Konformitas dapat terjadi dalam beberapa bentuk dan mempengaruhi
aspek-aspek kehidupan remaja (Santrock, 2003). Bagi banyak remaja, bagaimana
mereka dipandang oleh teman sebaya merupakan aspek yang terpenting dalam
kehidupan mereka, sehingga remaja akan melakukan apapun agar dapat diterima
dalam lingkungan sosialnya, khususnya lingkungan kelompok sebaya. Untuk
mereka, dikucilkan oleh lingkungan sosial berarti stress, frustasi dan kesedihan.
Dorongan-dorongan inilah yang mendasari remaja untuk beprilaku konformitas
terhadap teman sebaya (Santrock, 2003).
Konformitas muncul ketika individu meniru sikap/tingkah laku orang
lain karena adanya tekanan yang nyata maupun yang di bayangkan oleh mereka,
dan tekanan untuk mngikuti teman sebaya menjadi kuat pada masa remaja.
Konformitas terhadap tekanan teman sebaya pada remaja dapat menjadi positif
atau negatif (Santrock, 2003). Untuk nilai-nilai sosial dan moral yang dipegang
oleh sistem sosial, konformitas diperlukan (Baron & Byrne, 2003). Konformitas
sangat penting sebagai upaya individu untuk dapat diterima dalam lingkungan
sosial, tetapi konformitas membatasi kebebasan pribadi dan menjadi tidak sehat
ketika hal tersebut menjadi deskrutif atau mendorong orang untuk melakukan
tindakan yang berlawanan dengan penilaian mereka sendiri (Papalia, 2008).
Condry, Simon, & Bronfenbrenner (Santrock, 2003) menyatakan bahwa
remaja muda laki-laki dan perempuan menghabiskan waktu dua kali lebih banyak
dengan teman sebaya daripada waktu dengan orang tuanya. Disinilah mereka
saling mengisi dan mempengaruhi satu sama lain dan kadang-kadang membentuk
kelompok-kelompok dengan remaja yang memiliki usia sebaya (peer groups).
Piaget dan Kholberg (Santrock; 2007) percaya bahwa hubungan dengan
teman sebaya adalah bagian terpenting dari stimulus sosial yang akan memberikan
tantangan bagi remaja untuk mengembangkan moral mereka. Hubungan memberi
dan menerima bersifat mutual dengan teman sebaya memberikan kesempatan bagi
remaja untuk mengambil peran dan memberikan anak kesempatan merasakan
bahwa peraturan dibuat dengan cara yang demokrasi.
Sementara hampir semua remaja melakukan konformitas terhadap
kelompok teman sebaya, beberapa remaja ada juga yang anti-konformitas. Anti
konformitas muncul ketika individu bereaksi menolak terhadap harapan kelompok
dan kemudian dengan sengaja menjauh dari tindakan atau kepercayaan yang
dianut kelompok (Santrock, 2003).
Minggu, 23 Oktober 2022
Konformitas Teman Sebaya pada Remaja (skripsi, tesis, dan disertasi)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar