Peneliti memilih teori Identitas Sosial dari Henry Tajfel, karena menurut
peneliti teori Identitas Sosial yang dikemukakan oleh Henry Tajfel sesuai dengan
fenomena yang ditemukan oleh peneliti di lapangan. Teori Identitas Sosial yang
dikemukakan oleh Tajfel tidak secara implisit membahas proses pembentukan
sebuah identitas sosial di dalam suatu kelompok, melainkan lebih menjelaskan
bagaimana berbagai komponen mampu mempengaruhi suatu identitas sosial di
dalam sebuah kelompok. Sebenarnya ada beberapa ahli yang mengungkap teori
Identitas Sosial, diantaranya:
- Definisi yang sama diungkapkan oleh Taylor dan Moghaddam (dalam
Susetyo, 2002, h. 58-65) identitas individu yang tampil dalam setiap
interaksi sosial disebut dengan Identitas sosial, yaitu bagian dari konsep diri
individu sebagai anggota suatu kelompok sosial, dimana di dalamnya
mencakup nilai dan emosi-emosi penting yang melekat dalam diri individu
sebagai anggotanya.
- Definisi lain oleh Billig (dalam Sarwono, 2001, h. 22) mengungkapkan
bahwa identitas sosial adala sebuah proses yang mengikatkan individu pada
kelompoknya dan yang menyebabkan individu menyadari diri sosialnya
(social self). Sama hal nya dengan Billig, Baron dan Byrne (2004, h. 163)
mengartikan identitas sosial sebagai definisi seseorang tentang siapa dirinya
termasuk di dalamnya atribut pribadi dan atribut yang dibaginya bersama
dengan orang lain.
- Hogg dan Abram (1990) menjelaskan social identity sebagai rasa
keterkaitan, peduli, bangga dapat berasal dari pengetahuan seseorang dalam
berbagai kategori keanggotaan sosial dengan anggota yang lain, bahkan
tanpa perlu memiliki hubungan personal yang dekat, mengetahui atau
memiliki berbagai minat.
Minggu, 23 Oktober 2022
Alasan Pemilihan Teori (skripsi, tesis, dan disertasi)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar