Minggu, 23 Oktober 2022

Teori Identitas Sosial (skripsi, tesis, dan disertasi)


Teori identitas sosial pertama kali dikembangkan pada tahun 1970-an oleh
Henri Tajfel. Identitas sosial adalah pengetahuan bahwa seseorang milik suatu
lingkungan sosial atau kelompok (Hogg & Abrams, 1988). Teori identitas sosial
merupakan akumulasi nilai-nilai kelompok yang disesuaikan ke dalam konsep diri
individu (Abrams, 1996: 150). Tajfel mendefinisikan identitas sosial sebagai
pengetahuan seseorang terhadap keanggota di dalam suatu kelompok bersama dengan
nilai dan emosional yang dirasakan di dalamnya. Ini berkaitan dengan keterlibatan, rasa
peduli, dan rasa bangga anggota terhadap suatu kelompok ( Tajfel dalam Hogg &
Abrams, 1998). Hogg & Abrams juga berpendapat bahwa mereka mendefinisikan
identitas sosial sebagai suatu rasa keterkaitan, rasa peduli dan juga rasa bangga sebagai
seorang anggota dalam suatu kelompok tertentu.
Teori identitas sosial juga menyatakan bahwa dengan adanya identitas mampu
menggolongkan anggota ke dalam kelompok. Octawidyanata (2016, 18) berpendapat
bahwa teori identitas sosial merupakan upaya bagaimana seorang anggota menaikkan
posisi dirinya dan posisi kelompoknya. Tajfel & Turner (1979) menyatakan bahwa
identitas sosial seseorang ditentukan dari kelompok mana ia tergabung. Sehingga
seseorang akan termotivasi untuk bergabung dengan kelompok yang dianggap menarik
dan dapat memberikan keuntungan bagi mereka yang bergabung. Selain itu Tajfel &
Turner melihat bahwa individu akan berjuang untuk mempertahankan identitas sosial
yang positif. Sehingga ketika identitas sosial mulai dipandang tidak memuaskan,
mereka akan mulai mencari kelompok yang dianggap lebih memuaskan, lebih nyaman,
dan lebih menyenangkan (Turner & West, 2008: 218). 

Tidak ada komentar: