Jumat, 30 Juli 2021
Kesadaran Merek Hijau (skripsi dan tesis)
Green Brand Awareness didefinisikan pada suatu kemungkinan untuk
mengenali dan mengingat fitur sebuah merek akan merek-merek yang memiliki
komitmen terhadap pelestarian lingkungan (Mourad, 2012). Brand awareness
adalah kemampuan dari seseorang yang merupakan calon pembeli (potential
buyer) untuk mengenali (recognize) atau menyebutkan kembali (recall) suatu
merek merupakan bagian dari suatu kategori produk (Aaker, 1991). Menurut
Yadin (2002) brand awareness adalah sejauh mana konsumen mengenali merek
tertentu, kemampuan merek untuk mencapai tingkat pengakuan sebelum
direncanakan secara sadar. Kesadaran merek (Brand awareness) adalah
kesanggupan seseorang pembeli untuk mengenali, mengingat kembali suatu
merek sebagai bagian dari suatu kategori produk tertentu (Durianto, 2001). Peran
kesadaran merek (brand awareness) dalam ekuitas merek tergantung pada
tingkatan akan pencapaian kesadaran di benak konsumen. Tingkatan brand awareness yang paling rendah adalah tidak menyadari
merek (anware of brand), tingkatan kedua adalah pengenalan merek (brand
recognition) atau disebut sebagai tingkatan pengingatankembali dangan bantuan
(aided recall). Tingkatan berikutnya adalah tingkatan pengingatan kembali merek
(brand recall) atau tingkatan pengingatan kembali merek tanpa bantuan (unaided
recall). Tingkatan terakhir adalah merek yang disebut pertama kali pada saat
pengingatan merek tanpa bantuan yaitu kesadaran puncak pikiran (top of mind).
Top of mind adalah kesadaran merek tertinggi yang merupakan pimpinan dari
berbagai merek yang ada dalam pikiran konsumen (Durianto, 2001). Peran
kesadaran merek dapat dipahami dengan mengkaji bagaimana kesadaran merek
menciptakan suatu nilai. Nilai-nilai yang diciptakan oleh kesadaran (Durianto,
2004) adalah:
1. Jangkar bagi asosiasi lain
2. Familier atau rasa suka
3. Substansi atau komitmen
4. Mempertimbangkan merek
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar