Kamis, 29 Juli 2021
Asosiasi merek (skripsi dan tesis)
Asosiasi merek tentu memiliki kekuatan sendiri dibenak
konsumennya, kesan-kesan yang terkait dalam sebuah merek akan
semakin banyak dan meningkat apabila konsumen memiliki
pengalaman menggunakan produk terkait atau semakin seringnya
penampakan merek tersebut dalam strategi komunikasinya. Asosiasi
yang muncul sangat mempengaruhi keputusan pelanggan dalam
membeli produk atau jasa dan loyalitas pada merek tersebut,sedangkan
bagi perusahaan asosiasi tersebut berguna untuk keputusan positioning
produknya atau dalam strategi perluasan merek.
Ada berbagai macam asosiasi yang terkait dengan suatu merek,
namun secara garis besar ada 11 tipe asosiasi yang digunakan untuk
menghubungkan suatu produk (Durianto dkk, 2004)
1. Produk atribut
Mengasoosiasikan atribut atau karakteristik suatu produk
merupakan strategi positioning yang paling sering digunakan.
Asosiasi semacam ini efektif karena jika atribut bermakna, asosiasi
dapat secara langsung diterjemahkan dalam alasan pembelian suatu
merk.
2. Atribut tak berwujud.
Penggunaan atribut tak berwujud ini mempunyai kelebihan yaitu
sulit dibandingkan / sukar untuk ditangkal seperti kesan kualitas,
kemajuan tekhnologi, tanggung jawab, kebahagiaan, kesehatan, dan
lain-lain.
3. Manfaat bagi pelanggan.
Sebagaian besar atribut produk memberikan manfaat bagi
pelanggan,maka biasanya terdapat hubungan antara
keduanya.Manfaat bagi pelanggan dapat dibagi 2, yaitu: rational
benefit (manfaat rasional) dan physicological benefit (manfaat
psikologis). Manfaat rasional berkaitan dengan atribut dari produk
yang dapat menjadi bagian dari proses pengambilan keputusan
yang rasional. Dan manfaat psiologis sering kali merupakan
konsekuensi ekstreme dalam proses pembentukan sikap,berkaitan
dengan perasaan yang ditimbulkan ketika membeli atau
menggunakan merek tersebut.
4. Harga relative.
Evaluasi terhadap suatu merek di sebagian kelas produk ini akan
diawali dengan penentuan posisi merek tersebut dalam satu atau
dua dari tingkat harga.
5. Penggunaan
Pendekatan ini dengan mengasosiasikan merek tersebut dengan
suatu penggunaan atau aplikasi tertentu.
6. Pengguna atau pelanggan.
Pendekatan ini adalah dengan mengasosiasikan sebuah merek
dengan sebuah tipe pengguna atau pelanggan dari produk tersebut.
Misalnya, dimension kiddies dikaitkan dengan pemakaiannya
dengan pemakaiannya adalah anak-anak.
7. Orang terrkenal atau khalayak.
Mengaitkan orang terkenal atau artis dengan sebuah merek dapat
mentransfer asosiasi kuat yang dimiliki oleh orang terkenal ke
merek tersebut.
8. Gaya hidup/kepribadian
Asosiasi sebuah merek menurut kelas produknya, Misalnya
Samsung mencerminkan nilai berupa prestise, kualitas, dan
kecanggihan tekhnologi.
9. Para pesaing.
Mengetahui pesaing untuk menyamai atau bahakan mengungguli
pesaing.
10. Negara atau wilayah geografis.
Sebuah negara dapat menjadi sebuah simbol yang kuat asalkan
memiliki hubungan yang erat dengan produk, bahan, dan
kemampuan.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar