Kamis, 29 Juli 2021
Merek (skripsi dan tesis)
Menurut American Marketing Association (AMA) mendefinisikan merek
sebagai:
“nama, istilah, tanda, lambing, atau desain, atau kombinasinya, yang
dimaksudkan untuk mengidentifikasikan barang atau jasa dari satu penjual atau
kelompok dan mendiferensisikan barang atau jasa dari para pesaing.”(Kotler,
2009).
Sedangkan menurut Kartajaya (2010), mendefinisikan merek sebagai “Aset
yang menciptakan nilai bagi pelanggan dengan meningkatkan kepuasan dan
menghargai kualitas.”
Salah satu hal yang memegang peranan penting dalam pemasaran adalah
merek. Terdapat beberapa perbedaan antara produk dengan merek. Produk
merupakan sesuatu yang dihasilkan oleh pabrik dan mudah ditiru oleh para
pesaing. Sedangkan merek merupakan sesuatu yang dibeli oleh konsumen,
memiliki nilai dan identitas atau cirri tertentu yang dilindungi secara hukum
sehingga tidak dapat ditiru oleh pesaing. Merek mempengaruhi persepsi
konsumen terhadap produk yang akan dibeli maka pesaing antar perusahaan
adalah persaingan persepsi bukan produk (Tjiptono, 2011).
Terdapat enam tingkat pengertian merek menurut Surachman (2008),
diantaranya: a. Atribut
Setiap merek memiliki atribut. Atribut ini perlu di kelola dan di
ciptakan agar konsumen dapat mengetahui dengan pasti atribut – atribut
apa saja yang terdapat dalam suatu merek. Misalnya: KFC menyiratkan
restoran cepat saji yang memiliki kualitas produk yang aman, enak, dan
terjamin serta pelayanannya yang cepat.
b. Manfaat
Merek sebagai atribut mempunya dua manfaat yaitu manfaat
emosional dan manfaat fungsional. Atribut “mudah didapat” dapat
diterjemahkan sebagai manfaat fungsional. Atribut “mahal” dapat
diterjemahkan sebagai manfaat emosional.
c. Nilai
Merek juga harus menyatakan nilai bagi produsennya. Sebagai
contoh: PT. Fastfood Indonesia (KFC) dinilai sebagai restoran cepat saji
yang ramah, cepat, bergengsi, dan merupakan pemimpin industry makanan
cepat saji. Dengan demikian, produsen KFC juga mendapat nilai tinggi di
masyarakat. Maka, produsen dapat mengetahui kelompok – kelompok
pembeli yang mencari nilai – nilai ini.
d. Budaya
Merek mewakili budaya tertentu. Misalnya: KFC melambangkan
budaya Amerika yang mandiri, efisien, dan prestige. e. Kepribadian
Merek dapat mencerminkan kepribadian tertentu, sebagai contoh:
KFC menyiratkan mahasiswa yang efisiensi waktu atau keluarga yang
senang berkumpul bersama.
f. Pemakai
Merek menunjukkan jenis konsumen yang membeli atau memakai
merek tersebut, maka dari itu para penjual menggunakan analogi untuk
dapat memasarkan mereknya kepada konsumen. Misalnya: KFC
cenderung memasarkan produknya kepada para mahasiswa dan keluarga
dibandingkan kepada pengusaha.
Pengertian keenam tingkat merek diatas menunjukkan bahwa merek
bukan hanya berfungsi sebgai lambing atau symbol darii sebuah produk,
melainkan lebih daripada itu, dimana merek tersebut merupakan satu
kesatuan dari sebuah produk dan tidak dapat dipisahkan.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar