berikut “management actions that deviate from normal business
practice, undertaken with the primary objective of meetings
certain earnings thresholds.”. Dengan kata lain bahwa campur tangan manager dalam proses
pelaporan keuangan tidak hanya melalui metode-metode atau
estimasi-estimasi akuntansi saja tetapi juga dapat dilakukan melalui
keputusan-keputusan yang berhubungan dengan kegiatan operasional. Lebih lanjut, manager juga memiliki insentif untuk memanipulasi
aktivitas-aktivitas riil selama tahun berjalan untuk memenuhi target
laba.Manipulasi aktivitas-aktivitas riil tersebut disebut manajemen
laba riil. Menurut Scott (2000: 203), motivasi manajer melakukan
manajemen laba adalah :
1. Bonus Purposes
Manajer yang memiliki informasi atas laba bersih perusahaan
akan bertindak secara oportunistik untuk melakukan manajemen
laba dengan memaksimalkan laba saat ini
2. Political Motivation
Manajemen laba digunakan untuk mengurangi laba yang
dilaporkan pada perusahaan publik. Perusahaan cenderung
mengurangi laba yang dilaporkan karena adanya tekanan publik
yang mengakibatkan pemerintah menetapkan peraturan yang lebih
ketat.
3. Taxation Motivation
Motivasi penghematan pajak menjadi motivasi manajemen
laba yang paling nyata. Berbagai metode akuntansi digunakan
dengan tujuan untuk penghematan pajak pendapatan.
4. Pergantian CEO
CEO yang mendekati masa pensiun akan cenderung
menaikkan pendapatan untuk meningkatkan bonus mereka. Dan jika
kinerja perusahaan buruk, mereka akan memaksimalkan pendapatan
agar tidak diberhentikan.
5. Initial Public Offering (IPO)
Perusahaan yang akan go public belum memiliki nilai pasar,
dan menyebabkan manajer perusahaan yang akan go
public melakukan manajemen laba dengan harapan dapat
menaikkan harga saham perusahaan.
6. Pentingnya Memberi Informasi Kepada Investor
Informasi mengenai kinerja perusahaan harus disampaikan
kepada investor sehingga pelaporan laba perlu disajikan agar
investor tetap menilai bahwa perusahaan tersebut dalam kinerja
yang baik.
Perusahaan dapat melakukan manajemen laba dengan
menurunkan discretionary expensess seperti beban penelitian dan
pengembangan, iklan dan penjualan, administrasi dan umum,
terutama dalm periode dimana pengeluaran tersebut tidak
langsung menyebabkan pendapatan dan laba. Strategi seperti
inidapat meningkatkan laba dan arus kas periode saat ini namun
dengan resiko menurunkan arus kas periode mendatang.
Perusahaan yang melakukan strategi tersebut dalam
manajemen laba diduga akan mengalami penurunan pada
discretionary expenses. Penurunan discretionary expenses karena
real earnings management dapat dideteksi melalui abnormal
discretionary expenses yang mengukur selisih discretionary
expenses aktual perusahaan dengan discretionary expenses
perusahaan pada tingkat normalnya. Penurunan discretionary
expenses ini dianggap tidak normal (abnormal) karena
discretionary expenses yang dilaporkan oleh perusahaan lebih
rendah dibandingkan dengan discretionary expenses perusahaan
pada aktivitas normal.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar