Minggu, 23 Oktober 2022

Pengertian Identitas Diri (skripsi, tesis, dan disertasi)


Identitas diri adalah proses menjadi seorang individu yang unik dengan
peran yang penting dalam hidup (Papalia, 2008), suatu kesadaran akan kesatuan
dan kesinambungan pribadi, serta keyakinan yang relatif stabil sepanjang rentang
kehidupan (Desmita, 2008), dan merupakan pengorganisasian dorongan-dorongan
(drives), kemampuan-kemampuan (abilities), keyakinan-keyakinan (beliefs), dan
pengalaman kedalam citra diri (image of self) yang konsisten yang meliputi
kemampuan memilih dan mengambil keputusan, baik menyangkut pekerjaan,
orientasi seksual, dan filsafah hidup (Woolfolk, dalam Yusuf, 2011). Bila
seseorang telah memperoleh identitas, maka ia akan menyadari ciri-ciri khas
kepribadiaanya, seperti kesukuan atau ketidaksukuannya, aspirasi, tujuan masa
depan yang diantisipasi, perasaan bahwa ia dapat dan harus mengatur orientasi
hidupnya (Desmita, 2008).
Menurut Erikson, identitas diri berarti perasaan dapat berfungsi sebagai
seseorang yang berdiri sendiri tetapi yang berhubungan erat dengan orang lain. Ini
berarti menjadi seorang dari kelompok tetapi sekaligus memiliki ciri-ciri yang
berbeda dengan kelompok yang merupakan kekhususan dari individu itu. Identitas
diri yang dicari remaja berupa usaha untuk menjelaskan siapa dirinya, apa
perannya dalam masyarakat. Apakah ia seorang anak atau seorang dewasa?
Apakah nantinya ia dapat menjadi seorang ayah? Apakah ia mampu percaya diri 
sekalipun latar belakang ras atau agama atau nasionalnya membuat beberapa
orang merendahkannya? Secara keseluruhan, apakah ia akan berhasil atau akan
gagal? (Hurlock, 1980). Pertanyaan-pertanyaan ini tidak begitu penting pada masa
anak-anak, namun menjadi kian umum dan intens pada masa remaja. Tidak jarang
ramaja menjadi ragu terhadap eksistensi dirinya sendiri, sehingga pencapaian
identitas diri merupakan salah satu tugas yang penting dan mendasar dalam
kehidupan remaja (Purwandi, 2004).
Erikson (Desmita, 2008) juga menyatakan salah satu tugas terpenting
yang dihadapi remaja adalah menyelesaikan krisis identitas, sehingga diharapkan
terbentuk suatu identitas diri yang stabil pada akhir masa remaja. Remaja yang
berhasil mencapai suatu identitas yang stabil, akan memperoleh suatu pandangan
yang jelas tentang dirinya, memahami perbedaan dan persamaan dengan orang
lain, menyadari kelebihan dan kekurangan dirinya, penuh percaya diri, tanggap
terhadap berbagai situasi, mampu mengambil keputusan penting, mampu
mengantisipasi tantangan masa depan, serta mengenal perannya dalam
masyarakat.
Berdasarkan pendapat para ahli diatas, maka dapat disimpulkan bahwa
identitas diri adalah kesadaran individu untuk menempatkan diri dan memberi arti
pada dirinya sebagai seorang pribadi yang unik serta memiliki ciri-ciri berbeda
dengan kelompoknya, memiliki keyakinan yang relatif stabil, serta memiliki peran
penting dalam konteks kehidupan masyarakat. Identitas diri dapat berisi atribut
fisik, keyakinan, tujuan, harapan, prinsip moral atau gaya sosial.

Tidak ada komentar: