Robbins (1999) menyatakan bahwa kepemimpinan adalah kemampuan
mempengaruhi suatu kelompok ke arah pencapaian (tujuan), pendapat ini
memandang semua anggota kelompok/organisasi agar bersedia melakukan
kegiatan/bekerja untuk mencapai tujuan kelompok/organisasi.
Menurut Tannenbaum dkk (1961:25) kepemimpinan adalah pengaruh
antar pribadi, dalam situasi tertentu dan langsung melalui proses komunikasi
untuk mencapai satu atau beberapa tujuan terntentu. Menurut Rivai (2006)
berpendapat bahwa kepemimpinan adalah proses untuk mempengaruhi orang lain,
baik di dalam organisasi maupun diluar organisasi untuk mencapai tujuan yang
diinginkan dalam suatu situasi tertentu”.
Definisi kepemimpinan berikutnya yang diajukan Yukl (1998),
menurutnya adalah “ ... the process of influencing others to understand and agree
about what needs to be done and how to do it, and the process of facilitating
individual and collective efforts to accomplish shared objectives.” Proses
mempengaruhi orang lain agar mampu memahami serta menyetujui apa yang
harus dilakukan sekaligus bagaimana melakukannya, termasuk proses
memfasilitasi upaya individu atau kelompok dalam memenuhi tujuan bersama.
Pendapat lain dikemukakan oleh Lussier dan Achua (2010)
Kepemimpinan merupakan proses mempengaruhi yang dilakukan oleh seorang
pemimpin untuk membawa organisasi kepada perubahan. Dari pengertianpengertian tersebut dapat disimpulkan bahwa kepemimpinan merupakan proses
mempengaruhi yang dilakukan oleh seorang pemimpin kepada bawahannya untuk
bersama-sama mewujudkan tujuan tertentu.
Di awal periode pengembangan teori LMX ini, Graen dan Cashman
(1975) secara spesifik mengatakan bahwa perilaku pemimpin terhadap individual
karyawan membantu untuk membentuk kualitas exchange relationship dengan
setiap subordinat
Sabtu, 22 Oktober 2022
Pengertian Kepemimpinan (skripsi, tesis, dan disertasi)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar