Menurut Allen & Meyer dalam Gandhi & Hyde (2015: 76), dimensi
organizational commitment dibagi tiga yaitu menjadi affective commitment,
continuance commitment, dan normative commitment, adapun pengertian dari
masing-masing yaitu sebagai berikut:
1. Komitmen afektif (affective commitment)
Allen dan Meyer menyatakan bahwa komitmen afektif merupakan
keterikatan emosional, identifikasi, dan keterlibatan dalam suatu perusahaan.
Karyawan yang berkomitmen secara afektif menetap dalam suatu perusahaan
karena keinginannya sendiri (want to). Individu yang berdedikasi pada
tingkat emosional biasanya tetap berada di dalam perusahaan karena mereka
melihat hubungan kerja individual mereka selaras dengan tujuan dan nilai
perusahaan tempat mereka saat ini bekerja.
2. Komitmen kontinuitas (continuance commitment)
Allen dan Meyer menyatakan bahwa komitmen kontinuitas dianggap
sebagai kesadaran akan biaya yang terkait jika meninggalkan perusahaan.
Karena kesadaran individu atas pertimbangan biaya dan ancaman yang timbul
jika meninggalkan organisasi, komitmen kontinu dianggap bersifat kalkulatif.
Berbeda dengan komitmen afektif, dimana karyawan tetap tinggal dengan
organisasi karena mereka menginginkannya dan karena mereka mengenal
organisasi dan prinsipnya. Pada komitmen ini, karyawan bertahan (need to)
dalam perusahaan karena tidak ingin mengambil resiko-resiko kehilangan
jika meninggalkan organisasi.
3. Komitmen normatif (normative commitment)
Komitmen normatif dapat dijelaskan sebagai rasa tanggung jawab
karyawan untuk melanjutkan pekerjaan atau bertahan dengan perusahaan.
Karyawan dengan tingkat komitmen normatif yang tinggi tidak ingin
mengecewakan perusahaan, sehingga akan tetap tinggal dalam perusahaan
karena merasa wajib untuk tetap berada dalam perusahaan tersebut (ought to).
Sedangkan menurut Colquitt, LePine & Wesson dalam Wibowo
(2016: 430) organizational commitment dibagi menjadi tiga, yaitu emotionbased, cost-based, dan obligation-based.
a. Emotion-based
Emotion-based didefinisikan sebagai keinginan untuk tetap menjadi
anggota organisasi karena merasa sebagai perlengkapan emosional pada, dan
perlibaran dengan organisasi.
b. Cost-based
Cost-based didefinisikan sebagai keinginan untuk tetap menjadi anggota
organisasi karena kesadaran tentang biaya yang berkaitan dengan
meninggalkannya. Alasan cost-based untuk tetap tinggal, termasuk masalah
gaji, tunjangan dan promosi serta kepentingan keluarga.
c. Obligation-cost
Alasan Obligation-cost adalah keinginan untuk tetap menjadi anggota
organisasi karena merasa sebagai kewajiban.
Berdasarkan teori yang ada diatas, dalam penelitian ini penulis menggunakan
teori dari Allen & Meyer, dimana dimensi organizational commitment dibagi
menjadi tiga yaitu affective commitment, continuance commitment, dan normative
commitment
Sabtu, 22 Oktober 2022
Dimensi Organizational Commitment (skripsi, tesis, dan disertasi)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar