Kamis, 29 Juli 2021
Citra Merek (Brand Image) (skripsi dan tesis)
Menurut Kotler (2000) syarat merek yang kuat adalah citra merek. Citra
merek merupakan syarat dari merek yang kuat dan citra adalah persepsi yang
relatif konsisten dalam jangka panjang (enduring perception) (Kotler, 2002:225).
Citra merek merupakan deskripsi tentang asosiasi dan keyakinan konsumen
terhadap merek tertentu (Tjiptono, 2005:49). Citra terhadap merek berhubungan
dengan sikap yang berupa keyakinan dan preferensi terhadap suatu merek.
Konsumen yang memiliki citra yang positif terhadap suatu merek, akan lebih
memungkinkan untuk melakukan pembelian. (Setiadi, 2003:180). Selain itu dalam
konsep pemasaran, citra merek sering direferensikan sebagai aspek psikologis,
yaitu citra yang dibangun dalam alam bawah sadar konsumen melalui informasi
dan ekspektasi yang diharapkan melalui produk atau jasa. (Setiawan dalam Farid,
2011:9). Menurut Kotler, citra merek yang efektif dapat mencerminkan tiga hal,
yaitu:
Membangun karakter produk dan memberikan value proposition.
Menyampaikan karakter produk secara unik sehingga berbeda dengan para
pesaingnya.
Memberi kekuatan emosional dari kekuatan rasional (Kotler, 2003:326).
Schiffman dan Kanuk (dalam Fajrianthi, 2005:285) menyebutkan faktor-faktor
pembentuk citra merek adalah sebagai berikut:
1. Kualitas atau mutu, berkaitan dengan kualitas produk barang yang ditawarkan
oleh produsen dengan merek tertentu Membentuk suatu citra positif
merupakan hal yang tidak mudah, maka citra positif yang telah dibagun harus
dijaga sebaik mungkin,karena semakin baik citra suatu merek maka merek
tersebut akan semakin menarik minat konsumen.
2. Dapat dipercaya atau diandalkan, berkaitan dengan pendapat atau
kesepakatan yang dibentuk oleh masyarakat tentang suatu produk yang
dikonsumsi. 3. Kegunaan atau manfaat, yang terkait dengan fungsi dari suatu produk barang
yang bisa dimanfaatkan oleh konsumen.
4. Pelayanan, yang berkaitan dengan tugas produsen dalam melayani
konsumennya.
5. Resiko, berkaitan dengan besar kecilnya akibat atau untung dan rugi yang
mungkin dialami oleh konsumen.
6. Harga, yang dalam hal ini berkaitan dengan tinggi rendahnya atau banyak
sedikitnya jumlah uang yang dikeluarkan konsumen untuk mempengaruhi
suatu produk, juga dapat mempengaruhi citra jangka panjang.
7. Citra yang dimiliki oleh merek itu sendiri, yaitu berupa pandangan,
kesepakatan dan informasi yang berkaitan dengan suatu merek dariproduk
tertentu (dalam Fajrianthi, 2005:285).
Dari faktor-faktor pembetukan citra yang telah dijelaskan diatas, maka dapat
disimpulkan bahwa citra merek merupakan keseluruhan atau totalitas suatu merek
yang terbentuk dalam persepsi konsumen. Konsumen sering menganggap merekmerek yang terkenal dan memiliki citra yang positif lebih baik dan pantas dibeli
karena adanya jaminan penuh terhadap kualitas, keandalan, kinerja, dan
pelayanan.Selain itu Menurut Joseph Plummer (dalam Lutiary, 2007:54), citra
merek terdiri dari tiga komponen, yaitu:
1. Product attributes (atribut produk) yang merupakan hal-hal yang berkaitan
dengan merek tersebut sendiri, seperti kemasan, isi produk,harga, rasa, dan
lain-lain.
2. Consumer benefits (keuntungan konsumen) yang merupakankegunaan produk
dari merek tersebut.
3. Brand personality (Kepribadian merek) merupakan asosiasi yang mengenai
kepribadian sebuah merek apabila merek tersebut adalahmanusia (dalam
Lutiary, 2007:54).
Citra merek berkaitan dengan persepsi konsumen terhadap suatu produk
merek tertentu, seperti yang dikemukakan oleh Assael (1995) dalam Sodik (2003)
bahwa persepsi terhadap suatu produk melalui proses itu sendiri terkait dengan
komponennya (kemasan, bagian produk, bentuk) serta komunikasi yang
ditunjukkan untuk mempengaruhi perilaku konsumen yang mencerminkan melalui kata-kata, gambar dan simbolisasi atau melalui stimuli lain yang
diasosiasikan dengan produk (harga, tempat, penjualan, dampak di Negara
penjualan). Konsumen yang memiliki persepsi citra positif terhadap suatu merek,
lebih memungkinkan untuk melakukan pembelian. Selain itu dengan adanya citra
merek yang positif, perusahaan dapat mengembangkan lini produk dengan
memanfaatkan citra positif yang telah terbentuk terhadap merek produk lama
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar