Marcia (dalam Mukhlis, 2009; 24) menyebutkan bahwa komitmen
berhubungan dengan keyakinan untuk memilih kemungkinan dan
kesetiaan pada suatu yang dipilih dan pilihan itu susah untuk diubah.
Selanjutnya Marcia (dalam Desmita, 2007; 215) juga menjelaskan
komitmen merupakan usaha membuat keputusan mengenai pekerjaan
atau ideologi, serta menentukan berbagai strategi untuk merealisasikan
keputusan tersebut. Jadi dapat dikatakan bahwa komitmen adalah
keteguhan hati untuk bertahan pada pilihan yang sudah ditentukan dan
setia melaksanakan dengan sebaik-baiknya.
Erikson (dalam Yusuf, 2010; 201) meyakini bahwa perkembangan
identitas pada masa remaja berkaitan erat dengan komitmennya terhadap
pekerjaan masa depan, peran-peran masa dewasa dan sistem keyakinan
pribadi. Aktivitas komitmen menurut Marcia (1993; 181-184)
ditunjukkan oleh sejauh mana keteguhan pendirian remaja terhadap
vokasi yang dipilihnya yang ditandai oleh beberapa hal berikut:
1) Knowledgeability (kemampuan mengetahui), yaitu merujuk pada
sejumlah informasi yang dimiliki dan dipahami tentang keputusan
pilihan-pilihan yang telah ditetapkan. Remaja yang memiliki
komitmen dapat menunjukkan pengetahuan yang mendalam,
terperinci dan akurat tentang hal-hal yang telah diputuskan.
2) Activity directed toward implementing the chosen identity elemen
(aktivitas yang menunjukkan kepada imflementasi yang terpilih
dari elemen identitas), yaitu aktivitas yang terarah pada
implementasi elemen identitas yang telah ditetapkan.
3) Emotional tone (irama perasaan/keadaan perasaan), yaitu nada
emosi yang merujuk pada berbagai perasaan yang dirasakan
individu baik dalam penetapan keputusan maupun dalam
mengimplementasikan keputusan tersebut. Nada emosi terungkap
dalam bentuk keyakinan diri, stabilitas dan optimisme masa depan.
4) Identification with significant other (identifikasi dengan orang- orang yang dianggap ideal), yaitu identifikasi dengan orang-orang
yang dianggap penting yang ditunjukkan dengan sejauh mana
remaja mampu membedakan aspek positif dan negatif dari figur
yang dianggap ideal olehnya.
5) Projecting one’s personal future (kemampuan memproyeksikan
dirinya kemasa akan datang), yaitu kemampuan memproyeksikan
dirinya ke masa depan dengan ditandai oleh kemampuan
mempertautkan rencanannya dengan aspek lain dalam kehidupan
masa depan yang mereka cita-citakan.
6) Resistence to being swayed (ketahanan dari berbagai godaan), yaitu sejauh mana individu memiliki ketahanan terhadap godaan- godaan yang bermaksud untuk mengalihkan keputusan yang telah
mereka tetapkan. Mereka tetap teguh pada keputusannya, tetapi
mereka bukan anti perubahan. Mereka mampu menghargai
berbagai kemungkinan perubahan, mereka mengkaitkannya
dengan kemampuan pribadi dan peluang yang ada.
Minggu, 23 Oktober 2022
Komitmen (skripsi, tesis, dan disertasi)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar