Minggu, 23 Oktober 2022

Dampak dari Skeptisisme Profesional sebagai Karakter Personal terhadap Keputusan Audit. (skripsi, tesis, dan disertasi)


Semua orang memiliki latar belakang yang berbeda dalam
mempercayai suatu hal. Kee & Knox (1970) dalam Noviyanti (2008)
menyatakan keyakinan yang dimiliki setiap orang dipengaruhi oleh
beberapa faktor yaitu kepribadian dan karakter individu masing-masing.
Pada dasarnya, setiap karakter personal dalam individu masing-masing
dapat menentukan apakah suatu hal dapat dipercaya atau tidak (Nelson,
2009). Blerstaker dan Wright (2001) memiliki pendapat yang sama dengan
Nelson (2009). Blerstaker dan Wright (2001) berpendapat pengalaman dan
karakter personal memiliki peran penting dalam pengambilan keputusan
audit.
Skeptisisme profesional salah satunya dibentuk oleh karakter
personal auditor. Skeptisisme profesional memiliki tingkat yang berbeda
antar individu. Hurtt (2008) berpendapat auditor yang memiliki tingkat
skeptisisme personal yang tinggi maka cenderung menyimpulkan salah saji
karena kecurangan. Sikap skeptisisme profesional memberikan pengaruh
dalam pengambilan keputusan audit atas salah saji material pada laporan
keuangan. 
Suryanto et al (2016) berpendapat bahwa auditor yang
berpengalaman memiliki pengetahuan tentang kecurangan dan kekeliruan
lebih banyak, sehingga menghasilkan kinerja yang baik daripada dengan
auditor yang belum berpengalaman. Ini menerangkan, auditor senior
seharusnya memiliki tingkat skeptisisme personal yang tinggi dibandingkan
dengan auditor junior yang pengetahuan akan hal kecurangan dan
kekeliruan masih sedikit.

Tidak ada komentar: