Minggu, 29 Agustus 2021

Partisipasi Anggota Dalam Kegiatan Kelompok (skripsi dan tesis)

 (Hadi, 2010) partisipasi berarti "turut berperan serta dalam suatu kegiatan”, “keikutsertaan atau peran serta dalam suatu kegiatan”, “peran serta aktif atau proaktif dalam suatu kegiatan”. Partisipasi dapat didefinisikan secara luas sebagai bentuk keterlibatan dan keikutsertaan masyarakat secara aktif dan sukarela, baik karena alasan-alasan dari dalam dirinya (intrinsik) maupun dari luar dirinya (ekstrinsik) dalam keseluruhan proses kegiatan yang bersangkutan. Sedang (Bahaddur, 2012) mengungkapkan secara garis besar partisipasi adalah suatu wujud dari peran serta masyarakat dalam aktivitas berupa perencanaan dan pelaksanaan untuk mencapai tujuan. Wujud dari partisipasi dapat berupa saran, jasa, ataupun dalam bentuk materi. Menurut (Yovita, 2015) mengungkapkan bahwa partisipasi anggota merupakan bagian vital dalam membangun koperasi. Melalui partisipasi anggota, koperasi dapat menggerakan sumber-sumber daya yang ada untuk mencapai tujuannya. Menurutnya semakin banyak dan aktif anggota sebuah koperasi maka semakin besar peluang keberhasilan koperasi tersebut untuk berkembang dan maju sehingga dapat bersaing dengan badan usaha yang lain. Selain itu keanggotaan dalam koperasi merupakan salah satu aspek penting, karena maju tidaknya sebuah koperasi antara lain dipengaruhi oleh tingkat partisipasi anggotanya. Partisipasi koperasi memegang peranan yang menentukan dalam perkembangan koperasi. Tanpa partisipasi anggota, koperasi tidak akan bekerja secara efesien dan efefktif. Koperasi merupakan sebuah alat yang digunakan anggota untuk melaksanakan fungsi-fungsi tertentu yang telah disepakati bersama. Sukses tidaknya, berkembang tidaknya, bermanfaat tidaknya dan maju mundurnya sebuah koperasi bergantung pada peran partisipasi aktif para anggotanya. Dalam hasil penelitiannya menunjukkan bahwa ada hubungan yang searah antara variabel partisipasi anggota terhadap keberhasilan Koperasi Inti Kapur. Hasil ini membuktikan bahwa semakin tinggi partisipasi anggota yang ditunjukkan oleh indikator-indikator partisipasi anggota, antara lain: Partisipasi dalam pengambilan keputusan rapat anggota, Partisipasi dalam kontribusi modal, Partisipasi dalam pemanfaatan pelayanan, Partisipasi dalam pengawasan koperasi, maka semakin tinggi keberhasilan Koperasi Inti Kapur. (Aini, 2014) mengungkapkan adanya peranan dan partisipasi dari anggota dan pengurus dalam sebuah kelembagaan atau kelompok sangatlah penting, karena anggota dan pengurus dapat berbagi dan memberikan ide-ide dan kreasi baru.  (Aini, 2014) dari hasil penelitiannya mengungkapkan bahwa partisipasi anggota pada kegiatan yang ada di KWT Seruni di Dusun Gamelan, Desa Sendangtirto, Kecamatan Berbah, Sleman tergolong aktif pada kegiatan produksi. Sedang partisipasi anggota KWT Seruni pada kegiatan pemasaran, dan simpan pinjam tegolong rendah. Namun pada kegiatan pertemuan anggota tergolong tinggi. Menurut (Nanda, 2014) partisipasi anggota Sedyo Rahayu di Dusun Polaman, Desa Argorejo, Kecamatan Sedayu, Kabupaten Bantul memiliki tingkat partsiapasi yang tergolong sedang dilihat dari 3 kegiatan yang dilakukan oleh KWT Sedyo Rahayu. Yaitu sosialisasi, pelatihan dan pelaksanaan kegiatan di lapangan.

Tidak ada komentar: