Tingkat leader member exchange dapat mempengaruhi turnover intention
karyawan. Hasil penelitian Kim & Barak (2014) dalam penelitiannya yang
menyatakan bahwa adanya dukungan dan hubungan baik dari pemimpin akan
menurunkan risiko terjadinya turnover intention pada karyawan. Hasil penelitian ini
menunjukkan bahwa peran stres yang tinggi berkaitan langsung dengan kualitas
leader member exchange yang lebih rendah dan perceived organizational support
yang lebih rendah. Selanjutnya, kualitas leader member exchange yang rendah dan
perceived organizational support yang rendah berhubungan langsung dengan
turnover intention yang tinggi. Penurunan leader member exchange dan perceived
organizational support yang disebabkan oleh tingginya tingkat stres dapat
meningkatkan sikap negatif terhadap organisasi, seperti turnover intenion.
Penelitian tersebut diperkuat kembali oleh Elanain (2014) yang menguji
dampak dari leader member exchange terhadap turnover intention staf di United
Arab Emirates (UAE) dan menguji dampak mediasi peran konflik, kepuasan kerja,
dan organizational commitment pada leader member exchange - turnover intention.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa leader member exchange memiliki pengaruh
pada turnover intention staf. Selain itu, peran konflik ditemukan menengahi
pengaruh dari leader member exchange terhadap turnover intention. Demikian pula,
kepuasan kerja dan organizational commitment ditemukan memediasi hubungan
antara leader member exchange dan turnover intention.
Portoghese, Galletta, Battistelli & Leiter (2015) menganalisis turnover
intention dari unit keperawatan melalui kepuasan kerja, karakteristik pekerjaan, dan
leader member exchange. Dari hasil penelitiannya ditemukan hipotesis leader
member exchange terhadap turnover intention memiliki pengaruhh yang negatif.
Lebih lanjut, berdasarkan penelitian menyatakan bahwa tingkat leader member
exchange yang tinggi, menunjukan tingkat kepuasan kerja dan karakteristik
pekerjaan yang tinggi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar