Tajfel (dalam Ellemers et. al, 1999) mengembangkan identitas sosial
sehingga identitas sosial digambarkan terdiri dari tiga komponen yaitu komponen
kognitif (kategorisasi diri), komponen evaluatif( (group self esteem), dan komponen
emosional (komponen afektif)
- Komponen Kognitif
Cognitive component atau komponen kognitif merupakan kesadaran
kognitif akan keanggotaannya dalam kelompok, atau self categorization.
Individu mengkategorisasikan dirinya dengan kelompok tertentu yang akan
menentukan kecenderungan mereka untuk berperilaku sesuai dengan
keanggotaan kelompoknya (Tajfel, 1978 dalam Ellemers et. al, 1999).
Komponen ini juga berhubungan dengan self stereotyping yang
menghasilkan identitas pada diri individu dan anggota kelompok lain yang
satu kelompok dengannya. Self stereotyping dapat memunculkan perilaku
kelompok (Hogg, 2001).
Sebelum seorang individu memperoleh identitas sosialnya ia
melakukan apa yang diebut kategorisasi diri terlebih dahulu. Kategorisasi
diri terjadi ketika seorang individu menempatkan dirinya sebagai objek yang
bisa dikategorisasikan, diklasifikasikan, dan diberi nama dengan cara tertentu
dalam hubungannya dengan kategori-kategori yang lain yang ada dalam
lingkungan sosialnya (Stets dan Burke, 2000, hlm. 225). Kataegori-kategori
tersebut berupa berbagai bentuk kelompok sosial yang berbeda.
Pengklasifikasian seorang individu ke dalam kelompok tertentu tentunya
didasarkan pada adanya persamaan individu tersebut dengan anggota lain
dalam kelompok tersebut. Hal ini dikarenakan syarat utama terbentuknya
sebuah kelompok tertentu adanya persamaan antar individu yang menjadi
anggota kelompok tersebut (Stangor, 2004, hlm. 17)
Dengan kata lain, kategorisasi diri (Tajfel dan Turner, 2004, hlm. 59)
terjadi ketika seorang inidvidu mengklasifikasikan dan membedakan
kelompok yang ia miliki (in-group) dengan kelompok lainnya (out-group).
Pada tahap ini, individu telah menyadari peranannya sebagai anggota
kelompok tertentu dan bagaimana kelompok tersebut berperan dalam
pembentukan identitas sosialnya dalam masyarakat. Pada tahap kategorisasi
diri ini, indiividu cenderung melihat persamaan antara dirinya dengan
anggota lain dalam kelompok (in-group) dan perbedaan antara dirinya
dengan anggota kelompok yang lain (out-group).
- Komponen Evaluatif
Evaluative component merupakan nilai positif atau negatif yang
dimiliki oleh individu terhadap keanggotaannya dalam kelompok, seperti
group self esteem.Evaluative component ini menekankan pada nilai-nilai
yang dimiliki individu terhadap keanggotaan kelompoknya (Tajfel, 1978
dalam Ellemers et. al, 1999). Selain itu, Ashmore et al (2004) menambahkan
bahwa komponen evaluatif ini dapat juga terbentuk dari penilaian anggota
terhadap pandangan orang diluar komunitas tentang keberadaan
komunitasnya tersebut atau disebut evaluative from other.
- Komponen Emosional
Emotional component merupakan perasaan terlibat secara emosional
terhadap kelompok, atau affective commitment. Emotional component ini
lebih menekankan pada seberapa besar perasaan emosional yang dimiliki
individu terhadap kelompoknya (affective commitment). Komitmen afektif
cenderung lebih kuat dalam kelompok yang dievaluasi secara positif karena
kelompok lebih berkontribusi terhadap identitas sosial yang positif. Hal ini
menunjukkan bahwa identitas individu sebagai anggota kelompok sangat
penting dalam menunjukkan keterlibatan emosionalnya yang kuat terhadap
kelompoknya walaupun kelompoknya diberikan karakteristik negatif (Tajfel,
1978 dalam Ellemers et. al, 1999).
Minggu, 23 Oktober 2022
Komponen Identitas Sosial (skripsi, tesis, dan disertasi)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar