Teori-teori kepemimpinan menurut Robbins (2015:249-259):
1) Teori Sifat
Teori sifat adalah teori-teori yang mempertimbangkan kualitas dan
karakteristik personel yang mendiferensiasikan para pemimpin dari
yang bukan para pemimpin.
2) Teori Perilaku
Merupakan teori-teori yang mengusulkan perilaku spesifik yang
mendeferensiasikan para pemimpin dari bukan para pemimpin.
3) Teori Model Kontingensi Fiedler
Teori ini menyatakan kelompok efektif bergantung pada kecocokan
yang tepat di antara gaya kepemimpinan dalam berinteraksi dengan
para bawahan dan seberapa besar situasi memberikan kendali dan
pengaruh kepada pemimpin.
4) Teori Kepemimpinan Situasional
Teori kontingensi yang menitik beratkan pada kesiapan dari para
pengikutnya. Jika para pengikut tidak mampu dan tidak bersedia untuk
mengerjakan suatu tugas maka pemimpin perlu memberikan
penjelasan dan pengarahan.
5) Teori Jalur Tujuan
Suatu teori yang menyatakan bahwa merupakan tugas dari pemimpin
untuk membantu para pengikutnya dalam memperoleh tujuan –tujuan
mereka dan untuk menyediaka pengarahan dan dukungan untuk
memastikan bahwa tujuan mereka sesuai dengan keseluruhan tujuan
dari kelompok atau organisasi.
6) Model Pemimpin-Partisipasi
Suatu teori mengenal kepemimpinan yang menyediakan serangkaian
aturan untuk menentukan bentuk dan jumlah pengambilan keputusan
secara partisipatif dalam situasi yang berbeda.
7) Teori Kepemimpinan Karismatik
Suatu teori kepemimpinan yang menyatakan bahwa para pengikutnya
membuat atribut kepahlawanan atau kemampuan dalam
kepemimpinan yang luar biasa ketika mereka mengamati perilakuperilaku tertentu.
8). Leader Member Exchange (LMX)
Pengertian Leader member exchange sebagaimana pendapat
Robbins (2008:66) bahwa di awal sejarah interaksi antara seorang
pemimpin dan seorang anggota tertentu, pemimpin secara implisit
mengkategorikan pengikut tersebut sebagai “ in group ” atau “ out
group “ dan bahwa hubungan semacam itu relativ stabil untuk waktu
yang lama. Pada in-group, bawahan lebih dipercaya dan mendapatkan
perhatian dalam porsi yang lebih besar dari atasan dan mendapatkan
hak-hak khusus (Robbins, 2007:368). Bawahan dalam kelompok outgroup hanya mendapatkan sedikit waktu yang diberikan oleh
pemimpin, sedikit control yang diberikan oleh pemimpin dan hubungan
pemimpin dengan out-group berdasarkan hubungan wewenang yang
formal menurut Robbins (2007:368).
Morrow dalam Nusantara (2015) bahwa “leader member
exchange” merupakan peningkatan kualitas hubungan antara supervisi
dengan karyawan akan mampu meningkatkan kerja keduanya. Para
pemimpin menjalankan LMX dengan cara memberikan semacam
penghargaan kepada karyawan-karyawan yang ini mereka ajak
membangun hubungan yang lebih dekat dan memberikan hukuman
kepada orang-orang yang tidak mereka inginkan dalam hubungan yang
lebih baik , agar hubungan dalam LMX tersebut tetap utuh pemimpin
dan bawahan harus terlibat dalam hubungan tersebut (Robbins,
2008:66).
Gary Yukl (2015:140) berpendapat bahwa pemimpin
mengembangkan hubungan antar pribadi dari waktu ke waktu dengan
tiap-tiap bawahannya saat kedua pihak saling mempengaruhi dan
menegoisasikan peran bawahan dalam organisasi. Teori ini biasanya
fokus pada perilaku kepemimpinan sebagai sumber pengaruh, dan pada
perubahan sikap, motivasi, perilaku bawahan sebagai proses
mempengaruhi.
Sabtu, 22 Oktober 2022
Teori-teori kepemimpinan (skripsi, tesis, dan disertasi)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar