Menurut teori identitas sosial, penelitian Tajfel & Turner (1985)
menyatakan orang cenderung untuk mengklasifikasikan diri mereka sendiri
dan orang lain ke dalam berbagai kategori sosial (Ashforth dan Mael, 1989).
Dalam Ashfort & Mael (1989) berpendapat bahwa individu mendefinisikan
dirinya sendiri termasuk dari kelompok tertentu yang dianggap penting oleh
individu. Menurut Jhon Trunner’s & Michael Hagg (1992,1996) yang
merupakan psikolog sosial dari Australia berpendapat manusia
mendefinisikan dirinya berdasarkan kelompok (Ginintasasi, 2016).
Kategorisasi pribadi berperan penting dalam berpikir serta melakukan
interaksi hubungan sosial. Penerapan teori identitas sosial terus meningkat
seiring dengan setiap individu bersosial dengan kelompok.
Seorang individu memiliki kecenderungan untuk berkelompok
dengan individu lain yang dirasa dapat menarik perhatian individu sendiri
(Ashfort & Mael, 1989). Ashfort & Mael (1989) berpendapat jika identitas
sosial disebabkan oleh persepsi kesatuan individu termasuk kelompok, yang
melibatkan pengalaman dari kegagalan maupun keberhasilan yang telah
dicapai. Maka berdasarkan teori tersebut setiap individu akan meningkatkan
kemampuan diri baik dalam identitas pribadi maupun identitas sosial.
Teori identitas sosial menyimpulkan bahwa individu yang bekerja di
dalam perusahaan serta memiliki kedekatan langsung dengan klien yang
mana merupakan bagian penting dalam sebuah pekerjaan. Seorang auditor
akan melakukan pekerjaan audit dengan klien untuk periode waktu yang
lama sehingga akan memunculkan identifikasi klien. Dalam Prihandono
(2013) menyatakan seorang auditor harus memahami bisnis klien, sistem
informasi akuntansi yang ada di dalam perusahaan klien dan mengetahui
karyawan inti di perusahaan klien, sehingga seorang audior akan melakukan
identifikasi terhadap klien
Minggu, 23 Oktober 2022
Teori Identitas Sosial. (skripsi, tesis, dan disertasi)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar