Sabtu, 22 Oktober 2022

Dasar dan Sikap Kepemimpinan yang Efektif (skripsi, tesis, dan disertasi)


Menurut Feriyanto & Triana (2015: 100) Kepemimpinan yang efektif
harus memberikan pengarahan terhadap usaha-usaha semua pekeria dalam
mencapai tujuan-tujuan organisasi. Tanpa kepemimpinan atau bimbingan,
hubungan antara tujuan perseorangan dan tujuan organisasi mungkin menjadi
renggang (lemah). Keadaan ini menimbulkan situasi di mana perseorangan
bekerja untuk mencapai tujuan pribadinya, sementara itu keseluruhan
organisasi menjadi tidak efisien, dalam pencapaian sasaran-sasarannya. Dasar
kepemimpinan agar berjalan dengan efektif adalah sebagai berikut:
a. Penentuan Tujuan 
Seorang pemimpin harus memastikan dari awal bahwa semua anggota
timnya memahami maksud dan tujuan organisasi. Apa visi dan misi
organisasi harus sudah terinternalisasi di diri masing-masing anggota. Inilah
salah satu alasan kenapa banyak di dinding-dinding kantor perusahaan kita
jumpai pigura bertuliskan visi, misi, dan kebijakan mutu perusahaan tersebut.
Karena top management menginginkan semua yang terlibat di organisasinya
tahu arah dan tujuan organisasinya. Tim tidak akan kehilangan arah dalam
memacu roda organisasi dengan adanya fase penentuan tujuan ini di awal.
Inilah fase mendasar dalam organisasi, dan pemimpin efektif terbiasa
melaksanakannya.
b. Komunikasi
Semua kebijakan, keputusan, informasi atau berita apa pun yang
dibuat oleh top management terkait kebaikan perusahaan harus di
komunikasikan dengan baik kepada semua anggota tim. Banyak media yang
bisa digunakan untuk menyampaikannya. Pemimpin biasa dalam
mengomunikasikan sesuatu kepada timnya tentu sudah terbiasa menggunakan
media email, notes, memo dinas, chat-group, atau internal communication
tools lainnya.
Dan bagi pemimpin yang efektif, media-media itu saja tidak cukup.
Ada banyak alasan dari pemimpin efektif, kenapa media itu saja tidak cukup.
Salah satunya adalah, tidak semua karyawan dalam timnya mau membaca.
Membaca pun, belum tentu semua mendapat pemahaman yang sama. Karena
itu pemimpin efektif akan buat cara komunikasi yang lebih intim. Man to
man communication. Dia akan temui langsung timnya, dan memastikan setiap
anggota timnya memahami apa yang dikomunikasikannya tersebut.
c. Kepercayaan
Komunikasi yang efektif didasari dengan adanya saling percaya
antara pihak-pihak yang terlibat dalam komunikasi tersebut, dalam hal ini
antara leader dengan bawahannya. Penentuan arah tujuan organisasi sudah
dibuat, kemudian dikomunikasikan, dan komunikasinya dibangun di atas
kepercayaan. Bagaimana mungkin bawahan bisa menerima dan mengikuti
instruksi atasan bila bawahannya tidak percaya kepada leader-nya. Prinsip in
sangat dipahami oleh pemimpin efektif. Selain itu, pemimpin juga harus 
memperlakukan bawahannya dengan adil, agar terdapat kepercayaan dari
seluruh bawahannya.
d. Akuntabilitas (Pertanggungjawaban).
Dasar keempat adalah pertanggungjawaban atau akuntabilitas. Banyak
pemimpin yang akhirnya gagal menjalankan beberapa proyek karena
melalaikan dasar ini. Hal ini tidak dimaksudkan untuk mencari siapa yang
bersalah atas kegagalan organisasi, tapi ditujukan untuk menuntut
pertanggungjawaban dari semua orang yang terlibat dalam organisasi
tersebut. Prinsip ini memunculkan kaidah check-list; monitoring.
Semua karyawan atau bawahan merasa diawasi sehingga setiap saat
mereka terpacu untuk memberikan yang terbaik. Kalaupun suatu saat mereka
'bisa saja' merasa tidak diawasi, kinerjanya tetap bisa mengutamakan yang
terbaik, karena mereka juga akan mempertanggungjawabkan pekerjaannya
tersebut kepada atasannya di akhir pekerjaan/proyek. 

Tidak ada komentar: