogja,
konsultasi skripsi yogyakarta,
Konsultasi Tesis,
konsultasi tesis jogja,
konsultasi tesis yogyakarta,
Manajemen,
Psikologi
Resource Dependence Theory (skripsi dan tesis)
Resource Dependence Theory merupakan studi tentang
sumberdaya manusia yang dimiliki perusahaan dalam meningkatkan
kinerja dan potensi untuk menciptakan kemakmuran (Hanani dan Aryni
(20012). Dasar pemikiran resource dependence theory yang awalnya
dikembangkan oleh ( Pfeffer dan Salancik, 1978) bahwa perusahaan harus
bergantung pada organisasi eksternal untuk mendapatkan sumber daya
utama.
Hal ini akan mendorong perusahaan meningkatkan kinerja dan
potensi penciptaan kemakmuran (Mitchell, 2001 dalam Sudiartana, 2011).
Diversifikasi struktur sumberdaya manusia yang berkaitan dengan
campuran gender seringkali dipandang sebagai hal penting untuk
memaksimalkan sumberdaya penting perusahaan (Siciliano, 1996). Dalam
literatur corporate governance dan teori resource dependence, sering kali diungkapkan bahwa tim manajemen yang diversed dan well-ballanced
dapat secara signifikan meningkatkan kinerja perusahaan (Mitchell, 2001
dalam Sudiartana, 2011).
Noorkhaista (2017) Keunggulan bersaing dan kinerja perusahaan
yang baik berhubungan dengan bagaiman perusahaan memperoleh,
mengelola, dan menggunakan aset-aset yang bersifat strategis, baik yang
berwujud maupun yang tidak berwujud. Aset – aset ini berperan vital
dalam mengembangkan keunggulan bersaing dan kinerja perusahaan yang
lebih baik. Belkaoui (2003) dan Wijayanti (2013) menyatakan bahwa
strategi yang berpotensi untuk meningkatkan kinerja perusahaan dan
keunggulan bersaing perusahaan adalah dengan menyatukan aset berwujut
dan tidak berwujud.
Masing-masing anggota akan memberikan kumpulan dari
pengalaman, attachment, dan pandangan yang unik dan berbeda-beda bagi
tim manajemen. Jika persepsi, pandangan dan latar belakang manajer
relatif homogen, maka ada kemungkinan besar strategi-strategi pembuatan
keputusan dari mekanisme corporate governance akan menjadi singleminded, dapat ditebak dan tidak fleksibel. Manajemen yang memiliki
diversitas anggota yang lebih tinggi akan lebih mampu menghadapi
tantangan dan dinamika lingkungan bisnis. Perbedaan tipe dewan direksi
memberikan manfaat yang berbeda bagi perusahaan (Meca et al, 2015).
Diversitas memiliki tujuan untuk meningkatkan berbagai ide dan
perspektif, pemasaran yang lebih baik, dan hasil organisasi yang lebih baik, (Summer dan Nowichi, 2004). Perempuan dalam dewan direksi
memiliki latar belakang yang berbeda dan kemampaun sumber daya yang
berbeda sehingga memiliki pengaruh yang berbeda pula terhadap kinerja
bank (Meca et al, 2015).
Diposting oleh
Konsultasi Disertasi, Tesis, Skripsi, TA, KTI, Olah Data Online
di
21.13
Tidak ada komentar:
Label:
akutansi,
judul akutansi,
Judul Manajemen,
Konsultasi Skripsi,
Konsultasi Skripsi Jogja,
konsultasi skripsi yogyakarta,
Konsultasi Tesis,
konsultasi tesis jogja,
konsultasi tesis yogyakarta,
Manajemen
Hubungan Antara Kepercayaan Diri dengan Kreativitas (skripsi dan tesis)
Kepercayaan diri merupakan penilaian positif terhadap diri sendiri mengenai
kemampuan, bakat kepemimpinan, serta kemampuan mental untuk mengurangi pengaruh negatif
dari keragu-raguan, memiliki ketentraman diri, mampu menyalurkan segala yang individu
ketahui dan segala yang individu kerjakan, serta merasa mampu untuk bisa mencapai berbagai
tujuan di dalam kehidupan.
Pada dasarnya manusia hidup itu memerlukan pendidikan, baik yang bersifat formal
maupun informal. Siswa merupakan asset berharga dalam dunia pendidikan yang harus
diperhatikan kebutuhannya.
Pada sekolah kami juga peserta didik dilatih agar mampu menggunakan kreativitas yang
dimilikinya, karena pada dasarnya kreativitas dimilki oleh setiap orang namun dengan derajat
yang berbeda-beda. Kreativitas merupakan suatu proses untuk menjadi peka dan selektif
terhadap permasalahan sehingga individu mampu untuk melihat, membuat dan menemukan
kombinasi baru dalam menyelesaikan permasalahan tersebut atau dapat dikatakan kreativitas
merupakan proses yang menghasilkan produk baru baik merupakan objek yang bias dilihat
maupun imajinasi saja atau dapat merupakan pengaruh pengalaman masa lalu dengan pola baru.
Menurut Munandar (1999) bahwa orang-orang yang kreatif akan dapat berpikir mandiri,
mempunyai daya imajinasi, mampu membuat keputusan sehingga akan mempunyai keyakinan
dan mereka tidak mudah dipengaruhi orang lain.
Aspek kepribadian inilah yang mempunyai fungsi penting dalam kehidupan manusia,
khususnya dalam meraih keberhasilan. Kepercayaan diri juga berperan dalam memberikan
semangat serta motivasi kepada individu untuk dapat bereaksi secara tepat terhadap tantangan
dan kesempatan yang datang pada seseorang maupun untuk merasakan berbagai kebahagiaan
dalam hidupnya.
Dalam pengembangan kreativitas bukan hanya faktor emosi melainkan juga adanya
faktor kepercayaan dalam diri siswa untuk memunculkan kreativitasnya. Hal ini dibuktikan oleh
Zaqeus (2008) yang menyatakan bahwa keyakinan diri merupakan hal yang penting dalam
kreativitas, keyakinan diri dapat menjadi pendorong atau justru menjadi faktor penghambat
kreativitas.
Kepercayaan diri akan memberikan kehidupan, kekuatan dan tindakan kepada kita.
Dengan memiliki kepercayaan diri, hidup akan lebih terarah dan mempunyai kepastian. Impulsimpuls pemikiran secara pasti akan dipengaruhi oleh kepercayaan Diri, kepercayaan diri tentang
kebenaran diri sebenarnya, kepercayaan diri tentang keinginan dan impian, kepercayaan diri
tentang sasaran dan tujuan, kepercayaan diri tentang masa depan sukses, termasuk kepercayaan
diri dalam berkreativitas.
Kepercayaan yang tinggi sangat berperan dalam memberikan sumbangan yang bermakna
dalam proses kehidupan seseorang, karena apabila individu percaya dirinya mampu untuk
melakukan sesuatu, maka akan timbul kreativitas pada diri individu untuk melakukan hal-hal
dalam hidupnya.
Kepercayaan diri yang signifikan menyebabkan kreativitas, dengan demikian untuk
meningkatkan kreativitas dapat dilakukan dengan meningkatkan kepercayaan diri. Oleh karena
itu, Guilford (dalam Munandar, 2009) menyatakan kreativitas merupakan kemampuan berpikir
divergen atau pemikiran menjajaki bermacam-macam alternatif jawaban terhadap suatu
persoalan, yang sama benarnya
Menurut Munandar (1997) ciri-ciri individu yang kreatif adalah imajinatif, mempunyai
intuisi, bebas dalam berpikir, rasa ingin tahu, ingin mendapat pengalaman baru, penuh semangat
dan energik, bersedia mengambil resiko dan berani dalam pendapat. Untuk menjadi orang yang
kreatif seseorang harus memiliki kepercayan diri agar dapat keberanian untuk melakukan
keterampilan
Diposting oleh
Konsultasi Disertasi, Tesis, Skripsi, TA, KTI, Olah Data Online
di
18.18
Tidak ada komentar:
Label:
Judul Manajemen,
Judul Psikologi,
Konsultasi Skripsi,
Konsultasi Skripsi Jogja,
konsultasi skripsi yogyakarta,
Konsultasi Tesis,
konsultasi tesis jogja,
konsultasi tesis yogyakarta,
Manajemen,
Psikologi
Faktor-faktor yang mempengaruhi kepercayaan diri (skripsi dan tesis)
Faktor-faktor yang mempengaruhi rasa percaya diri pada seseorang menurut Hakim
(dalam Miklotof 2010) muncul pada dirinya sebagai berikut:
a. Lingkungan keluarga
Keadaan keluarga merupakan lingkungan hidup yang pertama dan utama dalam
kehidupan setiap manusia, lingkungan sangat mempengaruhi pembentukan awal rasa percaya
diri pada seseorang. Rasa percaya diri merupakan suatu keyakinan seseorang terhadap segala
aspek kelebihan yang ada pada dirinya dan diwujudkan dalam tingkah laku sehari-hari.
b. Pendidikan formal
Sekolah bisa dikatan sebagai lingkungan kedua bagi anak, dimana sekolah merupakan
lingkungan yang paling berperan bagi anak setelah lingkungan keluarga di rumah. Sekolah
memberikan ruang pada anak untuk mengekpresikan rasa percaya dirinya terhadap teman-teman
sebayanya.
c. Pendidikan non formal
Salah satu modal utama untuk bisa menjadi seseorang dengan kepribadian yang penuh
rasa percaya diri adalah memiliki kelebihan tertentu yang berarti bagi diri sendiri dan orang lain.
Menurut Middlebrook (dalam Rosita 2011), ada empat faktor yang mempengaruhi kepercayaan
diri, yaitu:
a. Pola Asuh
Keluarga merupakan faktor utama yang mempunyai pengaruh besar terhadap
perkembangan anak dimasa yang akan datang. Dari ketiga pola asuh baik itu otoriter,
demokratis, dan permisif, menurut Hurlock (dalam Mahrita, 1997) pola asuh demokratis adalah
model yang paling cocok yang mendukung pengembangan percaya diri pada anak, karena pola
asuh demokratis melatih dan mengembangkan tanggung jawab serta keberanian menghadapi dan
menyelesaikan masalah secara mandiri.
b. Jenis Kelamin
Peran jenis kelamin yang disandang oleh budaya terhadap kaum perempuan maupun lakilaki memiliki efek sendiri terhadap perkembangan rasa percaya diri. Perempuan cenderung
dinggap lemah dan harus dilindungi, sedangkan laki-laki harus bersikap sebagai makhluk kuat,
mandiri dan mampu melindungi.
c. Pendidikan
Pendidikan seringkali menjadi ukuran dalam menilai keberhasilan seseorang. Berarti
semakin tinggi jenjang pendidikan seseorang semakin tinggi pula anggapan orang lain terhadap
dirinya. Mereka yang memiliki jenjang pendidikan yang rendah biasanya merasa tersisih dan
akhirnya tidak memiliki keyakinan akan kemampuannya. Sedangkan yang memiliki jenjang
pendidikan yang tinggi semakin terpacu untuk menunjukan kemampuannya.
d. Penampilan Fisik
Individu yang memiliki tampilan fisik yang menarik lebih sering diperlakukan dengan
baik dibandingkan dengan individu yang mempunyai penampilan kurang menarik.
Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi
rasa percaya diri adalah faktor internal dan eksternal. Faktor internal yaitu kemampuan yang
dimiliki individu dalam mengerjakan sesuatu yang mampu dilakukannya. Faktor eksternal yaitu
lingkungan keluarga, lingkungan formal atau sekolah, dimana sekolah, lingkungan pendidikan
non formal
Diposting oleh
Konsultasi Disertasi, Tesis, Skripsi, TA, KTI, Olah Data Online
di
18.14
Tidak ada komentar:
Label:
Judul Manajemen,
Judul Psikologi,
Konsultasi Skripsi,
Konsultasi Skripsi Jogja,
konsultasi skripsi yogyakarta,
Konsultasi Tesis,
konsultasi tesis jogja,
konsultasi tesis yogyakarta,
Manajemen,
Psikologi
Aspek-aspek Kepercayaan Diri (skripsi dan tesis)
Lauster (dalam Ghufron dan Risnawita, 2011) mengemukakan beberapa Aspek individu
yang mempunyai rasa percaya diri adalah sebagai berikut :
a. Keyakinan kemampuan diri.
Keyakinan kemampuan diri adalah siakp positif seseorang tentang dirinya. Ia mampu secara
sunguh-sunguh akan apa yang dilakukannya.
b. Optimis
Optimis adalah sikap positif yang dimiliki seseorang yang selalu berpandangan baik dalam
menghadapi segala hal tentang dan kemapuannya.
c. Objektif
Orang yang memandang permasalahan atau suatu sesuai dengan kebenaran yang semestinya,
bukan menurut kebenaran pribadi atau menurut orang lain.
d. Bertanggung jawab
Bertanggung jawab adalah kesediaan orang untuk menangung segala sesuatu yang telah
menjadi konsekuensinya.
e. Rasional dan realistik
Rasional dan realistik adalah analisis terhadap suatu masalah, suatu hal, dan suatu kejadian
dengan menggunakan pemikiran yang dapat diterima oleh akal dan sesuai dengan kenyataan.
Dari uraian aspek-aspek yang di ungkapkan oleh lauster dapat diambil kesimpulan bahwa
aspek kepercayaan diri adalah keyakinan kemampuan diri, optimis, objektif, bertanggung
jawab, rasional dan realistik
Diposting oleh
Konsultasi Disertasi, Tesis, Skripsi, TA, KTI, Olah Data Online
di
18.11
Tidak ada komentar:
Label:
Judul Manajemen,
Judul Psikologi,
Konsultasi Skripsi,
Konsultasi Skripsi Jogja,
konsultasi skripsi yogyakarta,
Konsultasi Tesis,
konsultasi tesis jogja,
konsultasi tesis yogyakarta,
Manajemen,
Psikologi
Pengertian Kepercayaan Diri (skripsi dan tesis)
Percaya diri merupakan suatu keyakinan terhadap diri sendiri untuk memcapai prestasi
yang lebih baik, pendapat lain menyatakan sikap percaya diri sediri adalah suatu sikap batn yang
positif, mempunyai keyakinanan akan diri sendiri mempunyai sikap yang riang dan mudah
menyesuaikan diri (Kartini-kartono, 1990). Menurut Barbara (2005) kepercayaan diri adalah
suatu yang harus mampu menyalurkan segala yang diketahui dan segala yang kita kerjakan.
Menurut Syaifullah (2010) percaya diri adalah sikap positif yang dimiliki seseorang
individu yang membisakan dan mampukan dirinya untuk mengembangkan penilaian positif baik
terhadap diri sendiri maupun terhadap orang lain, lingkungan, serta situasi yang dihadapinya
untuk meraih apa yang diinginkannya.
Menurut Ghufron dan Risnawita (2011) kepercayaan diri adalah salah satu aspek
kepribadian yang penting pada seseorang. Sedangkan menurut Guilford (2004) bahwa
kepercayaan diri adalah pengharapan umum tentang keberhasilan.
Menurut Fatimah (dalam Hamdan, 2009) kepercayaan diri adalah sikap positif seorang
individu yang memampukan dirinya untuk mengembangkan penilaian positif, baik terhadap diri
sendiri maupun terhadap lingkungan atau situasi yang dihadapinya.
Willis (dalam Ghufron dan Risnawita, 2011) kepercayaan diri adalah keyakinan bahwa
seseorang mampu menanggulangi suatu masalah dengan situasi terbaik dan dapat memberikan
sesuatau yang menyenangkan bagi orang lain.
Antony (1992) berpendapat bahwa kepercayaan diri merupakan sikap pada diri
seseoranng yang dapat menerima kenyataan, dapat mengembangkan kesadaran diri, berfikir
positif, memiliki kemandirian, dan mempunyai kemampuan untuk memiliki serta mencapai
segala sesuatu yang diinginkan.
Lauster (dalam Ghufron dan Risnawita, 2011) kepercayaan diri merupakan salah satu
aspek kepribadian yang berupa keyakinan akan kemampuan diri seseorang sehingga tidak
terpengaruh oleh orang lain dan dapat bertindak sesuai kehendak, gembira, optimis, cukup
toleran, dan bertanggung jawab.
McClelland (dalam Luxori, 2005) bahwa kepercayaan diri merupakan kontrol internal,
perasaan akan adanya sumber kekuatan dalam diri, sadar akan kemampuan-kemampuan dan
bertanggung jawab terhadap keputusan-keputusan yang telah ditetapkannya. Menurut Tosi
(dalam Hamdan 2009) mengungkapkan bahwa kepercayaan diri merupakan suatu keyakinan
dalam diri seseorang bahwa individu mampu meraih kesuksesan dengan berpijak pada usahanya
sendiri.
Berdasarkan uraian di atas maka dapat disimpulkan bahwa kepercayaan diri adalah
penilaian positif terhadap diri sendiri mengenai kemampuan yang ada dalam dirinya untuk
menghadapi berbagai situasi dan tantangan serta kemampuan mental untuk mengurangi pengaruh
negatif dari keragu-raguan yang mendorong individu untuk meraih keberhasilan atau kesuksesan
tanpa tergantung kepada pihak lain dan bertanggung jawab atas keputusan yang telah
ditetapkannya
Diposting oleh
Konsultasi Disertasi, Tesis, Skripsi, TA, KTI, Olah Data Online
di
18.08
Tidak ada komentar:
Label:
Judul Manajemen,
Judul Psikologi,
Konsultasi Skripsi,
Konsultasi Skripsi Jogja,
konsultasi skripsi yogyakarta,
Konsultasi Tesis,
konsultasi tesis jogja,
konsultasi tesis yogyakarta,
Manajemen,
Psikologi
Manfaat Kreativitas (skripsi dan tesis)
Manfaat Kreativitas pada individu (Abasiyah, 2012). Ada 6 manfaat Kreativitas,
diantaranya:
a. Membuat hidup lebih indah. Kreativitas akan membuat hidup lebih indah karena kamu
akan dikelilingi oleh hal-hal yang bervariasi, tidak monoton. Melakukan hal kreatif akan
memberikan sesuatu yang baru dan segar.
b. Meningkatkan apresiasi terhadap ide orang lain. Orang yang kreatif pasti bisa
menerima dan menghargai ide-ide orang lain, tanpa memandang siapa pun yang
memberikan ide tersebut. Berbeda dengan orang yang tidak menghargai ide, setiap ada
ide baru ia akan mencibir atau bahkan menganggapnya konyol.
c. Salah satu faktor kesuksesan usaha. Dalam dunia bisnis kreativitas menjadi salah satu
faktor kesuksesan usaha. Semua usaha memerlukan kreativitas, mulai dari penciptaan
barang atau jasa, cara produksinya, cara pemesanan, cara pembayaran, dan menjaga
kesetiaan pembeli untuk terus memakai produknya.
d. Awal terjadinya inovasi dan perubahan. Kreativitas menjadi awal terjadinya inovasi
dan perubahan-perubahan. Inovasi merupakan hasil pemberdayaan kreativitas tertentu
sehingga menjadi sebuah cara, proses, produk, atau sumber nilai baru yang belum ada
sebelumnya.
e. Meningkatkan kualitas dan taraf hidup manusia. Salah satu ciri karya yang kreatif
adalah yang memberikan manfaat sosial.
f. Meningkatkan kreativitas dan semangat hidup. Orang kreatif tidak akan takut
kehilangan peluang sebab ia bisa menciptakan peluang sendiri. Mereka yang memiliki
jiwa kreatif tidak mudah putus asa untuk mencoba, mencoba, dan terus mencoba
meskipun menemui banyak kegagalan.
Dari uraian manfaat kreativitas yang di ungkapkan oleh Abasiyah dapat diambil
kesimpulan bahwa manfaat kreativitas adalah membuat hidup lebih indah, meningkatkan
apresiasi terhadap ide orang lain, salah satu faktor kesuksesan usaha, awal terjadinya inovasi dan
perubahan, meningkatkan kualitas dan taraf hidup manusia, meningkatkan kreativitas dan
semangat hidup.
Diposting oleh
Konsultasi Disertasi, Tesis, Skripsi, TA, KTI, Olah Data Online
di
18.06
Tidak ada komentar:
Label:
Judul Manajemen,
Judul Psikologi,
Konsultasi Skripsi,
Konsultasi Skripsi Jogja,
konsultasi skripsi yogyakarta,
Konsultasi Tesis,
konsultasi tesis jogja,
konsultasi tesis yogyakarta,
Manajemen,
Psikologi
Proses Dalam Mengembangkan Kreativitas (skripsi dan tesis)
Menurut Utami Munandar (2004) ada strategi 4P (Pribadi, Pendorong, Proses, dan
Produk) dalam pengembangan kreativitas yaitu:
a. Pribadi
Kreativitas adalah ungkapan (ekspresi) dari keunikan individu dalam melakukan
interaksi dengan lingkungannya. Ungkapan atau produk kreatif ialah mencerminkan
orisinalitas dari individu tersebut.
b. Pendorong
Bakat kreatif siswa akan terwujud bilamana ada dukungan dari lingkungan dan
dorongan dari dalam dirinya sendiri (motivasi internal) untuk menghasilkan sesuatu.
c. Proses
Anak/siswa perlu diberi kesempatan untuk melakukan aktivitas dan diberikan
fasilitas yang ia butuhkan. Kurikulum yang terlalu ketat akan menyebabkan siswa tidak
bisa mengambangkan bakat kreatifnya dan tidak bisa mengungkapkan siapa dirinya.
d. Produk
Kondisi yang memungkinkan sesorang untuk menciptakan produk kreatif yang
bermakna yaitu kondisi pribadi dan kondisi lingkungan kedua faktor tersebut sedikit
banyaknya dapat membantu dalam proses kreatif itu sendiri.
Menurutt Wallas (dalam Satiadarma dan Waruwu, 2003) mengemukakan empat tahapan
proses berpikir kreatif:
a. Tahap persiapan (preparation)
Tahap persiapan merupakan tahap peletakan dasar, berupa pengumpulan
informasi, data-data, dan bahan-bahan untuk memecahkan masalah. Dalam tahap ini,
individu mempelajari latar belakang masalah, seluk-beluk dan problematikanya.
b. Inkubasi (incubation)
Tahap inkubasi adalah tahap dimana individu seakan-akan melepaskan diri untuk
sementara dari masalah tersebut, dalam arti bahwa ia tanpa sadar ”mengerami”
permasalahan tersebut dalam alam pra sadar. Tahap ini berlangsung dalam waktu yang
tak menentu, bisa lama dan bisa juga hanya sebentar.
c. Iluminasi (illumination)
Tahap ini merupakan tahap munculnya insight. Dalam tahap ini muncul bentukbentuk cetusan ide atau gagasan, pemecahan masalah, penyelesaian, cara kerja serta
jawaban baru.
d. Verifikasi (verification)
Tahap verifikasi adalah tahap munculnya aktivitas evaluasi terhadap gagasan
secara kritis, yang sudah mulai dicocokkan dengan kondisi yang sebenarnya (nyata). Ide
atau kreasi baru harus diuji terhadap realitas yang ada.
Berdasarkan penjelasan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa proses kreativitas terdiri
dari empat tahap, yaitu tahap persiapan, tahap inkubasi, tahap iluminasi, dan tahap verifikasi.
Diposting oleh
Konsultasi Disertasi, Tesis, Skripsi, TA, KTI, Olah Data Online
di
18.03
Tidak ada komentar:
Label:
Judul Manajemen,
Judul Psikologi,
Konsultasi Skripsi,
Konsultasi Skripsi Jogja,
konsultasi skripsi yogyakarta,
Konsultasi Tesis,
konsultasi tesis jogja,
konsultasi tesis yogyakarta,
Manajemen,
Psikologi
Aspek-aspek Kreativitas (skripsi dan tesis)
Guilford (dalam Munandar, 1999) mengemukakan Aspek-aspek dari kreativitas antara
lain:
a. Kelancaran berpikir (fluency of thinking), yaitu kemampuan untuk menghasilkan
banyak ide yang keluar dari pemikiran seseorang secara cepat. Dalam kelancaran
berpikir, yang ditekankan adalah kuantitas, dan bukan kualitas.
b. Keluwesan berpikir (flexibility), yaitu kemampuan untuk memproduksi sejumlah ide,
jawaban-jawaban atau pertanyaan-pertanyaan yang bervariasi, dapat melihat suatu
masalah dari sudut pandang yang berbeda-beda, mencari alternatif atau arah yang
berbeda-beda, serta mampu menggunakan bermacam-macam pendekatan atau cara
pemikiran. Orang yang kreatif adalah orang yang luwes dalam berpikir. Mereka dengan
mudah dapat meninggalkan cara berpikir lama dan menggantikannya dengan cara
berpikir yang baru.
c. Elaborasi (elaboration), yaitu kemampuan dalam mengembangkan gagasan dan
menambahkan atau memperinci detail-detail dari suatu objek, gagasan atau situasi
sehingga menjadi lebih menarik.
d. Originalitas (originality), yaitu kemampuan untuk mencetuskan gagasan unik atau
kemampuan untuk mencetuskan gagasan asli.
Dari uraian aspek-aspek yang di ungkapkan oleh Guilford dapat diambil kesimpulan
bahwa aspek kreativitas adalah Kelancaran berpikir, Keluwesan berpikir, Elaborasi, Originalitas
Diposting oleh
Konsultasi Disertasi, Tesis, Skripsi, TA, KTI, Olah Data Online
di
18.01
Tidak ada komentar:
Label:
Judul Manajemen,
Judul Psikologi,
Konsultasi Skripsi,
Konsultasi Skripsi Jogja,
konsultasi skripsi yogyakarta,
Konsultasi Tesis,
konsultasi tesis jogja,
konsultasi tesis yogyakarta,
Manajemen,
Psikologi
Pengertian Kreativitas (skripsi dan tesis)
Istilah kreativitas berasal dari bahasa Inggris “to create” yang berarti mencipta, yaitu
mengarang atau membuat sesuatu yang berbeda baik bentuk, susunan atau gaya dari yang lazim
dikenal orang
Kreativitas merupakan salah satu kebutuhan pokok manusia, yaitu kebutuhan akan
perwujudan diri (aktualisasi diri) dan merupakan kebutuhan paling tinggi bagi manusia Maslow
(dalam Munandar, 2009). Pada dasarnya, setiap orang dilahirkan di dunia dengan memiliki
potensi kreatif. Kreativitas dapat diidentifikasi (ditemukenali) dan dipupuk melalui pendidikan
yang tepat (Munandar, 2009).
Menurut Ghufron dan Risnawita (2011) kreativitas adalah unsur kekuatan sumber daya
manusia yang andal untuk menggerakan kemajuan manusia dalam penelurusan,
mengembangkan, dan penemuan-penemuan baru dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi,
serta dalam semua bidang usaha manusia.
Guilford (dalam Munandar, 2009) berpendapat bahwa kreativitas merupakan kemampuan
berpikir divergen atau pemikiran menjajaki bermacam- macam alternatif jawaban terhadap suatu
persoalan yang sama benarnya. Selanjutnya dilakukan penelitian mengenai kreativitas dengan
menggunakan analisis faktor dan ditemukan faktor penting yang merupakan sifat dari
kemampuan berpikir kreatif, yaitu: (1). Fluency of thinking atau kelancaran berpikir: yaitu
banyaknya ide yang keluar dari pemikiran seseorang; (2). Flexibility atau keluwesan: yaitu
10
kemampuan untuk menggunakan bermacam-macam pendekatan dalam mengatasi persoalan.
Orang yang kreatif adalah orang yang luwes dalam berpikir, mereka dengan mudah dapat
meninggalkan cara berpikir lama dan menggantikan dengan cara berpikir yang baru; (3).
Elaboration atau perincian, yaitu kemampuan dalam mengembangkan gagasan dan menguraikan
secara rinci; dan (4). Originality atau keaslian, yaitu kemampuan untuk mencetuskan gagasan
asli.
Sukarti (Dalam Ghufron dan Risnawita, 2011) istilah kreativitas dalam kehidupan seharihari selalu dikaitkan dengan prestasi yang istimewah dalam menciptakan sesuatu yang baru,
menemukan cara-cara pemecahan masalah yang tidak dapat ditemukan oleh kebanyakan orang,
ide-ide baru,, dan melihat adanya berbagai kemungkinan.
Amabile (dalam Munandar, 1999) mengatakan bahwa kreativitas berkenaan dengan
kualitas produk atau penilaian dan respon bersifat kreatif melalui sejumlah pengamatan yang
dilakukan oleh orang yang tepat. Kreatif juga melibatkan proses yang dianggap mengandung
nilai- nilai kreatif. Definisi ini mengarahkan kreativitas sebagai hal yang menghasilkan hal dan
ide yang baru oleh individu atau kelompok kecil.
Sternberg & Lubart (dalam Sternberg, 1999) mendefinisikan kreativitas sebagai suatu
kemampuan untuk menghasilkan suatu karya yang mengandung unsur kebaruan (termasuk
diantaranya keaslian dan tidak terduga) serta tepat guna (termasuk diantaranya berguna dan dapat
disesuaikan dengan tuntutan tugas).
Renzulli (dalam Munandar, 2004) mengatakan bahwa kreativitas adalah kemampuan
umum untuk mencipta sesuatu yang baru, sebagai kemampuan untuk memberi gagasan-gagasan
baru yang dapat diterapkan dalam pemecahan masalah, atau sebagai kemampuan untuk melihat
hubungan-hubungan baru antara unsur-unsur yang sudah ada sebelumnya.
Dari pengertian kreativitas yang di ungkapkan oleh beberapa tokoh di atas dapat
disimpulkan bahwa kreativitas adalah kemampuan seseorang untuk menciptakan sesuatu yang
baru atau ide-ide baru
Diposting oleh
Konsultasi Disertasi, Tesis, Skripsi, TA, KTI, Olah Data Online
di
17.56
Tidak ada komentar:
Label:
Judul Manajemen,
Judul Psikologi,
Konsultasi Skripsi,
Konsultasi Skripsi Jogja,
konsultasi skripsi yogyakarta,
Konsultasi Tesis,
konsultasi tesis jogja,
konsultasi tesis yogyakarta,
Manajemen,
Psikologi
Mengembangkan Kreativitas Pembelajaran (skripsi dan tesis)
mulyasa mengutip pendapat Gordon dalam Joice and weill ia
mengemukakan bahwa ada empat prinsip dasar sinektik yang menentang
pandangan lama tentang kreativitas. Di mana pandangan tersebut adalah
sebagai berikut :7
a) Menurutnya kreativitas merupakan sesuatu yang penting dalam
kegiatan sehari-hari. Di mana hampir semua manusia berhubungan
dengan proses kreativitas, proses kreativitas tersebut dikembangkan melalui seni atau penemuan-penemuan baru. Menurut Gordon, ia
menekankan bahwa kreativitas merupakan bagian dari kehidupan kita
sehari-hari dan berlangsung sepanjang hayat. Model seperti Gordon ini
dirancang guna untuk meningkatkan kapasitas pemecahan masalah,
ekspresi kreatif, empati, dan hubungan sosial. Gordon juaga
menekankan bahwa ide-ide yang bermakna dapat ditingkatkan melalui
aktivitas kreatif guna untuk memperkaya pemikiran.8
b) Prinsip yang kedua menyatakan bahwa proses kreatif bukanlah sesuatu
yang misterius. Hal tersebut dapat didekskripsikan dan mungkin
membantu orang secara langsung untuk meningkatkan kreativitasnya.
Bahwa Gordon telah yakin, apabila seseorang memahami landasan
proses kreativitas, individu dapat belajar untuk menggunakan
pemahamannya untuk meningkatkan kreativitas dalam kehidupan dan
pekerjaan, baik secara pribadi maupun sebagai anggota kelompok.
Gordon juga memandang bahwa kreativitas didorong oleh kesadaran
yang memberi petunjuk untuk mendeskripsikan dan menciptakan
prosedur latihan yang dapat diterapkan di sekolah atau lingkungan lain.9
c) Prinsip ketiga menjelaskan bahwa penemuan kreatif sama dalam semua
bidang, baik dalam bidang seni, ilmu, maupun dalam rekayasa. Selain
itu, penemuan kreatif ditandai oleh beberapa proses intelektual. Di
mana ide ini bertentangan dengan keyakinan umum, yang memandang
kreativitas terbatas pada bidang seni, padahal ilmu dan rekayasa juga
merupakan penemuan manusia. Gordon juga menunjukkan adanya hubungan antara perkembangan berpikir dalam seni dan ilmu yang
sangat erat.10
d) Pendapat Gordon yang keempat telah menunjukkan bahwa berpikir
kreatif baik secara individu maupun kelompok adalah sama. Proses
pembelajaran pada hakikatnya untuk mengembangkan aktivitas dan
kreativitas peserta didik, melalui berbagai interaksi dan pengalaman
belajar.11
Menurut Gibbs yang dikutip oleh E. Mulyasa ia menyatakan bahwa
berdasarkan berbagai penelitiannya ia menyimpulkan bahwa kreativitas
dapat dikembangkan dengan memberi kepercayaan, komunikasi yang
bebas, pengarahan diri, dan pengawasan yang tidak terlalu ketat. Hasil
penelitian tersebut dapat diterapkan atau ditransfer dalam proses
pembelajaran. Dalam hal ini peserta didik akan lebih kreatif jika :12
a) Dikembangkan rasa percaya diri pada peserta didik dan tidak ada
perasaan takut.
b) Diberi kesempatan untuk berkomunikasi ilmiah secara bebas dan
terarah.
c) Dilibatkan dalam menentukan tujuan dan evaluasi belajar.
d) Diberikan pengawasan yang tidak terlalu ketat dan tidak otoriter.
e) Dilibatkan secara aktif dan kreatif dalam proses pembelajaran secara
keseluruhan. Apa yang dikemukakan di atas nampaknya sulit untuk dilakukan.
Namun paling tidak guru harus dapat menciptakan suasana belajar yang
kondusif, yang mengarah pada situasi di atas, misalnya dengan
mengembangkan modul yang heuristik dan hipotetik. Kendatipun
demikian, kaulitas pembelajaran sangat ditentukan oleh aktivitas dan
kreativitas guru, disamping kompetensi-kompetensi profesionalnya.
Namun, dalam kegiatan belajar melalui modul, hal ini bisa dikurangi,
karena guru lebih memposisikan dirinya sebagai fasilitator.
E. Mulyasa juga mengutip pendapat Widada, di mana untuk
mendongkrak kualitas pembelajaran disamping guru harus menyediakan
lingkungan yang kreatif, guru juga dapat menggunakan pendekatan
sebagai berikut :13
a) Self esteem approach (kesadaran akan harga diri)
Guru tidak hanya mengarahkan peserta didik untuk mempelajari
materi ilmiah saja, akan tetapi pengembangan sikap harus mendapat
perhatian secara proposional
b) Creative approach
Beberapa saran untuk pendekatan ini adalah dikembangkannya
problem solving, brain storning, inquiry, dan role playing.
c) Value Clarification and moral development approach
Dalam pendekatan ini pengembangan pribadi menjadi sasaran
utama. Karena dalam situasi yang demikian, pengembangan intelektual
akan mengiringi perkembangan pribadi peserta didik d) Multiple talent approach
Pendekatan ini mementingkan upaya pengembangan seluruh
potensi peserta didik, karena manifestasi pengembangan potensi akan
membangun self concept yang menunjang kesehatan mental.
e) Inquiry approach
Melalui pendekatan ini peserta didik diberi kesempatan untuk
menggunakan proses mental dalam menemukan konsep atau prinsip
ilmiah, serta meningkatkan potensi intelektualnya.
f) Pictorial riddle approach
Pendekatan ini merupakan metode untuk mengembangkan
motivasi dan minat peserta didik dalam diskusi kelompok kecil.
Pendekatan ini sangat membantu meningkatkan kemampuan berfikir
kritis dan kreatif.
g) Synetics approach
Pada hakikatnya pendekatan ini memusatkan perhatian pada
kompetensi peserta didik untuk mengembangkan berbagai bentuk
metaphor untuk membuka inteligensinya dan mengembangkan
kreativitasnya. Kegiatan dimulai dengan kegiatan kelompok yang tidak
rasional berkembang menuju pada penemuan dan pemecahan masalah
secara rasional.
Diposting oleh
Konsultasi Disertasi, Tesis, Skripsi, TA, KTI, Olah Data Online
di
17.52
Tidak ada komentar:
Label:
Judul Manajemen,
Judul Psikologi,
Konsultasi Skripsi,
Konsultasi Skripsi Jogja,
konsultasi skripsi yogyakarta,
Konsultasi Tesis,
konsultasi tesis jogja,
konsultasi tesis yogyakarta,
Manajemen,
Psikologi
Bentuk-Bentuk Kreativitas (skripsi dan tesis)
Dalam pembelajaran visual, di mana peserta didik lebih banyak
menyerap informasi melalui mata, hal-hal yang dapat guru lakukan untuk
memaksimalkan kemampuan belajar peserta didik adalah:4
a. Biarkan mereka duduk di bangku paling depan, sehingga mereka bisa
langsung melihat apa yang dituliskan atau digambarkan guru di papan
tulis.
b. Anjurkan siswa mencari materi yang akan diajarkan untuk pertemuan
yang akan datang agar siswa lebih mudah memahami pelajaran yang
diajarkan.
c. Selain tulisan, buatlah lebih banyak bagan-bagan, diagram, flow-chart
menjelaskan sesuatu.
d. Minta mereka untuk menuliskan poin-poin penting yang harus
dihafalkan e. Gunakan berbagai ilustrasi dan gambar.
f. Tulis ulang apa yang ada di papan tulis.
g. Gunakan warna-warni yang berbeda pada tulisan.
Untuk pembelajar auditory, di mana peserta didik lebih banyak
menyerap informasi melalui pendengaran, hal-hal yang bisa dilakukan
untuk memaksimalkan kemampuan belajar mereka adalah:5
a. Gunakan audio dalam pembelajaran (musik, radio, dll)
b. Saat belajar, biarkan mereka membaca dengan nyaring dan suara keras.
c. Seringlah memberi pertanyaan kepada mereka.
d. Membuat diskusi kelas.
e. Menggunakan rekaman.
f. Biarkan mereka menjelaskan dengan kata-kata.
g. Biarkan mereka menuliskan apa yang mereka pahami tentang satu mata
pelajaran.
h. Belajar berkelompok.
Sedangkan untuk pembelajar kinestetik, di mana peserta didik lebih
banyak menyerap informasi melalui gerakan fisik, hal-hal yang bisa
dilakukan untuk memaksimalkan kemampuan belajar mereka adalah:6
a. Perbanyak praktek lapangan (field trip).
b. Melakukan demonstrasi atau pertunjukan langsung.
c. Membuat model atau contoh-contoh d. Belajar tidak harus duduk secara formal, bisa dilakukan dengan duduk
dalam posisi yang nyaman, seperti belajar diluar kelas.
e. Perbanyak praktek di laboratorium.
f. Boleh menghafal sesuatu sambil bergerak, berjalan atau mondarmandir.
g. Perbanyak simulasi dan role playing.
h. Biarkan murid berdiri saat menjelaskan sesuatu.
Dalam prakteknya, satu kelas biasanya terdiri dari tiga kelompok
pembelajar semacam ini. Karena itulah, tidak bisa seorang guru hanya
mempraktekkan satu metode belajar mengajar untuk diterapkan di seluruh
kelas. Bayangkan jika guru mengajar hanya dengan metode ceramah mulai
dari awal hingga akhir. Jika dalam satu kelas kecenderungannya lebih
banyak pembelajar visual atau kinestetis, maka yang terjadi adalah suasana
yang tidak menyenangkan. Jika di dalam sebuah kelas terjadi kekacauan
seperti adanya siswa-siswa yang susah untuk dikondisiskan, guru-guru
kreatif dan mempunyai inovasi yang tinggi akan segera mengganti proses
belajar mengajar dengan mempertimbangkan keragaman gaya belajar
siswa. Tidak lagi kemudian menggunakan metode ceramah, tetapi
menggunakan metode yang lain yang memungkinkan, misalnya diskusi
kelompok ataupun mengajak mereka dalam suatu permainan agar tidak
membosankan.
Namun demikian, yang masih sering terjadi adalah, karena guru
merasa tidak diperhatikan, mereka kemudian menggunakan kekuasaan
23
mereka sebagai guru dengan melakukan bentakan yang keras, biasanya
disertai ancaman kalau tidak mendengarkan maka mereka akan
mendapatkan hukuman.
Pola belajar mengajar semacam ini tidak saja membuat proses
belajar mengajar menjadi sesuatu yang mengerikan dan membuat trauma
bagi anak didik, tetapi juga mengaduk-aduk dan menyita emosi guru
secara terus menerus. Akibatnya, bisa ditebak, tekanan kerja yang semakin
berat membuat proses belajar mengajar bagi guru menjadi beban yang
tidak lagi menyenangkan.
Karena itulah, kreativitas dan kemampuan guru untuk memahami
gaya belajar siswa sangat penting agar suasana di dalam kelas bisa
dibangun dengan lebih kondusif dan menyenangkan untuk belajar. Dengan
demikian, sekolah akan menjadi tempat yang menyenangkan, bagi guru,
siswa, dan semua pihak yang terlibat di dalamnya.
Diposting oleh
Konsultasi Disertasi, Tesis, Skripsi, TA, KTI, Olah Data Online
di
17.49
Tidak ada komentar:
Label:
Judul Manajemen,
Judul Psikologi,
Konsultasi Skripsi,
Konsultasi Skripsi Jogja,
konsultasi skripsi yogyakarta,
Konsultasi Tesis,
konsultasi tesis jogja,
konsultasi tesis yogyakarta,
Manajemen,
Psikologi
Ciri-Ciri Kreativitas (skripsi dan tesis)
Menurut William, “ciri-ciri kreativitas dapat ditinjau dari dua aspek,
yaitu ciri-ciri aptitude dan non-aptitude traits”. Ciri-ciri aptitude ialah ciriciri yang berhubungan dengan kognitif atau proses berpikir, sedangkan
ciri-ciri non-aptitude traits ialah ciri-ciri yang lebih berkaitan dengan sikap
atau perasaan. Adapun uraian secara rinci sebagai berikut. William juga
menyatakan bahwa: a. Aspek kognitif
Ciri-ciri kreativitas yang berhubungan dengan kemampuan
berpikir kreatif atau ciri-ciri aptitude adalah sebagai berikut :
1) Keterampilan berpikir lancar (fluency)
Keterampilan berpikir lancar tampak pada pribadi seseorang
yang mencetuskan banyak gagasan, memberikan banyak saran untuk
melakukan berbagai hal, serta selalu memikirkan lebih dari satu
jawaban atas suatu keadaan atau pertanyaan yang membutuhkan
penyelesaian.
2) Keterampilan berpikir luwes (flexibility)
Keterampilan berpikir fleksibel tampak pada pribadi seseorang
yang mampu menghasilkan gagasan, jawaban, atau pertanyaan yang
bervariasi, dapat melihat suatu masalah dari sudut pandang yang berbeda-beda, mampu mencari banyak alternatif atau arah yang
berbeda-beda dan mampu mengubah cara pendekatan atau cara
pemikiran.
3) Keterampilan berpikir orisinal (originality)
Keterampilan berpikir orisinal melekat pada pribadi seseorang
yang mampu melahirkan ungkapan yang baru dan unik, mampu
memikirkan cara yang tidak lazim untuk. mengungkapkan diri, dan
mampu membuat kombinasi-kombinasi yang tidak lazim dari
bagian-bagian atau unsur-unsur.
4) Keterampilan berpikir rinci atau memperinci (elaboration)
Keterampilan membuat rincian merupakan keterampilan yang
melekat pada pribadi seseorang yang mampu memperkaya dan
mengembangkan suatu gagasan atau produk, serta mampu
menambahkan atau memperinci detil-detil dari suatu obyek, gagasan
atau situasi sehingga menjadi lebih menarik.
5) Keterampilan menilai (evaluation)
Keterampilan menilai artinya keterampilan yang dimiliki oleh
seseorang yang mampu menentukan patokan penilaian sendiri dan
menentukan apakah suatu pertanyaan benar, suatu rencana sehat,
atau suatu tindakan bijaksana, mampu mengambil keputusan
terhadap situasi yang terbuka, serta orang tersebut tidak mencetuskan
gagasan, tetapi juga melaksanakannya. b. Aspek afektif
Ciri-ciri kreativitas dalam aspek afektif antara lain:
1) Sifat berani mengambil resiko, Contohnya terdiri dari (a) tidak
takut gagal atau kritik, (b) berani membuat dugaan, (c) dan
mempertahankan pendapat.
2) bersifat menghargai, Contohnya seperti (a) mencari banyak
kemungkinan, (b) melihat kekurangan-kekurangan dan bagaimana
seharusnya, dan (c) melibatkan diri dalam masalah-masalah atau
gagasan-gagasan yang sulit.
3) rasa ingin tahu, Sifat rasa ingin tahu misalkan: (a)
mempertanyakan sesuatu, (b) bermain dengan suatu gagasan, (c)
tertarik pada kegaiban, (d) terbuka terhadap situasi, dan (e)
senang menjajaki hal-hal baru.
4) Imajinasi/firasat,Seseorang yang memiliki imajinasi/firasat maka
ia: (a) mampu membayangkan, (b) membuat gambaran mental,
(c) merasakan firasat, (d) memimpikan hal-hal yang belum pernah
terjadi, dan (e) menjajaki di luar kenyataan indrawi.
Tidak jauh berbeda dengan Skala Penilaian Anak Berbakat
yang disusun oleh Renzuli, dkk. Kemudian di rangkum oleh Utami
Munandar bahwa ciri-ciri kreativitas meliputi:
1. Rasa ingin tahu yang luas dan mendalam.
2. Sering mengajukan pertanyaan yang baik.
3. Memberikan banyak gagasan atau usul terhadap suatu masalah. 4. Bebas dalam menyatakan pendapat.
5. Mempunyai rasa keindahan mendalam.
6. Menonjol dalam salah satu bidang seni.
7. Mampu melihat suatu masalah dari berbagai sudut pandang.
8. Mempunyai rasa humor yang luas.
9. Mempunyai daya imajinasi.
10. Orisinil dalam ungkapan gagasan dan dalam pemecahan
masalah.
Diposting oleh
Konsultasi Disertasi, Tesis, Skripsi, TA, KTI, Olah Data Online
di
17.45
Tidak ada komentar:
Label:
Judul Manajemen,
Judul Psikologi,
Konsultasi Skripsi,
Konsultasi Skripsi Jogja,
konsultasi skripsi yogyakarta,
Konsultasi Tesis,
konsultasi tesis jogja,
konsultasi tesis yogyakarta,
Manajemen,
Psikologi
Pengertian Kreativitas (skripsi dan tesis)
Johnson menyatakan bahwa : Berpikir kreatif adalah sebuah
kebiasaan dari pikiran yang dilatih dengan memperhatikan intuisi,
menghidupkan imajinasi, mengungkapkan kemungkinan-kemungkinan
baru, membuka sudut pandang yang menakjubkan dan membangkitkan
ide-ide yang tidak terduga. Berpikir kreatif, yang membutuhkan
ketekunan, disiplin diri, dan perhatian penuh, meliputi aktivitas mental
seperti:1
a) Mengajukan pertanyaan.
b) Mempertimbangkan informasi baru dan ide yang tidak lazim dengan
pikiran terbuka.
c) Membangun keterkaitan, khususnya diantara hal-hal yang berbeda.
d) Menghubung-hubungkan berbagai hal yang bebas.
e) Menerapkan imajinasi pada setiap situasi untuk menghasilkan hal baru
dan berbeda.
f) Mendengarkan intuisi.
Munandar meyakini bahwa kreativitas bukan sebagai kemampuan
untuk menciptakan hal-hal baru, tetapi merupakan gabungan (kombinasi) dari hal-hal yang sudah ada sebelumnya, termasuk pengalaman dan
pengetahuan yang diperoleh seseorang selama hidupnya.2
Menurut Munandar setiap manusia memiliki sifat kreativitas karena
otak manusia senang menemukan pola, yaitu dengan menghubungkan satu
hal dengan hal lainnya untuk menemukan makna. Jika dalam proses
belajar siswa berlatih menghubungkan sesuatu yang tampak tidak
berhubungan, maka siswa membentuk otak untuk menemukan
kemungkinan-kemungkinan baru yang mungkin siswa lewatkan dan
menemukan pola baru yang tidak terpikir oleh siswa, seandainya siswa
tidak membangun hubungan.
Banyak cara untuk menciptakan suasana belajar yang kondusif, di
mana para siswa dapat mengembangkan aktivitas dan kreativitas
belajarnya secara optimal, sesuai dengan kemampuannya masing-masing.
Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa berpikir kreatif pada siswa
adalah kemampuan siswa untuk berpikir terbuka, luas dan
mengembangkan imajinasinya secara optimal sehingga mampu
menghasilkan ide-ide baru atau pemecahan (solusi) baru terhadap
permasalahan lama yang sering dialami siswa selama proses belajarnya
berlangsung.
Namun disini yang dimaksudkan untuk berpikir kreatif adalah guru,
di mana guru pada dasarnya dituntut untuk sealalu aktif dan kreatif pada
saat terjadinya proses pembelajaran. Terlebih pada guru agama, seorang
guru agama harus kreatif dalam menyajikan materi pembelajaran, entah itu kreatif dalam penggunaan metode pembelajaran maupun media
pembelajaran supaya pembelajaran tidak terkesan monoton
Diposting oleh
Konsultasi Disertasi, Tesis, Skripsi, TA, KTI, Olah Data Online
di
17.39
Tidak ada komentar:
Label:
Judul Manajemen,
Judul Psikologi,
Konsultasi Skripsi,
Konsultasi Skripsi Jogja,
konsultasi skripsi yogyakarta,
Konsultasi Tesis,
konsultasi tesis jogja,
konsultasi tesis yogyakarta,
Manajemen,
Psikologi
Hubungan Antara Efikasi Diri Terhadap Kreativitas (skripsi dan tesis)
Menurut Baron (dalam Munandar, 1999) kreativitas adalah kemampuan
individu untuk menciptakan sesuatu yang baru. Kreativitas membantu individu
untuk dapat menemukan berbagai alternatif jalan keluar terhadap masalah yang
dihadapi. Tanpa adanya kreativitas, manusia akan sulit berkembang di tengah
keadaan dunia yang serba dinamis.
Sternberg dan Williams (dalam Kisti dan Fardana, 2012) menyatakan bahwa
untuk memaksimalkan dan mengembangkan kreativitas dibutuhkan suatu
keyakinan diri untuk dapat menghasilkan sesuatu. Kreativitas tanpa diiringi oleh
keyakinan diri tidak dapat berkembang secara optimal. Keyakinan yang dimaksud
di sini adalah efikasi diri.
Siswa yang memiliki efikasi diri tinggi akan banyak menyampaikan gagasan
atau ide-ide yang baru sedangkan siswa yang tidak memiliki efikasi diri yang
tinggi, siswa akan membuat pengandaian yang seharusnya tidak dilakukan
sebelum mencoba suatu pekerjaan. Sehingga efikasi diri yang tinggi sangat
diperlukan agar siswa mempunyai keberanian sendiri untuk mengatasi masalah- masalah yang timbul dari stimulus-stimulus yang terbentuk dari lingkungan dan
siswa dapat mempertahankan pendapatnya. Hal ini diperkuat oleh Amabile (dalam
Sweetman dkk., dalam penerbitan) mengatakan Siswa dengan efikasi diri yang
tinggi akan dapat meningkatkan kreativitasnya dan dengan efikasi diri individu
akan lebih kreatif dalam proses pemecahan masalah.
Bandura (1997) efikasi diri merupakan keyakinan atau kepercayaan individu
mengenai kemampuan dirinya untuk mengorganisasi, melakukan suatu tugas,
mencapai suatu tujuan, menghasilkan sesuatu dan mengimplementasi tindakan
untuk menampilkan kecakapan.
Reivich dan Shatte (dalam Wahyuni, 2013) mendefinisikan efikasi diri
adalah sebagai keyakinan pada kemampuan diri sendiri untuk menghadapi dan
memecahkan masalah dengan efektif. Keyakinan yang timbul dari diri siswa
diharapkan bisa menjadi bekal berprestasi dalam menghadapi hambatan dan
tantangan dalam pencapaian prestasi akademik. Prestasi tidak datang begitu saja
pada diri siswa yang hanya mengandalkan kesempatan, tetapi dengan adanya rasa
keyakinan dan sikap bersungguh-sungguh dalam mengerjakan tugas akan
menuntun siswa dalam mencapai prestasi.
Kreativitas juga dapat ditingkatkan dengan adanya motivasi berprestasi, hal
ini dinyatakan oleh Sternberg ( dalam Kuntjojo dan Matulessy, 2012) yang
mengatakan bahwa ada beberapa faktor yang berhubungan dengan individu yang
kreatif diantaranya adalah motivasi yang tinggi untuk menjadi kreatif di bidang
tertentu. Hal ini sesuai dengan apa yang dinyatakan oleh Directorate-General for
Education an Culture, the European Commission ( dalam Kuntjojo dan
Matulessy, 2012) bahwa salah satu aspek kepribadian yang mempengaruhi
kreativitas adalah motivasi, termasuk di dalamnya motivasi berprestasi.
Motivasi berprestasi merupakan dorongan individu untuk meraih sukses
dengan standar tertentu dan berusaha untuk lebih unggul dari orang lain dan
mampu untuk mengatasi segala rintangan yang menghambat pencapaian tujuan.
Siswa yang memiliki motivasi berprestasi yang tinggi akan selalu ingin
sukses dalam segala aktivitas. Kondisi demikian dapat menyebabkan individu
menjadi gigih dalam melakukan segala aktifitasnya karena tanpa kegigihan maka
kesuksesan itu hanya akan merupakan khayalan belaka.
Dengan demikian salah satu penyebab munculnya kegigihan pada diri
individu adalah karena motivasi dalam diri individu untuk meraih kesuksesan dan
prestasi tinggi. Dengan kata lain tingginya tingkat motivasi yang dimiliki seorang
individu dapat menjadi pemicu munculnya kreativitas siswa untuk menghasilkan
suatu karya.
Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa efikasi diri dan
motivasi berprestasi berkaitan erat dengan kreativitas, dimana efikasi diri sebagai
keyakinan yang dimiliki bahwa siswa bisa menciptakan ide-ide yang baru,
sedangkan motivasi berprestasi sebagai pendorong dalam diri siswa untuk
mengembangkan kreativitas siswa. Sehingga dengan memiliki efikasi diri dan
motivasi berprestasi siswa akan dapat berkreativita
Diposting oleh
Konsultasi Disertasi, Tesis, Skripsi, TA, KTI, Olah Data Online
di
17.36
Tidak ada komentar:
Label:
Judul Manajemen,
Judul Psikologi,
Konsultasi Skripsi,
Konsultasi Skripsi Jogja,
konsultasi skripsi yogyakarta,
Konsultasi Tesis,
konsultasi tesis jogja,
konsultasi tesis yogyakarta,
Manajemen,
Psikologi
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Motivasi Berprestasi (skripsi dan tesis)
Schultz dan Schultz (dalam Nasution dan Lili, 2005) menyatakan bahwa
motivasi berprestasi berbeda-beda pada setiap individu karena banyak faktor yang
dapat mempengaruhi. Fernald dan Fernald (dalam Nasution dan Lili, 2005)
mengungkapkan beberapa hal yang dapat mempengaruhi motivasi berprestasi
seseorang, yaitu:
a. Keluarga dan kebudayaan (family and cultural)
Motivasi seseorang dapat dipengaruhi oleh lingkungan sosial seperti orang tua
dan teman (Eastwood, 1983). Sedangkan Mc Clelland (dalam Schultz dan
Schultz, 1994) menyatakan bahwa bagaimana cara orang tua mengasuh anak
mempunyai pengaruh terhadap motivasi berprestasi anak. Bernstein (dalam
Fernald dan Fernald, 1999) menyatakan bahwa kebudayaan dapat
mempengaruhi kekuatan motivasi berprestasi individu. Kebudayaan pada suatu
negara seperti cerita rakyat dan hikayat-hikayat sering mengandung tema-tema
pretasi yang dapat meningkatkan semangat masyarakatnya.
b. Konsep diri (self concept)
Konsep diri merupakan bagaimana seseorang berpikir mengenai dirinya
sendiri. Apabila individu percaya bahwa dirinya mampu untuk melakukan
sesuatu, maka idnividu akan termotivasi untuk melakukan hal tersebutn
sehingga berpengaruh dalam tingkah laku.
c. Jenis kelamin (sex roles)
Prestasi yang tinggi biasanya diidentikkan dengan makulinitas, sehingga
banyak para wanita belajar tidak maksimal jika wanita tersebut berada diantara
para pria. Menurut Stein dan Bailey (dalam Fernald dan Fernald, 1999) sering
disebut sebagai motivasi menghindari kesuksesan. Morgan, dkk (1986)
menyatakan bahwa banyak perempuan dengan motivasi berprestasi tinggi tidak
menampilkan karakteristik perilaku berprestasi layaknya laki-laki. Hal ini
berkaitan dengan Homer (dalam Morgan, dkk 1986) yang menyatakan bahwa
pada wanita terdapat kecenderungan takut akan kesuksesan yang artinya pada
wanita terdapat kekhwatiran bahwa dirinya akan ditolak oleh masyarakat
apabila dirinya memperoleh kesuksesan.
d. Pengakuan dan prestasi (recognition and achievement)
Individu akan lebih termotivasi untuk bekerja lebih keras apabila diri merasa
dipedulikan atau diperhatikan orang lain
Diposting oleh
Konsultasi Disertasi, Tesis, Skripsi, TA, KTI, Olah Data Online
di
17.33
Tidak ada komentar:
Label:
Judul Manajemen,
Judul Psikologi,
Konsultasi Skripsi,
Konsultasi Skripsi Jogja,
konsultasi skripsi yogyakarta,
Konsultasi Tesis,
konsultasi tesis jogja,
konsultasi tesis yogyakarta,
Manajemen,
Psikologi
Langganan:
Postingan (Atom)