Kamis, 29 Juli 2021
Proses Pengambilan Keputusan (skripsi dan tesis)
Dalam mengambil sebuah keputusan pembelian suatu produk, terdapat
beberapa proses yang harus diperhatikan Menurut Kotler dan Amstrong (2012) Menurut Kotler dan Amstrong (2012), tahap – tahap dalam proses
keputusan pembelian adalah sebagai berikut:
a. Pengenalan kebutuhan
Proses pembelian dimulai dengan pengenalan kebutuhan (need
recognition), pemebeli menyadari suatu masaah atau kebutuhn.
Kebutuhan dapat dipicu oleh rangsangan internal ketika salah satu
kebutuhan normal seseorang seperti rasa lapar, haus, dan seks timbul
pada tingkat yang cukup tinggi sehingga menjadi dorongan.
Kebutuhan juga bisa dipicu oleh rangsangan eksternal.
Contohnya, suatu iklan atau diskusi dengan teman bisa membuat anda
berpikir untuk membeli mobil baru. Pada tahap ini pemasar harus
meneliti konsumen untuk menemukan jenis kebutuhan atau masalah apa
yang timbul, apa yang menyebabkannya, dan bagaimana masalah itu
bisa mengarahkan konsumen pada produk tertentu.
b. Pencarian informasi
Konsumen yang tertarik mungkin mencari lebih banyak informasi
atau mungkin tidak. Jika dorongan konsumen itu kuat dan produk yang
memuaskan ada di dekat konsumen itu, konsumen mungkin akan
membelinya kemudian. Jika tidak konsumen bisa menyimpan
Perilaku pasca
pembelian
Keputusan
pembelian
Evaluasi
alternatif
Pencarian
informasi
Pengenalan
kebutuhan kebutuhan itu dalam ingatannya atau melakukan pencarian informasi
(information search) yang berhubungan dengan kebutuhan.
Konsumen dapat memperoleh informasi dari beberapa sumber.
Sumber – sumber ini meliputi sumber pribadi (keluarga, teman,
tetangga, rekan), sumber komersial (iklan, wiraniaga, situs web,
penyalur, kemasan, tampilan), sumber publik (media massa, organisasi
pemringkat konsumen, pencarian internet), dan sumber pengalaman
(penanganan, pemeriksaan, pemakaian produk).
c. Evaluasi alternatif
Pemasar harus tahu tentang evaluasi alternatif (alternative
evaluation) yaitu bagaimana konsumen memproses informasi untuk
sampai pada pilihan merek. Sayangnya, konsumen tidak menggunakan
proses evaluasi yang sederhana dan tunggal dalam semua situasi
pembelian. Sebagai gantinya, beberapa proses evaluasi dilaksanakan.
Konsumen sampai pada sikap terhadap merek yang berbeda melalui
prosedur evaluasi.
Dalam beberapa kasus, konsumen menggunaan kalkulasi yang
cermat dan pemikiran yang logis. Pada waktu yanglain, konsumen yang
sama hanya sedikit melakukan evaluasi atau bahkan tidak
mengevaluasi; sebagai gantinya mereka membeli berdasarkan dorongan
dan bergantung pada intuisi. Kadang – kadang konsumen membuat
keputusan pembelian sendiri, kadang – kadang mereka meminta nasihat
pembelian dari teman, pemandu konsumen, atau wiraniaga.Konsumen juga dapat memilih merek berdasrkan atribut dan membeli suatu produk
atau jasa dari merek berdasarkan atribut tersebut.
d. Keputusan pembelian
Dalam tahap evaluasi, konsumen menentukan peringkat merek
dan membentuk niat pembelian. Pada umumnya, keputusan pembelian
(purchase decision) konsumen adalah membeli merek yang paling
disukai, tetapi dua factor bisa berda antara niat pemebelian dan
keputusan pembelian. Faktor pertama adalah sikap orang lain dan faktor
kedua adalah faktor situasional yang tidak diharapkan.
e. Perilaku pasca pemebelian
Setelah membeli produk, konsumen akan merasa puas atau tidak
puas dan terlibat dalam perilaku pasca pembelian (postpurchase
behavior) yang harus di perhatikan oleh pemasar. Ekspektasi konsumen
dan kinerja anggapan produk menentukan kepuasa dan ketidak puasan
pembeli.Jika produk tidak memenuhi ekspektasi, konsumen kecewa,
jika produk memenuhi ekspektasi, konsumen puas, jika produk
melebihi ekspektasi, konsumen sangat puas
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar