Minggu, 23 Oktober 2022

Skeptisisme Profesional. (skripsi, tesis, dan disertasi)


Skeptisisme profesional merupakan konsep yang sering dibahas
dalam standar profesional, dalam SAS no. 1 sikap skeptisisme profesional
adalah sikap yang mencakup pikiran pertanyaan dan penilaian kritis dalam
melakukan bukti audit (Nelson,2009). Auditor menggunakan pengetahuan,
keterampilan dan kemampuan dalam mengevaluasi bukti. Auditor tidak
mengasumsikan bahwa manajemen tidak jujur atau diragukan kejujurannya 
(Nelson, 2009). Pandangan tersebut menurut O’Malley (2000) dalam
Nelson (2009) bahwa sikap skeptisisme profesional merupakan sikap netral.
Dengan kata lain, auditor mengumpulkan dan mengevaluasi bukti tetapi
tidak menganggap bias.
Dalam mendefinisikan sikap skeptisisme profesional dalam
berbagai literatur belum konsisten. Beberapa literatur berpendapat sikap
skeptisisme profesional merupakan sikap netral. Hurtt (2007)
mendefinisikan sikap skeptisisme profesional dalam berbagai karakteristik
skeptis seperti questioning mind, suspension of judgment dan search for
knowledge. Beberapa literatur lainnya berpendapat bahwa sikap skeptisisme
profesional merupakan dugaan keraguan. Nelson (2009) berpendapat
auditor dengan sikap skeptisisme profesional yang tinggi membutuhkan
pengumpulan bukti yang lebih banyak sebelum memberikan opini.
Peneliti juga ingin membuktikan penelitian skeptisisme yang telah
dijelaskan oleh Hurtt (2010) dan Popova (2013) yang dimplementasikan di
Indonesia. Hurtt (2010) menjelaskan bahwa skeptisisme profesional adalah
karakteristik individu multi-dimensi. Menurut Hurtt (2010) karakteristik
individu skeptisisme profesional di bagi menjadi dua yaitu sifat personal
yang dipengaruhi oleh diri sendiri dan sikap situasional yang dipengaruhi
faktor tertentu. Popova (2013) menerangkan sikap skeptisisme situasional
didasarkan pada pengalaman mengaudit sebelumnya (Client Spesific
Experience) antara klien dan auditor, serta menjelaskan terdapat beberapa 
tipe CSE (Client Spesific Experience) yaitu CSE negatif, CSE positif dan
netral.
Penyebab kegagalan audit adalah rendahnya sikap skeptisisme
profesional, sehingga menyebabkan tidak pekanya auditor terhadap
kecurangan yang ada, baik yang tidaksengaja maupun yang disengaja.
Auditor yang menerapkan sikap skeptisisme profesional akan kritis dalam
melakukan penugasan audit. Memperhitungkan resiko yang ada dan
mengumpulkan bukti audit. Faktor situasional juga merupakan salah satu
faktor penting dalam skeptisisme profesional. Sehingga peneliti
menghubungkan skeptisisme profesional personal dan situasional terhadap
keputusan audit. Ini memungkinkan jika memiliki skeptisisme profesional
personal tinggi dan skeptisisme profesional situasional tinggi pula akan
memberikan pengaruh terhadap ekpektasi awal auditor. 

Tidak ada komentar: