Minggu, 23 Oktober 2022

Budaya sebagai identitas (skripsi, tesis, dan disertasi)


Budaya bagi suatu bangsa merupakan sebuah harta yang tidak ternilai
harganya, tanpa adanya budaya suatu bangsa akan dipandang rendah oleh bangsa
lain. Kebudayaan pada kenyataannya adalah sebuah konsep yang amat luas
sehingga lahir respon terhadap sebuah konsep kebudayaan. Istilah kebudayaan
dihubungkan dengan kata-kata “adab” atau “peradaban”. Dimana suatu budaya
akan mengalami perubahan mengikuti zamannya.
Secara historis, budaya atau kebudayaan berasal dari bahasa Sanskerta yaitu
buddhayah, yang berasal dari bentuk jamak yaitu buddhi yang diartikan sebagai
hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia. Dalam buku Human
Communication: Konteks-konteks Komunikasi, budaya merupakan suatu cara
hidup yang berkembang dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang serta
diwariskan dari generasi ke generasi berikutnya. Sedangkan budaya menurut
Mulyana dan Rahmat (2006: 25), budaya adalah suatu pola hidup yang
menyeluruh. Dimana budaya bersifat kompleks, abstrak dan luas. Sehingga
budaya merupakan hasil dari perpaduan kehidupan, adat istiadat dan norma yang
terjadi di tengah-tengah masyarakat. 
Menurut Taylor (1897), kebudayaan mempunyai arti luas yang meliputi
perasaan dari suatu bangsa yang kompleks, meliputi pengetahuan, kepercayaan,
seni, moral, hukum, adat istiadat dan pembawaan lainnya yang diperoleh dari para
anggota atau bagian masyarakat (http://flpmaliki.blogspot.com). Kebudayaan
merupakan konsep yang sangat luas, kebudayaan menyangkut ‘pengalaman
berbagi’. Sehingga dapat disimpulkan bahwa, seseorang dikatakan berasal dari
kebudayaan yang sama jika manusia-manusia yang ada tersebut saling membagi
pengalaman yang sama, saling membagi kode-kode kebudayaan yang sama,
berbicara dalam ‘bahasa’ yang sama, serta saling berbagi konsep-konsep yang
sama.
Dalam teori identitas Stuart Hall (1994), identitas merupakan sesuatu yang
bersifat imajiner atau diimajinasikan tentang keutuhan. Sebuah identitas muncul
akibat perasaan bimbang yang kemudian diisi oleh kekuatan dari luar dari setiap
individu. Identitas sendiri adalah sebuah perwujudan dari imajinasi yang
dipandang oleh pihak-pihak tertentu yang saling terhubung didalamnya. Stuart
Hall dalam karyanya Cultural Identity and Diaspora (1990: 393) menjelaskan
bahwasanya identitas budaya sedikitnya dapat dilihat dari dua cara pandang, yaitu
identitas budaya sebagai wujud (identity as being) dan identitas budaya sebagai
proses menjadi (identity as becaming). Dalam cara pandang pertama, identitas
budaya dilihat sebagai suatu kesatuan yang dimiliki bersama atau merupakan
bentuk dasar seseorang serta berada dalam diri banyak orang yang memiliki
kesamaan sejarah dan leluhur. Sehingga sudut pandang ini lebih melihat 
bahwasanya ciri fisik atau lahiriyah lebih mengidentifikasi mereka sebagai suatu
kelompok.
Menurut Prabowo (2008: 9), identitas budaya merupakan cerminan dari
adanya kesamaan sejarah dan kode-kode budaya yang membentuk sekelompok
orang menjadi satu, walaupun dari luar mereka tampak berbeda. Proses klasifikasi
identitas budaya dari teori Stuart Hall tergambar jelas dalam kehidupan
masyarakat berkulit hitam di Amerika dan Eropa. Dibuktikan oleh Aimee Cesaire
dan Leopold Senghor dalam puisinya yang berjudul Anthologie de la nouvelle
posie negre er malgache, maka identitas budaya masyarakat kulit hitam dapat
dihubungkan dengan tiga hal, yakni presence africaine, presence europeene, dan
presence americain.
Menurut Rice (1990: 202) yang dikutip oleh Prabowo (2008: 10), “the sum
total of group member’s feeling about those symbols, values, and common
histories that identify them as a dislinct group”. Artinya identitas budaya adalah
jumlah keseluruhan dari perasaan seseorang atau anggota kelompok terhadap
simbol-simbol, nilai-nilai dan sejarah umum yang membuat mereka dikenal
sebagai kelompok yang berbeda.

Tidak ada komentar: