Teori Leader-Member Exchange (LMX) pertama kali diperkenalkan oleh
Dansereau, Graen dan Haga juga Graen dan Cashman pada tahu 1975 dan tahun
1976 oleh Graen. Teori Leader-Member Exchange menjelaskan mengenai rolemaking, role taking dan role routinization antara pemimpin dan subordinat sebgai
individu. Teori ini menjelaskan bagaimana para pemimpin mengembangkan suatu
hubungan timbal balik yang berbeda sepanjang waktu dengan berbagai
bawahannya (Yukl,2005). Menurut Dansereau, Graen dan Haga (1975, dalam
Lee 2000) “Leader-member relationship are heterogeneous, that is, that the
relationship between a leader and a member contained within a work unit are
different, and that each leader-member relationship is a unique interpersonal
relationship within an organizational structure”. Hal tersebut menggambarkan
hubungan atasan dan bawahan yang heterogen, dimana hubungan interpersonal
antara atasan-bawahan merupakan hubungan yang unik atau khusus dalam suatu
struktur organisasi.
Teori leader-member exchange sebelumnya disebut vertical dyad linkage
theory (VDL Theory) karena fokusnya pada proses timbal balik yang terjadi dalam
dyad (dua bagian yang berupa satu kesatuan yang berinteraksi). Teori tersebut
menyelidiki baik hubungan ke bawah maupun hubungan ke atas yang dibuat oleh
seorang pemimpin yang mempunyai implikasi bagi efektivitas dan kemajuan
pemimpin tersebut dalam organisasi (Yukl,1998). Teori VDL ini membagi
hubungan tersebut menjadi dua bagian yaitu kelompok in-group yang mempunyai
hubungan pertukaran yang istimewa dimana lebih mendapatkan informasi,
perhatian, pengaruh dan kepercayaan dari pimpinan. Dan kelompok out-group
dimana kelompok ini mempunyai pengaruh yang relatif rendah terhadap
pimpinan.
Hal tersebut sejalan dengan Graen dan Cashman (1975) yang berpendapat
bahwa adanya perbedaan hubungan dan juga perlakuan yang dilakukan oleh
atasan terhadap bawahan mereka, membentuk adanya dua kategori bawahan yaitu
in-group dan out-group.
a. “in-group” members
Seorang atasan yakin bahwa bawahannya yang termasuk dalam kategori
ini dapat dipercaya untuk melakukan tindaan sukarela dan mampu memikul
tanggung jawab lebih besar melebihi tuntutan peran dan deskripsi pekerjaan yang
ada. Seorang atasan melihat bawahannya yang berada dalam ketegori in-group ini
sebagai seorang yang dapat dipercaya dan kompeten. Sebagai konsekuensinya,
seorang atasan memperlakukan bawahannya ini sebagai “asisten kepercayaan”
yang melakukan pekerjaannya melampaui apa yang diharapkan oleh seorang
atasan (Dansereau dkk, 1975, dalam Truckenbrodt,2000). Hubungan timbal balik
antara atasan dan bawahan pada kategori ini diklasifikasikan dalam kategori
hubungan yang memiliki kualitas yang baik (high-quality exchange).
b. “out-group” members
Seorang atasan melihat bahwa perilaku bawahannya yang berada pada
ketegori ini bekerja hanya berdasarkan pada apa yang tercantum dalam deskripsi
pekerjaannya saja dan tidak melakukan adanya suatu usaha lebih diluar deskripsi
pekerjaannya tersebut. “Hired hands” merupakan julukan yang digunakan
Dansereau dkk (1975) untuk menggambarkan individu pada kategori ini
diklasifikasikan dalam kategori hubungan yang memiliki kualitas yang rendah
(low-quality exchange).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar