Kamis, 29 Juli 2021
Respon Merek (Brand Response/Loyalty) (skripsi dan tesis)
Menurut Rangkuti (2004) loyalitas merek merupakan inti dari ekuitas
merek yang menjadi gagasan sentral dalam pemasaran. Terciptanya kepuasan
dapat memberikan beberapa manfaat diantaranya hubungan antara perusahaan dan
pelanggan menjadi harmonis, menjadi dasar bagi pembelian ulang dan
menciptakan loyalitas pelanggan serta rekomendasi dari mulut ke mulut yang
menguntungkan perusahaan (Tjiptono, 2002:24). Definisi lain mengatakan
loyalitas merek adalah komitmen pelanggan terhadap suatu merek dan pemasok,
berdasarkan sikap yang sangat positif dan tercermin dalam pembelian ulang yang
konsisten (Umar, 2005:16). Assael (1992) mengemukakan beberapa hal yang
menunjukkan kecenderungan konsumen loyal sebagai berikut:
1. Konsumen yang loyal terhadap merek cenderung lebih percaya diri terhadap
pilihannya.
2. Konsumen yang loyal lebih memungkinkan merasakan tingkat risiko yang
lebih tinggi dalam pembeliannya.
3. Konsumen yang loyal terhadap merek juga lebih mungkin loyal terhadap
toko.
4. Kelompok konsumen yang minoritas cenderung untk lebih loyal terhadap
merek (Assael, 1992).
repository.unisba.ac.id
34
Adapun tingkatan loyalitas merek tersebut menurut Aaker dalam Durianto dkk
(2001:19) adalah sebagai berikut :
a. Berpindah-pindah (Switcher Buyer)
Pelanggan tidak tertarik pada merek apapun yang ditawarkan. Pada tingkatan
ini, merek mempunyai peranan kecil dalam keputusan pembelian. Ciri yang
paling tampak dari jenis pelanggan ini adalah mereka membeli suatu produk
karena harganya murah dan banyak konsumen lain yang membeli merek
tersebut.
b. Pembeli yang Bersifat Kebiasaan (Habitual Buyer)
Pelanggan merasa puas dengan produk yang digunakan, setidaknya tidak
mengalami kekecewaan sehingga pelanggan memiliki motivasi melakukan
pembelian ulang.
c. Pembeli yang Puas dengan Biaya Peralihan (Satisfied Buyer)
Pada tingkatan ini berisi pelanggan loyal yang melakukan pengorbanan baik
waktu, uang, ataupun risiko apabila melakukan pembelian dan beralih ke
merek lain. Untuk menarik minat pembeli kategori ini, pesaing perlu
mengatasi biaya peralihan yang harus ditanggung pembeli dengan
menawarkan berbagai manfaat sebagai kompensasi.
d. Menyukai Merek (Likes the Brand)
Pelanggan pada tingkatan ini benar-benar menyuai suatu merek berdasarkan
suatu asosiasi seperti symbol, maupun pengalaman ketika menggunakan
merek tersebut, maupun kesan kualitas yang tinggi.
e. Pembeli yang Berkomitmen (Commited Buyer)
Pada tingkatan ini adalah kategori pembeli yang setia, dimana pelanggan
memiliki suatu kebanggaan ketika menggunakan produk suatu merek.
Pelanggan akan merasa percaya diri apabila menggunakan produk merek
tertentu. Ciri yang tampak pada kategori ini adalah tindakan pembeli untuk
merekomendasikan atau mempromosikan merek yang digunakannya kepada
orang lain (dalam Durianto dkk, 2001:19).
Loyalitas merek merupakan salah satu unsur penting yang wajib dipenuhi
oleh setiap perusahaan, karena jika loyalitas merek dikelola dengan baik dan
benar akan memiliki potensi yang memberikan nilai seperti menurut Aaker dalam
gambar berikut ini. Nilai Loyalitas Merek
Suatu basis pelanggan yang mempunyai loyalitas merek bisa mengurangi biaya
pemasaran perusahaan. Akan lebih murah biayanya untuk mempertahankan para
pelanggan dibandingkan berusaha mendapatkan pelanggan baru. Karena calon
pelanggan baru biasanya kurang motivasi untuk beralih dari merek yang sedang
mereka gunakan, maka mereka menjadi mahal untuk didekati (Aaker, 1997:68).
Assael (1992) mengemukakan empat hal yang menunjukkan konsumen yang loyal
sebagai berikut.
1. Konsumen yang loyal terhadap merek cenderung lebih percaya diri terhadap
pilihannya.
2. Konsumen yang loyal lebih memungkinkan merasakan tingkat risiko yang
lebih tinggi dalam pembeliannya.
3. Konsumen yang loyal terhadap merek juga lebih mungkin loyal terhadap
toko.
4. Kelompok konsumen yang minoritas cenderung untuk lebih loyal terhadap
merek (Assael, 1992).
Maka tujuan utama setiap perusahaan adalah mencapai kepuasan konsumen untuk
mendapatkan loyalitas, kelompok besar pelanggan yang relatif puas akan
memberikan suatu pencitraan bahwa merek tersebut merupakan produk yang
diterima luas, berhasil, beredar di pasaran, dan sanggup untuk mengusahakan
dukungan layanan dan peningkatan mutu produk (Aaker, 1997:71).
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar