Sabtu, 01 Oktober 2022

Hubungan Kepemimpinan Stratejik terhadap Strategi Bersaing (skripsi, tesis, dan disertasi)

“Strategic Leadership on CEOs are needed to get an effective strategy competitiveness” (Rothaerment, 2015). Dalam Rothaerment (2015) CEO yang memiliki kepemimpinan stratejik memiliki kemampuan dalam memilih strategi yang sesuai dengan kebutuhan perusahaannya, karena pemimpin yang memiliki kepemimpinan stratejik lebih sering berhubungan langsung dengan bawahan, sehingga paham akan kemampuan dari perusahaannya sendiri. Sedangkan menurut Dess et al. (2008) “executives whose vision and mission enable their organizations to achieve competitive advantage demonstrate of Strategic Leadership. The behaviour and styles of executives that influence other to achieve the organization vision and mission by effective strategy”.
 
 Tidak jauh berbeda, dalam tahapan manajemen strategi proses manajemen strategi terdiri dari tiga tahap: perumusan strategi, implementasi strategi, dan evaluasi strategi (David, 2008) 1. Perumusan Strategi Keputusan perumusan strategi mengikat suatu organisasi pada produk, pasar, sumber daya, dan teknologi spesifik selama periode waktu tertentu. Perumusan strategi termasuk memutuskan bisnis baru apa yang perlu dimasuki, bisnis apa yang harus dihentikan, bagaimana mengalokasikan sumberdaya, apakah memperluas operasi atau diversifikasi, apakah akan memasuki pasar internasional, apakah akan melakukan merjer atau membentuk usaha patungan, dan bagaimana menghindari pengambilalihan perusahaan pesaing. Dalam hal ini dibutuhkan pemimpin yang memiliki kepemimpian stratejik, tanggap terhadap kebutuhan strategi perusahaan. 2. Implementasi Strategi sering disebut juga tahap melakukan tindakan dalam manajemen strategi. Melakukan implementasi berarti, mengarahkan atau menggerakkan manajer-manajer dan karyawan-karyawan untuk menerapkan strategi yang telah diformasikan ke dalam sebuah tindakan nyata. Strategi implementasi memiliki tiga tindakan dasar yaitu: membuat tujuan tahunan, membuat kebijakan dan mengalokasikan sumberdaya. 3. Evaluasi Strategi Tahap terakhir di dalam manajemen strategi adalah evaluasi strategi. Semua strategi-strategi dapat dimodofikasi di masa yang akan datang, sebab faktor eksternal dan internal selalu berubah. Di
 
 dalam evaluasi strategi terdapat tiga tindakan dasar yaitu : melihat kembali faktor-faktor internal dan eksternal untuk dasar penerapan strategi saat ini, mengukur kinerja perusahaan mengambil tindakan pengkoreksian. Evaluasi strategi dibutuhkan karena, keberhasilan saat ini adalah bukan merupakan jaminan untuk berhasil di hari esok

Tidak ada komentar: