Minggu, 23 Oktober 2022

Motivasi Melakukan Identitas Sosial (skripsi, tesis, dan disertasi)


Social identity dimotivasi oleh dua proses yaitu self-enhacement dan
uncertainty reduction yang menyebabkan individu untuk berusaha lebih baik
dibandingkan kelompok lain. Motivasi ketiga yang juga berperan adalah optimal
distinctiveness. Ketiga motivasi ini akan dijelaskan sebagai berikut (Burke, 2006
dalam Hogg & Vaughan, 2011):
a) Self-enhancement dan positive distinctiveness
Positive distinctiveness mencakup keyakinan bahwa ”kelompok kita”
lebih baik dibandingkan “kelompok mereka”. Kelompok dan anggota yang
berada di dalamnya akan berusaha untuk mempertahankan positive
distinctiveness tersebut karena hal itu menyangkut dengan martabat, status,
dan kelekatan dengan kelompoknya. Positive distinctiveness seringkali
dimotivasi oleh harga diri anggota kelompok. Ini berarti bahwa harga diri
yang rendah akan mendorong terjadinya identifikasi kelompok dan perilaku
antar kelompok. Dengan adanya identifikasi kelompok, harga diri pun akan
mengalami peningkatan. Self-enhancement tak dapat disangkal juga terlibat
dalam proses identitas sosial. Karena motif individu untuk melakukan social
identity adalah untuk memberikan aspek positif bagi dirinya, misalnya
meningkatkan harga dirinya, yang berhubungan dengan self enhancement. 
b) Uncertainty Reduction
Motif social identity yang lain adalah uncertainty reduction. Motif ini
secara langsung berhubungan dengan kategorisasi sosial. Individu berusaha
mengurangi ketidakpastian subjektif mengenai dunia sosial dan posisi
mereka dalam dunia sosial. Individu suka untuk mengetahui siapa mereka
dan bagaimana seharusnya mereka berperilaku. Selain mengetahui dirinya,
mereka juga tertarik untuk mengetahui siapa orang lain dan bagaimana
seharusnya orang lain tersebut berperilaku. Kategorisasi sosial dapat
menghasilkan uncertainty reduction karena memberikan group prototype
yang menggambarkan bagaimana orang (termasuk dirinya) akan/dan
seharusnya berperilaku dan berinteraksi dengan orang lain. Dalam
uncertainty reduction, anggota kelompok terkadang langsung menyetujui
status keanggotaan mereka karena menentang status kelompok berarti
meningkatkan ketidakpastian self-conceptualnya. Individu yang memiliki
ketidakpastian self-conceptual akan termotivasi untuk mengurangi
ketidakpastian dengan cara mengidentifikasikan dirinya dengan kelompok
yang statusnya tinggi atau rendah. Kelompok yang telah memiliki kepastian
self-conceptual akan dimotivasi oleh self-enhancement untuk
mengidentifikasi dirinya lebih baik terhadap kelompoknya.
c) Optimal Distinctiveness
Motif ketiga yang terlibat dalam proses social identity adalah optimal
distinctiveness. Menurut Brewer (1991), individu berusaha menyeimbangkan
dua motif yang saling berkonflik (sebagai anggota kelompok atau sebagai
individu) dalam meraih optimal distinctiveness. Individu berusaha untuk
menyeimbangkan kebutuhan mempertahankan perasaan individualitas 
dengan kebutuhan menjadi bagian dalam kelompok yang akan menghasilkan
definisi dirinya sebagai anggota kelompok (Ellemers, 1999).

Tidak ada komentar: