Jumat, 30 Juli 2021

Konsep Merek Hijau (skripsi dan tesis)

Green branding mestilah diasosiasikan konsumen sebagai produk dengan konservasi lingkungan (environmental conservation) dan menjadi praktek bisnis yang yang berkelanjutan (sustainable business). Suatu merek hijau dipahami konsumen memiliki unique selling point berorientasi lingkungan dan dicerminkan dalam image positif baik bagi produk itu sendiri maupun perusahaan. Strategi green positioning bisa dilekatkan pada atribut fungsional dan emosional. Positioning didasarkan pada atribut fungsional ditujukan untuk membangun asosiasi merek dengan memberikan informasi pada imagenya (environmentally sound product attributes). Seperti telah disebutkan pada bagian sebelumnya, ada beberapa pembenaran untuk adopsi kegiatan green marketing dalam kelangsungan perusahaan. Oleh karena itu, kegiatan green marketing akan berdampak positif pada brand equity perusahaan (Chen, 2009). Merek yang kuat selalu menjadi tujuan utama dari perusahaan, karena memberikan banyak manfaat seperti, margin yang lebih besar, kesempatan yang lebih besar untuk perpanjangan dan memelihara posisi yang kuat terhadap pesaing (Delgado & Munuera, 2005). Chen (2009) berpendapat bahwa green brand image, green satisfaction, and green trust” telah mengembangkan theoretical framework mengenai green branding, di mana untuk mendapatkan green brand equity yang baik faktor pendorongnya adalah green brand image, green satisfaction and green trust. Definisi dari green brand dijelaskan sebagai identifier dan differentiator yakni sebuah konstruksi yang dipilih oleh pemiliknya berupa logo, nama, simbol, karakter dan lainnya yang dapat diidentifikasi dan dibedakan dari produk dan jasa lain yang sejenis berdasarkan komitmennya terhadap pelestarian lingkungan, Hartmann (2005). Green brand sebagai merek yang berkomitmen terhadap pelestarian lingkungan mampu menarik minat masyarakat untuk melakukan keputusan pembelian. Keputusan pembelian konsumen merupakan pembelian merek yang paling disukai, Kotler dan Armstrong (2008). 

Tidak ada komentar: