Sabtu, 22 Oktober 2022

Kepuasan Kerja (Job Satisfaction) (skripsi, tesis, dan disertasi)


1. Job Satisfaction
Job Satisfaction karyawan merupakan salah satu aspek penting
yang perlu diperhatikan dalam usaha peningkatan kemampuan sumber
daya manusia suatu organisasi, karena dengan kepuasan kerja yang
dirasakan maka seorang karyawan mampu bekerja secara optimal
(Nilvia, dalam Dhania 2010). Simanjuntak dan Rahadja (dalam Winata
et al) mendefinisikan kepuasan kerja sebagai sikap emosional yang
menyenangkan dan mencintai pekerjaannya. Senada dengan
Simanjuntak dan Rahadja, Handoko (dalam Gijoh, 2013) menyatakan 
kepuasan kerja sebagai keadaan emosional menyenangkan atau tidak
menyenangkan bagaimana para pegawai memandang pekerjaan mereka.
Robbins (2003) melihat kepuasan kerja sebagai suatu sikap umum
seorang individu terhadap pekerjaannya, selisih antara banyaknya
ganjaran yang diterima oleh seorang karyawan dan banyaknya yang
mereka harapkan. Tangkilisan (dalam Soegandhi et al, 2013)
menyatakan bahwa kepuasan adalah tingkat rasa puas individu karena
mendapat imbalan yang setimpal dari bermacam-macam aspek situasi
pekerjaan dari organisasi tempat mereka bekerja. Selain itu, Riyanto
(dalam Putra, 2014) berpandangan bahwa kepuasan kerja dapat muncul
ketika karyawan merasakan adanya kesesuaian antara reward yang
diterima dengan ekspektasi karyawan.
Luthans (dalam Soegandhi et al, 2013) memiliki pandangan yang
sedikit berbeda, Luthans melihat kepuasan kerja sebagai hasil dari
persepsi karyawan tentang seberapa baik pekerjaan mereka memberikan
hal yang dinilai penting. Pandangan ini didukung Locke (dalam Dhania,
2010) yang menyatakan bahwa kepuasan kerja adalah suatu perasaan
menyenangkan yang dating dari persepsi seseorang mengenai
pekerjaannya atau yang lebih penting yaitu nilai kerja. Selain itu,
Robbins dan Judge (2015) mengemukakan bahwa kepuasan kerja
merupakan sebuah perasaan positif terhadap pekerjaan yang dihasilkan
dari evaluasi atas karakteristik-karakteristiknya. 
Merujuk pada pernyataan ahli tersebut, peneliti menyimpulkan
bahwa kepuasan kerja adalah emosi menyenangkan dan tidak
menyenangkan yang dirasakan individu, terkait dengan kesesuaian
reward yang diterima dan seberapa besar nilai dari pekerjaan yang sudah
dilakukan.

Tidak ada komentar: