Minggu, 29 Agustus 2021
Pengertian Sistem Informasi (skripsi dan tesis)
Sistem informasi merupakan bentuk penerapan dalam sebuah organisasi,
dimana penerapan/penggunaan sistem informasi dalam sebuah organisasi tersebut
untuk mendukung dalam mengumpulkan dan mengolah data dan menyediakan
informasi yang berguna di dalam perencanaan, pemanfaatan dan pengendalian.
Suatu organisasi yang tumbuh dan menjadi lebih kompleks membuat manajemen
melakukan permintaan yang semakin besar terhadap fungsi sistem informasi.
Mereka membutuhkan untuk dapat melakukan akses terhadap data kapanpun dan
dimanapun dengan mudah, akurat dan konsisten, sistem informasi yang cepat
dapat mengikuti perubahan kondisi. Menurut pendapat Tata Sutabri dalam bukunya Sistem Informasi
Manajemen mendefinisikan sistem informasi, sebagai berikut:
“Sistem informasi adalah suatu sistem di dalam suatu organisasi, yang
mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian yang mendukung
fungsi operasi organisasi yang bersifat manajerial dengan kegiatan strategi
dari suatu organisasi untuk dapat menyediakan kepada pihak luar tertentu
dengan laporan-laporan yang diperlukan” (Sutabri, 2005:42).
Dengan demikian sistem informasi adalah suatu sistem manusia/mesin
yang terpadu untuk menyajikan informasi guna mendukung fungsi operasi,
manajemen dan pengambilan keputusan dalam organisasi. Sistem informasi
adalah (kesatuan) formal yang terdiri dari berbagai sumber daya fisik maupun
logika. Dari organisasi ke organisasi, sumber daya ini disusun atau distrukturkan
dengan beberapa cara yang berlainan, karena organisasi dan sistem informasi
merupakan sumber daya yang bersifat dinamis.
Lebih lanjut menurut pendapat James B. Bower dkk dalam bukunya
Computer Oriented Accounting Informations System yang dikutip Teguh
Wahyono dalam bukunya Sistem Informasi Konsep Dasar, Analisi Desain dan
Implementasi menjelaskan pengertian sistem informasi, sebagai berikut:
“Sistem informasi merupakan suatu cara tertentu untuk menyediakan
informasi yang dibutuhkan oleh organisasi untuk beroperasi dengan cara
yang sukses dan untuk organisasi bisnis dengan cara yang
menguntungkan” (dalam Wahyono, 2004:17).
Berdasarkan penjelasan di atas, maka yang dimaksud dengan sistem
informasi adalah suatu sistem di dalam suatu organisasi yang merupakan
kombinasi dari orang-orang, fasilitas, teknologi media, prosedur-prosedur dan
pengendalian yang ditujukan untuk mendapatkan jalur informasi penting guna
memproses tipe transaksi rutin tertentu yang menyediakan suatu dasar informasi
64
untuk pengambilan keputusan yang cerdik. Sistem informasi juga merupakan
sekumpulan prosedur organisasi yang pada saat dilaksanakan akan memberikan
informasi bagi pengambil keputusan dan atau untuk mengendalikan organisasi.
Menurut Alter sistem informasi adalah kombinasi antara prosedur kerja,
informasi, orang, dan teknologi informasi yang diorganisasikan untuk mencapai
tujuan dalam sebuah organisasi (dalam Kadir, 2005:17). Pendapat tersebut
mengemukakan, bahwa sistem informasi merupakan kumpulan kegiatan yang
diintegrasikan antara program kerja, informasi ke dalam suatu server database
sehingga keinginan suatu organiasi dalam mencapai tujuan bisa terwujudkan.
Sehubungan dengan definisi di atas, Menurut Robert A. Letch dan K.
Roscoe Davis sistem informasi adalah :
“Sistem informasi adalah suatu sistem didalam suatu organisasi yang
mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian, mendukung
operasi, bersifat manajerial dan kegiatan strategis dari suatu organisasi dan
menyediakan pihak luar tertentu dengan laporan-laporan yang diperlukan.”
(dalam Jogiyanto, 2005:11)
Berdasarkan definisi di atas, sistem informasi merupakan kumpulan
informasi-informasi yang saling berhubungan dan berinteraksi satu sama lainnya
untuk keperluan tertentu. Adapun kegiatan sistem informasi menurut Jogiyanto,
sebagai berikut:
a. Input, menggambarkan suatu kegiatan untuk menyediakan data untuk
proses.
b. Proses, menggambarkan bagaimana suatu data diproses untuk
menghasilkan suatu informasi yang bernilai tambah.
c. Penyimpanan, suatu kegiatan untuk memelihara dan menyimpan data.
d. Output, suatu kegiatan untuk menghasilkan laporan dari suatu proses
informasi.
e. Kontrol, suatu aktivitas untuk menjamin bahwa sistem informasi
tersebut berjalan sesuai dengan yang diharapkan.
(Jogiyanto, 2005:20). Berdasarkan pendapat di atas, sistem informasi merupakan rangkaian
kegiatan yang terdiri dari input, proses, output, dan kontrol yang tersusun secara
sistematis. Sistem informasi tidak terlepas dari kegiatan yang diungkapkan
pendapat di atas, karena dalam bekerja sistem tersebut terdiri dari rangkaian yang
tidak bisa dipisah-pisah atau dibagi dalam bekerja. Sehubungan dengan penjelasan
di atas mengenai sistem informasi, komponen sistem informasi menurut Jogiyanto
terdiri dari:
1. Perangkat keras (hardware), merupakan komponen fisik yang terdiri
dari peralatan pengolah (processor), peralatan untuk mengingat
(memory), peralatan output dan peralatan komunikasi, terdiri dari
komputer, printer, jaringan
2. Perangkat lunak (software), merupakan kumpulan dari programprogram yang digunakan untuk menjalankan aplikasi tertentu pada
komputer.
3. Data, merupakan komponen dasar informasi yaitu fakta-fakta atau
kumpulan bahan-bahan pemrosesan.
4. Manusia (user), sebagai pengoperasi sistem.
(Jogiyanto, 2005:12).
Berdasarkan penjelasan dari pendapat di atas, bahwa komponen sistem
informasi merupakan sarana pendukung dalam mengoperasinalkan sebuah data
untuk mendapat sebuah informasi yang dibutuhkan. Tanpa komponen-komponen
seperti processor, memory, sofware serta manusia sebagai pengguna program
tersebut, semuanya tidak akan berjalan sebagimana mestinya. Komponen sistem
informasi sebagai bagian dari terciptanya suatu sistem informasi. Bagian-bagian
dari sistem informasi mempunyai fungsi nya masing-masing. Fungsi dari
komponen tersebut sebagai sarana dan prasarana dari sistem informasi.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar