Minggu, 23 Oktober 2022

Pengertian Konformitas (skripsi, tesis, dan disertasi)


Sunarto (2004) mengemukakan bahwa konformitas merupakan
perubahan tingkah laku sebagai akibat dari tekanan kelompok. Ini terlihat dari
kecendrungan remaja untuk selalu menyamakan perilakunya dengan kelompok
acuan sehingga dapat terhindar dari celaan maupun keterasingan (Mappiare,
1982). Sedangkan menurut Conger (Yusuf, 2006) konformitas remaja adalah
penyesuaian perilaku remaja untuk menganut pada norma kelompok acuan,
menerima ide atau aturan-aturan yang menunjukkan bagaimana remaja
berperilaku.
Kedua defenisi yang diungkapkan, terlihat kesamaan yang dimaksud
dalam konformitas yaitu terjadi karena adanya kecendrungan untuk menyamakan
atau menyesuaikan perilaku dengan kelompok acuan. Kelompok acuan yang
dimaksud adalah kelompok teman sebaya yaitu sekumpulan atau beberapa
individu sebaya (seusia) yang memiliki hubungan dan interaksi yang erat saling
terikat dan bergantung satu sama lain dalam mencapai tujuan bersama. Keisler & 
Kiesler (Sarwono, 1999) juga menyatakan bahwa konformitas merupakan
perubahan perilaku atau kepercayaan individu sebagai akibat dari adanya tekanan
kelompok secara nyata maupun tidak nyata (hanya bayangan).
Menurut Soetjiningsih (2004) konformitas pada teman sebaya muncul
pada masa remaja awal dan pada usia pertengahan keterlibatan remaja dalam
kelompok semakin besar, yang ditunjukkan dengan menyamakan diri dengan
teman sebaya dalam hal pakaian, bergaya, berperilaku, berkegiatan dan
sebagainya (Santrock, 2003). Sebagian remaja beranggapan bila mereka
berpakaian atau menggunakan aksesoris yang sama dengan yang sedang diminati
kelompok acuan, maka timbul rasa percaya diri dan kesempatan diterima
kelompok lebih besar (Hurlock, 1982). Oleh karena itu remaja cendrung
menghindari penolakan dari teman sebaya dengan bersikap konform atau sama
dengan teman sebaya.

Tidak ada komentar: