Sabtu, 01 Oktober 2022

BMI dalam UKM (skripsi, tesis, dan disertasi)

Konsep BM muncul secara implisit dalam literatur manajemen dan telah lama tampildalam kosakata bisnis. Bagaimanapun, tidak sampai tahun 2000 ketika Margaretta secaraeksplisit mengutarakan definisi tentang Bisnis Model, konsep tersebut mencapaikeunggulan dan visibilitas. Meskipun tidak ada konsensus tentang terminologi, sebagianbesar orang akan setuju dengan pemahaman existing sepertistories that explain howenterprises work(Magretta, 2002),framework for making money(Afuah, 2004),blueprint for how to run a business(Osterwalder and Pigneur, 2010) danthe logic of thefirm, the way it operates and how it creates value for its customers(Achtenhagen et al.,2014), pemahaman tersebut secara implisit menggambarkan definisi dari Bisnis Model.
 
 Berkenaan dengan inovasi model bisnis / BMI, seperti Cavalcante et al. (2011)menunjukkan bahwa model bisnis harus memberikan pengembangan pada aktivitas bisnisdengan stabilitas, namun pada saat yang sama harus fleksibel mengakomodasi perubahan.Perubahan ini dipetakan oleh penulis melalui empat tahap, yaitu :creation(penciptaan),extension(ekstensi), revisi dantermination(penghentian). Fokus perubahan menyangkutdalam konsep yang diidentifikasi sebagai produk / layanan baru, pasar / kustomer baru,perubahan padavalue chain, perubahan pada akitvitas kunci, perubahan pada sumberdaya kunci dan perubahan pada struktur biaya - yang disajikan dan diuji menggunakanstudi kasus longitudinal oleh Achtenhagen et al. (2013), dimana penelitian tersebutmemberikan bukti berharga tentang bagaimana perubahan Bisnis Model terjadi seiringwaktu melalui tindakan strategis dan kemampuan kritis yang dilakukan perusahaan.Seringkali terwakili dalam bentuk sistemik sebagai kumpulan unsur-unsur danhubungan yang mendasarinya, bahwa Bisnis Model memiliki siklus hidup mereka sendiri(seperti sistem kehidupan) dengan kebutuhan untuk beradaptasi dan pembaruan. BMImenyangkut perubahan di luar produk, layanan atau teknologi yang terisolasi, sertamenangani inovasi dalam satu atau lebih padabuilding blocksdari bisnis model, sepertivalue proposition,value chain,value creationdanvalue network. Terlepas dari konsensustentang relevansi BMI, merancang Bisnis Model baru dianggap lebih seperti senidaripada ke ilmu pengetahuan (Casadesus-Masanell dan Ricart, 2010) karenainterkoneksi yang kompleks antara unsur-unsur yang tidak dapat diprediksi,fuzzilydelimited, dan kurangnya data dan wawasan untuk memprediksi masa depan.Saat ini, studi mengenai literatur, bukti lebih didominasi dari perusahaan besardengan beberapa pengecualian (mis., Huang et al., 2013, Cucculelli et al., 2014,
 
 Cucculelli dan Bettinelli, 2015, Halme and Korpela, 2014, Arbussa, 2017). Mengingatbahwa kontribusi UKM untuk lapangan kerja dan penciptaan nilai tidak dapat disangkal.Dengan kata lain, kerangka kerja BMI sampai saat ini belum optimal dalammengeksplorasi potensi dari jenis perusahaan tertentu (termasuk UKM). Penelitian iniakan menjembatani kesenjangan ini, yang dalam kaitannya denganstrategic agilitydalamUKM, dengan memfokuskan perhatian padastrategic agilitysebagai penentu BMI sepertiyang dijelaskan dalam bagian selanjutnya

Tidak ada komentar: