Sabtu, 28 Agustus 2021

Audit Laporan Keuangan (skripsi dan tesis)

Menurut Arens (2009: 17) menjelaskan audit laporan keuangan
dilakukan untuk menentukan apakah laporan keuangan (informasi uang
diverifikasi) telah dinyatakan sesuai dengan kriteria tertentu yang
berlaku yaitu prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku umum atau GAAP.
Suatu audit laporan keuangan yang dilakukan sesuai dengan
standar auditing yang berterima umum memiliki sejumlah keterbatasan
bawaan atau keterbatasan melekat. Salah satunya adalah bahwa auditor
bekerja dalam suatu batasan ekonomi yang wajar. Batasan ekonomi
antara lain biaya yang memadai (reasonable cost) dan jumlah waktu
yang memadai (reasonable length of time). Dan juga keterbatasan
kerangka kerja akuntansi yang ditetapkan untuk penyusunan laporan
keuangan yang berkaitan dengan kerangka kerja akuntansi yang
ditetapkan, yaitu prinsip akuntansi alternatif (alternative accounting
principles) dan estimasi akuntansi (accounting estimates). Estimasi
adalah bagian yang melekat dengan proses akuntansi, dan tidak seorang
pun termasuk auditor dapat meramalkan bagaimana hasil suatu estimasi
itu, sehingga hal ini dapat menimbulkan suatu ketidakpastian.
Walaupun memiliki keterbatasan, namun audit atas laporan
keuangan akan menambah kredibilitas suatu laporan keuangan.
Perlunya audit atas laporan keuangan karena adanya perbedaan
kepentingan antara manajemen dan pemakai laporan keuangan,
konsekuensi, kompleksitas penyajian laporan keuangan, dan
keterbatasan akses dari para pemakai laporan keuangan.
Dari segi ekonomis audit bermanfaat untuk meningkatkan
kredibilitas, efisiensi dan kejujuran, efisiensi operasional, dan
mendorong efisiensi pasar modal.
Selain itu audit bermanfaat dilihat dari sisi pengawasan yang
meliputi “preventive control”, “detective control”, dan “reporting
control”. Dan apabila suatu perusahaan tidak memerlukan auditor
independen maka akan kecil kredibilitasnya atas laporan keuangan.

Tidak ada komentar: