Jumat, 30 Juli 2021

Persepsi Risiko Hijau (Green Perceived Risk) (skripsi dan tesis)

Definisi Persepsi Risiko Teori dari persepsirisikomengemukakan bahwa konsumen cenderung untuk meminimalkan risiko yang dirasakan bukan untuk memaksimalkan hasil yang diharapkan (Mitchell, 1999). Pengurangan persepsirisikomengarah pada munculnya kemungkinan pembelian, sehingga penurunan risiko yang dirasakan berguna untuk peningkatan kepercayaan pelanggan (Wood dan Scheer, 1996; Corritore et al, 2003). Chen dan Chang (2012) mendefinisikan persepsi risiko hijau sebagai harapan negatif konsekuensi lingkungan yang terkait dengan perilaku pembelian. Persepsi risiko hijau diukur dalam item-item seperti ada sesuatu yang salah dengan performa lingkungan, pemakaian produk tidak sesuai dengan yang diharapkan, kemungkinan bahwa menggunakan produk akan berdampak negatif terhadap lingkungan. Menurut Mitchell (1999) seperti yang dikutip dalam Waskito (2015), teori persepsi risiko menyatakan bahwa konsumen tertarik untuk meminimalkan risiko yang mereka rasakan bukan untuk memaksimalkan utilitas mereka. Jika konsumen merasa risiko terhadap produk tinggi, maka mereka akan enggan untuk mempercayai produk. Oleh sebab itu, persepsi risiko sangat erat hubungannya dengan kepercayaan konsumen terhadap sebuah produk. 

Tidak ada komentar: