Teori Leader-Member Exchange (LMX) pertama kali
dikembangkan oleh Graen dan kolega (Dansereau et al, dalam Sankaran,
2012) yang berfokus pada pencapaian berharga dari kepemimpinan
dalam hubungan antara pemimpin dengan pengikutnya (Martin et al,
dalam Sankaran, 2012). LMX berakar pada role theory (Kahn, Wolfe,
Quinn, Snoek, & Rosenthal dalam Harris, Wheeler, & Kacmar, 2009)
dan social exchange theory (Blau; Cropanzo & Mitchell; Homans dalam
Harris et al, 2009). Martin dan Wilson (2005) berpendapat, role theory
merupakan bagian dari analisis pemeriksaan yang luas dan beraneka
ragam tentang hubungan antara organisasi sosial, budaya dan performa
yang diberikan seseorang ketika berada pada sebuah hubungan.
Sedangkan social exchange theory adalah teori yang menjembatani
disiplin ilmu antropologi, psikologi sosial, dan sosiologi (Cropanzano &
Mitchell, 2005).
Schultz dan Schultz (2006) menyatakan, LMX adalah sebuah teori
kepemimpinan yang berfokus pada pengaruh hubungan leader-follower
terhadap proses kepemimpinan. Senada dengan Schultz dan Schultz,
Harris, Harris, dan Brouer (2009) berpendapat bahwa LMX merupakan
teori kepemimpinan yang berfokus pada hubungan unik antara bawahan
dengan atasan mereka. Dalam hal ini, pemimpin menciptakan kelompok
dalam dan kelompok luar (Sopiah, 2001). Pernyataan Sopiah ini juga
didukung Robbins dan Judge (2015) yang menyatakan bahwa LMX
merupakan suatu teori yang mendukung penciptaan para pemimpin di
dalam kelompok dan di luar kelompok. Selain itu, Morrow et al (2005)
menambahkan hubungan atasan-bawahan yang berkembang karena
adanya pertukaran yang berhubungan dengan pekerjaan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar