Minggu, 29 Agustus 2021
Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat (skripsi dan tesis)
Banyak pendekatan pembangunan yang telah diterapkan, yakni dari
pertumbuhan, pemenuhan kebutuhan dasar hingga yang paling mutakhir yakni
pemberdayaan masyarakat dengan menempatkan masyarakat sebagai sentral
(objek sekaligus subjek) pembangunan. Pengalaman menunjukkan bahwa
pendekatan pembangunan yang dilaksanakan selama ini lebih menekankan pada
pembangunan fisik, bukan pada pembangunan karakter masyarakat. Dengan
demikian pendekatan pembangunan yang relevan adalah masyarakat mampu
melaksanakan pembangunan secara mandiri, terdesentralisasi dan tepat sasaran.
Konsep pembangunan yang berpusat manusia memandang inisiatif
kreatif masyarakat sebagai sumber daya pembangunan yang utama dan
memandang kesejahteraan material dan spiritual mereka sebagai tujuan
pembangunan. Visi ini menjadikan pembangunan dianggap sebagai gerakan
rakyat daripada hanya sekedar sebagai proyek pemerintah.
Visi pembangunan yang mengutamakan manusia sangat relevan karena
adanya pergeseran peranan pemerintah dalam konteks pembangunan, yang pada
hakekatnya dilaksanakan oleh masyarakat. Sejak perencanaan hingga implementasi dan pemanfaatannya, peranan masyarakat yang menonjol. Peran
itu lebih efektif apabila masyarakat juga berperan dalam penggunaan alokasi
anggaran. Selanjutnya Korten (1988:242-245) mengemukakan bahwa
pembangunan itu sendiri haruslah merupakan suatu proses belajar, yaitu
maksudnya peningkatan kemampuan masyarakat, baik secara individual
maupun kolektif yang tidak hanya menyesuaikan diri pada perubahan,
melainkan juga untuk mengarahkan perubahan itu sehingga sesuai dengan
tujuannya sendiri.
Untuk dapat menerapkan pendekatan proses belajar itu, Korten
(1988:247) mengemukakan dua cara, yaitu: “Pertama, dengan membangun
sebuah program dan organisasi yang sama sekali baru dari bawah. Kedua,
dengan ‘mencangkok’ proses tersebut pada organisasi yang ada, sehingga
mempunyai kemampuan baru untuk bekerja di pedesaan”. Tantangan ke depan
pembangunan sebagai proses belajar adalah pemaduan antara pelaksanaan
kerja, pendidikan dan kelembagaan ke dalam sebuah proses belajar yang
koheren. Pengalaman selama ini telah memberi dasar bagi perumusan kerangka
kerja dan metode penyusunan pembangunan yang lebih sesuai dengan proses
belajar di antara masyarakat desa dan outsider stakeholder, sebab tingkat
pengetahuan outsider stakeholder dan kemampuan kelembagaan sangat terbatas
untuk memahami tentang apa sebenarnya yang dibutuhkan masyarakat. Muara seluruh proses pembangunan adalah desa, sehingga desain
pembangunan harus mengakomodir seluruh aspek yang berkembang dinamis
dan berorientasi membangun desa beserta masyarakatnya. Pembangunan desa
memegang peranan penting yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dan
pada hakikatnya bersinergi terhadap pembangunan daerah dan nasional. Dengan
kata lain, sesungguhnya makna pembangunan negara dan bangsa adalah
pembangunan desa sebagai wajah yang nyata, bersifat lokalitas dan patut
dikedepankan.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar