Minggu, 23 Oktober 2022

Komponen Identitas Sosial (skripsi, tesis, dan disertasi)


Mark Rubin (2004 ; 824), ada interpretasi yang berbeda mengenai
beberapa teori identitas sosial. Dalam keragaman ini, perlu untuk meringkas
interpretasi tersebut. Disini ditafsirkan teori identitas sosial terdiri dari tiga
komponen utama. Diantaranya, komponen psikologi sosial, komponen sistem dan
komponen masyarakat.
a) Komponen sosial-psikologis. Komponen Sosial-psikologis dalam teori
identitas sosial ini menjelaskan proses kognitif dan motivasi dalam hal
jenis diskriminasi antar kelompok atau lebih dikenal sebagai kompetisi
sosial. Dijelaskan oleh peneliti bahwa kompetisi sosial adalah ketika suatu
kelompok ingin bersaing dengan kelompok lain dalam berbagai aspek,
bisa aspek positif bisa juga aspek yang negative. Kemudian ketika terjadi
persaingan antar kelompok maka yang dibutuhkan adalah sisi psikologis
sosial yang mana hal tersebut akan menentukan kualitas dan hasil dari 
persaingan atau kompetisi sosial. Pada psikologi kepribadian komponen
sosial psikologi bisa dikatakan semacam id, yaitu komponen dalam aliran
psikoanalisa yang merupakan kebutuhan dan seakan harus terpenuhi.
Anggota dalam suatu kelompok juga beranggapan bahwa persaingan antar
kelompok merupakan suatu kebutuhan yang harus dilaksanakan.
b) Komponen sistem. Komponen Sistem dalam teori identitas sosial ini
memenuhi syarat komponen sosial-psikologis dengan menetapkan kondisi
di mana persaingan sosial mungkin akan dan tidak akan terjadi.
Komponen Sistem menentukan tiga variabel sociostructural:
 batas-batas kelompok permeability
 stabilitas sistem status antarkelompok
 legitimasi sistem status antarkelompok.
Komponen Sistem memprediksi bahwa persaingan sosial akan terjadi
hanya ketika batas-batas kelompok yang kedap dan status system antar
kelompok tidak stabil dan tidak sah. Menurut peneliti, komponen system
disini merupakan tekhnik yang digunakan anggota kelompok dalam
menentukan apakah persaingan sosial yang terjadi pada kelompoknya
patut terjadi atau tidak. Dan dalam psikoanalisa hal ini disebut ego, ego
merupakan penghubung antara apa yang difikirkan dengan apa yang
dilakukan. Komponen system memegang cara dan keputusan apakah
persaingan sosial yang telah direncanakan tersebut akan dilakukan atau
tidak. ego selalu berusaha untuk mencapai tujuan dann kebutuhan serta
memuaskan keinginannya, begitu juga komponen system yang juga selalu 
mengarah untuk melakukan persaingan sosial namun dengan batas-batas
yang bisa dikendalikan.
c) Komponen masyarakat berkaitan dengan konteks historis, budaya, politik,
dan ekonomi yang spesifik yang berisi dan mendefinisikan kelompok dan
sistem status mereka. Yang spesifik dari konteks sosial dapat digambarkan
sebagai kenyataan dari situasi sosial antar kelompok. Dijelaskan oleh
peneliti, bahwa komponen masyarakat merupakan realisasi dari persaingan
sosial tersebut. Sama halnya dengan dua komponen diatas mengenai aliran
psikoanalisa, komponen masyarakat merupakan bagian dari superego.
Superego merupakan tindakan atau realisasi dari apa yang telah difikirkan
dan direncanakan sebelumnya. Tindakan tersebut bisa merupaan
perwujudan kebutuhan namun bisa juga merupakan pembatalan
perwujudan. Komponen masyarakat mungkin akan tetap melakukan
persaingan sosial atau tidak melakukan sama sekali dan hal itu bergantung
pada norma, budaya, dan keadaan dimana dia tergabung.

Tidak ada komentar: