Perkembangan identitas terjadi bertahap dan sedikit demi sedikit.
Keputusan yang diambil tidak hanya sekali dan bersifat final, tetapi harus
diambil berulang kali. Perkembangan identitas tidak berlansung dengan
teratur dan juga tidak berlansung dengan tiba-tiba. Ketika mereka mulai
menyadari mereka akan bertanggung jawab terhadap diri mereka sendiri
dan kehidupan mereka, remaja mulai mencari hidup macam apakah yang
akan mereka jalani.
Sulaeman (1995;95-96) mengatakan pilihan-pilihan yang
mempunyai implikasi vokasional biasanya dimulai pada masa remaja.
Apabila remaja gagal dalam mengembangkan rasa identitas
vokasionalnya, maka remaja akan kehilangan arah, bagaikan kapal
kehilangan kompas. Melakukan pilihan vokasional dan mencapai
penyesuaian vokasional adalah proses-proses yang cukup membutuhkan
waktu, oleh karena itu dibutuhkan peran serta lingkungan dan keluarga.
Santrock (2003;344) mengatakan pembentukan identitas tidak
selalu terjadi secara teratur, dan biasanya juga tidak terjadi secara tibatiba. Pada batas paling rendah, pembentukan identitas melibatkan
komitmen kepada kehidupan dalam dunia kerja, pemilihan ideologi dan
orientasi seksual. Melakukan sintesa terhadap komponen identitas dapat
menjadi suatu proses yang lama dan panjang dengan sejumlah
pertentangan dan persetujuan dari berbagai peran dan wajah.
Perkembangan identitas terjadi secara sedikit-sedikit dan keputusan tidak
dibuat sekali saja untuk seterusya, tetapi harus dibuat lagi dan lagi.
Erikson (dalam Santrock, 2003; 342) mendeskripsikan, ketika
remaja secara bertahap menyadari bahwa mereka bertanggung jawab
akan diri mereka dan kehidupan mereka sendiri, remaja kemudian akan
mencari seperti apakah kehidupannya nanti. Banyak orang tua dan orang
dewasa lainnya yang terbiasa memiliki anak yang melakukan apa yang
mereka katakan, akan menjadi terheran-heran atau marah dengan
komentar para remaja dan perubahan suasana hati yang sering terjadi
pada remaja.
Menurut Marcia (dalam Mukhlis, 2009; 23) pembentukan identitas,
termasuk identitas vokasional remaja ditandai dengan ada tidaknya usaha
ekslporasi menyangkut berbagai alternatif vokasional yang
dikukuhkannya komitmen yang mantap terhadap suatu pilihan karir
berlandaskan pertimbangan yang matang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar