Ambler & Barrow (1996, hal. 187) berpendapat bahwa employer branding
merupakan sebuah paket manfaat fungsional, ekonomi, dan psikologis yang diberikan
oleh perusahaan. Employer branding adalah sekumpulan atribut yang membuat
organisasi berbeda dan menarik bagi orang-orang yang akan memberikan kinerja
terbaik mereka kepada perusahaan ( CIPD, 2006). Menurut Backhaus & Tikoo (2004,
p. 502) employer branding merupakan sebuah proses membangun identitas perusahaan
dan membedakan perusahannya dengan pesaing lainnya.
Livens et al (2007) berpendapat bahwa employer branding sebagai strategi
perusahaan mengelola identitas dengan menciptakan reputasi atau citra yang baik
sehingga dapat dikomunikasikan dan dikembangkan secara internal maupun eksternal
kepada pemangku kepentingan perusahaan. Employer branding merupakan strategi
jangka panjang yang ditargetkan untuk mengelola kesadaran dan persepsi karyawan,
calon karyawan, dan pemangku kepentingan yang berkaitan dengan perusahaan
(Sullivan, 2004) selain berusaha mengembangkan strategi, employer branding juga
merupakan upaya organisasi dalam memberi gambaran mengenai perusahaan kepada
pemangku kepentingan internal dan eksternal tentang apa yang membuat perusahaan
diinginkan dan berbeda (Jenner & Taylor, 2008). Sedangkan menurut Martin (2008)
employer branding adalah bagaimana perusahaan mendapatkan karyawan yang
memiliki talenta agar bergabung ke dalam organisasi dan mempertahankan karyawan
yang potensial agar dapat memberikan hasil yang diinginkan perusahaan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar