Minggu, 23 Oktober 2022

Definisi Identitas Sosial (skripsi, tesis, dan disertasi)


Teori social identity (identitas sosial) dipelopori oleh Henri Tajfel pada tahun
1957 dalam upaya menjelaskan prasangka, diskriminasi, perubahan sosial dan
konflik antar kelompok. Pada awalnya, teori identitas sosial berasal dari teori
perbandingan sosial (social comparison theory) dari Festinger (1954) (dalam Hogg
& Abrams, 2000), yang menyatakan bahwa individu akan berusaha melihat diri
mereka terhadap orang lain yang memiliki perbedaan kecil atau serupa.
Menurut Tajfel (dalam Hogg and Abram, 1998), social identity (identitas
sosial) adalah bagian dari konsep diri seseorang yang berasal dari pengetahuan
mereka tentang keanggotaan dalam suatu kelompok sosial bersamaan dengan
signifikansi nilai dan emosional dari keanggotaan tersebut. Social identity berkaitan
dengan keterlibatan, rasa peduli dan juga rasa bangga dari keanggotaan dalam suatu
kelompok tertentu.
Teori identitas sosial sendiri menyatakan bahwa identitas diikat untuk 
menggolongkan keanggotaan kelompok, “Teori identitas sosial dimaksudkan untuk
melihat psikologi hubungan sosial antar kelompok, proses kelompok dan sosial diri”
(Hogg et al, 2000). Teori identitas sosial menangani seluruh respon yang dicoba
dilakukan oleh anggota kelompok untuk menaikkan posisi mereka dan posisi
kelompoknya. Dalam teori identitas sosial, secara umum membahas tentang perilaku
individu yang merefleksikan unit-unit sosial secara lebih besar seperti kelompok
sosial, organisasi, kebudayaan, dan kelompok sosial yang menjadi rujukan bagi
setiap perilaku individu tersebut.
Teori ini meyakini bahwa apa yang dirasakan, dipikirkan, dan dilakukan
individu merupakan manifestasi dari nilai kolektif yang biasanya dilestarikan dalam
organisasi sosial tertentu dimana individu merupakan bagian dari dirinya. Identitas
tersebut merupakan identitas koletif yang mensyaratkan masing-masing anggota
kelompok sosial tersebut untuk saling mengenal dan memiliki hubungan sosial yang
dekat. 

Tidak ada komentar: