Dalam suatu kelompok terdapat beberapa komponen yang menjadikan
kelompok tersebut professional di dalam perannya. Empat komponen tersebut
diantaranya adalah:
a. Peran
Peran dapat membantu memperjelas tanggung jawab dan kewajiban anggotaanggotanya, jadi dalam hal ini, peran sangan berguna. Namun demikian, peran juga
punya sisi buruk. Anggota kelompok kadang-kadang mengalami konflik peran –
stress yang berasal dari fakta bahwa dua peran yang dimainkan bertentangan satu
sama lain. Misalnyaorang tua dari anak kecil sering mengalami konflik antara peran
mereka sebagai orang tua dan peran mereka sebagai siswa atau pegawai, dan ini
dapat memberikan stress dalam tingkatan yang tinggi pada mereka (William, dkk,
1992).
Dalam satu kelompok individu melakukan tugasnya berbeda-beda menurut
tugas masing-masing sesuai peran. Kadang-kadang peran didapat melalui
pemberian, misalnya dalam satu kelompok dapat memilih individu– individu yang
berbeda untuk menjadi pemimpin, bendahara, atau sekertaris. Dalam kasus ini,
individu perlahan-lahan menerima peran tertentu tanpa secara formal diberikan
kepadanya.
b. Status
Psikolog evolusioner menganggap status sebagai hal yang penting,
mengingat bahwa dalam banyak spesies yang berbeda, termasuk spesies kita, status
tinggi menawarkan keuntungan penting pada mereka yang memilikinya. Secara
spesifik, orang dengan status tinggimemiliki lebih banyak akses dibandingkan orang
dengan status rendah ke sumber-sumber daya kunci yang terkait dengan pertahanan
hidup dan reproduksi, seperti makanan serta kses kepasangan.
c. Norma
Faktor ketiga yang menyebabkan kelompok memiliki dampak yang kuat
terhadap anggota-anggotanya adalah norma. Peraturan yang diciptakan oleh
kelompok untuk memberi tahu anggotanya bagaimana mereka seharusnya
bertingkah laku. Dan kepatuhan pada norma seringkali merupakan koondisi yang
diperlukan untuk mendapatkan status dan penghargaan lain yang dikontrol oleh
kelompok.
d. Kohesivitas
Semua kekuatan (factor-faktor) yang menyebabkan anggota bertahan dalam
kelompok, seperti kesukaan pada anggota lain dalam kelompok dan keinginan untuk
menjaga atau meningkatkan status dengan menjadi anggota dari kelompok yang
“tepat” (Festinger dkk, 1950). Pada kesan pertama, mungkin terlihat bahwa
kohesivitas memliputi depersonalized attraction – kesukaan pada anggota lain dalam
kelompok yang muncul dari fakta bahwa mereka adalah anggota dari kelompok
tersebut dan mereka menunjukkan atau mempresentasikan karakteristik –
karakteristik kunci kelompok yang cukup berbeda dari trait mereka sebagai individu
(Hogg & Heines, 1996).
Minggu, 23 Oktober 2022
Komponen kelompok (skripsi, tesis, dan disertasi)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar