Perilaku kerja inovatif telah didefinisikan oleh beberapa pakar.
Menurut West & Farr (1990) perilaku kerja inovatif adalah perilaku
individu yang disengaja untuk pengenalan dan aplikasi, dalam sebuah
peran, kelompok atau organisasi dari ide, proses, produk atau prosedur,
merupakan suatu hal yang baru bagi unit terkait, dirancang untuk secara
signifikan menguntungkan individu, kelompok, organisasi atau masyarakat
yang lebih luas. Selanjutnya Janssen (2000) menjelaskan perilaku kerja
inovatif sebagai penciptaan yang disengaja, pengenalan dan penerapan ide
– ide baru dalam peran pekerjaan, kelompok atau organisasi, dalam rangka
memperoleh manfaat kinerja peran, kelompok atau organisasi.
Kleysen & Street (2001) mendefinisikan perilaku kerja inovatif
sebagai tindakan individu yang mengarah untuk menghasilkan,
mengenalkan, atau mengaplikasikan penemuan baru pada level organisasi.
Dimana penemuan baru yang dimaksudkan adalah gagasan untuk
pengembangan produk teknologi, perubahan dalam prosedur kerja, atau
penerapan gagasan, teknologi, metode, dan proses kerja baru (Kleysen &
Street, 2001).
Menurut De Jong & Hartog (2008) perilaku kerja inovatif adalah
perilaku individu yang bertujuan untuk mencapai inisiasi dan pengenalan
intensional terhadap ide, proses, produk, dan prosedur yang baru, termasuk
menuju implementasinya. Pada penelitian berikutnya De Jong & Hartog
(2010) mengungkapkan bahwa semakin tinggi perilaku kerja inovatif yang
dimunculkan oleh karyawan, maka akan semakin banyak pula inovasi
yang dihasilkan oleh suatu organisasi.
Dalam penelitian ini, definisi yang digunakan oleh peneliti adalah
perilaku kerja inovatif yang dikemukakan oleh De Jong (2007), yakni
suatu perilaku kerja yang bertujuan untuk mencapai inisiasi dan
pengenalan suatu ide, proses, prosedur maupun produk baru yang berguna
bagi organisasi. Perilaku kerja inovatif menekankan pada usaha yang
dilakukan dengan sengaja untuk dapat memberikan hasil baru yang
menguntungkan. Hal tersebut membutuhkan inisiasi dan implementasi dari
ide– ide kreatif.
Menurut De Jong & Hartog (2010) konstruk dari perilaku kerja
inovatif berkaitan erat dengan kreativitas karyawan. Kreativitas
didefinisikan sebagai produksi dari ide–ide baru dan berguna tentang
produk, layanan, proses dan prosedur. Namun demikian kreativitas jelas
berbeda dengan perilaku kerja inovatif, karena perilaku kerja inovatif
memiliki tujuan untuk menghasilkan keuntungan, yakni inovatif output.
Kemudian kreativitas dipandang sebagai komponen yang krusial dari
perilau kerja inovatif, yakni awal dari proses inovasi, ketika permasalahan
atau kesenjangan kinerja dalam perusahaan dikenali sehingga
membutuhkan pemunculan ide-ide sebagai respon dari adanya kebutuhan
akan inovasi
Sabtu, 22 Oktober 2022
Definisi Perilaku Kerja Inovatif (skripsi, tesis, dan disertasi)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar