Kamis, 29 Juli 2021
Pengertian Komunikasi Pemasaran (skripsi dan tesis)
Terintegrasi (IMC)
Komunikasi pemasaran dapat membantu perusahaan untuk mencapai
loyalitas pelanggan dan membentuk identitas merek yang berdampak pada citra
merek (brand image). Dalam bukunya Marketing Communication and
Promotion, William G. Nickels mendefinisikan komunikasi pemasaran sebagai
proses pertukaran informasi yang dilakukan secara persuasif sehingga proses
pemasaran dapat berjalan secara efektif dan efisien (Purba, dkk, 2006:126).
Sedangkan menurut Sofyan Assauri (1996:243) komunikasi pemasaran
merupakan kombinasi strategi yang paling baik dari unsur-unsur promosi tersebut,
maka untuk dapat efektifnya promosi dilakukan oleh suatu perusahaan, perlu
ditentukan terlebih dahulu peralatan atau unsur promosi apa saja yang sebaiknya
digunakan dan bagaimana pengkombinasian unsur-unsur tersebut agar hasilnya
dapat optimal.
Komunikasi pemasaran dapat disimpulkan suatu perencanaan pemasaran
yang melibatkan seluruh bentuk komunikasi agar dapat mempengaruhi target
pasar. Komunikasi pemasaran didefinisikan oleh Nickles (dalam Dharmmesta,
1990:56), sebagai:
Kegiatan komunikasi yang dilakukan oleh pembeli dan penjual yang
sangat membantu dalam pengambilan keputusan di bidang
pemasaran, serta mengarahkan pertukaran agar lebih memuaskan
dengan cara menyadarkan semua pihak untuk berbuat lebih baik.
Definisi ini menyatakan bahwa komunikasi pemasaran merupakan
pertukaran informasi dua arah antara pihak-pihak atau lembagalembaga yang terlibat dalam pemasaran. Pihak-pihak yang terlibat
akan mendengarkan, beraksi dan berbicara sehingga tercipta
hubungan pertukaran yang memuaskan (dalam Dharmmesta,
1990:56). Menurut Kotler (2005:249) bauran komunikasi pemasaran merupakan
penggabungan dari lima model komunikasi dalam pemasaran, yaitu:
1. Iklan: setiap bentuk presentasi yang bukan dilakukan orang dan promosi
gagasan, barang atau jasa oleh sponsor yang telah ditentukan.
2. Promosi penjualan: berbagai jenis insentif jangka pendek untuk mendorong
orang mencoba atau membeli produk atau jasa.
3. Hubungan masyarakat dan pemberitaan: berbagai program yang dirancang
untuk mempromosikan atau melindungi citra perusahaan atau masing-masing
produknya.
4. Penjualan pribadi: interaksi tatap muka dengan satu atau beberapa calon
pembeli dengan maksud untuk melakukan presentasi, menjawab pertanyaan,
dan memperoleh pemesanan.
5. Pemasaran langsung dan interaktif: penggunaan surat, telepon, faksimili, email, atau internet untuk berkomunikasi secara langsung atau meminta
tanggapan atau berdialog dengan pelanggan (Kotler 2005:249).
Pendekatan komunikasi pemasaran terintegrasi dapat membantu
perusahaan untuk mengidentifikasikan metode yang paling cepat dan efektif
dalam berkomunikasi dan membangun hubungan dengan pelanggan, dan juga
dengan para stakeholder. Dalam buku Advertising Management, Belch, George E.
& Belch, dan Michael A. mendefinisikan komunikasi pemasaran terintegrasi
sebagai konsep dari perencanaan komunikasi pemasaran yang memperkenalkan
nilai tambah dari rencana komperhensif yang mengevaluasi peran strategis dari
berbagai disiplin komunikasi. Komunikasi pemasaran terintegrasi (IMC) adalah
sebuah konsep dimana suatu perusahaan mengintegrasikan dan
mengkoordinasikan berbagai saluran komunikasi untuk mengirim pesan yang
jelas, konsisten, dan produknya (Kotler dan Amstrong, 2005). The American
Association of Advertising Agency menjelaskan IMC sebagai konsep perencanaan
komunikasi pemasaran yang mengakui nilai tambah dari perencanaan
komperhensif yang mengkaji pesan strategis masing-masing bentuk komunikasi. Dari definisi tersebut dapat disimpulkan bahwa komunikasi pemasaran
terintegrasi menggabungkan seluruh unsur bauran pemasaran (promotion mix)
yang secara konsisten menyampaikan citra merek kepada pelanggan untuk
memaksimalkan pemasaran dan ekuitas merek.
Konsep Komunikasi Pemasaran Terintegrasi (IMC) pertama kali
dicetuskan oleh Levitt pada tahun 1962 lalu dikembangkan oleh Shultz pada tahun
1993. IMC merupakan proses strategi bisnis dalam mengelola hubungan dengan
konsumen yang pada intinya untuk menggerakan brand value, dengan kata lain
IMC berusaha menyamakan persepsi konsumen dengan produsen produk atau
jasa. Komunikasi pemasaran terintegrasi (IMC) mengintegrasikan seluruh unsur
bauran promosi yang ada dengan asumsi tidak ada satupun unsur yang terpisah
untuk mencapai tujuan pemasaran yang efektif. Unsur bauran promosi yang
terdapat pada model komunikasi terintegrasi dijabarkan untuk menciptakan
ekuitas merek, komunikasi pemasaran terintegrasi akan berdampak positif pada
persepsi positif pelanggan terhadap merek.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar