Kamis, 29 Juli 2021
Pengertian Kepercayaan Merek (skripsi dan tesis)
Kepercayaan adalah keyakinan konsumen bahwa di satu produk ada atribut
tertentu, keyakinan ini muncul dari persepsi yang berulang dan adanya
pembelajaran serta pengalaman yang didapat. Kepercayaan dan sikap terbentuk
dengan dua cara yang berbeda. Pada formasi langsung, kepercayaan dan sikap
diciptakan tanpa terjadi keadaan lain sebelumnya. Setelah kepercayaan dan sikap
terbentuk secara langsung, terdapat tendensi atas tiga keadaan yang dapat
menciptakan sebuah hierarki. Pertama, konsumen membentuk kepercayaan
terhadap sebuah produk, kemudian mengembangkan sikap terhadapnya, dan
akhirnya, membelinya. Atau sebaliknya, dimana konsumen melakukan prilaku
pembelian produk dan kemudian membentuk kepercayaan serta sikap terhadap
produk tersebut. Apabila pembentukan sebuah keadaan menimbulkan penciptaan
kedua lainnya, pembentukan sikap terjadi secara tidak langsung ( Menurut
Sangadji dan Sopiah, 2013:207). Dan menurut Sutisna dalam Daryono (2014:44)
“focus utama pemasar adalah bagaiman kepercayaan mempengaruhi sikap
terhadap suatu merek dan bagaimana sikap terhadap merek mempengaruhi
prilaku”.
Menurut Costabile dalam Rizan, dkk (2012:6) Kepercayaan merek adalah
persepsi akan kehandalan dari sudut pandang konsumen didasarkan pada
pengalaman, atau lebih pada urutan-urutan transaksi atau interaksi yang dicirikan
oleh terpenuhinya harapan akan kinerja produk dan kepuasan. Kepercayaan
terbangun karena adanya harapan bahwa pihak lain akan bertindak sesuai dengan
kebutuhan dan keinginan konsumen.
Menurut Lau dan Lee dalam Soegoto (2013:1274) beragumen bahwa faktor
trust terhadap sebuah merek merupakan aspek krusial dalam pembentukan
loyalitas, karena sebagai kesediaan konsumen untuk mempercayai atau
mengandalkan produk/jasa dalam situasi resiko karena adanya ekspetasi bahwa
produk/jasa yang bersangkutan akan memberikan hasil yang positif.
Berdasarkan definisi diatas dapat disimpulkan bahwa kepercayaan merek
adalah kesediaan konsumen untuk mempercayai suatu merek dengan segala
resikonya karena adanya harapan di benak mereka bahwa merek tersebut akan
memberikan hasil yang positif kepada konsumen sehingga akan menimbulkan
kesetiaan terhadap suatu merek.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar